Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 321-340 of 459

Analytics

Anugrah BT; Malik Bambangan

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This research discusses the role of Christian religious education teachers and parents in preventing the negative impact of technological developments on children. The impact of technological developments is very significant both internally and externally. This is a reality that every human being needs to face.  Therefore there needs to be a strategy in dealing with these technological developments. The purpose of this study is to explain the role of Christian religious teachers and parents in preventing the negative impacts of technological developments on children. The method used is descriptive qualitative method which focuses on collecting data through books, articles and relevant sources. As a result of this study, it was found that the role of Christian religious teachers and parents in preventing the negative impacts of technological developments on children is Christian religious education teachers providing education about technological developments for children at school, together with parents providing supervision of children's activities and relationships, providing activities positive for children both at school and outside of school, giving confidence to children through giving assignments. As a conclusion from this research, it is very necessary for Christian religion teachers and parents to provide education about the negative impacts of these technological developments. This prevention effort is a form of anticipation from teachers and parents so that their students are not negatively affected by these technological developments.

Patmawati Patmawati; Ririza Maulina; Riska Aktaviana; Sandika Wena; Febrina Dafit

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program literasi yang dilakukan di empat sekolah dasar di Riau. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen terkait program literasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi di keempat sekolah tersebut memberikan dampak positif pada perkembangan literasi siswa. Guru-guru terlibat aktif dalam mengembangkan keterampilan membaca, menulis, dan berbicara siswa. Mereka menggunakan metode pengajaran yang beragam, termasuk pembacaan bersama, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa. Dalam hal literasi digital, sekolah-sekolah memanfaatkan teknologi dengan bijak sebagai alat pembelajaran. Siswa diberi kesempatan untuk menggunakan perangkat digital dan akses ke sumber daya online yang relevan untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman mereka.Dalam rangkaian kegiatan literasi yang dilakukan, siswa juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri. Mereka diajak untuk berpikir secara mendalam tentang isi bacaan, mengajukan pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan menghasilkan karya-karya kreatif.Kesimpulannya, program literasi di keempat SD yang diteliti berhasil memberikan manfaat kepada siswa dalam berbagai aspek literasi, seperti literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, budaya-kewargaan dan finansial. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sekolah membantu meningkatkan keterampilan dan pemahaman siswa dalam bidang-bidang tersebut. Kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan pihak terkait lainnya merupakan faktor penting dalam keberhasilan program literasi.  

Chairunnisa Sahril Chaniago; Muhammad Alfiansyah; Chairunnisa; Jahrona Harahap

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Pelnellitian ini melnjellaskan melngelnai belbelrapa pelran gulrul dalam melmbelntulk karaktelristik pelselrta didik mellaluli pelmbellajaran al-qulran hadis. Jelnis pelnellitian dalam tullisan ini adalah delskriptif kulalitatif. Telknik pelngulmpullan data yang digulnakan dalam pelnellitian ini adalah delngan cara wawancara, obselrvasi dan julga melnggulnakan belrbagai sulmbelr baik itul belrasal dari bulkul maulpuln julrnal-julrnal yang rellelvan. Hasil dari pelnellitian ini melnulnjulkkan bahwa dalam pelmbelntulkan karaktelr moral pada siswa, gulrul melmiliki pelran yang sangat pelnting. Delngan mellaluli pelmbellajaran al-qulran hadis, gulrul dapat melmbelrikan contoh-contoh karaktelr moral yang diajarkan olelh Nabi Mulhammad Saw. Pelran gulrul dapat selbagai sulmbelr bellajar, motivator, fasilitator, dan elvalulator. Dan meltodel yang digulnakan gulrul ialah meltodel pelmahaman, pelmbiasaan dan keltelladanan

Salome Salome; Lisna Novalia

The spiritual crisis among Sunday school children has become a serious concern in the context of Christian religious education. This article examines the important role played by Christian religious education teachers in overcoming this crisis. In a modern context full of challenges, children often experience spiritual isolation, loss of religious values, and difficulty implementing Christian principles in everyday life. Christian religious education teachers have a responsibility to provide guidance and inspiration to these children. This article examines strategies and methods Christian religious education teachers can use to help Sunday school children overcome spiritual crises. Some of the strategies described include the use of interesting Bible stories, interactive and creative teaching, building empathetic relationships with students, and encouraging reflection and application of Christian values in everyday life. Christian religious education teachers must also be able to tactfully face children's questions and doubts, and develop a deep understanding of children's spiritual and developmental needs. Through their role, Christian religious education teachers can be role models and sources of inspiration for Sunday school children in strengthening their faith and dealing with spiritual crises. In carrying out their duties, teachers must have a strong commitment to the mission of Christian religious education and pay attention to the social and cultural changes that affect children's lives. This article aims to inform and motivate Christian religious education teachers in carrying out their roles more effectively and relevantly amidst the spiritual crisis of Sunday school children. Through collaborative efforts between the church, parents and the Christian community, it is hoped that Sunday school children can obtain a solid foundation of faith and be able to overcome the spiritual challenges they face in their lives.  

Salome Salome; Lisna Novalia

The spiritual crisis among Sunday school children has become a serious concern in the context of Christian religious education. This article examines the important role played by Christian religious education teachers in overcoming this crisis. In a modern context full of challenges, children often experience spiritual isolation, loss of religious values, and difficulty implementing Christian principles in everyday life. Christian religious education teachers have a responsibility to provide guidance and inspiration to these children. This article examines strategies and methods Christian religious education teachers can use to help Sunday school children overcome spiritual crises. Some of the strategies described include the use of interesting Bible stories, interactive and creative teaching, building empathetic relationships with students, and encouraging reflection and application of Christian values in everyday life. Christian religious education teachers must also be able to tactfully face children's questions and doubts, and develop a deep understanding of children's spiritual and developmental needs. Through their role, Christian religious education teachers can be role models and sources of inspiration for Sunday school children in strengthening their faith and dealing with spiritual crises. In carrying out their duties, teachers must have a strong commitment to the mission of Christian religious education and pay attention to the social and cultural changes that affect children's lives. This article aims to inform and motivate Christian religious education teachers in carrying out their roles more effectively and relevantly amidst the spiritual crisis of Sunday school children. Through collaborative efforts between the church, parents and the Christian community, it is hoped that Sunday school children can obtain a solid foundation of faith and be able to overcome the spiritual challenges they face in their lives.  

Nandang Budiman; Nurlaila Lathifa Kusumaningsih; Nadhia Aulia Nadhira

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Guru bimbingan dan konseling idealnya dilaksanakan oleh seorang professional yang memiliki latar belakang pendidikan bimbingan dan konseling. Akan tetapi pada kenyataan, masih banyak dibeberapa sekolah pada khususnya, guru bimbingan dan konseling berlatar belakang pendidikan non bimbingan dan konseling. Hal ini merupakan imbas dari kurangnya pasokan guru bimbingan dan konseling ke tiap-tiap jenjang pendidikan. Pemahaman akan pentingnya peran guru bimbingan dan konseling di sekolah dengan mengisi kekosongan posisi tersebut dengan guru mata pelajaran lain tentu akan menjadi kurang efektif dalam pelaksanaan layanannya dan cenderung mengarah pada tugas yang seharusnya tidak dilakukan oleh bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui, dan memahami tentang kode etik konseling, serta bagaiamana penerapan kode etika etik konseling selama memberikan layanan bimbingan dan konseling terhadap konselinya

Eka Fitria Ningsih; Maryono Maryono; Salis Irvan Fuadi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study aims to determine the role of PAI teachers in overcoming the moral degradation of students at SMA Takhassus Al-Qur'an Kalibeber Wonosobo. Moral degradation is a phenomenon of moral decline in the character of a person or group. This study uses qualitative research methods with data collection techniques through observation, interviews and documentation. Respondents in this study were PAI teachers, school principals and students at SMA Takhassus Al-Qur'an Kalibeber Wonosobo. Data analysis techniques were carried out using the Milews and Huberman interactive model, which included data collection, data reduction, data presentation, as well as conclusions and verification. The results showed that: The role of PAI teachers in overcoming student moral degradation is going well. Supporting factors for PAI teachers in overcoming student moral degradation are: co-workers who are compact, adequate facilities and infrastructure, while the inhibiting factors are: co-workers are not compact, lack of guidance and religious education in the family, lack of self-awareness in students. The role of the PAI teacher in overcoming the moral degradation of students is classified as being effective, for example changing the attitude of students who over time have begun to comply with existing rules at school and actively participate in religious activities, although not all of them.    

Cendani Alfanizha Hidma; Laudy Livinti; Salisa Afany; Zoe Zarka Syafiq; Muhammad Kurniawan Lubis +1 more

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This research is aimed at knowing and analyzing what the teacher's role is in carrying out learning evaluation in schools. This research was carried out using qualitative research using the method of literature study or through literature study, namely collecting information relevant to the topic or problem that is the object of discussion which describes the role of the teacher in the evaluation of learning. The subject of this research is the teacher who plays a role in carrying out the evaluation of learning in schools. The results of this study indicate that in the learning evaluation process, the teacher acts as an evaluator whose function is to find out whether or not a teacher is successful in the learning process, or evaluation can also be said to be a determinant to find out whether the process/method of teaching and learning must be maintained or improved.  

Rejeki Deskristinawati Hia; Yane Henderina Keluanan

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

In the increasingly advanced digital era, gadgets can have a positive impact on students. However, the use of gadgets can also have a negative impact on their understanding and poor practice, therefore PAK teachers need to play a role in overcoming the irresponsible use of gadgets. PAK teachers have a key role in teaching responsible gadget use. They should have a role to play in building awareness of the negative effects of using gadgets; and encourage critical discussion and moral reflection related to gadget use. In addition, Christian religious education teachers strengthen moral education and Christian religious values in learning. They provide creative alternatives that don't rely on gadgets, so students can experience experiences that support their moral development. Collaboration with parents and the church community is also an important part of ensuring messages that are consistent and in line with Christian religious values. By implementing this strategy, PAK teachers can have a proactive role in shaping the moral development of students. With a deep understanding of the influence of gadgets and Christian religious values, students can develop moral attitudes and behaviors that are in accordance with the teachings of Christianity.

Nehemia Nome; Markus Malebo

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Youth is when humans are in their twenties. During youth, humans cannot be called adults, but they cannot also be called children. However, as the next generation, some Christian youths do not understand the importance of cultivating spirituality in building a close relationship with God. There are various models that can be implemented nowadays in order to produce young people who build a close relationship with God, one of which is the spiritual cultivation of Christian youth in building a close relationship with God. This learning certainly utilizes various youth spirituality that are relevant in the world of education. The goal is to improve the outcome and quality of their Faith process. The method used in this writing is a qualitative method. Through qualitative methods the authors use library research (library research). Spiritual formation is very important for young Christians. Because youth has a very important role for the growth of the church, and youth is the backbone of the church in carrying out the functions and roles of the church it is very necessary. Therefore the church needs to foster and direct youth. In accordance with God's word in Proverbs 22:6 "Educate a young person according to the path that is proper for him, so that even when he is old he will not deviate from that path." In conclusion, youth is the next generation in the family, church and society in the future. So it is necessary to know that it is very important spiritual cultivation for young Christians to build a close relationship with God.

Jakomina Savera Mongi

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Religious moderation is an attitude that must be developed by the Indonesian people in maintaining unity and oneness. To strengthen this attitude, Catholic religion teachers have an important role, especially in schools. They can act as catechists, preachers, educators and pastoral service providers. In carrying out this task, they are saving the future of the Indonesian nation

Kausara Usman

Pentingnya peran guru dalam pencapaian prestasi siswa tidak bisa diabaikan. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing, mengajar, dan memberikan motivasi kepada siswa untuk mencapai potensi maksimal mereka. Dengan adanya guru yang berkualitas, siswa dapat lebih mudah mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan. Penelitian ini adalah studi literatur dan analisis data sekunder. Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait pendidikan inklusif dan aksesibilitas dalam sistem pendidikan. Analisis data sekunder dilakukan dengan menggunakan data-data yang sudah ada mengenai partisipasi individu dengan kebutuhan khusus dalam proses belajar-mengajar. Dari hasil analisis penulis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pencapaian siswa inklusif setelah dilakukan pelatihan khusus bagi guru-guru mereka. Hasil ini memberikan dukungan kuat untuk pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung bagi semua siswa. pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan individu dan kemampuan untuk mengadaptasi metode pengajaran, guru dapat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kinerja siswa secara keseluruhan..Diferensiasi pembelajaran juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memperkuat rasa percaya diri siswa dalam mengemukakan ide-ide kreatif mereka.

Rut Frida Hastuti Nduru; Nehemia Nome

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The 5.0 era is marked by rapid technological advances and social changes, affecting various aspects of life, including the field of education. Christian religious education plays an important role in shaping the character and morals of the younger generation. But in reality, the lack of emphasis on developing soft skills can be a problem, because the teacher's ability to interact empathetically, have creativity, leadership, and adaptability becomes very important in guiding students in a spiritual, moral, and emotional context. In addition, an excessive focus on hard skills, such as understanding theology and religious practice, can ignore the importance of developing soft skills in dealing with the changes faced in the 5.0 era. In this study, the authors used a literature study, therefore to achieve the objectives of this study, superior teacher quality was needed, which had a balance between software and hardware. The purpose of this study is to present software and hardware in improving the quality of Christian religious education teachers in the 5.0 era. Soft skills include interpersonal, communication, leadership, empathy, and adaptability skills, which support teachers in interacting with students, colleagues, and a changing environment. While hard skills include specific knowledge, information technology, teaching methodology, as well as expertise in the field of Christianity.

Hamu, Fransiskus Janu

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh prosocial engagement dalam pendidikan agama Katolik terhadap pembentukan karakter siswa melalui keteladanan guru. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru agama Katolik, dan survei siswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa prosocial engagement memainkan peran krusial dalam membentuk karakter siswa, seperti empati, toleransi, dan kepedulian sosial. Selain itu, keteladanan guru memiliki dampak yang signifikan dalam mendorong siswa untuk terlibat dalam perilaku sosial yang positif.  Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pendidikan agama Katolik dalam memperkuat nilai-nilai kristiani dan menciptakan siswa yang bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama. Implikasi praktis dari penelitian ini juga dibahas untuk membantu pengembangan pendekatan dan strategi yang lebih efektif dalam pendidikan agama Katolik.

Yupriskila Dwi Hadassah; Sandra Rosiana Tapilaha

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Education is increasingly advanced and even varied, and so should Christian Religious Education teachers. Christian Religious Education teachers are required to be creative in educating and creating a lively classroom atmosphere. The influence of the teacher in the classroom is very important. The method used in this writing is descriptive qualitative method so that the results of the research can be developed further. Christian Religious Education is an education that is carried out to bring students to Christ, because the main center of Christian Religious Education learning is Christ. The purpose of writing this article is to provide an understanding for Christian Religious Education teachers that in the learning process they can use the locomotor movement method, so that students are not bored with monotonous learning. The role of Christian religious education teachers in increasing students' interest in learning with the locomotor method is very important. Locomotor movements are an important part of physical education and sports programs, and the development of locomotor movements also helps learners acquire the basic motor skills needed to live healthy and physically active lives.                                                       

Sohilait, Emy; I Kharisudin; Masnia

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis literatur yang terkait dengan kemampuan berpikir kritis dalam kurikulum pembelajaran melalui tinjauan literatur yang sistematis. Artikel ini menganalisis literatur melalui database elektronik yang diperoleh dari Scopus. Perangkat lunak yang digunakan pada  tinjauan literatur sistematis adalah Microsoft Excel, VOSviewer, dan Harzing's Publish or Perish. Berdasarkan dari hasil pencarian artikel dengan menggunakan Harzing's Publish or Perish diperoleh 759 publikasi yang diterbitkan tahun 1944 hingga 2021 untuk analisis lebih lanjut. Hasil penelitian ini disajikan dengan menggunakan indikator bibliometrik umum seperti produktivitas penelitian dalam hal tahun publikasi, jenis dokumen, bidang subjek, analisis kata kunci, kepengarangan, dan analisis kutipan. Secara keseluruhan, jumlah peningkatan tulisan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran menunjukkan bahwa sangat penting dalam pembelajaran abad ke-21. Guru dapat menggunakan pendekatan dan strategi pembelajran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Risnayanti Risnayanti; Yane Henderina Keluanan

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Dalam proses pembelajaran, guru PAK memiliki peran yang sangat penting untuk mendidik anak-anank dalam menanamkan nilai-nilai moral yang sangat baik serta mendidik anak menjadi anak yang taat beriman Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan pengamatan peneliti pada anak usia 7-12, bahwa  guru mempunyai peran  penting dalam memfasilitasi peserta didik dalam proses penanaman nilai  karakter  religius dilingkungan sekolah. Tujuannya adalah untuk mengetahui peran guru PAK dalam mengembangkan moral peserta didik SD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode study literatur research atau studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai jurnal yang memiliki kaitan atau hubungan dengan peran orangtua dan guru dalam mengembangkan moral peserta didik sekolah dasar di era revolusi industri 4.0. Metode studi kepustakaan menurut Sugiyono (2018) adalah suatu metode yang mana mengumpulkan kajian teori dan referensi yang bersumber dari literatur literatur ilmiah. Kesimpulan: yaitu guru PAK perlu mensosialisasikan dan membudayakan lingkungan sekolah dalam menegakkan nilai-nilai akhlak dan moral yang benar melalui contoh dan teladan yang baik. Selain itu dalam pengembangan dan penanaman moral pada peserta didik perlu dilakukan control dan bimbingan, pengawasan, evaluasi dan tindak lanjut dari perilaku moral anak tersebut.

Serliana Sasmita; Yeremia Hia

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pembelajaran formal, non formal dan/atau informal. Pendidikan anak usia dini melalui pendidikan formal berlangsung di TK (Taman Kanak-kanak), rauadutul atfali dan bentuk lain yang sejenis. Sementara itu, Paud berlangsung melalui bentuk pendidikan informal yang disebut KB (kelompok bermain), (TPA) (Taman kanak-kanak dan bentuk lain yang serupa.[1] Dan PAUD Setia Baneara mencoba melakukannya melalui kedua jalur, yaitu formal dan informal, dalam arti tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan tetapi juga mencakup permainan agar anak tidak bosan. Disini dibutuhkan peran seorang guru yang tidak hanya fokus pada dunia pendidikan anak, tetapi juga fokus pada karakteristik anak, seperti anak tidak hanya memiliki kepandaian yang besar, namun juga memiliki akhlak baik.   [1] Pengalaman Penulis,Masa Pelayanan Satu Tahun,(2022-2023).

Fadhilah Hafidz; Ida Farida; Putri Kiki Lestari; Ratna Sari Dewi

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dibuatnya artikel ini memiliki tujuan agar kita bisa tahu bagaimana pentingnya pendidikan karakter dalam menciptakan sekolah berkarater. Dalam menjalankan roda pendidikan, seperti yang diketahui peranan penting, dan tentunya didukung dengan fasilitas guru yang berkompeten juga. Kendala pendidik dalam menciptakan sekolah berkarakter yaitu sekolahnya belum mampu memilih terkait nilai karakter didalam menyesuaikan terhadap visi serta tujuan untuk melakukan berbagai hal yang terbaik, indikator yang representatif, pengembangan atau pembentukan karakter jni penting dan perlu diyakini untuk menjadi pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan kembangkan disekolah. Tentunya hambatan ini perlu diselesaikan satu persatu supaya apaa yang mejadi tantangan dan hambatan dalam menciptakan sekolah yang berkarakter ini kedepannya bisa diperbaiki sehingga generasi bangsa ini memiliki kualitas sumber daya manusia yang berkompeten dalam setiap masing masing bidangnya. Dalam penelitian kali ini menggunakan metode kualitatif, data sekunder, data yang diambil berdasarkan studi literatur yang meliputi buku - buku, jurnal - jurnal , makalah-makalah, serta studi literatur - literatur lain yang tentunya membahas mengenai pendidikan karakter. Proses-proses baik itu analisis data-data berupa reduksi data-data serta display data-data, pemverifikasi dan berbagai penarikan kesimpulan-kesimpulan yang tentunya sudah jelas kebenarannya. Berdasarakan data hasil dari penelitian yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwasannya pentingnnya pendidikan karakter dalam mengembangkan sekolah berkarakter.

Sukardi Sukardi; Siti Aminah; Ika Oktiviana Dewi

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kompetensi guru, literasi digital dan ketersediaan fasilitas teknologi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Koordinator Bidang Pendidikan Kabupaten Kandeman. Populasi yang diambil adalah Guru SD di Koordinator Bidang Pendidikan Kabupaten Kandeman sebanyak 217 orang, dengan purposive sampling diperoleh sampel penelitian sebanyak 69 orang. Sumber data yang digunakan adalah data primer, dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis regresi linier menyatakan bahwa kompetensi guru, literasi digital, dan sarana teknologi berpengaruh positif terhadap peningkatan pembelajaran. Nilai koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,819 yang berarti 81,9% kualitas pembelajaran dapat dijelaskan oleh kompetensi pendidik, literasi digital dan sarana teknologi. Sedangkan sisanya 100% - 81,9% = 18,1% dijelaskan oleh alasan lain di luar variabel kompetensi pendidik, literasi digital dan sarana teknologi. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik t menunjukkan (1) Kompetensi pendidik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran, (2) literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran, (3) sarana teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran. pengaruh positif dan signifikan kualitas pembelajaran di sekolah dasar bagi guru sekolah dasar di Koordinator Bidang Pendidikan Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang.