Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 321-340 of 342

Analytics

Wasalmi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Masyarakat adalah kumpulan banyak individu, kecil besar, yang terikat satuan, adat, ritus atau hukum khas, dan hidup bersama. Al-Qur’an mengandung ajaran yang konprehensif, universal dan menyentuh semua kehidupan umat manusia. Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang hukum-hukum dalam beribadah mahdhah saja, tetapi mu’amalah juga yaitu mulai dari interaksi sesama manusia, bagaiamana cara untuk mendamaikan antara sesame manusia, bahkan seruan untuk selalu mengajak sesama kepada jalan yang benar, dan masih banyak lagi lainnya yang berhubungan dengan masyarakat. Terdapat ayat-ayat dalam al-Qur’an yang telah membahas persoalan ini, salah satunya adalah QS.Ali Imron dan al-Hujurat.   

Nurul Aina Tarigan; Sri Listiana Izar

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan nilai budaya yang terdapat dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo dengan kajian semantik. Sumber data penelitian ini adalah  video pernikahan adat suku Karo yang telah didokumentasikan ke dalam sebuah DVD yang diambil dari desa Lau Kersik, kecamatan Gunung Sitember, kabupaten  Dairi.  Data dari penelitian ini adalah makna dan nilai budaya pedah-pedah yang diutarakan atau disampaikan oleh pihak Kalimbubu, Senina ataupun Anak Beru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah dokumentasi video pedah-pedah yang disampaikan Kalimbubu, senina dan Anak Beru.  Teknik analisis data penelitian ini menggunakan tenik reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan terdapat makna konotatif dan makna denotatif dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo. Dan juga terdapat nilai budaya  dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo yang terdiri dari nilai budaya komitmen, nilai budaya religi, nilai budaya kerukunan dan penyelesaian konflik, nilai kesopansantunan, nilai budaya pendidikan, dan nilai budaya kerja keras.

Daniel T. Todapa; Juemi Juemi

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

The community service activity entitled "Socialization of Village Cultural Traditions" was carried out in Kamarora B Village, District. Nokilalaki Sigi Regency The aim of this community service activity is to empower and improve the quality of the existence of traditional villages in the context of preserving culture and strengthening character as national identity. Selection in Kamarora B Village Because Kamarora B Village is a village that has customs and culture which have begun to be eroded by the rapid flow of globalization, efforts are needed to preserve cultural customs as a filter and foundation for development in Kamarora B Village, Kec. Nokilalaki, Sigi Regency. This community service activity is carried out by conducting outreach which aims to increase the understanding and knowledge of Village Government Apparatus, Youth and the community regarding how important it is to maintain the cultural traditions of Kamarora B Village which have begun to be eroded by the times.

Arief Fahmi Lubis

Public Service And Governance Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

The revitalization of customary law as a source of local wisdom does not mean returning to the past, but taking the essence of wisdom that has stood the test of time and adapting it to answer contemporary challenges. Qualitative research uses a descriptive approach to collect data systematically, factually, and quickly according to the description when the research is carried out. The results of this study show that with the right approach, customary law can be a source of inspiration and solutions to various modern problems, ranging from environmental crises to erosion of social cohesion.  

Asiah Sanyah Hasanah Simanjuntak; Yuliza Chintia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Local wisdom atau disebut dengan kearifan lokal yang merupakan cara atau suatu kegitan yang sedang di lakukan masyarakat pada daerah tertentu mengenai suatu pemahahan yang sangat mendalam mengenai suatu pengetahuan mengenai bagaimana asal mula dari suatu tempat tinggal yang sedang di tempati sekitar dan memiliki perkembangan Local wisdom atau kearifan lokal adalah cara atau praktik yang dilakukan masyarakat di daerah tertentu tentang pemahaman mendalam mereka yang berasal dari lingkungan sekitar dan dikembangkan oleh warga setempat secara turun temurun. Kearifan local muncul dari dalam mereka sendiri dan dikembangkan selama beberapa generasi dan tertanam dalam diri masyarakat. Kearifan local merupakan warisan nenek moyang yang menyatu dengan religi, budaya dan adat istiadat.namun sekaran kearifan local sudah mulai memudar karena masyarakat modern menganggap bahwa kehidupan modern lebih baik. Oleh karena iitu literatur ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang kearifan lokal. Metode yang digunakan yaitu sistematik literature review yang didapat dari hasil review dari beberapa sumber artikel.

Irvan Fadly; Muh Farras Rasyiq

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Dalam sebuah kota di Jawa, alun-alun umumnya merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan yang menjadi bagian salah satu elemen yang ada di setiap kegiatan manusia. Oleh karenanya setiap manusia baik secara individu dan kelompok kerapkali melakukannya. Hasil cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang paling rumit sepanjang peradaban. Kota bisa dibilang sebagai tempat yang padat dan dihuni oleh orang-orang yang heterogen (beraneka ragam) baik dalam hal mata pencaharian, agama, adat, dan kebudayaan. Kota Blora memiliki ruang terbuka yang juga dimiliki oleh kota-kota lain. Alun alun Blora sendiri merupakan salah satu landmark yang ada di Blora. Berada pada tengah kota membuat alun alun Blora ini selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kota karena hampir semua jalan terpusat ke Taman alun alun Blora ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan antara ruang fisik yang tercipta dan pengaruhnya terhadap perilaku yang berkelanjutan masyarakat yang menggunakannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan proses analisis studi kasus di Kota Blora. Penelitian ini menemukan elemen-elemen fisik yang ada sebagai penanda sebuah alun-alun kota dan beberapa kelompok penggunaan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, berupa aktivitas-aktivitas yang telah menjadi tradisi dan telah dikembangkan sesuai perkembangan ruang yang tersedia.

Elisabeth Wambrouw; Deasy Widyasatomo

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The Map is a picture of the earth's surface that is displayed on a flat plane with a certain scale and the depiction of the earth's surface is reduced to a certain scale in the form of symbols that are selective in a certain projection system that is represented in two dimensions from a three-dimensional space. Various types of data can be described and explained in maps and provide information on the correlation of data to the geographical conditions (geospatial information) of an area which can then be used as a tool in policy formulation, in this case the customary area of ​​the Ayapo village in the East Sentani District. This research was conducted using a mapping method using spatial data based on satellite imagery from Google Earth Pro and community participation through field surveys through interviews. The data was then processed using ESRI ArcGIS software. The research was conducted in the Ayapo traditional village, Jayapura Regency, Papua Province. From the results of the information depiction carried out, it was obtained a map of the Ayapo village, a mapping of the distribution of indigenous peoples which included traditional leaders and tribal chiefs as well as a map of the structure of the customary space. Mapping also obtained the development of the ayapo village for 3 years, namely 2002, 2014, and 2021 which showed the growth of the village spread out along the coast of Lake Sentani in a linear form. This customary mapping becomes a source of information for the development of traditional traditional villages in Jayapura district.

Arief Fahmi Lubis

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2022 Universitas 17 Agustus 1945

These traditional agricultural systems have proven effective in maintaining local food security for centuries, they now face various challenges. Pressures from population growth, land-use change, and climate change threaten the sustainability of many traditional agricultural systems. The purpose of this study is to show that the integration of local wisdom in the modern agricultural system has also begun to receive recognition in national policies. Qualitative research uses a descriptive approach to collect data systematically, factually, and quickly according to the description when the research is carried out. The results of this study show that with the right approach, recognition and protection of customary rights can be an important foundation in building a food security system that is not only productive, but also ecologically sustainable and socially just.

Agung Citra Resmi Wulangsih; Ahmad Ainul Anam; Nita Apriyatin

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Masyarakat adat merupakan satu kesatuan kelompok yang tidak hanya terikat pada tempat kediaman suatu daerah tertentu, tetapi juga terikat pada hubungan keturunan dalam ikatan pertalian darah atau kekerabatan yang sama dari satu leluhur, baik secara tidak langsung karena pertalian perkawinan atau pertalian adat (genealogis). Kasepuhan Ciptagelar merupakan salah satu komunitas adat di tanah Sunda, terletak di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, yang masih memegang teguh kebudayaan peninggalan leluhur yang diwariskan secara turuntemurun sejak tahun 1368. Hampir seluruh kegiatan dalam kehidupan tidak terlepas oleh kepercayaan, budaya, dan tradisi terutama dalam sektor bercocok tanam. Nilai kearifan lokal yang merupakan identitas atau kepribadian serta ciri khas etika dan nilai budaya dalam masyarakat Kasepuhan Ciptagelar yang menjadi pandangan hidup masih dipegang teguh dan menjadi teladan yang baik dalam menyelaraskan diri dengan alam. Hal tersebut nampak dalam upacara adat proses penanaman padi hingga pemanenan yang masih dilestarikan hingga kini dan juga bagaimana mengatur keseimbangan pengolahan hutan.

Arief Fahmi Lubis

Public Service And Governance Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

One of the important aspects of the digitization of customary law is the creation of a comprehensive digital database. The purpose of this study is to show that this approach not only results in richer and more authentic documentation, but also empowers communities to be active in the process of preserving their own culture. Qualitative research uses a descriptive approach to collect data systematically, factually, and quickly according to the description when the research is carried out. The results of this study show that the digitization of customary law has great potential not only to preserve valuable cultural heritage, but also to revitalize and make customary law more relevant in facing the challenges of the 21st century.

Adha, Muhammad Mona; Ulpa, Eska Prawisudawati

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan merupakan suatu hal yang paling penting untuk membentuk kepribadian seseorang. Penanaman dan penguatan karakter peserta didik era modern saat ini memiliki tantangan tersendiri khususnya bagi para guru di Indonesia. Tantangan juga dihadapi oleh diri siswa itu sendiri ditengah perkembangan teknologi dan informasi yang super cepat dan dapat dijangkau dengan mudah. Guru harus menyesuaikan keadaan perubahan situasi modern saat ini dengan perkembangan diri siswa, agar nilai positif menjadi transformasi diri untuk memiliki karakter yang baik selaras dengan budaya atau adat istiadat yang melekat kuat di Indonesia. Sebagai bangsa yang kuat di era modern ini haruslah mempunyai prinsip-prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan karakter di sekolah diperlukan kompetensi guru yang mampu turut berkompetisi di era modernisasi ini. Di era modern saat ini penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter menemui hambatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, hal tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di sekitar siswa maka dari itu kreativitas dan inovasi antara orang tua dan pendidik harus terus dikembangkan. Intensitas komunikasi antara siswa, orang tua, dan guru dilakukan dua arah dan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik bagi siswa saat berada di rumah dan di sekolah.

PEMAYUN, A.A. ISTRI SHANTI LAKSEMI

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Ubud adalah sebuah desa adat sekaligus menjadi destinasi wisata yang terdapat di daerah kabupaten Gianyar. Ubud terkenal diantara para wisatawan mancanegara pengaruh pandemi virus Covid-19 ini cukup memberikan dampak buruk utamanya di bidang ekonomi, seperti hal nya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang dengan menurunnya produktifitas dalam memiliki usaha dan menurunya pariwisata yang awalnya menjadi daya Tarik di Ubud. Pandemi Covid-19 ini telah menghancurkan sisi terpenting ekonomi dalam mengatasi permasalahan ini, maka dalam pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan strategi pemasaran. Maka dari itu dapat dilakukan Pelatihan Penggunaan Sistem Marketplce yang memanfaatkan fasilitas Sosial media untuk mampu bersaing dengan UMKM lainnya dimasa pandemi seperti ini. Pelaku UMKM bisa mulai berubah dalam membangkitkan usaha-usahanya dan menyesuaikan diri di era new normal dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) di dalam bisnisnya. Manfaat dari dilakukannya KKN bagi mahasiswa yaitu memberikan pengalaman belajar maupun melatih agar mahasiswa dapat lebih terampil dalam memecahkan masalah yang ada di luar kampus

Hendy Rusli; David Simajuntak; Sortini Sortini

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Pelaksanaan acara adat kebudayaan secara khusus suku Batak Toba  menganut hukum eksogami, adalah  perkawinan yang tidak mengambil istri  marga sendiri “namariboto”, harus  di luar kelompok “marga” tersebut karena mereka sebagai kakak-adik. Perempuan meninggalkan keluarga  dan pindah keluarga  suami atau ikut garis keturunan laki-laki, dan bersifat patrilineal, yang bertujuan mempertahankan marga suami. Penelitian  ini memakai  metode analisis fenomenologi tidak menggunakan hipotesis dengan pendekatan “refleksi biblical”. Adat pernikahan Suku Batak Toba ditinjau dari iman Kristen tidak  bertentangan, sebab  adat dilakukan dengan kasih, hormat dan rasa  persaudaraan , kebersamaan dengan penuh kasih sesuai dengan Matius 22: 37-40.

Deasy Widyastomo

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2021 UNIVERSITAS STEKOM

Traditional houses scattered with various unique forms in the territory of Indonesia reveal a distinctive and unique local cultural identity in their states and display the richness of the traditional culture of the Indonesian nation. The diversity of traditional houses in this archipelago has a high artistic feel in architectural forms, motifs, and similarities in philosophy. Still, it is rich in architectural structures that differ from one place to another. The traditional housing group for the Sentani tribe in Ifale village is formed from the unity of three different kinship groups of indigenous peoples. The three kinships live one life together as the traditional Sentani people and still maintain the ancestral traditions passed down from generation to generation by adjusting to current life developments. The traditional house of the Sentani indigenous people has changed with the entry of knowledge and changes in people's lifestyles. The shift in housing does not affect the existence of their traditional residence, a nation's wealth that must be maintained and protected. This study aimed to study changes in building traditional Sentani houses on Lake Sentani in Jayapura Regency. The research method used in this research is descriptive in conducting data analysis using qualitative methods (field data) and quantitative (excel program and SPSS). The study results show that changes in the way of building the traditional houses of the indigenous people of the Senani tribe towards the process of building and using house construction for the period 1907-1925 and 2021 have changed from places formed by their ancestors to modern traditional houses. These changes are influenced by the increase in community economic growth, public awareness of environmental and human health, and construction use following the latest developments in construction technology.

Agung Ardiansyah; Djatmiko Waloejono; Sumarwanto

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Indonesia adalah negara yang kaya akan adat istiadat dan budaya. Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki adat istiadat dan budaya. Keberagaman ini yang membuat terdapat banyaknya pariwisata di Indonesia dan membuat banyak wisatawan yang datang ke Indonesia. Pantai di Kecamatan Suradadi memang dikenal dengan pantainya yang bersih dan indah. Potensi lain yang dimiliki oleh kawasan wisata dan wisata kuliner saat ini menjadi sebuah jenis wisata yang sangat banyak dampaknya bagi perkembangan sebuah daerah (Stowe & Johnston, 2010). Salah satu nilai pentingnya adalah menumbuh kembangkan potensi makanan asli daerah yang sepertinya sudah mulai tergeser oleh produk-produk asing ataupun berorentasi makanan asing. Pusat Wisata Kuliner Nusantara di Pantai Suradadi adalah destinasi wisata kuliner yang bertemakan keberagaman kuliner khas nusantara dengan memanfaatkan keindahan view pantai Suradadi. Bangunan ini merupakan wadah bagi para pebisnis kuliner dan penggemar kuliner karena didalamnya terdiri dari beberapa stall guna menjual beragam jenis kuliner khas Indonesia, pengunjung dapat memilih dengan bebas dan menikmati hidangan kuliner sambil menikmati suasana pantai Suradadi. Pernerapan berbagai macam pertimbangan konsep Neo-Vernakular dipilih sebagai bentuk adaptasi dari desain bangunan khas lokal yang ditampilkan dalam bentuk lebih modern. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

budi, santoso; Rahmat, Doris

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Dalam Praktiknya pada masyrakat masih banyak kelirub dalam pembagian waris sehingga dapat memunculkan konflik di antara masyrakat. dalam masyarakat manapun agama yang dianut cenderung berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupannya sehingga wajar jika hukum Islam sulit dinafikan eksistensinya di kalangan masyarakat Jawa. Oleh karena itu , bagi suku Jawa berjalannya pluralisme hukum antara hukum Islam dan adat sulit dihindari, bahkan pluralisme ini sudah merupakan hal yang diyakini secara umum (taken for granted). Dalam kaitan ini, Sudaryanto menyatakan bahwa dualisme sulit dihindari karena dalam kenyataannya sebelum mengenal ajaran Islam, masyarakat yang saat ini menganut agama Islam sudah terbiasa diatur dengan norma hukum adat.2 Dengan demikian, tarik menarik atau pengaruh-mempengaruhi antara hukum Islam dan adat dalam bidang kewarisan juga sulit dielakkan dalam kehidupan masyarakat Jawa.  Untuk mengetahui bagaimana dalil-dalil mengenai hukum waris islam, maka kita harus merujuknya pertama kali dari apa yang disampaikan melalui Al-Quran

Arifin Umar; Haslinda Damansya; Nurul Hasanah; Verawati Monoarfa

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Di Indonesia pengobatan tradisional sangkal putung sudah menjadi pilihan alternativ oleh masyarakat untuk menyembuhkan fraktur (patah tulang). Pengobatan sangkal putung di Sidomulyo Selatan dipengaruhi oleh beberapa masalah antaranya pengaruh keluarga atau teman, biaya yang terjangkau maupun adat budaya yang mengharuskan masyarakat berobat ke pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan pengobatan tradisional pada pasien fraktur ke sangkal putung di sidomulyo selatan. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel diambil menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 55 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dengan analisis data menggunakan Chi Square dengan tingkat kemaknaan (? : 0,05). Hasil penelitian menunjukan nilai P Value dukungan sosial sebesar p=0,003 lebih kecil (p=0,05), P Value faktor ekonomi sebesar p=0,022 lebih kecil (p=0,05), P Value faktor budaya sebesar p= 0,010 lebih kecil (p=0,05). Sehingga bisa disimpulkan ada pengaruh antara dukungan sosial, faktor ekonomi dan faktor budaya terhadap pemilihan pengobatan tradisional.

Edipeni Pramusinto; Sri Mulyani Wahono

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Upacara adat tradisional Sekaten merupakan salah satu bentuk peninggalan kebudayaan Jawa yang dapat dijadikan atraksi wisata budaya yang potensial dan diharapkan memberikan pengaruh yang besar bagi pengembangan & pembangunan Kepariwisataan Daerah bahkan Nasional. Implikasi tersebut dapat kita lihat pada penelitian ini yang mempunyai tujuan untuk mengetahui keterkaitan antara upacara adat tradisional Sekaten dengan pengembangan di Kodya Surakarta di samping itu juga untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam upacara adat tradisional Sekaten serta letak nilai-nilai budaya yang harus dilestarikan. Keterkaitan antara upacara adat tradisional Sekaten dengan perkembangan kepariwisataan di Kodya Surakarta terlihat pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan lebih mengarah pada bentuk-bentuk atraksi pariwisata yang ternyata mampu mengundang banyak wisatawan untuk datang, tidak hanya wisatawan nusantara/domestik, melainkan juga wisatawan mancanegara. Realita ini apabila dilestarikan dan dikembangkan secara kontinu akan berdampak positif terhadap pengembangan dan pembangunan kepariwisataan daerah bahkan nasional, karena dari penyelenggaraan upacara adat tradisional Sekatenakan muncul komponen-komponen kebutuhan wisatawan yang lain, seperti: akomodasi, makan, minum, transportasi dan jasa penunjang lainnya. Dalam kaitan ini suksesnya kegiatan Sekaten tergantung pada unsur yang terlibat, yakni :pemerintah, swasta dan masyarakat dan keterlibatan tersebut harus bersifat saling mendukung dan menguntungkan. Bermuara dari uraian tersebut di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa upacara-upacara adat tradisional yang hidup pada masyarakat kita, seperti halnya: Sekaten, dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan dan pembangunan kepariwisataan di tanah air.

Soedjiwo, Novena Ade Frednyarini; Kusjuniati, Kusjuniati; Maulana, Muhammad Taufiq

Abstrak Lahan yang ditempati Warga Kampung Bugis merupakan tanah yang telahdihibahkan oleh Raja Pemecutan pada warga Desa Serangan, dan mereka menempatisudah generasi keempat. Sebelum eksekusi, telah dilakukan dialog dan negosiasi,tetapi warga Kampung Bugis tetap bertahan. Keadaan tersebut mengakibatkanterjadinya penggusuran. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya bantuanpendampingan dalam mengatasi anak-anak yang mengalami trauma pascapenggusuran; meminimalkan kondisi kesehatan pasca penggusuran; memulihkankondisi kesejahteraan pasca penggusuran. Prioritas dampingan bertujuan untukmengurangi dari keterpurukan; membantu menumbuhkan dampak sosial yang hilang,sebelum dan setelah penggusuran, khususnya dalam kohesi sosial.Strategi yang digunakan dalam pendampingan ini adalah strategi komunitasmarginal/ mustadh’afin. Pendampingan bagi masyarakat dalam kategori komunitasyang lemah ekonomi, tergantung pada orang lain, dan tidak memiliki tempat tinggalpermanen. Sedangkan pendekatan dengan partisipatoris, melibatkan partisipasimasyarakat secara penuh dan aktif dalam keseluruhan proses riset.Pendampingan ini dapat membantu warga yang tergusur dalam mengatasipermasalahan yang dihadapi. Warga tergusur saling membantu dalam mengatasitrauma anak, meningkatkan kesehatan, dan mendapatkan tempat tinggal layak.Kelayakan tempat tinggal sudah mendapatkan respon dari pihak pemerintah, tinggalmenunggu surat resmi tempat tinggal yang akan mereka dapatkan sesuai kesepakatanantar warga pengungsi, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah.   Abstract Kampung Bugis’s people have beenliving in Serangan Village. The landwasgranted by King of Pemecutan. They have living for fourth generation. Theyhave doing dialogue and negosiation before execution, but Kampung Bugis’s peoplewas keep stay in their land. Based on it, resultingchanges in the economy, patterns ofbehavior, and loss of residence.It is necessary to provide assistance in trauma healingwho experience post-eviction trauma; minimize post-eviction health conditions;restore post-eviction welfare conditions. The target priority is to reduce deterioration;helping to foster lost social impacts, before and after eviction, especially in socialcohesion.Marginal community strategy/mustadh'afin isthe strategy have use in thismentoring. Mentoring for the community in the category of economically weakcommunities, depends on others, and does not have a permanent residence. Whereasthe approach of this study is participatory, involving full and active communityparticipation in the entire research process.This mentoring can help displaced people in overcoming the problems faced.Evicted residents help each other in overcoming child trauma, improve health, andget a decent place to live. The feasibility of a place of residence has received aresponse from the government, just waiting for the official residence letter that theywill get as agreed between refugee residents, traditional leaders, community leaders,and the government.

Varren, Shantika Afny; Andraini, Fitika

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 ini mendasari adanya TAPMPR NO IX TAHUN 2001 pasal 5 huruf J mengakui dan menghormati hak masyarakat hukum adat dan keragaman budaya bangsa atas sumberdaya agraria dan sumber daya alam, sesuai dengan prinsip-prinsip Pembaruan agrarian dan pengelolaan sumber daya alam. Keberadaan  tanah timbul ini juga mengacu pada PP Nomor 16 tahun 2004 tentang penggunaan tanah. Melalui hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Aspek hukum Hak Penguasaan dan Pendaftaran Tanah Timbul sesuai dengan Pasal 33 ayat 3Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mendasari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Penggunaan Tanah, pada penjelasan Pasal 12, memberikan definisi Tanah timbul sebagai daratan yang terbentuk secara alami dan buatan karena proses sedimentasi sungai, danau, pantai dan atau pulau timbul, serta penguasaan tanahnya dikuasai Negara sebagai aturan yang terbaru maka hal ini pun berakibat pada kejelasan status tanah dan pendaftaran tanah timbul di BPN Kabupaten Tegal. Penguasaan Tanah timbul oleh masyarakat pesisir pada RW I RT 05 secara adat diakui oleh seluruh masyarakat desa Kramat yang lain. Disamping itu juga Pemerintah Desa mengakui tanah timbul tersebut dikuasai oleh masyarakat pesisir RW I RT 05 sesuai dengan letaknya.Penguasaan tanah timbul oleh masyarakat pesisir yang digunakan untuk pertanian melati melalui proses truka ( olah lahan ) belum optimal hal ini disebabkan keragu-raguan kejelasan  status lahan, walaupun secara hukum adat diakui, akan tetapi secara aspek hukum yang lain belum diakui baik yuridis maupun kebijakan pemerintah daerah. Maka dalam penguasaan Tanah Timbul oleh masyarakat pesisir perlu adanya pengakuan Hak penguasaan Tanah Timbul baik oleh Pemerintah desa, Pemerintah daerah maupun BPN. Faktor yang mendorong dilkukannya Pendaftaran tanah timbul oleh masyarakat pesisir yaitu dari aspek hukumnyaagar memperoleh kejelasan status lahan sehingga dalam pemanfaatannya masyarakat tidak ragu, ari aspek ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup dan dari aspek budayaagar tetap mempertahankan budaya culture cognitive (hukum adat). Agar keberadaan Tanah Timbul yang dikuasai masyarakat pesisir sesuai dengan yang diharapkan, yakni kejelasan status Tanah timbul sampai adanya Sertikat Hak Milik, maka perlu adanya kebijakan lokal dari pemerintah desa tentang penguasaan Tanah Timbul oleh masyarakat RW I RT 05 untuk pertanian melati sebagai potensi lokal dan keunggulaan komparatif kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Komisi I DPRD terkait dengan bidang Hukum dan Pertanahan. Selanjutnya Pemerintah Daerah mengevaluasi tentang RTRW Pantura sebagai Kawasan Industri, terkait letak Tanah Timbul yang digunakan untuk potensi lokal sebagai keunggulan komparatif berada di wilayah Pantura. Pemerintah Daerah dalam hal ini DPRD Komisi I perlu memberikan ruang hijau dan kejelasan status lahan dengan prinsip -prinsip Reforma Agraria sesuai TAP MPR NO IX TAHUN 2001 sehingga ada keberlanjutan proses regulasi Pemerintah Daerah kepada Badan Pertanahan Nasional. Badan Pertanahan Nasional dalam menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Daerah terkait dengan RTRW dan Sertifikasi Tanah Timbul juga berpedoman pada PMA NO 14 TH 1961 Tentang Permintaan dan Pemberian Izin Pemindahan Hak atas Tanah dan PP NO. 24 TH 1997 tentangPendaftaran Tanah. Sehingga Aspek Hukum Penguasaan Tanah Timbul oleh Masyarakat pesisir untuk pertanian melati menjadi jelas sampai adanya Sertikat Hak Milik untuk pertanian bagi Masyarakat pesisir.