SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 2861-2874 of 2,874

Analytics

Fitriani, Shanti

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Pati sagu diekstrak dari batang pohon sagu (Metroxylon sagu), yang banyak ditemukan di kawasan AsiaTenggara. Dibandingkan dengan beras, produk pangan berbasis sagu lebih sedikit ditemukan di pasaranIndonesia. Banyak aplikasi yang menggunakan pati melibatkan pemanasannya di dalam air. Transisi termalyang dialami pati dan interaksi dengan air pada tingkat granula dan makromolekul membedakan sifatsifatpati dan dapat menentukan potensinya sebagai bahan penyusun makanan. Penelitian ini bertujuanuntuk mendapatkan pemahaman tentang sifat pasta dan termal serta daya pembengkakan pati sagu yangdibandingkan dengan dua pati lainnya yang banyak diproses di Asia Tenggara, yaitu beras dan ubi kayu(tapioka). Sifat-sifat pati yang diuji termasuk daya pembengkakan, sifat pasta menggunakan RVA dan sifattermal menggunakan DSC. Pati ubi kayu memiliki daya pembengkakan tertinggi (34,6 g/g) yang tidakberbeda nyata dengan pati sagu (29,0 g/g). Dalam hal sifat pasta, pati sagu memiliki nilai viskositas terendahuntuk viskositas puncak, panas, dan viskositas akhir sementara suhu pasting tertinggi. Suhu gelatinisasi dannilai entalpi pati sagu merupakan yang tertinggi dan pati beras terendah. Semua sampel yang dijalankanpada DSC disimpan pada suhu 4°C untuk mengukur rekristalisasi/retrogradasi. Pati sagu menunjukkan reorderingamilopektin yang signifikan, sementara hanya sedikit untuk pati ubi kayu. Hanya pati beras yangmenunjukkan adanya kompleks amilosa-lipid.Kata kunci: pati sagu, daya pembengkakan, sifat pasta, sifat termal

Akhmad Mustofa, Hapsari Putri Purwaningtyas, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Daun sirih merupakan tanaman herbal yang banyak tersedia di Indonesia. Daun sirih banyak mengandung minyak atsiri, polifenol, dan flavonoid. Antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan sehingga berpotensi sebagai sumber bahan pangan fungsional. Salah satunya dapat dimanfaatkan ekstraknya untuk pembuatan permen jelly. Daun suji ditambahkan sebagai pewarna alami dari permen jelly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih dan daun suji yang optimal dalam pembuatan permen jelly. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari permen Jelly yang dihasilkan. Permen jelly yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi standar mutu SNI dan disukai oleh konsumen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak daun sirih 1, 3, dan 5% dan faktor kedua konsentrasi ekstrak daun suji 0, 2, dan 4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan yang mempunyai aktivitas antioksidan maksimal dan disukai konsumen adalah konsentrasi ekstrak daun sirih 5% dan konsentrasi ekstrak daun suji 2%. Permen jelly tersebut mempunyai karakteristik : aktivitas antioksidan 90,62%; total fenol 2,23 mg ekuivalen asam galat/100 g; kadar air 18,43%; kadar abu 1,49%; kadar gula total 42,21%; kekenyalan 15,85 mm devision; warna hijau tua (3,07); tekstur kenyal (3,47); rasa sirih sedikit pahit (2,07); dan disukai (2,47).Kata kunci: Permen jelly, daun sirih, daun suji, antioksidan

Merkuria Karyantina, Ambrosia Rini Utami, Yustina Wuri Wulandari &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kerupuk merupakan makanan tradisional yang disukai oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bahan baku utama pembuatan kerupuk adalah tepung tapioka dan fungsinya dalam proses pembuatan kerupuk sebagai pengikat. Pisang adalah salah satu buah yang digemari masyarakat Indonesia. Buah pisang merupakan produk yang mudah rusak. Salah satu penganekaragaman pengolahan pangan adalah pembuatan kerupuk buah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pembuatan kerupuk pisang dengan faktor rasio berat tepung tapioka-pisang dan jenis bubur pisang.Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap, menggunakan dua faktor pembanding, yaitu berat rasio tepung tapioka-pisang dan jenis pisang. Faktor yang pertama yaitu rasio tepung tapioka-bubur pisang (100-50 g, 110-40 g, dan 120-30 g). Faktor kedua yaitu jenis bubur pisang (pisang raja nangka, pisang tanduk, pisang kepok kuning, dan pisang kepok putih).Hasil penelitian menunjukkan bahwa karak yang terbaik adalah pada kombinasi perlakuan rasio tepung tapioka 100 g-bubur pisang 50 g dan jenis bubur pisang tanduk. Kerupuk pisang ini mempunyai karakteristik sebagai berikut: kadar air 3,99%; kadar abu 2,35%; kadar pati 56,77%; kadar gula total 56,98%; volume pengembangan 29,63%; warna 2,00 (cokelat kekuningan); rasa 3,73 (rasa pisang terasa); kerenyahan 3,80 (sangat renyah), dan tingkat kesukaan 3,53 (suka).Kata kunci: tepung tapioka, jenis pisang, kerupuk buah.

Linda Kurniawati, Maryanto, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kerupuk adalah suatu jenis makanan kering yang terbuat dari bahan‐bahan yang mengandung paticukup tinggi. Kerupuk merupakan suatu jenis makanan kecil tradisional yang sudah dikenal oleh sebagianbesar masyarakat Indonesia. Kerupuk biasanya dibuat dari bahan baku terigu dan tapioka. Tapi untukmeningkatkan nilai gizi kerupuk dan mengurangi pemakaian terigu dilakukan penelitian pembuatan kerupuksortagu menggunakan tepung komposit (sorghum‐terigu). Selain itu untuk mendapatkan bahan bakusorghum yang berkualitas perlu dilakukan perlakuan pendahuluan terhadap sorghum tersebut. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui rasio konsentrasi tepung komposit (sorghum‐terigu) yang tepat dan perlakuanpendahuluan perendaman sorghum untuk menghasilkan kerupuk sortagu yang berkualitas dan disukaikonsumen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiriatas dua faktor. Faktor pertama rasio konsentrasi tepung komposit (sorghum‐terigu) yaitu (0 : 100)%; (25 :75)%; (50 : 50)%; dan (75 : 25)%. Sedangkan faktor kedua perlakuan pendahuluan perendaman sorghum yaituperendaman 0 jam (tanpa perendaman), perendaman 8 jam dalam air, dan perendaman 8 jam dalam larutanNaHCO3 0,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang optimal untuk menghasilkan kerupuksortagu yang berkualitas dan disukai panelis adalah kombinasi antara konsentrasi tepung komposit (25 :75)% dan perendaman sorghum 8 jam dalam larutan NaHCO3 0,3 %. Kerupuk sortagu tersebut mempunyaikarakteristik : kadar air 14,88%; kadar abu 2,96%; kadar protein 5,24%; warna kuning kecoklatan (1,56); sangatgurih (4,13; amat sangat renyah (4,75); dan amat disukai panelis (4,56)Kata kunci: Kerupuk, (Sorghum‐Tapioka‐Terigu), tepung komposit, perendaman

Linda Kurniawati, Fajar Riyawan, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kayu secang merupakan bahan herbal yang banyak tersedia di Indonesia. Kayu secang mengandungantioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, sehingga berpotensi sebagai sumber bahan pangan fungsional,salah satunya dapat dimanfaatkan ekstraknya untuk pembuatan permen jelly. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi ekstrak kayu secang yang tepat dan lama ekstraksi yang optimal dalam pembuatanpermen jelly yang berkualitas, memenuhi standar mutu SNI, dan disukai konsumen. Selain itu jugabertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari permen Jelly yang dihasilkan, serta karakteristik permenjelly.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiriatas dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak secang (4, 6, 8, dan 10%) dan faktor kedua lama ekstraksi(15, 20 dan 25 menit).Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan yang mempunyai aktivitas antioksidan maksimaldan disukai konsumen adalah konsentrasi ekstrak 10% dan lama ekstraksi 25 menit. Permen jelly tersebutmempunyai karakteristik : aktivitas antioksidan 92,48%; kadar air 19,24%; kadar abu 0,22%; kadar gula reduksi22,33%; kekenyalan 13,75 mm devision; warna coklat agak tua (4,00); agak berasa secang (2,07); teksturkenyal (2,67); dan disukai (2,27).Kata kunci: permen jelly, kayu secang, antioksidan

Rosyikhul F.S M Nango; Dewi Shinta Achmad; Tusaban Tusaban; Nur Jihan Fareranty Piu

Student Scientific Creativity Journal 2016 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Small pelagic fisheries play an important role in food security, coastal livelihoods, and local fishery economies in Indonesia. Sardinella fimbriata is one of the economically important small pelagic fish species widely utilized in coastal communities. However, increasing fishing pressure may alter population size structure and reduce reproductive sustainability. This study aimed to analyze the size structure, gonad maturity stage, and exploitation status of Sardinella fimbriata in Kwandang Waters, Tomini Bay, Indonesia. The research was conducted from August to November 2025 using a descriptive quantitative approach. A total of 1,560 fish samples collected from commercial landings were measured for total length and examined macroscopically for gonad maturity. Data were analyzed using length-frequency distribution, maturity proportion, and logistic regression to estimate length at first maturity (L₅₀). The results showed that fish length ranged from 8.0 to 19.9 cm and was dominated by the 12.0–15.9 cm size group, accounting for 75.45% of total samples. Immature gonads dominated the catch, representing 91.35% of individuals, while mature fish accounted for only 8.65%. Logistic regression estimated L₅₀ at 16.72 cm, whereas the average catch length was 13.56 cm with an Lc/L₅₀ ratio of 0.81. These findings indicate that most fish were captured before reaching reproductive maturity, suggesting growth overfishing conditions. The study highlights the importance of minimum catch size regulation, selective fishing gear, and routine biological monitoring to support sustainable management of small pelagic fisheries in Tomini Bay.

Raihan A. Hanasi; Siti Nurhaliza Labasir; Lina Syafitri

Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan 2016 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Maladministration in BPJS Kesehatan services at government hospitals remains a persistent challenge that undermines the principles of good governance in Indonesia. This study examines violations of the General Principles of Good Governance (Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik/AUPB) in the context of BPJS Kesehatan services at Dr. Wahidin Sudirohusodo Regional General Hospital (RSUD), Makassar, South Sulawesi. This research employs a normative-empirical legal method, combining statutory analysis with field data obtained through interviews and documentation. The findings reveal that maladministrative practices—including procedural delays, discriminatory treatment of BPJS patients, inadequate information disclosure, and arbitrary administrative decisions violate several AUPB principles enshrined in Law No. 30 of 2014 on Government Administration. These violations contravene the principles of legal certainty, impartiality, proportionality, and accountability. The study concludes that institutional reforms, strengthened supervisory mechanisms through the Ombudsman of the Republic of Indonesia, and enhanced legal literacy among healthcare workers are necessary to reduce maladministration. This research contributes to the development of administrative law enforcement in the Indonesian public health sector.

Minar Savitri, Dhian Andanarini; Diananingsih, Harum Indinah

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2016 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study analyzes the effect of bank lending to profitability by usingcredit risk as a moderating variable. The data used in this study isconventional banking listed on the IDX period 2011-2014. The results ofthis study indicate that loan disbursement negatively affects profitability,credit risk negatively affect profitability and credit risk can not moderate theeffect of credit distribution on the profitability of banks in Indonesia.Keywords: lending ratio, credit risk, profitability

Kusumawardani, Ovi; Aqmala, Diana

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2014 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

Globalization is a process of economic activity and trade, where countriesaround the world into a single market forces increasingly integrated with theterritorial limits of the country without hindrance. Developments in this eraof globalization impact to human life. Based on these conditions, affect theappearance of many engaged in the retail trade of daily consumer goods invarious cities in Indonesia. This study aims to analyze the effect of Display,Positive Emotion and Store Atmosphere toImpulse Buying.This study used accidental sampling method on the visitor AlfamartCitarum Raya Semarang. Data obtained by distributing 100 questionnairesto the visitors Alfamart Citarum Raya Semarang. The independent variablein this study is the Display of Positive Emotion and Atmosphere Store whilethe dependent variableis the Impulse Buying. The statistical methods used inthis study is the Multiple Linear Regression AnalysisThe results oft his study indicate that the variable Display and PositiveEmotion there is a significant effect on Impulse Buiyng. As for theAtmosphere Store variables showed no significant effect on Impulse Buying.The results of this study also showed that the value of R Square of 21.6%while the remaining 78.4% is explained by other variables that are notproposed in this study.

-, Maryanto -

Wacana Hukum 2013 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstract: The principles of legal certainty very dominating in the law enforcement inIndonesia. The principle of legal certainty that comes from century XVII/XVIIIin Europe is a great idea from tangible in writing, made by competentauthorities. The term of analytical jurisprudence indicates that the law shoulbe removed from the study of metaphysics. Doctrine analytical jurisprudenceannnot be implemented just after about two centuries introduction by theoriginators. It is doe to changes and development of society so rapidly. Forthose in law enforcement must look spirit and the time made law. Don’t justlook at the text but the context of the law with the purpose of the law.Key word: law enforcement, Analytical Jurisprudence,religion models of reinforcement.

-, Supriyanta -

Wacana Hukum 2013 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

AbstrakDoktrin precedent dikenal dalam tatanan hukum Anglo Saxon, dimana hakim terikat pada putusan hakim terdahulu jika menghadapi kasus-kasus yang mirip. Di Amerika Serikat menganut the binding precedent dan persuasive precedent,sedangkan di Inggris menganut “the binding precedent”. Dalam sistem hukum acara pidana di Amerika Serikat juga mengenal plea bargaining system dimana antara jaksa dan terdakwa atau pembelanya dimungkinkan melakukan negosiasi jenis kejahatan yang akan dikenakan dan ancaman hukuman yang akan dituntut di muka persidangan, sistem ini tidak dianut dalam sistem hukum di Indonesia.Kata Kunci : Precedent, Plea Bargaining Syste

HADIJANTO, HERU PURWADI

Wacana Hukum 2012 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

ABSTRACT The last will (wasiat) of deceased person is a part of law regulation that conducted by society. This regulation gene rally has been introduced by Islamic law and other system of law in Indonesia. The will according to fight is only one side’s action and it becomes charity agreement, meanwhile according to            Al-Qur’an and prophet tradition, the position of the will constitutes integrative position in term of Islamic inheritance law. For that reason, it needs reinterpreting so that the will becomes as an instrument to change family law in Indonesia. Keywords : Last will, Figh, Indonesia, Family of Law.

DOYOHARJO, ANGGO

Wacana Hukum 2012 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

AbstractThe Copy-right Act is a modern law/regulation and it is not rooted from any culture in Indonesia. Yet, as a positive law, it has the power to regulate and to enforce people. The impediment of The Copy-right Act  practices are caused by the lack of information on copy-right law in Indonesia. Consequently,  there are lack awareness of people to obey the Copy-right law. Keywords: impediment, copy-right practices. Â

-, Puspaningrum

Wacana Hukum 2012 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstract : The Constitutional Court was established by Act No. 24 of 2003 (State Gazette number 98 of 2003). Constitutional Court as the new state institutions have a crucial role in the constitutional system of the Republic of Indonesia. The authority of the Constitutional Court provided for in Article 24 C of the 1945 Constitution. The constitution of the Constitutional Court has the four powers which shall be final, that is to test laws against the Constitution Act 1945, to decide disputes between state institutions whose authorities are granted the 1945 Constitution and an obligation that is the opinion of the Parliament to decide on alleged violations committed by the President and / or Vice President. Key Words : Constitutional Court, Authority, Elections