Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 241-260 of 293

Analytics

Hardiansya Hardiansya; Faruq Lamusa; Harnida Wahyuni Adda

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Macaroni is a pasta that looks like a small pipe that is bent to form an arc. Macaroni comes from the word maccheroni which was adapted from the Sicilian language maccaruni which means dough made with power. Macaroni is made from wheat flour, water and wheat flour. Macaroni contains iron, folic acid, vitamin B1, vitamin B2, and vitamin B3. The specific objectives of this research study are: to provide creative and innovative capabilities, to be keen to see opportunities and to always be open to any input and positive changes that can lead a business to continue to grow. Business must have value and benefits where this can be done through the application of the concept of social entrepreneurship. Research objectives: Provide opportunities to create business activities through analysis of market needs and opportunities. The form of learning is in the form of direct entrepreneurial practice carried out in a planned and programmed manner. The MBKM Entrepreneurial Program also makes a significant contribution as a research program that provides SME innovation and business performance growth that is currently developing.

Girsang, Agus; Setianto, Novie; Hidayat, Nu’man

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat mortalitas, berat badan, dan nilai Feeding Conversion Ratio (FCR) pada usaha peternakan ayam broiler di dua kandang mitra PT. Cemerlang Unggas Lestari (PT. CUL). Metode yang digunakan yaitu percobaan, dengan membandingkan tingkat mortalitas, berat panen, dan FCR ayam broiler yang dipelihara pada dua kandang berbeda yang dipanen umur 35 hari. Analisis data dengan uji t bebas antara lokasi pengamatan di dua kandang yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat mortalitas pada dua kandang berbeda memberikan pengaruh yang tidak nyata (p > 0,05). Berat panen pada dua kandang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (p < 0,05). Nilai FCR pada dua kandang berbeda memberikan pengaruh yang tidak nyata (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ayam broiler yang dipelihara rutin dengan pemberian pakan, obat, vitamin, dan vaksinasi yang sesuai, serta perkandangan yang baik akan menghasilkan hasil panen ayam broiler yang lebih produktif. Beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya berbedaan nilai berat panen pada dua kandang berbeda seperti manajemen pemeliharaan rutin, manajemen perkandangan, jumlah ayam dipanen saat panen penjarangan atau panen ayam kecil. Produksi panen ayam broiler di mitra PT. CUL termasuk dalam kategori baik dan cukup produktif, sehingga mampu memberikan suplai produksi ayam broiler yang berkelanjutan.

Anthonius Christopher Wisnu; Sony Sutrisno; Adrian Setiawan; Monica Cherlady Anastasia

DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Uterine myoma is one of the most common tumors found in premenopause. Symptoms that can arise vary, ranging from asymptomatic to symptoms that interfere with daily activities. The most common symptoms arise, namely pain and vaginal bleeding. Women who have, myoma diagnosed certainly emits risk factors. Risk factors that can aggravate, among them are heredity, obesity, hormonal contraception, nullipara, hypertension, primipara age <20 years, deficiency of vitamins D Risk Factors Risk of land can be able to be able That, as for effective modalities is used for supporting examinations of uterine uterine and MRI uterine myomas. Ultrasound can be done as an initial screening, while MRI is better used for a more appropriate location when compared to ultrasound.

Devina Chandra; Natanael Priltius; Manuppak Irianto Tampubolon

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan, secara geografis terletak di persimpangan tiga lempeng utama  dengan potensi bencana banjir yang sangat besar. Banjir dapat menyebabkan kerusakan seperti materi dan kesehatan pada masyarakat. Penyakit yang dialami biasanya berupa diare, demam, dan gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun patogen lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya banjir dan pengenalan tentang vitamin kepada masyarakat, sehingga terjadi peningkatan imun tubuh yang dilakukan oleh tim Dosen Universitas Sari Mutiara dengan melakukan edukasi mengenai Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) Vitamin. Metode kegiatan ini melibatkan masayarakat di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang adalah ceramah, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Ceramah yang disajikan dalam bentuk presentasi power point, pembagian leaflet dalam bentuk brosur dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab tentang DAGUSIBU Vitamin. Hasil dari kegiatan ini adalah di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan edukasi terkait Sosialisasi Bahaya Banjir dan DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) vitamin.    

Rapina Suci Sagalulu; Rona Febriyona; Andi Nur’Aina Sudirman

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Menopause dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh hormon estrogen yang dapat melindungi wanita dari penyakit kardiovaskular salah satunya hipertensi. Kurangnya aktifitas fisik yang dilakukan oleh wanita menopause adalah salah satu dari banyak faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan maupun kejadian tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita Menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian ini adalah desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang diambil dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh nilai p value (0.003) < α (0.05), jika p < α berarti hipotesis diterima. Statistic dan metode chi square hasil nilai p = (0.003) < = 0.05. yang berarti Ha diterima. Aktivitas Fisik berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita Menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Perlunya penelitian lanjutan dengan mengendalikan dengan meneliti faktor-faktor beresiko terjadinya hipertensi seperti kebiasaan merokok, konsumsi garam, kualitas dan kuantitas tidur, stress serta faktor pemicunya sehingga diharapkan mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik.  Demensia,Vitamin D,Lansia,Kognitif    

Lisa Potti; Amelia Niwele; Misdar Al Umar

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Secara farmakologi daun singkong mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan. Kandungan yang terdapat dalam daun singkong yaitu air, fosfor, karbohidrat, kalsium, vitamin c, protein, lemak, vitamin B1, zat besi, flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Daun singkong dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk pengobatan penyakit seperti dapat mengobati rematik, asam urat, anemia, konstipasi, serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat pula mengatasi masalah diare. Berdasarkan penelitian sebelumya oleh (Mutia dkk,.2017) mengemukakan bahwa daun singkong (Manihot esculenta Cranz) memiliki kandungan flavonoid,saponin dan tanin yang digunakan sebagai antibakteri. Salah satunya bakteri penyebab diare yaitu Escherisia Coli.Adanya efek anti bakteri pada daun ubi kayu dikarenakan mengandung mengandung senyawa antibakteri yaitu saponin, tannin dan flavonoid. Bakteri Escherisia Coli merupakan mikroorganisme patogen yang sering menginfeksi manusia. Bakteri ini merupakan salah satu yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih, meningitis, pneumonia,diare dan infeksi lainnya. Penyebaran bakteri Escherchia Colli dapat melalui kegiatan tangan ke mulut atau dengan cara pemindahan pasif melalui perantara makanan maupun minuman. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak daun ubi kayu dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek antibakteri ekstrak daun ubi kayu terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Ekstrak ubi kayu dibuat dalam tiga konsentrasi (20%, 40%, 60%) yang diuji daya hambatnya. Penelitian ini menggunakan bakteri Escherichia coli yang dibiakkan dengan media EMBA (Eosin Meythelen Blue Agar) dengan metode paper disk. Didapatkan adanya zona bening disekitar paperdisk yang mengandung ektrak daun ubi kayu. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak ubi kayu (Manihot esculenta Crans) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli. Konsentrasi paling efektif dalam menghambat bakteri adalah 60%.    

Rahmayanti Agustini; Nofa Anggriani

International Journal of Medicine and Health 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Background : The number of artificial gravidarum events in Indonesia obtained from 2,203 pregnancies which can be fully observed is 543 pregnant women exposed to gravidarum. In Indonesia about 10% of pregnant women get emesis from gravidarum. In east Java, emesis an gravidarum accounts for 10% - 15% of the number of pregnant mothers as much as 182,815 in 2015 (NHS, 2015). According to the initial survey carried out by researchers of 10 pregnant mothers in the girlfriend medical center, there are 8 people (80%) of pregnant mothers who emesis the gravidarum of the trimester I pregnancy and 2 (20%) who are not emesis by the gravidarum. A gravidarum emesis of this pregnancy can be attributed to external levels and a progesterone within the body (wiknjosastro, 2012).Management of nausea and vomiting can be done by non-pharmacological methods. Non-pharmacological therapies such as drinking boiled red ginger and coconut water. Red ginger contains zingiberol, zingiberene essential oil, curcumin, bisabillene, flandrene, gingerol, vitamin A which can reduce nausea and vomiting. Coconut water also contains minerals, namely magnesium, potassium and calcium. It turns out that drinking coconut water can relieve symptoms of nausea and vomiting. objective : It is known that theeffectivenessof giving coconut water and red gingerin the pregnant mother to drop in emesis gravidarum. Methods : Quasi experimental with a pretest protest design with a two experimental design. The samples in this study were all pregnant women at TBPM Rahmayanti in October – December 2022 as many as 30 people, the sampling technique was total sampling. Results : There is an effectiveness of giving coconut water and red ginger to pregnant women in reducing emesis gravidarum (p.value 0.000). Conclusions and Suggestions : Coconut water and red ginger decoction are both effective in reducing emesis gravidarum. Midwives are expected to provide counseling to pregnant women, how to make red ginger stew and drink coconut water to reduce emesis gravidarum.Reading Lists: 36 readings (2015-2021).

Eser Dison Biloro; Rio Febrian Laine; Aimar Hakan Lestaluhu; Amin Rais Hitimala; Ampi Alexandro Nahusona +7 more

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2022 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini menjelaskan tentang bagaimana peran mahasiswa KKN dalam pemanfaatan ikan puri sebagai salah satu produk pangan lokal di Negeri Hatiwe Besar, Ikan Puri (Stolephorus comersonii) adalah salah satu sumber daya hayati laut serta merupakan salah satu kelompok ikan pelagis yang tersebar di perairan pesisir pantai, Ikan puri banyak digemari oleh masyarakat dikarenakan kandungan yang baik dan mudah untuk didapatkan. Ikan puri memiliki kandungan lemak, kaya akan protein, asam lemak omega 3, vitamin, dan mineral. Ikan puri banyak dikonsumsi langsung oleh masyarakat dan banyak juga yang menjadikan ikan puri sebagai bahan baku suatu produk hasil perikanan. Salah satu produk yang dapat menggunakan ikan puri sebagai bahan baku utama yaitu produk sambal yang mana masyarakat Indonesia sendiri sudah mengenal sambal sejak lama dikarenakan sambal telah menjadi salah satu kuliner khas nusantara yang dinikmati oleh masyarakat dari semua kalangan. Pemanfaatan sambal ikan puri ini juga merupakan salah satu produk pangan lokal sambal ikan puri khas untuk peningkatan ekonomi pada masyarak setempat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, hasil penelitian dan wawancara serta observasi, menunjukkan bahwa peran mahasiswa KKN Negeri Hatiwe Besar Universitas Pattimura dalam pemanfaatan sambal ikan puri sangat bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat pada Negeri Hatiwe Besar.    

Vasco A. H. Goeltom; V. Nonot Yuliantoro; Christabel Sheren; Cindy Novianti; Lydia Kurnia

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Buah memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh, terutama sebagai sumber vitamin dan serat yang berguna bagi pencernaan manusia. Kandungan karbohidrat yang terdapat pada buah juga dapat menjadi sumber energi. Selama ini kulit buah belum banyak dimanfaatkan pedahal gizi yang terdapat pada kulit tidak jauh berbeda dengan buah itu sendiri. pengolahan kulit buah dapat dijadikan keripik sehingga dapat mengurangi limbah dan memberikan daya jual terhadap kulit buah yang biasanya hanya dibuang. Buah Alkesa merupakan tanaman langka di Indonesia karena minimnya orang yang membudidayakan anaman tersebut. Kandungan vitamin pada buah Alkesa sangat banyak antara lain serat, zat tepung, mineral, vitamin C, dll. pengolahan dari buah Alkesa juga belum banyak terutama pada bagian kulitnya. Maka dari itu penulis menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan tema “Pelatihan Pembuatan Keripik Berbahan Dasar Kulit Buah Alkesa di Desa Gerendeng Pulo Tangerang” agar pengolahan dari buah Alkesa dapat dilakukan dengan maksimal dan bisa menjadi peluang bisnis bagi warga Desa Gerendeng Pulo.

Pujiasmanto, Bambang; Sulandjari, Sulandjari; Pardono, Pardono; Triharyanto, Eddy

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Petai (Parkia speciosa Hassk) is a horticultural plant as a vegetable that is beneficial for health. Petai can help treat digestion to help neutralize stomach acid. Petai has a fairly high nutritional content, namely vitamin A, vitamin C, calcium, and iron so it is necessary to make efforts to cultivate petai plants as a business opportunity. Petai trees grow and develop in Kenayan village, namely on vacant village treasury land, cliff land and yard. This service aims to increase the knowledge of farmers in the cultivation of petai. Service activities are carried out using a participatory method. The service activities were carried out 4 times, namely counseling on petai cultivation related to the provision of plant materials, care, harvesting and post-harvest, socialization about the propagation of petai plants by grafting, handing over assistance of a number of grafted petai seeds in the hope of fruiting more quickly and assistance in socialization about petai cultivation. Public knowledge about petai cultivation and how to propagate petai by grafting has increased. Grafting is one way to improve the quality of plants by attaching a piece of tree bark with buds from the scion to a slice of the bark of another tree from the rootstock so that it grows together to form a new plant. Planting petai in the yard of the house is an alternative as an herbal treatment to improve health and increase family income.

Nopiyanti, Vivin; Harjanti, Reslely; Aisiyah, Siti; Sunarni, Titik; Suhartinah, Suhartinah +1 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Soursop fruit contains vitamin C and polyphenolic compounds that have the potential as a source of antioxidants. It is hoped that by consuming a lot of soursop fruit it will provide an increase in memory and to maintain cell damage due to free radicals. Making soursop candy preparations will allow use which is relatively easy to use and gives a good taste so that not only adults consume it but also for children. Service activities are divided into several stages starting from surveys and observations, followed by training in the form of tutorials then mentoring from the service team and ending with activity evaluation. Making soursop candy preparations is easy, simple and uses simple tools. We often encounter soursop fruit in the yard and for additional materials for making soursop preparations, it is easy to find on the market and the price is cheap. The principle of making it is all the ingredients are boiled until it becomes a semi-solid dough. Then wait until it cools down. Once cool, cut according to taste and wrapped in an attractive wrapper. Service activities carried out in RT 1/RW 1, Laweyan District, Surakarta went well while still implementing health protocols. In addition to providing training on making soursop candy preparations for PKK cadres in Kerten Laweyan Surakarta, training was also held related to opportunities to be developed as community independent businesses. The conclusion of the activity and evaluation of the preparation of soursop candy is considered to have the potential to be developed so that it can be used as an independent business product that is marketed commercially.

Nenden Siti Rohmah; Asep Bayu Dani Nandiyanto

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The Intra Uterin Device (IUD) Family Planning (FP) Program in Indonesia has been declared less successful, in its implementation until now it has experienced obstacles that are felt, among others, there are still many PUS who are not interested in using IUD. Data from the Batam City Health Office in 2018 obtained the use of IUD as much as 3.8%, Implant 5.6% FOM 0.6% and MOM 0.3%. From these data, it was obtained that the use of IUD birth control was still very low compared to Implant.The purpose of this study was to determine the relationship between husband support and maternal interest in the selection of IUD contraceptives in the work area of the Bulang Health Center, Batam City.This study used an analytical design with a cross-sectional design. The sample selection was carried out by purposive sampling of 64 respondents. The independent variable in this study was husband support, while the dependent variable was the mother's interest in the selection of IUD contraceptives. Data collection of independent and dependent variables using questionnaire measuring instruments. Data processing includes editing, coding, scoring, tabulating. The analysis used is a univariate analysis using a frequency table to describe each variable and bivariate analysis using the Chi-Squere test.The results of the analysis using the Chi Square Test obtained probability values (p value) = 0.001 (p value >0.05). 

Shella Dhika Rahmawati; Ni Kadek Krisna Dwi Patrisia; Almita Ratu Rifanda; Sofia Mardiana; Friesca Persityara Agatha +1 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Complementary breast milk food (MP ASI) is food that is easy for babies to consume and digest. MP ASI given must provide additional nutrition to meet the nutritional needs of a growing baby. Even though breast milk is the best food for babies, babies aged > 6 months need more vitamins, minerals, protein and carbohydrates. This high nutritional need cannot only be obtained from breast milk, but also requires additional complementary foods from breast milk. So, what are the benefits of giving MP ASI to babies? MP ASI makes babies have a more complete source of nutrition. Even though breast milk is the best food for babies, after the age of >6 years babies need more vitamins, minerals, proteins and carbohydrates. This high nutritional need cannot only be obtained from breast milk, but also requires additional complementary foods from breast milk. However, MP ASI ~ does not mean stopping breastfeeding because during the first year MP ASI is only a means to supplement breast milk. MP ASI makes the baby less dependent on consuming excess breast milk. Giving MP ASI aims to train and get the baby used to consuming food that contains nutrients. that his body needs as he ages. Apart from that, MP ASI also helps develop the baby's ability to chew and swallow food.

Hasim As’ari; Rini Natalia Br Manik; Rona Anggie Virany; Sonia Fayola; Zahrah Nabilah +6 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Stunting merupakan salah satu masalah yang masih memiliki presentasi cukup tinggi di Indonesia. Prevalensi stunting yang ada di Indonesia masih menyentuh angka 24,4% , dimana untuk standar dari WHO sendiri adalah dibawah 20%. Oleh karena itu, upaya pengentasan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab dari Pemerintah saja, tetapi juga semua aspek masayarakat, tak terkecuali mahasiswa. Kelompok KKN Kelurahan Sekip adalah salah satu dari banyaknya kelompok KKN di Kepulauan Riau yang mengadakanprogram dalam upayanya untuk meningkatkan pengetahuan melalui kegiatan sosialisasi untuk mengembangkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Kelurahan Sekip. Salah satu metode programnya adalah dengan mengadakan sosialisasi terkait pencegahan stunting. Program ini diawali dengan sosialisasi stunting kepada RW, kemudian pembuatan poster pencegahan stunting, pemberian vitamin dan makanan bergizi ke TK, sosialisasi hidup sehat ke SD serta pembuatan poster hidup sehat. Serangkaian kegiatan tersebut diterima dan disambut dengan baik serta diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Sekip terkait pencegahan stunting dan perilaku hidup sehat untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan bisa sebagai salah satu cara untuk mengurangi adanya stunting di Indonesia.    

Syahadi, Amin; Suhartatik, Nanik; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tempe ampas tahu merupakan tempe yang terbuat dari limbah padat atau ampas dalam pengolahan tahu. Tempe ampas tahu mengandung komposisi gizi yang cukup baik (karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin B12 dan mineral), akan tetapi keberadaan tempe ampas tahu di Indonesia masih terbebani dengan predikat makanan murah. Penambahan kacang merah pada tempe ampas tahu bertujuan untuk mendapatkan nilai tambah dari segi nilai gizi terutama serat. Kacang merah merupakan sumber serat yang baik. Setiap 100 gram kacang merah kering menyediakan serat sekitar 24 gram, yang terdiri dari campuran serat larut dan tidak larut air. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu lama fermentasi dengan waktu 24 jam, 36 jam, dan 48 jam. Faktor kedua yaitu penambahan kacang merah yaitu sebanyak 10%, 30% dan 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kacang merah berpengaruh nyata seiring dengan lamanya fermentasi pada kadar air, kadar protein, kadar serat kasar, tekstur dan kekompakan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu. Produk terbaik dari beberapa formulasi tempe ampas tahu kacang merah secara kimia maupun fisik adalah tempe ampas tahu dengan penambahan kacang merah pada konsentrasi 30% dan lama fermentasi 36 jam dengan kadar air 73,24%, kadar abu 0,42%, kadar protein 5,21%, dan kadar serat kasar 7,91%, dengan tekstur 4,17 (padat) dan kekompakan 4,09 (kompak).

Supriyanto, Supriyanto; Noor Azizaah, Ellya; Indarto, Cahyo

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Snack bars are known to meet consumers' needs for nutrition, taste and practicality. There needs to be additional raw materials that are high in nutrients so that the products produced are beneficial to the body and also provide health effects. One plant that is high in nutrients and also provides benefits for the body is the Moringa plant. Moringa is known to contain more than 90 types of nutrients, namely in the form of essential vitamins, minerals, amino acids, anti-aging and anti-inflammatory. Our body needs antioxidants that can help protect the body from free radical attacks, considering that very many free radicals come from outside the body, namely in the form of foods that contain preservatives, dyes, fats, pesticides, pollution, dust and ultraviolet radicals. The process of making snack bars, roasting temperature and the proportion of flour are among those that can affect the characteristics and maturity levels of the resulting product. This study was conducted to determine the effect of temperature and flour formulations on sensory, texture profiles and antioxidants. The study used RALf (complete random design of factorial) 2 factors. From the results of this study obtained the results of roasting temperature affecting the profile value of the texture parameters hardness / hardness, gummieness / stickiness, chewieness / chewing power but has no effect on the results of antioxidant activity and hedonic sensory. The formulation of cornstarch and moringa flour on the results of the texture profile affects the parameters of resielience / snack bars. Formulation of corn flour snack bars and Moringa flour has a real effect on the antioxidant activity value of corn flour snack bars and moringa flour. Where the addition of moringa as much as 10% with a temperature of 120oC has a value of %ibhibisi as much as 87.66 and flour formulations also have a real effect on all hedonic sensory parameters, namely aroma, color,  taste and overall.

Irne Wida Desiyanti; Adhe Lisna Gayuh Sasiwi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Trend penggunaan susu formula sebagai pengganti Air Susu Ibu (ASI) di Indonesia bahkan dunia tidak dapat terelakkan dengan berbagai klaim yang diberikan produk susu formula yang beredar di pasaran. Susu formula pada dasarnya mengandung nutrisi utama yang dibutuhkan bayi diantaranya protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Penggunaan susu formula disarankan untuk bayi hanya jika terdapat permasalahan medis baik pada ibu atau pada bayi, sehingga ASI memang lebih direkomendasikan untuk diberikan pada bayi untuk memenuhi kebutuhan nutrisiyang mendukung pertumbuhannya. Oleh karenanya pemberian ASI eksklusif perlu digalakkan dan perlu diberi edukasi, baik untuk ibu menyusui, ibu hamil, calon ibu, bahkan remaja. Menanamkan pendidikan sejak dini ada baiknya untuk mencegah kesalahpahaman mengenai nutrisi terbaik untuk anak-anak kita di masa mendatang. Trend terbaru untuk membantu melancarkan produksi ASI adalah dengan menggunakan essential oil baik dengan cara dihirup maupun secara topikal. Essential oil atau minyak esensial merupakan minyak esensial yang diperoleh dari tanaman atau bagian tanaman melalui proses destilasi, bertujuan untuk membantu mengatasi masalah terkait kesehatan.

Ira P. Ely; Aulia Debby Pelu; Lukman La Bassy

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pumpkin (Cucurbita moschata) is an important vegetable because of its nutritional value and health benefits. This plant is a rich source of carotenoids, which are rich in water-soluble vitamins, phenolics, flavonoid polysaccharides, mineral salts, and vitamins, all of which are beneficial for health. Pumpkin fruit has a very thick and hard skin, so it can act as a barrier to the rate of respiration, the release of water through the evaporation process, and the entry of air that causes the oxidation process. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of pumpkin seed extract (curcubita moschata). ) against the inhibition of staphylococcus aureus bacteria by well diffusion method. This type of research is a true experimental laboratory using the well diffusion method. The ethanol extract of pumpkin seeds (curcubita moschata) which was tested using the well method was then divided into several concentrations including 10%, 15%, 20%, and 25%. On the NA media that has been made then smeared with Staphylococcus aureus bacteria which had been previously sterilized, then four wells were made in a petri dish after which pumpkin seed extract was added to each concentration. Chloramphenicol was used as a positive control as a positive control. It was then incubated at 37o for 24 hours, then the inhibition zone formed was then measured. The result of this research is pumpkin seed extract (curcubita moschata) has antibacterial activity in the presence of inhibition around the wells of each extract concentration. At a concentration of 10% extract with an inhibitory diameter of 19 mm, a concentration of 15% in an inhibitory diameter of 20 mm, a concentration of 20% in an inhibitory diameter of 21 mm and for a concentration of 15% with an inhibitory diameter of 24 mm, it can be concluded that the extract of pumpkin seeds (curcubita) moschata.) has antibacterial activity against Staphylococcus aureus.

Yenny Sri Handayani; Diajeng Olga Arulia Pining Kasih

Garina 2022 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Lip Balm is one of the cosmetic products to moisturize the lips. The ingredients used in this lip balm are beeswax (beeswax), original olive oil, Moringa leaf powder and pandan leaf powder which are useful for dealing with dry lips because they contain vitamin C which has benefits for the lips. This lip balm has excellent receptivity and adds to the variety of lip balms by making use of natural ingredients. The purpose of this experiment is to find out and explain the process of making Lip Balm, to find out the benefits of Lip Balm, and to explain the advantages and disadvantages of Moringa Leaf and Pandan Leaf Lip Balm. The experiment of making Moringa Leaf and Pandan Leaf Lip Balm was carried out using the methods of observation, interviews, experiments, documentation, literature, and analysis. The composition of the lip balm is Moringa leaf powder 1gr, pandan leaf powder 1gr, beeswax 10gr, olive oil 6ml and this lip balm has a soft, dense and non-greasy texture. every day so that the lips are not dry and chapped. Based on sensory tests and public tests, this lip balm from Moringa leaves and pandan leaves is suitable for use because of its excellent benefits for moisturizing lips

Nuartini, Ni Nyoman; SW, LP Kartiningsih

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

ABSTRACT Background and purpose: The phenomenon that is happening in the community is the implementation of the Covid-19 vaccination program, this raises the pros and cons, including the people of Cepaka Village, Kediri Tabanan. Therefore, researchers are interested in digging deeper into the public's perception of the Covid-19 vaccination Methods: The design of this study is a qualitative research with an exploratory approach. Data were collected through in-depth online interview techniques with related informants and the data were analyzed thematically which would be presented in narrative form. Results and Discussion: This study found that all informants had the perception that this Covid-19 infection was very dangerous and could cause death. The signs and symptoms that appear are not too significant, ranging from fever, cough, shortness of breath, decreased smell and stamina, but there are also sufferers who are asymptomatic. All informants made prevention efforts with 3M plus regular exercise, consuming nutritious food, vitamins and consuming homemade herbal ingredients at home. All of these informants agreed to carry out a vaccination program because they believed that the benefits of the vaccine would outweigh the disadvantages. Conclusions and Suggestions: All informants in this study understand well the dangers of Covid-19 infection and always try to do prevention with health protocols. These informants strongly agreed to be vaccinated even though they did not really understand the procedure and the impact of the vaccine. To the village and Puskesmas to further socialize this vaccination program to the community level directly. Keywords: Public perception, Vaccination, Covid-19