Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 221-227 of 227

Analytics

Bernardus Bani; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

The aim of this research is to know how far the ecology education for the parishoners in the region of St.Ana Maria, Simpang Naneng in St.Petrus  an& Paulus parish, Ampah. Ecological education can help people in maintaining and treating  the environment properly. This is  descriptive qualitative research. Data obtained by observation, interview methods and documentation. The research steps include conversations with informants, informant profiles, determining themes, reflections, implications, synthesis, prospects or possibilities that occur. Information  are pastoral officers, parish priests and some parishioners The results of the study showed that the parishioner’s ecological knowledge was still lacking. It is caused by the level of human resources and also the  limitation of reporting about ecological education  by pastoral officers to the parishioner. In particular, the  church can explain ecological education through catechesis for  people in the region of St. Ana Maria, Simpang Naneng, st.petrus  and Paulus parish, Ampah.

Brigita Mika; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini dilakukan untuk meneropong kehidupan menggereja umat di Stasi Tangkiling dalam terang paham Gereja sebagai Tubuh Mistik Kristus. Umat di Stasi Tangkiling kurang terlibat secara aktif dalam hidup menggereja. Melalui studi ini, diharapkan agar umat Stasi Tangkiling mampu menyadari arti dirinya sebagai Gereja Tubuh Mistik Kristus yang direalisasikan dalam kehidupan menggereja. Metode yang dilakukan dalam penelitian yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi, depth interview dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi percakapan dengan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, prospek atau kemungkinan yang akan terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat di Stasi Tangkiling memiliki kehidupan menggereja yang sudah baik dan hal tersebut sesuai dengan paham Gereja sebagai Tubuh Mistik Kristus. Hanya saja umat tidak memahami secara mendalam akan makna Gereja sebagai Tubuh Mistik Kristus karena belum pernah diberi pemahaman sebelumnya. Faktor-faktor penghambat bagi keterlibatan umat adalah kurangnya pemahaman umat tentang makna Gereja sebagai Tubuh Mistik Kristus, kesibukan dalam pekerjaan, transportasi dan jarak  serta perbedaan pendapat. Maka langkah pastoral yang diharapkan untuk dapat menjawabi persoalan yang ada adalah dengan melakukan katekese berkelanjutan, keterlibatan secara aktif dari mitra pastoral dan pendekatan melalui kunjungan.  

Maria Jeni Elsiana; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu; Greget Widhiati

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami peran dan tugas Dewan Pastoral Paroki dalam reksa pastoral Gereja dan pelayanan dalam Gereja Katolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, observasi,  dokumentasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan metode kualitatif melalui teknik analisa data. Langkah-langkah penelitian meliputi, percakapan dengan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, prospek atau kemungkinan yang akan terjadi. Sehingga paroki dapat tumbuh dan berkembang, dengan harapan dapat membantu umat agar semakin aktif, terutama umat yang berada di stasi-stasi yang membutuhkan pelayanan dan kunjungan agar iman dan pengharapan mereka semakin bertumbuh dan berkembang untuk memperoleh suatu keselamatan yang kekal, sehingga dapat lebih memahami makna yang terkandung dalam ajaran Gereja Katolik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Dewan pastoral paroki khususnya di paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah sungguh sangat berperan dan dewan pastoral paroki benar-benar dibutuhkan di paroki terutama dalam reksa pastoral Gereja dan untuk membantu pastor paroki dalam tugas dan pelayanannya untuk melayani umat di paroki. Anggota DPP perlu mendapatkan pembekalan juga pengetahuan yang memadai, terutama dalam tugas dan tanggung jawab yang diemban sebagai anggota DPP, sehingga anggota DPP dapat menjalankan tugas dan perannya masing-masing dan bisa bertanggung jawab  atas tugas mereka terutama untuk membantu melayani umat dan juga paroki. Semua pihak diharapkan dapat mendukung DPP dalam menjalankan tugas dan pelayanannya terutama perannya dalam reksa pastoral Gereja di paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah demi kemajuan dan perkembangan paroki. Selain itu Anggota DPP diharapkan dapat bekerja sama baik itu dengan umat dan juga pastor Paroki, agar semua kegiatan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Krisdiana Krisdiana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan umat Katolikdalam Budaya Dayak Ngaju tentang Ritual Sangiang, bagaimana penghayatan dari masyarakat Dayak Ngaju beragama Katolik  terhadap sakramen pengurapan orang sakit, dan bagaimana perbandingan pelaksanaan sakramen pengurapan orang sakit dan ritual sangiang dalam budaya Dayak Ngaju. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif.  Data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh  dianalisis menggunakanMiles dan Huberman langkah-langkah yang digunakan melalui,  reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat bersuku Dayak Ngaju mengetahui tentang ritual sangiang sebagai ritual penyembuhan yang ada dalam budaya. Dan umat mengetahui tentang sakramen pengurapan orang sakit yang ada dalam Gereja Katolik sebagai salah satu sakramen yang memohon agar orang yang sedang mengalami sakit dikuatkan agar mampu melewati segala penyakitnya berkat pertolongan Tuhan. Kesimpulan  ini adalah ritual sangiang memiliki dimensi sosial yang mengarahkan, dan  membawa orang untuk menyadari bahwa hidup bersama sangat diperlukan rasa kepedulian anatara satu dengan yang lain. Nilai yang terdapat dalam ritual sangiang adalah nilai kebersamaan dan persaudaraan. Kehadiran Gereja dalam budaya tersebut merupakan pintu masuk untuk mewartakan tentang kerajaan Allah terutama memberikan katekse berkaitan dengan sakramen pengurapan orang sakit karena Allah sendirilah yang bekerja yang menyembuhkan terutama dalam ritual sangiang tersebut.

Fransiskus Heryman Surya Gadur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2019 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

The relevant Catechism in the midst of the struggling of the life of the faithful is an urgent task of the Church. Catechism cannot be given just to the point of the church’s routine, but should be started from the basic needs of the faithful and the church itself as to grow in faith. Model of catechism that oriented to the kingdom of God is one of the answers toward the struggling of the faithful in relation to the environment and local situation as well as with God. There is a positive hope to create such group of the faithful through this effort. St. Therese of the Child Jesus’s Parish, Simpang Tiga chose such model to discover the reality of catechism’s activity during these periods. By such perspective of catechism, this Parish wants to shape a strong and substantial communion of faithful – having an experience of God, and dialogue with their roots of life in Kalimantan.

Angelo Luciani Moa Dosi WODA

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Pemahaman ajaran Gereja Universal mengenai keabadian jiwa, api penyucian, surga, dan neraka bukan hanya berkaitan tentang hal-hal yang terjadi pada akhir jaman. Bukan pula upaya mengelaborasi cabang teologi sistematika terakhir yang disebut eskatologi. Melainkan, upaya memahami ajaran iman Kristiani sejak permulaannya hingga keselamatan yang definitif pada hidup yang akan datang. Itu berarti melihat kesatuan teologi dalam  misteri  keselamatan  Allah  melalui  peristiwa  Yesus  Kristus  dan kuasa Roh Kudus yang hadir dalam Gereja kepada seluruh umat manusia. Itulah sebabnya, ajaran iman Gereja universal mengenai misteri hidup yang   kekal   bukanlah   suatu   utopia,   khayalan,   atau   impian   belaka, melainkan suatu realitas hidup yang bersumber dari misteri Allah Tritunggal, Yesus Kristus, dan Gereja universal.

Muhammad Sauqi; Novia Novia; Siti Nabila

Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak 2016 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study aims to evaluate the effectiveness of digital transformation in the 5.0 era in transforming latent cash waqf assets into productive capital capable of sustainably driving the community’s economy. The study employed a qualitative approach using a literature review method. Data were obtained through literature searches and official documents from the Indonesian Waqf Board, then analyzed descriptively to obtain comprehensive conclusions regarding the effectiveness of digital systems in cash waqf management. The results indicate that financial technology (fintech) such as QRIS, crowdfunding, Islamic banking applications, and digital wallets (e-wallets) are capable of overcoming conventional bureaucratic barriers through the concept of “micro waqf,” which is accessible to all levels of society. Based on the Technology Acceptance Model (TAM) theory, ease of digital access has been proven to increase public interest in waqf because it reduces administrative barriers and concerns regarding transaction amounts. In addition, real-time data-based reporting systems also improve transparency and accountability in waqf management. Therefore, the digitalization of cash waqf in the 5.0 era serves as a form of social engineering in collecting collective funds to sustainably support sharia-based productive sectors.