Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 201-210 of 210

Analytics

Rini Werdiningsih

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Lembaga Pendidikan sebagai sarana yang mampu mengasah dan mengarahkan potensi anak sebagai bekal kehidupan di masyarakat kelak. Persepsi yang terbangun selama ini adalah bahwa tanggungjawab proses pendidikan masih dibebankan pada institusi pendidikan saja. Keterlibatan masyarakat dalam perwujudan dan penyelenggaraan pendidikan seringkali diabaikan. Padahal, dalam hal penyelenggaraan pendidikan, masyarakat memiliki hak dan tanggungjawab untuk menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat ( Community based education) berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh dan untuk masyarakat Fokus penelitian ini adalah mengkaji Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan. Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber, pelaksana, dan pengguna hasil pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang mengacu pada fenomenologis. Penentuan subyek penelitian dipilih berdasarkan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: partisipasi masyarakat dalam peningkatan mutu antara lain partisipasi bentuk sukarela, pengambilan keputusan, pemikiran dan pembiayaan

Agrosamdhyo, Raden

Rendahnya minat dan motivasi berwirausaha serta pola pikir sebagai pencari kerja (job seeker) dan bukanlah pencipta lapangan kerja (job creator) setelah menyelesaikan sekolah atau kuliah adalah masalah yang harus dipecahkan oleh semua pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta masyarakat. Salah satunya adalah merencanakan usaha yang sebenarnya juga sangat menjanjikan sebagai pilihan karir usaha bisnis individu di masa depansetelah lulus kuliah nanti. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan minat dan persepsi dalam objektifitas mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah STAI Denpasar dalam berwirausaha agar pengembangannya dapat diterima di masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa STAI Denpasar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik kualitatif, dengan metode purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. Adapun hasil penelitian adalah Persepsi awal mahasiswa STAI Denpasar terhadap objektifitas dalam membuka usaha masih negatif. Negatif disini dimaksudkan bahwa masih banyak mahasiswa yang berpendapat bahwa sangat sulit untuk membuka usaha sendiri. Untuk menjadi pengusaha yang sukses, minat juga harus didukung dengan tindakan nyata, tindakan nyata yang mereka lakukan adalah yakin memulai usaha, belajar dari pengusaha yang telah sukses dan berani memulai usaha dengan keterbatasan yang ada.

Emirensiana Mamo Sele; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Menyampaikan pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) kepada anak tunanetra bukanlah suatu hal yang mudah.  Guru yang kompeten dan mumpuni dalam mengatasi anak berkebutuhan khusus seperti kelompok difabel tunanetra. Penelitian dengan judul peran guru Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Luar Biasa (SLB-A) Karya Murni Medan, dilakukan dengan tujuan  untuk mengetahui bagaimana peran guru  Agama Katolik di sekolah luar biasa (SLB) Karya Murni Medan dalam memberikan pejalaran Agama Katolik kepada murid penyandang tunanetra.              Dalam penelitian ini,  Peneliti  menggunakan teknik analisisi deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, yang mana melibatkan pihak sekolah,yaitu: Kepala Sekolah, guru pendidikan Agama Katolik dua orang, rekan guru Agama Katolik dua orang dan murid difabel tunanetra enam orang. Data yang diperoleh dengan menggunakan teknik analisis data yaitu : wawancara, observasi dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi, percakapan dengan informan, profil informan , penentuan tema, implikasi, sintesis, dan prospek atau kemungkinan yang akan terjadi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan sangatlah dibutuhkan.             Guru Pendidikan Agama Katolik memiliki peran yang penting sekaligus tanggung jawab yang besar untuk mengenalkan Yesus Kristus dan Ajaran Iman Katolik kepada para murid difabel tunanetra. Tanggung jawab yang berat ini dikarenakan Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan menggunakan kurikulum pendidikan 2013, yang  diperuntukan lembaga pendidikan umum, sehingga guru Pendidikan Agama Katolik Sekolah Luar Biasa  Karya Murni Medan harus menterjemahkan terlebih dahulu kedalam huruf braile. Tidak hanya itu sarana dan prasarana yang tidak memadai menjadi kesulitan tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Katolik ditambah lagi para guru harus menghadappi beberapa murid dengan IQ dibawah rata-rata. Namun terlepas dari semua itu guru Pendidikan Agama Katolik Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan sudah menunjukkan perannya dalam mentransferkan ilmu pendidikan  kepada murid tunanetra di Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan.

M Hery Yuli Setiawan, Feri Faila Sufa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan orang tua dalam memberikan stimulasi anak untuk mengembangkan potensi anak sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila SufadanM Hery Y.S (2017) menunjukan peran parenting ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Lembaga PAUD. Adanya kegiatan parenting yang terencana dengan baik sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh Lembaga PAUD.Pada Pengabdian ini akan melakukan optimalisasi parenting dalam menggali potensi anak. Guru dan orangtua perlu memiliki kemampuan menggali potensi anak sejak dini. Pada lembaga lembaga PAUD seperti TK, KB, SPS, aspek pengembangan moral agama, pengembangan bahasa, pengembangan kognitif, pengembangan sosial emosi , pengembangan fisik motorik, dan pengembangan seni menjadi struktur kurikulum yang selalu distimulasi oleh pendidik dalam prose pembelajaran PAUD. Diharapkan apa yang telah dilakukan pendidik dapat dilanjutkan oleh orang tua, sehingga perkembangan anak lebih optimal, karena waktu anak bersama orang tua dan keluarga lebih panjang daripada di sekolah. Karena setiap anak mempunyai potensi kecerdasan yang berbeda, diharapkan setelah orang tua dan guru dapat mengenali dan mengidentifikasi berbagai minat dan potensi kecerdasan anak, dan memberikan stimulasi yang tepat agar perkembangan anak lebih optimal. . Untuk mencapai tujuan pengabdian maka dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, masih banyak dari orang tua siswa yang belum faham tentang hakikat pendidikan anak usia dini, penting PAUD bagi anak-anak. Para orang tua membawa anak ke lembaga PAUD agar tidak saja bermain di rumah, dan sebagian besar tidak faham akan tujuan PAUD secar umum. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa orang tua yang dan guru yang bersama-sama.menjalin komunikasi yang baik dapat mengenali potensi anak nya sehingga stimulasi dapat dilakukan sejak dini dan anak lebih berkembang . Berdasarkan kegiatan pengabdian diatas dapat disimpulkan bahwa orang tua perlu mengenali potensi yang ada pada diri anak, kemudian peran orang tua dan pendidik dalam memberikan stimulasi yang tepat pada anak sangat pentin untuk mengembangkan potensi anak sejak dini.Kata Kunci: Peran orang tua, Potensi anak,

Sudarsono, Sudarsono

Sebagian ahli sejarah berpendapat, bahwa madarasah sebagai lembaga pendidikan Islam muncul dari penduduk Nisapur, tetapi tersiarnya melalui Perdana Menteri Bani Saljuk yang bernama Nizam al-Mulk, melalui Madarasah Nizamiyyah yang didirikannya pada tahun 1065 M. Selanjutanya, Gibb dan Kramers menuturkan bahwa pendiri madarasah terbesar setelah Nizam al_mulk adalah Salahuddin Al-Ayyubi. Sementara, di Indonesia diilihat dari sejarahnya setidak-tidaknya ada dua faktor penting yang melatarbelakangi kemunculan madrasah, yaitu: pertama, adanya pandangan yang mengatakan bahwa sistem pendidikan Islam tradisional dirasakan kurang bisa memenuhi kebutuhan pragmatis masyarakat; kedua, adanya kekhawatiran atas cepatnya perkembangan persekolahan Belanda yang akan menimbulkan perkembangan sekularisme, maka masyarakat Muslim-terutama para reformis berusaha melakukan upaya pengembangan pendidikan dan pemberdayaan madrasah. Kata “madrasah” adalah isim makan dari kata: darasa-yadrusu-darsan wa durusan wa dirasatan, yang berarti: terhapus, hilang bekasnya, menghapus, menjadikan usang, melatih, mempelajari. Dilihat dari pengertian ini, maka madrasah merupakan tempat untuk mencerdaskan atau menghilangkan kebodohan.

Rosi, Fathor

Updates Concept boarding school Curriculum must continue to improve it self as well as in developing innovative teaching and training Curriculum, in order to compete in this global era with other educational institutions in producing quality graduates. In addition, because the upkeep boarding school education curriculum has a harder task than the other educational institutions. Updates boarding school curriculum is required not only to produce graduates who are competent in the field of science and technology (IPTEK) but also to have faith and devotion (IMTAQ) quality so formed that boast private, skilled, creative in all things and be able to compete in the arena of real life.   Konsep Kurikulum pendidikan Pesantren harus terus berbenah diri serta inovatif dalam mengembangkan sistem pendidikan dan pengajarannya, agar dapat bersaing di era global ini dengan lembaga pendidikan lainnya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. Selain itu juga karena sistem pendidikan Pesantren mempunyai tugas yang lebih berat dibandingkan dengan lembaga pendidikan lain. Pembaharuan sistem Pesantren dituntut bukan hanya menghasilkan lulusan yang berkompeten dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) namun juga mempunyai keimanan dan ketakwaan (IMTAQ) yang berkualitas sehingga terbentuk pribadi yang membanggakan, terampil, kreatif dalam segala hal serta mampu bersaing dalam kehidupan nyata.

Rusmayani, Rusmayani

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, (2) kendala guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, (3). Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, dan (4) upaya guru PAI dalam meningkatkan profesionalismenya dalam pemanfaatan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah guru-guru PAI di MA Al Ma’ruf Denpasar. Objek penelitian ini adalah profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan, ialah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner/angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara tidak terstruktur, dan lembar kuesioner/angket. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis deskriptif kuantitatif melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan: 1) profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran di MA Al Ma’ruf Denpasar dapat disimpulkan cukup profesional hal ini dapat dilihat dari sekitar 66,67% guru sudah cukup menguasai definisi, jenis dan manfaat media pembelajaran sedangkan sisanya sekitar 33,33% memiliki pengetahuan yang kurang terhadap definisi, jenis dan manfaat media pembelajaran, dalam pemanfaatan media pembelajaran, guru-guru MA Al Maruf memiliki keberagaman dalam hal intensitas penggunaan sumber belajar, 2) kendala yang dialami guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran adalah kurangnya tersedianya media pembelajaran yang dapat digunakan guru PAI di sekolah, kurangnya alokasi waktu untuk mata pelajaran PAI, guru kurang kreatif dalam menyajikan materi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran elektronik, kurangnya pemahaman guru PAI mengenai keanekaragaman media pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran, dan tidak tersedianya tempat khusus untuk menyimpan dan merawat media pembelajaran, 3) upaya yang dilakukan Kepala Sekolah MA Al Ma’ruf dalam meningkatkan profesionalisme guru-guru PAI dalam hal pemanfaatan media pembelajaran adalah mengikutsertakan guru-guru PAI dalam penataran yang diselenggarakan nantinya oleh lembaga-lembaga pendidikan khususnya LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Provinsi Bali, mendorong guru-guru PAI untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, serta berupaya meningkatkan ketersediaan media pembelajaran baik dari pendanaan khusus dari sekolah maupun bantuan dari Kementerian Agama, dan 4) upaya yang dilakukan guru PAI untuk meningkatkan profesionalismenya dalam hal pemanfaatan media pembelajaran termasuk kategori cukup bagus, hal ini di lihat dari indikator prosentase membaca, diskusi, mengikuti kegiatan MGMP, mengikuti seminar. Hanya saja kurang dalam melakukan penelitian secara mandiri.

Ardhianto, Eka

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Promosi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pemasaran suatu produk. Promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada konsumen yang memuat pemberitaan, membujuk, dan mempengaruhi segala sesuatu mengenai barang maupun jasa yang dihasilkan untuk konsumen, segala kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan dengan menarik minat konsumen dalam mengambil keputusan membeli atau menggunakan produk di perusahaan atau instansi tersebut.Seperti halnya di Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang yang perlu memasarkan produk produknya kepada masyarakat umum khususnya para siswa SMA/SMK/MA yaitu produk di bidang pendidikan tinggi. Dalam hal ini merupakan tanggung jawab dari bagian promosi dan marketing yang merupakan ujung tanduk dari sebuah organisasi ataupun lembaga dalam hal sosialisasi, pemasaran dan hubungan dengan masyarakat calon konsumen. Lebih spesifik salah satu kegiatan bagian promosi dan marketing UNISBANK adalah melakukan promosi dan sosialisasi kepada masyarakat dan pelajar yang akan melanjutkan sekolah ke pendidikan tinggi. Dengan semakin banyaknya agenda kegiatan promosi yang dilakukan untuk penerimaan mahasiswa baru berupa kegiatan motivasi, pameran pendidikan, pengajuan proposal negosiasi dan sosialisasi ke sekolah sekolah maka diperlukan sistem pengagendaan kegiatan yang dapat mempermudah bagian promosi dan marketing untuk melaksanakan tugasnya.Hasil dari Sistem Informasi Rancang Bangun E-Office Administrasi Agenda Kegiatan Promosi UNISBANK Semarang yang dibuat dapat membantu mempercepat proses administrasi pengarsipan dalam hal penyimpanan data, pencarian data, pembenahan data dan rekapitulasi data. Selain itu, sistem ini memberikan dampak pelaksanaan proses verifikasi dapat dilakukan oleh ketua promosi tanpa harus melakukan verifikasi di dalam ruangan promosi dan ketua promosi akan lebih mudah melakukan kontrol kegiatan yang seudah terlaksana dan belum terlaksana secara real time.

Darwanto, Darwanto

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2012 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

Wakaf mempunyai kedudukan penting dalam Islam. Penggunaan wakaf sebagai salah satusumber daya untuk digunakan masyarakat muslim mencapai kemajuan saat ini. Selainsebagai sumber pendanaan kegiatan sosial, pendidikan, dan kesehatan, wakaf dapat dijadikanalternatif untuk penguatan ekonomi masyarakat. Sehingga manfaatnya berkelanjutan bagimasyarakat dan wakaf mampu menjadi sebagai alternatif dalam meningkatkan kesejahteraanmasyarakat. Dengan adanya lembaga pengelolaan wakaf yang profesional tentunya bisamendukung untuk lebih meningkatkan pemberdayaan wakaf untuk kemaslahatan masyarakat.Perluasan harta benda yang bisa diwakafkan telah memberikan efek positif bagi pengelolaanwakaf. Semakin beragamnya harta yang dapat diwakaf dan manajemen pengelolaan wakafyang professional akan memperkuat peran wakaf dalam penguatan ekonomi masyarakat.

Aini, Nur

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

Kemajuan masyarakat baik karena pendidikan, perubahan sosial ekonomi serta faktor lainnya akan mendorong perubahan kebutuhan maupun orientasi. Apabila sebelurnnya karyawan atau pekerja mandiri cukup puas apabila penghasilannya dapat mencukupi kebutuhan mereka saat ini, namun sekarang sudah banyak yang merencanakan dan bahkan merealisasikan program pensiun sehingga mereka akan mendapatkan jaminan pendapatan tetap pada saat mereka memasuki masa pensiun. Sementara di Indonesia program pensiun baru dapat dinikmati sebagian kecil masyarakat khususnya baru mereka yang bekeria sebagai penawai negeri sipil maupun militer, badan usaha milik negara, yang disebut sebagai Dana Pensiun pemberi Kerja. Sementara kelompok pekerja lainnya sebagian besar belum diikutkan atau mengikuti program pensiun. Untuk itu perlu adanya strata revolusi atau gerakan dalam rangka memasyarakatkan program pensiun tidak saja kepada perusahaan tetapi juga terhadap pekerja pada perusahaan maupuan pekerja mandiri.