Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 201-220 of 4,793

Analytics

ardila, fachria; delia Rois, Adelia; Afni Nurul Aliyah T; Annisa Idris Tana, Mutiara; Munsir, Ana +4 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber agen neurofarmakologis alami semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya prevalensi gangguan sistem saraf dan keterbatasan penggunaan obat sintetis. Salah satu tanaman yang berpotensi namun masih terbatas kajian ilmiahnya adalah Kesambi (Schleichera oleosa), yang secara tradisional digunakan untuk berbagai keperluan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun Kesambi terhadap efek neurofarmakologi, serta mengidentifikasi pola respons dosis dan konsentrasi paling efektif dalam memodulasi sistem saraf pusat dan otonom. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan hewan uji yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Ekstrak daun Kesambi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut akuades dan diberikan secara per oral pada konsentrasi 1%, 2%, dan 4%. Evaluasi efek neurofarmakologis dilakukan melalui skrining perilaku terhadap delapan parameter, yaitu parasimpatomimetik, stimulasi sistem saraf pusat, depresi sistem saraf pusat, simpatolitik, relaksasi otot, simpatomimetik, parasimpatiolitik, dan analeptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Kesambi menimbulkan variasi respons neurofarmakologis yang dipengaruhi oleh konsentrasi. Konsentrasi 4% memberikan efek paling dominan pada sebagian besar parameter, khususnya depresi sistem saraf pusat, relaksasi otot, dan modulasi sistem saraf otonom, sedangkan konsentrasi 2% menunjukkan efek stimulasi sistem saraf pusat yang optimal. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak daun Kesambi sebagai neuromodulator.  

erny, Herniati; Indrawati, Sara; Nurjannah, Misbah; Alfizar, Faris; Sitorus, Rozesky Ronald Octavian +6 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan kronis yang ditandai hiperglikemia persisten dan berisiko menimbulkan komplikasi jangka panjang. Aktivitas fisik merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang berperan penting dalam membantu pengendalian kadar glukosa darah pada penyandang diabetes melitus. Tujuan: Literatur review ini menganalisis pengaruh berbagai bentuk aktivitas fisik—termasuk senam kaki, senam diabetes, jalan kaki, senam Prolanis, serta aktivitas fisik harian intensitas sedang—terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Metode: Kajian dilakukan terhadap 16 artikel penelitian terbitan 2021–2025 yang diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed. Hasil: Seluruh penelitian menunjukkan hasil yang konsisten bahwa aktivitas fisik mampu meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki metabolisme glukosa, dan menurunkan kadar glukosa darah puasa maupun sewaktu. Intervensi senam kaki dan senam diabetes menunjukkan penurunan signifikan rata-rata 29–160 mg/dL. Aktivitas jalan kaki terstruktur juga memberikan penurunan glukosa yang konsisten. Beberapa penelitian melaporkan bahwa kombinasi aktivitas fisik dan edukasi kesehatan meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengelolaan penyakit. Kesimpulan: Aktivitas fisik merupakan pilar penting dalam manajemen DM tipe 2, memberikan manfaat fisiologis, perilaku, dan kualitas hidup yang melengkapi terapi farmakologis. Diperlukan penelitian lanjutan dengan durasi intervensi lebih panjang untuk mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap HbA1c dan komplikasi diabetes.

Pramukti Dian, Setianingrum; Anis, Khotimah; IStika Dwi, Kusumaningrum; Vita, Kumalasari; Shafiyyaturrohmah , Az-zahro

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Anemia pada remaja putri (27,2% nasional) berdampak pada penurunan konsentrasi dan prestasi belajar. Di SMA Negeri 1 Cawas, ditemukan 100% sampel (70 siswi) mengalami anemia (92,9% ringan, 7,1% sedang), yang menunjukkan urgensi penanganan khusus.Tujuan: Menganalisis hubungan dismenore, status gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada siswi SMA Negeri 1 Cawas Klaten tahun 2025.Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 70 siswi kelas XI dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, pengukuran IMT/U, dan pemeriksaan kadar hemoglobin, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square.Hasil: Mayoritas responden mengalami anemia ringan (92,9%) dan sisanya anemia sedang (7,1%). Hasil uji statistik menunjukkan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kejadian anemia ($p=0,046$), sedangkan dismenore ($p=0,161$) dan status gizi ($p=0,556$) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Kesimpulan: Seluruh responden terdeteksi anemia, dengan aktivitas fisik sebagai faktor yang berhubungan secara signifikan. Diperlukan pendekatan komprehensif melalui edukasi kesehatan reproduksi, perbaikan pola makan, dan penguatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) di lingkungan sekolah.

Khotimah, Anis; Dian Setianingrum, Pramukti; Kusumaningrum, Istika Dwi; Kumalasari, Vita; Al-zalmasry, Luthfi ah

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang semakin meningkat, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada remaja. Berdasarkan data Riskesdas (2018), Prevalensi DM berdasarkan pemeriksaan gula darah naik dari 6.9% menjadi 8.5%.Di Jawa Tengan, 64.709 dari 647.093 jiwa terdiagnosis DM pada 2022. Di Kecamatan Cawas, data Puskesmas Cawas I tahun 2024 menunjukkan terdapat 1.076 kasus DM. dan gejala pre-Diabetes mulai muncul pada kalangan remaja akibat gaya hidup konsumtif, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak sehat. Tujuan: Mengetahui hubungan aktivitas fisik, pola makan dan status gizi dengan risiko terjadinya Diabetes Mellitus pada siswa kelas XII SMA N 1 Cawas Klaten Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 53 siswa diambil dengan teknik Proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner aktivitas fisik (PAL), kuesioner frekuensi makan (FFQ), pemeriksaan berat badan dan tinggi badan serta pemeriksaan kadar gula darah menggunakan glucometer. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan risiko Diabetes Mellitus (p = 0.757), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan risiko Diabetes Mellitus (p = 0.272), dan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan risiko terjadinya Diabetes Mellitus ( p = 0.020) pada siswa kelas XII SMA N 1 Cawas Klaten tahun 2025. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan pola makan dengan risiko terjadinya Diabetes Mellitus, namun terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan risiko Diabetes Mellitus pada siswa kelas XII SMA N 1 Cawas Klaten tahun 2025.

Putri, Shakira Izzatya; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardhana; Damayanti, Ervina; Himayani, Rani

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi pelayanan kesehatan, termasuk di bidang kefarmasian. Salah satu inovasi yang berkembang adalah telefarmasi, yaitu pelayanan kefarmasian jarak jauh yang memanfaatkan teknologi digital untuk menjembatani interaksi antara apoteker dan pasien. Studi ini bertujuan untuk mengkaji persepsi apoteker terhadap implementasi telefarmasi melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap 10 artikel yang diperoleh dari basis data ilmiah seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect dalam lima tahun terakhir. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas apoteker memiliki persepsi positif terhadap telefarmasi, terutama dalam aspek efisiensi waktu dan biaya, peningkatan akses dan kepatuhan pasien, serta solusi atas kekurangan tenaga apoteker. Namun, ditemukan pula persepsi negatif seperti beban kerja yang meningkat, risiko kesalahan akibat keterbatasan kontak fisik, dan kendala teknis. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan infrastruktur, pelatihan tenaga kesehatan, serta literasi digital pasien untuk memastikan keberhasilan implementasi telefarmasi secara berkelanjutan.

Halawa, Pastiani Putri; Octafian, Ray

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2026 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan arus kas dalam mendukung keberlanjutan usaha kue tradisional dengan mengambil studi kasus pada Toko Roti Ganjel Rel Ambarawa. Pengelolaan arus kas yang efektif merupakan faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah, khususnya pada industri makanan tradisional yang menghadapi tantangan fluktuasi permintaan musiman dan persaingan dengan produk modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta analisis dokumen keuangan selama periode enam bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Roti Ganjel Rel Ambarawa menerapkan beberapa strategi kunci dalam pengelolaan arus kas, meliputi sistem pencatatan keuangan harian yang terstruktur, pengelolaan persediaan berbasis permintaan historis, diversifikasi produk untuk menstabilkan pendapatan, serta penerapan kebijakan kredit yang ketat kepada pelanggan. Strategi-strategi tersebut terbukti efektif dalam menjaga likuiditas usaha dengan rasio kas rata-rata sebesar 1,8 dan periode perputaran kas selama 15 hari. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku usaha kue tradisional dalam merancang sistem pengelolaan arus kas yang berkelanjutan serta kontribusi teoretis dalam pengembangan model manajemen keuangan untuk usaha mikro kecil dan menengah sektor kuliner tradisional.

Frans Mitran Ajami; Abas, Mamat; Iken Meyti Katili; Marwan Bakari Suleman

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pemanfaatan lahan kosong di wilayah perdesaan sering kali belum optimal akibat rendahnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi ruang terbuka hijau dan konsep desain lanskap. Desa Suka Makmur, Kabupaten Pohuwato, merupakan salah satu wilayah yang memiliki lahan terbuka cukup luas namun berada dalam kondisi gersang dan belum tertata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan lahan kosong melalui sosialisasi dan edukasi desain lanskap ruang terbuka hijau sebagai upaya awal pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah KKN-PAR (Participatory Action Research) dengan tahapan identifikasi awal, sosialisasi dan edukasi, serta evaluasi perubahan pemahaman masyarakat. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test terhadap 24 responden. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat pada seluruh indikator yang diukur, meliputi fungsi ruang terbuka hijau, manfaat ekologis dan sosial, serta konsep dasar desain lanskap. Peningkatan pemahaman ini mengindikasikan terjadinya perubahan perilaku awal masyarakat pada aspek kognitif. Hasil pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif berbasis partisipasi masyarakat efektif dalam membangun kesadaran lingkungan dan dapat menjadi landasan bagi pengelolaan ruang terbuka hijau yang berkelanjutan di wilayah perdesaan.

Aryanti, Diva Eka; Handayani, Titis

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Sistem Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di Universitas Semarang melalui audit dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, dengan fokus pada domain Deliver, Service and Support (DSS) dan Monitor, Evaluate and Assess (MEA). SKPI berfungsi sebagai dokumen resmi yang memberikan informasi tambahan mengenai kompetensi lulusan di luar nilai akademik (ijazah), sehingga penting untuk memastikan kualitas dan relevansinya dengan kebutuhan industri. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, serta data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas pada sub-domain DSS dan MEA berada pada level 4 yang dilabeli sebagai terkelola, dengan nilai rata-rata masing-masing 3,73 untuk DSS dan 3,85 untuk MEA. Meskipun demikian, terdapat sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan nilai Maturity Level sistem, dengan GAP masing-masing sebesar 1,07 untuk DSS dan 1,04 untuk MEA. Rekomendasi yang disampaikan meliputi peningkatan kompetensi petugas teknis, pengembangan aplikasi mobile, dan sosialisasi prosedur penyajian SKPI secara digital. Dengan adanya rekomendasi tersebut, diharapkan dapat memberikan masukan positif dalam pengelolaan SKPI di Universitas Semarang dan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja.Kata Kunci: Audit Sistem, Maturity Level, Rekomendasi, Deliver, Service and Support (DSS), Monitor, Evaluate and Assess (MEA)

Ulfa Fatimah; Alex Prayoga Sidabutar; Jihan Aisyah Ramahdania; Dorlince O Hutapea; Parlaungan G Siahaan +1 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The crime of receiving stolen goods, as regulated in Article 480 of the Criminal Code (KUHP), is an offence that plays a crucial role in the continuation of the principal crime, particularly theft. Receivers provide a market for stolen goods, thereby indirectly encouraging perpetrators to continue their actions. This paper investigates how Article 480 of the KUHP in judicial practice, with a focus on proving the element of ‘knowing or reasonably suspecting’ that the goods purchased were obtained through criminal activity. This study uses a qualitative method with a case study approach through direct observation of a trial at the M. District Court. The observations show that the panel of judges successfully proved the defendant's guilt as a fence through a series of trial facts, such as the unreasonable purchase price, consistent testimony from the perpetrator of the theft, and the defendant's own admission that he had been suspicious. The judge's decision, which was lighter than the prosecutor's demands, also reflected considerations of substantive justice and humanity in addition to legal certainty. This study concludes that the effective enforcement of Article 480 of the Criminal Code in court plays an important role in breaking the chain of crime and providing a deterrent effect not only for the main perpetrators but also for those who participate in enjoying the proceeds of crime.  

Britanya Bonauli Hutapea

Majelis : Jurnal Hukum Indonesia 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Cooperatives, as the backbone of the people's economy, play a strategic role in improving the welfare of their members, particularly through the management of business profits. This role becomes even more complex when cooperatives receive government assistance sourced from state finances, as its management concerns not only the internal interests of the cooperative, but also the public interest. In practice, the extensive authority of cooperative administrators is often not balanced with strict restrictions and effective oversight mechanisms, thereby creating the potential for abuse of authority and weak accountability. The purpose of this study is to determine whether legal regulations can limit the authority of administrators so that they do not abuse government assistance and to determine whether existing regulations provide adequate oversight mechanisms. The research method used was normative juridical with a statutory approach and a conceptual approach. The results of the study show that normatively, the authority of cooperative administrators has been limited through the principle of delegation from member meetings and accountability obligations, and reinforced by the state financial legal regime through government assistance. In addition, the supervisory mechanism has been regulated in layers through internal and external supervision, although in practice it still has the potential to be formalistic. The implication of this study is the importance of strengthening the implementation of authority restrictions and effective supervisory mechanisms in order to realize accountable, transparent, and sustainable cooperative governance, while maintaining public trust in government assistance programs.

Alifia Salsabila Rizquita; Dwi Rahayu, Ihsanti; Triyandi, Ramadhan; Himayani, Rani

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Waktu tunggu pelayanan resep obat merupakan salah satu hal penting dalam pelayanan kefarmasian di puskesmas. Waktu menunggu dapat mempengaruhi kepuasan pasien ketika mendapatkan pelayanan, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan di puskesmas. Tujuan dari penyusunan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran terkait informasi pelayanan waktu tunggu resep obat racik dan non racik yang ada di puskesmas. Pencarian artikel ini mencakup berbagai publikasi mengenai waktu tunggu resep di puskesmas melalui Google Scholar dengan metode Boolean Operator (AND, OR) Kriteria inklusi dalam pencarian artikel yang relevan terdiri dari artikel yang dipublikasikan antara tahun 2016-2026 dan tersedia dalam teks lengkap gratis. Hasil seleksi artikel yang dilakukan, diperoleh 9 artikel jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan 9 artikel tersebut, sebanyak 3 artikel menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep obat racik atau non racik sudah sesuai standar, dan sebanyak 6 artikel menyatakan masih terdapat waktu tunggu pelayanan resep obat racik atau non racik yang belum sesuai standar berdasarkan Permenkes atau puskesmas terkait.

masturoh, Masturoh; Siswati; Ike Putri Setyatama; Nurlaila

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) seseorang kurang dari normal. Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (hemoglobin) tidak mencukupi kebutuhan fisiologis. Remaja putri dikatakan anemia apabila dari hasil pemeriksaan kadar Hb kurang dari 12 gr%. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencegah anemia pada remaja dengan pemberian tablet penambah darah yang terintegrasi dengan olahraga pada remaja. Metode yang dipakai pada kegiatan ini adalah edukasi langsung dan diskusi kelompok terfokus, olahraga/senam terjadwal yang dipandu kader remaja, pembagian tablet Fe dan pemantauan kadar Hb berkala. Hasil dari kegiatan ini yaitu peserta yang hadir berumur 12 tahun dengan prosentase 30,43%, peserta dengan umur16 tahun  prosentase 21,74%, selebihnya peserta berumur 13 tahun (13,04%), 14 tahun (8,70%), 15 tahun (13,04%), 17 tahun (4,35%) dan 18 tahun (8,70%). Jumlah target posyandu remaja di Desa Randusari yaitu 35 peserta, tetapi yang hadir hanya 23 peserta. Hal ini terjadi karena ada beberapa peserta yang belum bisa menghadiri posyandu remaja karena teman sebaya tidak bisa hadir di posyandu remaja. Peserta posyandu di Desa Randusari memiliki kadar hemoglobin normal sejumlah 73,91%, anemia ringan 13,04% dan anemia sedang 4,35%.

Lamatenggo, Nina; Razak, Intan Abdul; Abas, Mamat

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Namun, masih terdapat keterbatasan pemahaman guru terhadap manajemen sekolah dan penerapan disiplin kerja yang berdampak pada optimalisasi kinerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru melalui pelatihan manajemen sekolah dan pembinaan disiplin guru di SMP Negeri 03 Limboto Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan, diskusi, praktik, dan pendampingan. Pengukuran kinerja guru dilakukan menggunakan angket sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman manajemen sekolah dari 62% menjadi 82%, pengelolaan pembelajaran dari 65% menjadi 85%, serta disiplin kerja guru dari 60% menjadi 80%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan manajemen sekolah dan pembinaan disiplin guru efektif dalam meningkatkan kinerja guru secara berkelanjutan.

Retno Mawarini Sukmariningsih; Mashari; Agus Wibowo

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penataan kembali kewenangan lembaga penegak hukum merupakan agenda strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel pasca reformasi 1998. Reformasi kelembagaan yang berjalan selama ini cenderung parsial, tidak komprehensif, sehingga melahirkan fragmentasi kelembagaan, tumpang tindih kewenangan, serta lemahnya koordinasi. Tulisan ini bertujuan mengkaji pengaturan lembaga penegak hukum dalam tata kelola pemerintahan, mengidentifikasi kendala pelaksanaan penegakan hukum pasca reformasi, Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan sosiologis melalui kajian peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan konstitusional penataan lembaga penegak hukum berpijak pada Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 24 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yang menegaskan Indonesia sebagai negara hukum dengan kekuasaan kehakiman yang merdeka. Kendala utama yang ditemukan meliputi intervensi politik , ego sektoral antarlembaga, dan budaya impunitas yang mengakar. Penataan kewenangan yang ideal mensyaratkan empat langkah: rasionalisasi kelembagaan, delineasi kewenangan yang tegas, pembangunan mekanisme koordinasi antarlembaga yang efektif, serta penguatan lembaga pengawas independen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akuntabilitas tata kelola pemerintahan hanya dapat terwujud melalui pergeseran paradigma dari rule by law menuju rule of law yang berkeadilan substantif.

Oktaviana, Lusi; Herwiyanto; Rohmad Suryadi; Dewi Purnasari; Inna Nur Rokhmah +2 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan kontributor penting dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi berbasis lokal. Namun demikian, banyak IKM masih menghadapi tantangan berkelanjutan yang berkaitan dengan keterbatasan kapasitas inovasi, rendahnya adopsi pemasaran digital, serta lemahnya akses terhadap kemitraan strategis. Sentra IKM Srikayu di Surakarta merupakan klaster industri furnitur yang mengkhususkan diri pada produk berbahan kayu jati dan mahoni dengan karakteristik kualitas yang kuat, namun perluasan pasar dan pengembangan kemitraannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi internal dan eksternal Sentra IKM Srikayu menggunakan analisis strategis berbasis SWOT sebagai dasar perumusan strategi pengembangan akses pasar dan kemitraan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-method dengan mengintegrasikan diskusi kelompok terfokus, wawancara mendalam, dan analisis data sekunder. Hasil analisis matriks IFAS dan EFAS menunjukkan skor masing-masing sebesar 2,82 dan 2,62, yang menempatkan sentra pada Kuadran I, yang mengindikasikan strategi pertumbuhan agresif. Rekomendasi strategi meliputi penguatan branding dan pemasaran digital, diversifikasi desain produk sesuai tren pasar, perluasan kemitraan strategis, serta peningkatan kapasitas produksi dan kapabilitas sumber daya manusia guna menjamin daya saing dan keberlanjutan jangka Panjang.

Yuniarti, Nur Atika; Atika Mutiarachim; Ryan Arya Pramudya; Ery Fatarina Purwaningtyas; Eleny Sania Putri

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tantangan utama yang dihadapi warga Kelurahan Pesantren, Kota Semarang adalah belum optimalnya pengelolaan limbah lingkungan rumah tangga, khususnya minyak jelantah, yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan masih kurang dimanfaatkan secara ekonomi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi masyarakat dengan inovasi ekonomi kreatif. Tahapan pelaksanaannya meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan program partisipatif, pelaksanaan lokakarya, pendampingan, dan evaluasi keberlanjutan. Kegiatan program terdiri dari pendidikan kewirausahaan, pelatihan langsung pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, dan peningkatan kapasitas dalam pembuatan konten digital dan pemasaran digital melalui media sosial dan pasar online. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan minat berwirausaha di kalangan ibu-ibu PKK, yaitu meningkat dari 40% sebelum program menjadi 80% setelah lokakarya. Secara keseluruhan, program ini efektif meningkatkan keterampilan pengelolaan sampah ramah lingkungan dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Zahrah Ghufrani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The purpose of this classroom action research project is to find out how well seventh-grade female students at Mutiara Qur'an Islamic Boarding School in Wonogiri learn Arabic with the use of the audiolingual approach. By emphasizing active listening and pronunciation, the audiolingual approach makes it easier for students to comprehend and communicate in Arabic. Twelve female seventh-graders at Mutiara Qur'an Islamic Boarding School participated in the researcher's qualitative study in order to gather the research findings. The study was conducted in two cycles to enhance Arabic language learning. Planning, action, observation, and reflection are the four components of each cycle in the Kurt Lewin model. Tests, observations, and interviews were the methods utilized to get the data. The proportion of learning mastery and descriptive analysis were used to examine the collected data. The study's findings show that the audiolingual approach is successful in raising female students' Arabic language learning outcomes.

Muchamad Fachryan Winata; Syamsul Hadi; Ilham Fadilla Kusuma; Wira Atha' Dzakwan Firdaus; Bagus Aditya Nurhidayat +2 more

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2026 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

The unknown exact flexural strength of low carbon steel, Randu ribs wood, paving stones, and lightweight bricks is a problem faced. The purpose of this research is to obtain the flexural strength of low carbon steel, Randu ribs, paving stones, and lightweight bricks. The research method is carried out through the preparation of low carbon steel specimens 16mmx200mm, Randu ribs 40mmx60mmx250mm, paving stones 55mmx100mmx200mm, lightweight bricks 95mmx100mmx300mm, Tarno Grocky flexural testing machine settings, flexural testing support distance for low carbon steel 160mm, Randu ribs 220mm, paving stones 170mm, and lightweight bricks 260mm, flexural testing of each material, making flexural stress and deflection curves for low carbon steel, and analyzing flexural test results. The results of the study showed that the flexural strength of low carbon steel was 698 MPa at a deflection of 1.1 mm, the flexural strength of Randu rib wood in an upright position was 40.7 MPa, in a horizontal position was 55.5 MPa, in a normal position of paving stone in an upper position (normal) was 6.64 MPa, in a lower position (upside down) was 6.62 MPa, and in a lightweight brick was 1.28 MPa, which implies that the type of material, the distance between supports and the cross-section of the specimen greatly affect its flexural strength, except for ductile materials for low carbon steel which do not have flexural strength, but have yield strength at a certain deflection.

Dwi Angga Pramana Achmaddillah; Syamsul Hadi; Kreshna Aji Nursyifa; Agil Saputra Nugroho; Muhammad Hamdi Reynard Fahrezi +1 more

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2026 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

The unknown exact tensile strength of cylindrical cross-section carbon steel and rectangular cross-section carbon steel is a problem faced. The purpose of the research is to obtain the tensile strength of cylindrical cross-section carbon steel and rectangular cross-section carbon steel. The research method is carried out by turning carbon steel specimens to a diameter of 7.92mm, a length of 200mm and milling carbon steel cross-sections with a width of 12mm, a thickness of 4mm, setting the Tarno Grocky tensile testing machine, clamping both ends of the specimen with grips, tensile testing until the specimen breaks, measuring the gauge length after the specimen breaks and is properly cupped again, making stress and strain curves, and analyzing the tensile test results. The test results show that the tensile strength of carbon steel with a cylindrical cross-section is 554 MPa at a strain of 3.86%, the yield strength is 514 MPa at a strain of 3.06% and the tensile strength of carbon steel with a rectangular cross-section is 712 MPa at a strain of 2.45% and the yield strength is 487 MPa at a strain of 0.59%, which implies that both steels are ductilely broken, due to shrinkage. cross-section (necking) which includes ST 60 because the yield strength is more than 360 MPa.

ariyanti, lilik; Priscilla Rosita Putri Nurmasari; Almas Awanis

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2026 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Gaya hidup remaja masa kini sangat erat kaitannya dengan penggunaan smartphone, di mana hampir seluruh remaja telah memiliki smartphone pribadi. Penggunaan smartphone yang tidak terkontrol berisiko menimbulkan kecanduan yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup remaja. Kondisi ini berdampak pada status gizi yang tidak normal pada remaja, diantaranya kekurangan berat badan (underweight) maupun kelebihan berat badan (overweight). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kecanduan smartphone terhadap Indeks Massa Tubuh. Desain penelitian ini cross sectional dengan sampel 242 remaja usia 15-18 tahun dan menggunaan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Smartphone Addiction Scale-Short Version yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai cut off point kuesioner untuk laki-laki >31 dinyatakan kecanduan smartphone sedangkan untuk perempuan >33 dinyatakan kecanduan smartphone, selain itu dilakukan pengukuran IMT berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Analisa data yang dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan uji alternatif Fisher Extract melalui SPSS versi 25. Hasil yang diperoleh yaitu p-value (0,014 < 0,05) yang menunjukan terdapat hubungan antara kecanduan smartphone terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT).