Sri Wahyuna Saragih; Muhammad Rafi; Harlan Mufrih; Aisha Rafa Rahma; Dwi Kartika +2 more
Nanas merupakan unggulan kedua yang di ekspor Indonesia setelah buah manggis pada 22 tahun lalu, volume ekspor nanas pada tahun 2004 sebesar 2.431.263 kilogram atau mengalami peningkatan sebesar 6,4 % dari tahun -tahun sebelumnya, permintaan ekspor nanas yang cukup tinggi merupakan pendorong bagi produksi nanas dalam negeri yang mampu bersaing dengan nanas negara lain. Seperti halnya produk pertanian lainnya, karakteristik buah nanas adalah mudah rusak dan pemanfaatannya lebih banyak sebagai makanan penutup mulut karena rasanya yang segar. Potensi penganeka ragaman produk pangan dengan bahan baku sebenarnya cukup banyak namun sampai dengan saat ini masih belum berkembang. Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan memanfaatkan ektrak buah nanas melalui fermentasi bakteri Acetobacter Xylinum untuk membentuk polisakarida akstraseluler (nata) sebagai hidangan non energi yang biasa kita kenal Nata de pina, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak buah nanas untuk dijadikan hidangan Nata de pina. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nata de pina memiliki nilai pH sebesar 4,7 dan kadar air sebesar 98,08% sudah memenuhi syarat mutu berdasar SNI nata. Hasil uji organoleptik terhadap 30 panelis menunjukkan bahwa sebagian besar panelis menyukai rasa, warna, aroma, dan tekstur Nata de pina yang dihasilkan.