Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 201-220 of 231

Analytics

Feni Nur Aini; Amir Mahmud; Wiwin Ainis Rohtih; Mukhid Mashuri

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Berdo’a adalah bentuk ibadah utama dalam Islam yang memiliki peranan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Berdo’a juga bukan hanya sekedar permintaan kepada Allah SWT saja, akan tetapi dengan melakukan berdo’a juga termasuk bentuk interaksi antara hamba dengan Tuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep afirmasi dalam do’a berdasarkan pandangan Al-Qur’an dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Penelitian dilakukan melalui studi kepustakaan dengan metode deskriptif-kualitatif, dengan sumber data utama berupa Al-Qur’an serta tafsir-tafsir rujukan seperti Tafsir Ibnu Katsir, Al-Misbah, dan Tafsir Al-Azhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afirmasi dalam do’aberperan penting dalam membangun kesadaran spiritual serta memperkuat ketahanan mental. Unsur visualisasi tercermin dalam keyakinan yang kokoh dari para Nabi dan hamba-hamba pilihan Allah SWT dalam kisah Nabi Zakariya. Sementara itu, aktualisasi tampak melalui ajakan untuk melakukan amal shaleh dan menunjukkan sikap aktif dalam meraih jawaban atas do’a. Do’a yang diiringi keimanan dan usaha nyata mampu menghadirkan kedamaian batin dan semangat dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini menyarankan agar do’a tidak hanya dipahami sebagai aktivitas ritual semata, melainkan juga sebagai media internalisasi nilai afirmatis yang berperan dalam pembentukan karakter. Afirmasi dalam Al-Qur’an mengajarkan bahwa keyakinan tanpa tindakan tak akan membuahkan hasil. Niai ini relevan dalam menghadapi tantangan hidup masa kini melalui spiritualitas yang kuat dan sikap yang proaktif.

Isna Alvinatu Reza

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

penulisan ini bertujuan untuk membahas tentang tradisi pesantren yang menjadi jembatan terhadap penerapan nilai-nilai medernitas. Modernitas telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya pada aspek teknologi, metodologi pembelajaran, dan kebutuhan kompetensi abad ke-21. Di sisi lain, pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi yang sarat dengan kedalaman spiritual, pembentukan karakter, serta transmisi ilmu-ilmu keislaman klasik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Islam moderat sebagai paradigma yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai tradisi pesantren dengan tuntutan modernitas pendidikan masa kini. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dan  Menggunakan metode studi literatur melalui buku, jurnal, dan penelitian relevan, kajian ini mengungkapkan bahwa Islam moderat tidak sekadar menjadi jalan tengah, melainkan kerangka pemikiran dinamis yang menempatkan tradisi dan modernitas sebagai dua unsur yang dapat saling memperkaya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren seperti adab, kearifan lokal, kedisiplinan, toleransi, dan spiritualitas mendalam sangat kompatibel dengan kompetensi modern seperti literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Ketika keduanya dipadukan secara harmonis, lahirlah model pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan pembentukan identitas keagamaan yang inklusif. Dalam konteks pendidikan saat ini, Islam moderat berperan sebagai fondasi yang mendorong peserta didik untuk bersikap terbuka terhadap perubahan, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang autentik. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan Islam moderat dalam lembaga pendidikan, termasuk pesantren dan sekolah umum, merupakan strategi penting untuk mencetak generasi yang religius, toleran, adaptif, dan siap menghadapi dinamika global.

Isna Alvinatu Reza; Muhammad Farih

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada era modern menghadapi tantangan kompleks, khususnya terkait munculnya kecenderungan pemahaman keagamaan yang bersifat ekstrem, baik dalam bentuk tekstualisme yang kaku maupun liberalisme yang mengabaikan batas-batas metodologis. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan pembelajaran yang mampu menghadirkan pemahaman Islam yang moderat, kontekstual, dan berakar pada tradisi keilmuan Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji studi Al-Qur’an berbasis moderasi beragama serta pemanfaatan khazanah keilmuan Islam klasik (turāṯ) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, meliputi Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta karya ilmiah yang relevan dengan tema moderasi beragama dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi studi Al-Qur’an yang berorientasi pada nilai-nilai wasathiyah dengan pemanfaatan turāṯ secara kontekstual mampu memperkuat kerangka pembelajaran PAI, baik dari aspek tujuan, materi, metode, maupun evaluasi pembelajaran. Pendekatan ini menempatkan Al-Qur’an tidak hanya sebagai teks normatif, tetapi sebagai sumber nilai yang hidup dan aplikatif dalam membentuk sikap keagamaan peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis moderasi dan turāṯ berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman keislaman yang seimbang, toleran, inklusif, serta adaptif terhadap dinamika sosial dan budaya masyarakat multikultural.

Aldina Fauziyah; Himmah Al Ulya; Muhammad Rofiq

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Perkembangan teknologi digital telah menjadikan media sosial, khususnya Instagram, sebagai ruang baru bagi ekspresi dan interaksi keagamaan. Salah satu fenomena yang menonjol adalah banyaknya konten self-reminder Islami yang dikemas dalam bentuk visual dan teks singkat bernuansa spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbol dalam konten self-reminder Islami di Instagram melalui perspektif interaksionisme simbolik dan modernisme, serta relevansinya terhadap penguatan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) moderat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap sepuluh postingan self-reminder Islami dari akun @jasminealzhahras, @dawuhguru, dan @halimahalaydrus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi digital berupa teks, caption, elemen visual, dan komentar pengguna, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, pengkodean, dan interpretasi simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol self-reminder Islami dimaknai secara subjektif dan reflektif oleh penggunanya melalui interaksi sosial digital seperti like, comment, dan share. Dalam konteks modernisme, self-reminder Islami menawarkan pola keberagamaan yang personal, sederhana, dan sesuai dengan ritme kehidupan masyarakat digital. Konten tersebut juga memuat nilai-nilai moderasi Islam seperti keseimbangan, kelembutan, dan sikap tidak menghakimi. Dengan demikian, self-reminder Islami tidak hanya berfungsi sebagai motivasi spritual, tetapi berperan sebagai media dakwah modern yang mendukung penguatan.

Shofiyyatul Fuadah; Muhammad Farih

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini membahas penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) moderat melalui pendekatan living turats. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam mengandung nilai-nilai moderasi seperti toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), keadilan (‘adl), dan sikap tengah (wasathiyyah).Pendekatan living turats menekankan penghidupan kembali khazanah keilmuan Islam klasik seperti kitab tafsir, fikih, dan akhlak dalam konteks pendidikan kontemporer.Melalui pendekatan ini, PAI tidak hanya bersifat normatif-doktrinal, tetapi juga kontekstual, inklusif, dan responsif terhadap realitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan analisis deskriptif-kualitatif terhadap sumber Al-Qur’an, tafsir klasik, dan literatur pendidikan Islam.

Shofiyyatul Fuadah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Islam di Indonesia berkembang dengan karakter yang moderat, toleran, dan adaptif terhadap budaya lokal. Corak keberagamaan tersebut merupakan hasil dari proses historis yang panjang, di mana ulama Nusantara memainkan peran sentral dalam transmisi dan internalisasi ajaran Islam. Salah satu instrumen utama yang digunakan oleh ulama Nusantara dalam membentuk wajah Islam moderat adalah kitab kuning yang diajarkan di pesantren. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran ulama Nusantara dan kitab kuning dalam membangun serta menjaga moderasi beragama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi keilmuan ulama Nusantara yang berakar pada kitab kuning telah berhasil menanamkan nilai-nilai tawassuth (moderasi), tasamuh (toleransi), dan tawazun (keseimbangan), yang menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kehidupan beragama yang damai dan harmonis di tengah masyarakat Indonesia yang plural.

Shofiyyatul Fuadah; Ali Ahmad Yenuri; Moch. Bachrurrosyadi Amrulloh

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan Islam moderat merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan keseimbangan antara pemahaman keagamaan yang normatif dengan realitas sosial yang majemuk. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama melalui kearifan lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan Islam moderat berbasis kearifan lokal di pesantren dengan menelaah nilai-nilai dasar, tradisi, serta praktik pendidikan yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan ta’adul terinternalisasi melalui tradisi pesantren, keteladanan kiai, serta praktik pendidikan yang dialogis dan inklusif. Pendidikan Islam moderat berbasis kearifan lokal di pesantren berkontribusi dalam membentuk karakter santri yang religius, toleran, dan adaptif.

Shofiyyatul Fuadah; Maftuh

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan formal dan nonformal, tetapi juga sebagai sistem sosial yang hidup dan dinamis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pesantren menggunakan pendekatan teori sistem dengan menekankan tiga komponen utama, yaitu input, proses, dan output. Pendekatan ini digunakan untuk memahami bagaimana pesantren mengelola sumber daya manusia, nilai-nilai, dan tradisi keilmuan dalam rangka membentuk santri yang berilmu, berakhlak, dan berperan sosial. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah literatur tentang teori sistem, pendidikan Islam, dan pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren dapat dipahami sebagai sistem pendidikan sosial yang saling terkait antara unsur kiai, santri, kurikulum, lingkungan sosial, serta nilai-nilai keislaman yang membentuk karakter dan kompetensi lulusan pesantren.

Ummatul Khoiroh

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Islam moderat merupakan pendekatan keagamaan yang menekankan prinsip keseimbangan (wasathiyah), toleransi, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Dalam konteks masyarakat multikultural, Islam moderat memiliki peran strategis sebagai pilar perdamaian dan toleransi beragama. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep Islam moderat serta relevansinya dalam membangun hubungan harmonis antarumat beragama. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, buku, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam moderat, seperti sikap inklusif, dialog antaragama, serta penolakan terhadap ekstremisme, mampu mencegah konflik keagamaan dan memperkuat kohesi sosial. Dengan demikian, penerapan Islam moderat menjadi landasan penting dalam menciptakan kehidupan beragama yang damai, toleran, dan berkeadaban di tengah dinamika sosial masyarakat modern.

Ummatul Khoiroh; Muhammad Farih

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Konsep moderasi Islam merupakan cerminan dari keseimbangan dan keadilan dalam memahami serta mengamalkan ajaran agama. Prinsip ini tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan memiliki akar yang kuat dalam proses historis turunnya Al-Qur’an. Artikel ini berupaya mengkaji nilai-nilai moderasi Islam melalui pendekatan historis dan mikro, khususnya dengan menelaah sebab-sebab nuzul (asbāb al-nuzūl) ayat-ayat Al-Qur’an. Dengan memahami konteks sosial, politik, dan keagamaan pada masa Nabi Muhammad saw., dapat terlihat bahwa wahyu Al-Qur’an hadir secara bertahap sebagai respons terhadap realitas yang dihadapi umat, dengan menekankan prinsip keseimbangan, toleransi, dan keadilan. Analisis ini menunjukkan bahwa moderasi bukan sekadar ajaran normatif, tetapi juga merupakan strategi ilahiah dalam membentuk karakter umat yang wasath (pertengahan) dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Alfin Camelia; Siti Khoirun Nisa; Muhammad Farih

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk sikap keberagamaan peserta didik yang moderat, toleran, dan berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an. Tantangan globalisasi, radikalisme, serta krisis moral menuntut pengembangan PAI yang tidak hanya normatif-doktrinal, tetapi juga kontekstual dan relevan dengan realitas sosial. Artikel ini bertujuan mengkaji studi Al-Qur’an dan penerapannya dalam PAI moderat dengan pendekatan landing turats, yakni upaya membumikan khazanah klasik Islam agar dapat dipahami dan diaplikasikan secara kontekstual dalam pembelajaran modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) terhadap sumber-sumber Al-Qur’an, kitab turats, literatur moderasi beragama, serta kebijakan pendidikan Islam di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi dalam Al-Qur’an, seperti wasathiyyah, tasamuh, tawazun, dan i’tidal, memiliki landasan yang kuat dan relevan untuk dikembangkan dalam PAI. Penerapan landing turats memungkinkan integrasi antara teks klasik dan kebutuhan pedagogis kontemporer, sehingga pembelajaran PAI tidak terjebak pada konservatisme tekstual maupun liberalisme ekstrem. Evaluasi pembelajaran PAI moderat perlu dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, dengan menekankan internalisasi nilai moderasi dalam sikap dan perilaku peserta didik. Dengan demikian, studi Al-Qur’an yang kontekstual dan evaluasi pembelajaran yang tepat dapat memperkuat peran PAI sebagai sarana pembentukan karakter Islam moderat di lembaga pendidikan.

Sofiatul Khusnah; M.Mukhid Mashuri; Amir Mahmud; Wiwin Ainis

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya angka bunuh diri yang merupakan isu kompleks yang sering kali terkait dengan Kesehatan mental, terutama regulasi emosi yang buruk. Al-Qur'an sebagai sumber ajaran Islam memberikan panduan yang relevan untuk memahami fenomena ini. Penelitian ini bertujuan memberi Solusi untuk pencegahan kejadian bunuh diri pada masa zaman sekarang ini, yang bersumber dari Al-Qur’an Metode penelitian ini menggunakan metode maudhu’i (tematik) yakni mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an terkait emosi, kesehatan mental, dan nilai kehidupan. Pengumpulan data penelitian ini melalui kajian literatur tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur psikologi modern tentang regulasi emosi. Dan pendekatanya memanfaatkan teori-teori psikologi kontemporer untuk memahami konsep regulasi emosi.

Dini Nur Islami; Muhammad Farih

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini menganalisis keterkaitan antara moderasi beragama dan konteks mikro ‎asbāb al-nuzūl al-Qur’an. Selama ini, diskusi moderasi lebih banyak dipahami dari ‎sisi teologis atau sebagai konsep kontemporer, padahal nilai-nilai moderasi memiliki ‎akar historis yang kuat dalam proses turunnya wahyu. Penelitian ini menggunakan ‎studi kepustakaan dengan menggabungkan literatur tafsir klasik (al-Ṭabarī, Ibn ‎Kathīr, al-Wāḥidī), ulūm al-Qur’an, serta kajian kontemporer seperti Susfita (2015) ‎yang membedakan sabab nuzūl makro dan mikro. Temuan penelitian menunjukkan ‎bahwa peristiwa-peristiwa kecil pada masa Nabi, seperti konflik antarindividu, ‎kesalahpahaman, pertanyaan para sahabat, dan insiden sosial, sering kali melahirkan ‎ayat yang memuat pesan kedamaian, keadilan, proporsionalitas, dan anti-‎ekstremisme. Dengan demikian, moderasi bukan hanya nilai abstrak, tetapi respons ‎historis Qur’an terhadap dinamika sosial yang konkret. Artikel ini menawarkan ‎landasan historis etis yang dapat memperkaya wacana moderasi Islam di era ‎kontemporer.‎

Dini Nur Islami; Muhammad Arif Syihabuddin

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan Islam di masa kini dihadapkan pada tantangan besar, yakni krisis moral ‎dan spiritual yang muncul akibat dominannya pendekatan pembelajaran yang hanya ‎menekankan aspek kognitif praktis, sementara pembinaan dimensi batin siswa ‎kurang mendapat perhatian. Situasi ini mendorong perlunya paradigma pendidikan ‎yang lebih menyeluruh, bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan ‎juga membentuk kalbu. Tulisan ini bermaksud menganalisis dan mengembangkan ‎gagasan pendidikan kalbu dari Imam Al-Ghazali sebagai dasar teoretis bagi ‎pendidikan Islam. Penelitian ini menerapkan metode kajian pustaka dengan ‎pendekatan deskriptif analitis. Sumber utama berasal dari karya-karya Al-Ghazali, ‎khususnya Ihya’ ‘Ulum al-Din, yang diperkuat oleh artikel jurnal dan buku ‎akademik terkait. Dari kajian tersebut, terungkap bahwa konsep pendidikan kalbu ‎menurut Al-Ghazali memosisikan kalbu sebagai inti kesadaran moral dan spiritual ‎manusia. Proses pendidikan ini difokuskan pada tazkiyat al-nafs melalui tahapan ‎takhalli, tahalli, dan tajalli, sehingga cocok diterapkan dalam pendidikan Islam masa ‎kini untuk memperkuat karakter serta spiritualitas peserta didik.‎

Juliana; Abdullah; Muh Natsir Siola

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep trilogi kecerdasan yang meliputi kecerdasan intelektual (Intellectual Quotient/IQ), kecerdasan emosional (Emotional Quotient/EQ), dan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient/SQ), serta menganalisis keterkaitannya dengan wahyu dalam perspektif Islam. Fokus kajian diarahkan pada pemahaman hakikat masing-masing kecerdasan, peran wahyu dalam mengarahkan potensi manusia, serta implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam yang holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder berupa Al-Qur’an, hadis, serta literatur ilmiah yang relevan dengan tema kecerdasan dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IQ, EQ, dan SQ merupakan potensi manusia yang saling terintegrasi dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Wahyu berperan sebagai pedoman utama yang mengarahkan penggunaan ketiga kecerdasan tersebut agar berjalan selaras dengan nilai tauhid dan akhlak. IQ berfungsi untuk memahami kebenaran, EQ menginternalisasi nilai moral dalam interaksi sosial, sedangkan SQ menjadi pengendali utama yang memberikan makna spiritual terhadap seluruh aktivitas manusia. Integrasi trilogi kecerdasan berbasis wahyu dalam pendidikan Islam terbukti penting untuk membentuk insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kuat secara spiritual, sehingga mampu menjalankan perannya sebagai khalifah di bumi secara bertanggung jawab.

Irma Suryani Arfah; Nur Riswandy Marsuki

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Media sosial telah menjadi ruang interaksi utama masyarakat, namun penggunaannya juga menimbulkan berbagai persoalan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi hukum pengguna media sosial serta penerapannya dalam praktik bermedia sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengguna media sosial yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi hukum pengguna media sosial masih bersifat parsial dan reaktif, terbatas pada jenis pelanggaran tertentu yang sering muncul dalam wacana publik. Terdapat kesenjangan antara pengetahuan hukum dan praktik bermedia sosial, di mana pengguna tetap melakukan tindakan berisiko meskipun mengetahui adanya konsekuensi hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi hukum belum terinternalisasi secara optimal, sehingga diperlukan penguatan literasi hukum digital yang terintegrasi dengan literasi digital untuk mendorong penggunaan media sosial yang bertanggung jawab.

Nur Andini, Cindy; Ira Hasianna Rambe; Abdan Shiddiq Firdaus; Evan Aulia Adam; Seika Delia +2 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial Instagram dalam membentuk citra Destinasi Wisata Braga di kalangan Generasi Z. Jalan Braga merupakan kawasan wisata heritage perkotaan yang memadukan nilai sejarah, estetika visual, dan aktivitas hiburan modern, sehingga relevan dengan preferensi visual dan gaya berwisata Generasi Z sebagai digital natives. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap 15 informan Generasi Z berusia 17–23 tahun yang berasal dari Kota Bandung maupun luar Kota Bandung dan merupakan pengguna aktif Instagram, serta didukung oleh studi kepustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Visual Grammar dari Kress dan van Leeuwen yang mencakup representational meaning, interactive meaning, compositional meaning, dan multimodality. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan dalam membentuk citra Wisata Braga sebagai kawasan yang estetik, ikonik, dan cocok untuk wisata maupun nongkrong. Konten visual berupa foto dan video reels, penggunaan musik, serta interaksi melalui kolom komentar menjadi faktor utama yang memengaruhi persepsi Generasi Z. Namun, temuan juga menunjukkan bahwa Instagram bukan satu-satunya media pembentuk citra, karena platform lain seperti TikTok turut berperan signifikan dalam proses pencarian informasi wisata. Dengan demikian, pembentukan citra Destinasi Wisata Braga di kalangan Generasi Z bersifat multiplatform, dengan Instagram berfungsi sebagai media pendukung yang memperkuat representasi visual dan pengalaman wisata di ruang digital.

Ahmad Jihad Al-Fannani; Riska Five Cahyaningsih; Latif Farichah Chilmi; Aisyah Suhro Wardiyah; Dwi Ridha Rahmawati +1 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini bertujuan mengkaji literasi ekologis dalam perspektif Al-Qur’an. Spesifikiasi yang dituju dalam artikel ini pada tafsir dari surah al-Mu’minun, yang memiliki fokus pada hubungan antara ekosisitem dan biologis. Q.S. Al-Mu’minun mengisyaratkan kepada umat manusia atas nikmat yang telah diberi oleh Allah SWT berupa air, entah itu melalui hujan, mata air, sumber air bawah tanah, dan sebagainya. Serta penggambaran kebesaran Allah melalui berbagai fenomena alam yang menakjubkan. Dalam surat ini secara tidak langsung Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu menjaga alam, menjaga hubungan dengan alam. perintah Allah bukanlah sekedar perintah belaka, melainkan juga sebagai peringatan kita akan kepedulian terhadap alam. Metode pada penulisan artikel ini menggunkan kajian studi Pustaka (Library Research). Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui buku, artikel, jurnal, website resmi, serta media platform. Hasil studi mengindikasikan bahwa pemahaman ekologis dalam interpretasi Al Quran tidak hanya krusial untuk aspek spiritual, tetapi juga sebagai landasan untuk tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran yang lebih baik tentang ekologi di kalangan umat Muslim.

Alvina Dwi Natasya; Widya Fitra Firmansyah; Siti Aqila Mahmoodatun Nisa; Muhammad Labib; Nurmalia Lusida +1 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pelaksanaan haji dan umrah adalah bagian dari amalan ibadah syariat Islam yang mempunyai posisi yang utama, walau ada perbedaan pada landasan hukum serta waktu pelaksanaannya. Haji termasuk rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat kemampuan bagi fisik dan finansial kurang lebih sekali seumur hidup. Seementara itu, umrah yang berstatus hukum sunnah, memiliki keistimewaan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kajian ini bermaksud untuk membahas ibadah haji dan umrah dalam perspektif sejarah fikih, dampak sosial dan spiritual bagi individu dan masyarakat Muslim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, buku referensi, serta jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah aspek hukum Islam, akibat sosial dan spiritual dari ibadah haji dan umrah. Hasil pembahasan ini menjelaskan bahwa kedua ibadah tersebut berpengaruh besar dalam menciptakan kesadaran rohani, menanamkan nilai tauhid, kesetaraan, dan pengorbanan, serta memperkuat persatuan umat Islam dari berbagai latar belakang. Perbedaan status hukum antara haji dan umrah juga memberikan fleksibilitas bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Muhammad Hibban Ataridan Hambal Arifin; Muhammad Rifhad Avicenna; Sarah Azizah Agustin; Andriyani

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan Agama Islam di sekolah memegang peranan penting dalam membangun iman, ketakwaan, dan karakter siswa. Salah satu komponen krusial dalam kurikulum PAI adalah fiqh ibadah yang menyusun langkah-langkah pelaksanaan ibadah mahdhah, termasuk shalat, puasa, zakat, dan haji. Namun, dalam praktiknya, pengajaran fiqh ibadah di sekolah cenderung mengandalkan pendekatan teoritis dan kognisi, yang berakibat pada pemahaman yang tidak sepenuhnya diikuti dengan praktik ibadah yang sadar dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami secara menyeluruh definisi fiqh ibadah serta mengevaluasi strategi dan metode pengintegrasian fiqh ibadah dalam pembelajaran PAI di sekolah agar proses belajar menjadi lebih relevan, berarti, dan mudah diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Informasi diperoleh melalui analisis berbagai sumber fiqh, buku pendidikan Islam, artikel dari jurnal nasional dan internasional yang relevan, serta dokumen kurikulum PAI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian fiqh ibadah melalui pendekatan kontekstual, pembelajaran yang berfokus pada praktik, dan contoh baik dari guru dapat meningkatkan baik pemahaman maupun praktik ibadah siswa. Oleh karena itu, pengintegrasian fiqh ibadah menjadi aspek yang sangat penting dalam menciptakan pembelajaran PAI yang komprehensif dan berfokus pada pengembangan karakter religius.