ULAMA NUSANTARA DAN KITAB KUNING SEBAGAI FONDASI ISLAM MODERAT DI INDONESIA

Abstract
Islam di Indonesia berkembang dengan karakter yang moderat, toleran, dan adaptif terhadap budaya lokal. Corak keberagamaan tersebut merupakan hasil dari proses historis yang panjang, di mana ulama Nusantara memainkan peran sentral dalam transmisi dan internalisasi ajaran Islam. Salah satu instrumen utama yang digunakan oleh ulama Nusantara dalam membentuk wajah Islam moderat adalah kitab kuning yang diajarkan di pesantren. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran ulama Nusantara dan kitab kuning dalam membangun serta menjaga moderasi beragama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi keilmuan ulama Nusantara yang berakar pada kitab kuning telah berhasil menanamkan nilai-nilai tawassuth (moderasi), tasamuh (toleransi), dan tawazun (keseimbangan), yang menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kehidupan beragama yang damai dan harmonis di tengah masyarakat Indonesia yang plural.
Keywords
How to Cite

Shofiyyatul Fuadah (2026). ULAMA NUSANTARA DAN KITAB KUNING SEBAGAI FONDASI ISLAM MODERAT DI INDONESIA. Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 5(1).

Shofiyyatul Fuadah, "ULAMA NUSANTARA DAN KITAB KUNING SEBAGAI FONDASI ISLAM MODERAT DI INDONESIA," Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, vol. 5, no. 1, 2026.

Shofiyyatul Fuadah. "ULAMA NUSANTARA DAN KITAB KUNING SEBAGAI FONDASI ISLAM MODERAT DI INDONESIA." Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, vol. 5, no. 1, 2026.

Shofiyyatul Fuadah. "ULAMA NUSANTARA DAN KITAB KUNING SEBAGAI FONDASI ISLAM MODERAT DI INDONESIA." Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 5, no. 1 (2026).

Shofiyyatul Fuadah (2026) 'ULAMA NUSANTARA DAN KITAB KUNING SEBAGAI FONDASI ISLAM MODERAT DI INDONESIA', Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 5(1).

Shofiyyatul Fuadah. ULAMA NUSANTARA DAN KITAB KUNING SEBAGAI FONDASI ISLAM MODERAT DI INDONESIA. Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya. 2026;5(1).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal