SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

30,855 articles from 386 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-19 of 19

Analytics

Diwa, Flowrensia Asa; Belawan, Marcelina Bulan; Rachmah, Zahrotul Laila; Hariyanto, Nico; Silintowe, Yunita Budi Rahayu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Grobbak Korea merupakan salah satu UMKM yang ada di Kota Salatiga yang membutuhkan pendampingan dalam pemanfaatan media sosial dan platform online untuk meningkatkan pemasaran digitalnya. Permasalahan utama adalah kurangnya pemanfaatan media digital secara optimal, serta tidak adanya strategi konten yang konsisten dan terarah. Kegiatan pendampingan dilakukan pada tanggal 27 April 2025 - 9 Juni 2025. Media sosial yang dikembangkan antara lain melalui Instagram dan TikTok. UMKM Grobbak Korea juga melakukan promosi produk Grobbak Korea melalui Website dan Linktree. Dari kegiatan yang dilakukan terbukti dapat membantu memberikan dampak positif dalam pemasaran UMKM. Aktivitas seperti pengaktifan kembali akun media sosial, pembuatan konten terjadwal, pengunggahan foto produk serta pembuatan Website dan Linktree tersebut mampu meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Peningkatan jumlah pengikut Instagram dan video konten di platform TikTok telah menunjukkan bahwa media sosial menjadi solusi efektif pemasaran digital bagi UMKM.

Candrakristawan, Wisnu Aditya; Noventari, Widya; Setyaningsih, Nunung; Utama, Annisa Eka; Famelia, Alina Azka +3 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Era digital membawa tantangan sekaligus peluang dalam pelestarian budaya lokal. Desa Ngaru-Aru, yang kaya akan warisan budaya seperti Tari Topeng Ireng, menghadapi kendala dalam promosi budaya akibat kurangnya dokumentasi dan media digital yang representatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan website bundaru.com sebagai media edukasi dan promosi seni budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan FGD dengan pihak-pihak yang terkait. Hasil dari kegiatan ini meliputi peningkatan literasi digital, partisipasi aktif generasi muda, penguatan identitas budaya melalui platform digital dan sarana promosi kebudayaan. Website ini tidak hanya menyajikan informasi tentang sejarah dan filosofi Tari Topeng Ireng, tetapi juga menyediakan galeri, jadwal acara, profil komunitas seni lokal dan kontak dari setiap komunitas atau penggiat seni. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi strategi efektif dalam pelestarian budaya, sekaligus memperkuat ekosistem sosial dan ekonomi desa berbasis budaya.

Retnoningrum; Resihono , Legowo Dwi; Sarjana Rini, Luluk Takari; Hutami , Sri; Sri Rahayu, Bakti +2 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

This community service program focuses on enhancing digital marketing capabilities for the Kroket Keraton MSMEs in Tohudan Village, Colomadu, Central Java.  Kroket Keraton  MSMEs, which have traditionally relied on conventional sales,  have faced challenges  in reaching  a wider market and increasing sales. Through this program, intensive training and mentoring on digital marketing strategies were provided,  including the use of social media, creating  engaging content, search engine optimisation (SEO), and digital ad management. The results of this program showed a significant increase in the digital marketing knowledge and skills of MSME actors,  as well as  an increase in sales  and  market reach. Additionally, this program helped build brand awareness and customer loyalty through more effective and efficient digital marketing approaches.   Thus,  this community service program is expected to serve as a model for empowering other MSMEs in facing the challenges of the digital era.

KURNIAWATI, ESTETIKA MUTIARANISA; Sangka, Khresna Bayu; Chayati, Nur; Rizki , Saktiana

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

A foundation is a non-profit organization operating in the fields of religion and education, with its primary funding coming from public donations in the form of alms and charity. Although it is not intended to generate profit, a foundation must still address financial aspects and prepare financial reports in accordance with applicable standards to ensure accountability to the public. Good financial management involves budgeting, cash flow management, expense oversight, transparent financial reporting, and financial report analysis. The main issue faced by Yayasan Cipta Solo Berbagi is ineffective financial management, with financial reports being simple ledgers and not compliant with ISAK 35 standards. The Pustapako community service team collaborated with Yayasan Cipta Solo Berbagi to address this issue through a series of activities, including focus group discussions (FGDs), training, and the implementation of a web-based accounting information system. The results indicate that by applying appropriate accounting standards and using a suitable accounting information system, the foundation can produce more transparent, accurate, and comprehensible financial reports. The foundation's management now has improved capabilities in financial management, enhancing donor and public trust. This program also opens opportunities for similar programs in the future with more in-depth material and long-term support programs for foundations.  Keywords: Non-profit foundation, financial management, financial reporting, ISAK 35, accountability, accounting information system, training, community service

Utami, Ni Made Verayanti; Putu Desi Anggerina Hikmaharyanti; I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini3; Ni Nyoman Deni Ariyaningsih; Gede Irwandika

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

This community service assesses the Tourism Awareness Community in Jatiluwih Village, Tabanan-Bali, focusing on their use of social media for digital promotion. The group utilizes Instagram and Facebook for this purpose. Challenges observed include ineffective promotional language and limited understanding of tourism marketing tools among community members. The intervention provided copywriting and SEO training, covering basics, English usage, persuasive language, and AI integration for content creation on both the village's website and social media. The approach involves observation, interviews, and evaluation. Consequently, the community has shown improvement in understanding copywriting strategies, enhancing their digital promotion efforts on their social media accounts.

Sari, Putri Oktovita

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The emerging issue in the latest technological advancements has become the most powerful mechanism for advancing living standards and environmental sustainability in the era of the 4.0 revolution, leading to the Society 5.0 era. The combination of technology, which also focuses on humans, will be balanced to advance economic growth. PT Jaya Selalu Juwana, located in Central Java, is a cold storage company engaged in the export of fresh products. This dedication to society is expected to increase knowledge and utilize technological advancements packaged through an application called "budgeting" that can be used to increase the revenue of PT Jaya Selalu Juwana, Central Java. In the future, PT Jaya Selalu Juwana, Central Java, can also analyze business activities ranging from income planning to projecting profit/loss through budgeting software applications that can be downloaded through the web or the Play Store and App Store.

Febrian, Nathaniel; Megarityonisty, Chrisyela Merta; Diajeng Widya, Tekla Rindu; Dethan, Adeleida; Marito Sihotang, Hellen Adriana +1 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat pada UMKM ini yaitu untuk meningkatkan optimalisasi pemanfaatan platform digital. House of Duren merupakan UMKM yang membutuhkan bantuan berupa pelatihan dan pendampingan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan materi pelatihan dan pendampingan terkait optimalisasi media sosial dan merancang website UMKM House Of Duren. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan dan pendampingan dalam merancang content plan menggunakan Google Spreadsheet, membuat desain konten menggunakan aplikasi Canva, dan mengembangkan website menggunakan Google Sites. Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga nantinya House of Duren dapat secara mandiri terus melakukan perencanaan, perancangan, dan pemeliharaan konten & website.

Pratama, Abraham Yoga; Pambudi, Zefanya Albert; Magrita, Christeyssa; Sakti, Imanuel Madea

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2023 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The online presence of MSMEs on various digital platforms is now a necessity. Two of them are social media and websites as digital marketing media. However, many MSMEs have limited understanding and capabilities regarding digital marketing. This community service activity occurred at UMKM Amadonathi, a donut culinary business in Salatiga City. These activities include training and assistance in designing content plans using Google Spreadsheets, creating content design using Canva, and developing websites using Google Sites. In addition, this activity was carried out pre-test and post-test to see the results before and after the training and mentoring activities. The results show an increase in the understanding of business actors about digital marketing. It is hoped that the results of activities in content plan, content design, and website can be continued and developed by Amadonathi’s business actors independently in the future.

marwati, ithri Setya Marwati

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

MSMEs are the most important pillars in the Indonesian economy. The most famous copper craft center in Indonesia is Tumang Village, Cepogo, Boyolali, Central Java. It is called a craft center because of the local residents, some of whom are copper craftsmen. The problems that occur are the limited information technology and the ability to access technology and information from outside, as well as management that has not been implemented properly that can support the craftsman development program, both from the point of view of the professionalism of its human resources as well as in terms of product development, craft design equipment and management. In addition, sales systems and data processing are still carried out conventionally, resulting in limited marketing opportunities and transaction processing. The lack of literacy of SMEs towards information technology is the cause. Only about 25% of all business actors in Tumang have utilized technology for marketing and financial management. The implementation of this Community Service is intended to provide socialization and training as well as assistance to improve skills and knowledge for craftsmen to market their products on a global scale and provide electronic sales applications for craftsmen so that customers can get information quickly, and can make online shopping transactions. As well as a digital accounting information system that will increasingly provide convenience in creating accountable, transparent, and secure financial reports. This PKM activity was carried out by the Community Service Team (PKM) from the Management Economics Study Program at the Islamic University of Batik Surakarta through the 2021 Matching Fund grant. The PKM activity was aimed at brass and copper metal craftsmen in Tumang, Cepogo Boyolali. The methods used are socialization, training, and mentoring. The results of PKM activities are technological innovations in the form of a Marketplace Application called "Javacraft", which is a web application developed by the Islamic University of Surakarta Batik as an online sales medium or as a sales medium for MSMEs of local Indonesian handicrafts, especially copper or brass crafts in Tumang Boyolali, handicraft products and sales processing facilities. In addition, PKM activities also include socialization about digital marketing (e-commerce) and Accounting Information Systems (SIA), training and assistance in using the "Javacraft" Marketplace Application to support sales of brass and copper metal crafts in Tumang. Â

Achsin, Muhaimin; Parmawati, Rita; Wahyudi , Johan; Iqbal, Zaqlul

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The development of a village information system must be done because it is mandated by Law no. 6 of 2014 concerning villages, especially article 86. In article 86 point (2), it states that "the government and regional governments are obliged to develop a village information system and rural area development," and in point (3), "the village information system as referred to in paragraph (2) includes facilities hardware and software, networks, and human data sources”. Brawijaya University's strategic community service team developed an information system in Sumberbrantas village, Batu City, in the form of websites and applications, as well as capacity building. The methods used are survey, observation, brainstorming, youth involvement, data collection, creating website & application, training, and launching as well as socialization. The purpose of making the Sumberbrantas.id website and application is an information system, service, product marketing place, information delivery, government activities and villagers, as well as supporting the development of tourism in Sumberbrantas village. This community service activities take place in Sumberbrantas from June to October 2022.   Keywords: Information system, Sumberbrantas Village, Website & Application  

wijianto, wijianto; triastuti, rini; raharjo, raharjo; Nuryadi, Muhammad Hendri; haryati, sri

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pembelajaran online dampak pandemi memberi kesulitan terhadap guru dalam merancang rencana pelaksanaan pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran sikap kewarganegaraan. Ditambah perkembangan tekhnologi dan kebijakan perlu ditindaklanjuti dengan tindak nyata di lapangan. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa guru guru masih mengalami kendala dalam menyikapi kebijakan yang ada terkait konstruksi rencana pelaksanaan pembelajaran. Solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan tersebut adalah workshop dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun desain instruksional berdasarkan kebijakan terbaru (RPP 3 Komponen) menggunakan aplikasi guna penguatan sikap kewarganegaraan siswa. Diakhir pelatihan diharapkan guru dapat menghasilkan satu RPP berupa e-RPP yang berdasar pada oreintasi sikap kewarganegaraan. Metode kegiatan berupa workshop secara  daring menggunakan web meeting zoom,channel youtube, google classroom, dan aplikasi  e RPP. Luaran pengabdian berupa prosiding isbn/ jurnal issn, video dan publikasi  media online.

Anwar, Fuad; Yunianto, Mohtar; Purnomo, Fendi Aji

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Wonorejo Village, which is located in the Polokarto District, Sukoharjo Regency, is one of the central villages for convection products, almost 75% of the population is entrepreneurs in the convection business, the decline in turnover has been very significant since the Covid 19 pandemic in mid-2020, the most affected is in the product marketing process. company results. Initial efforts to restore the economy and increase the bargaining power of the Village have been carried out by initiating development into a Convection Tourism Village. The steps that have been taken are to carry out an inventory of convection throughout the village and develop a marketplace, the results obtained are that 80 convection businesses have been recorded and an e-commerce web has been created whose address is wisatakonveksi.com, as a follow-up to this effort is to conduct sales process training and socialize the existence of this marketplace.

Sugiaryo, Sugiaryo; Sutoyo, Sutoyo; Syahbani, Toha

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

ABSTRAK Program pengabdian masyarakat ini dilakukan pada guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA Kota Surakarta. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan meningkatkan profesionalitas guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA Kota Surakarta melalui Penelitian Tindakan Kelas pada masa pandemi Covid-19. Dari hasil diskusi, sebagian besar guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA kurang memahami dan belum terbiasa melakukan Penelitian Tindakan Kelas secara baik. Mengingat Penelitian Tindakan Kelas adalah merupakan jenis karya tulis ilmiah yang menjadi salah satu syarat untuk kenaikan pangkat, akibatnya mereka terhambat dalam usulan kenaikan pangkatnya. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah webinar (ceramah dan diskusi) dan pendampingan melalui media sosial WhatsApp (WA). Luaran dari program pengabdian masyarakat ini adalah: (1) Meningkatnya pemahaman guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA tentang penelitian tindakan kelas; (2) Terwujudnya proposal penelitian tindakan kelas; dan (3) Publikasi di jurnal ilmiah. Key Word : Profesionalitas Guru, Penelitian Tindakan Kelas, Pandemi Covid-19

Dahlia, Dahlia; Doyoharjo, Anggo

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

ABSTRACTThis community service activity entitled "Socialization of Law No.13 of 1998 concerning the Welfare of the Elderly" aims to increase awareness of the importance of improving the welfare of the community in the elderly, so that the elderly can achieve increased welfare. This community service activity should be of benefit to various parties, including contributing to more awareness and improvement of the welfare of the elderly, especially in the city of Surakarta. It is the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, especially the third Dharma, and the results can be used as input to LPPM and as a support for other Tri Dharma activities, namely Education and Research. This community service was carried out on-line using the windows-teams facility with about 35 participants. The implementation was carried out by means of webinars using windows-teams due to restrictions on human meetings as a result of the Covid-19 pandemic. Keynote : socialization, welfare, elderly. ABSTRACTKegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Sosialisasi Undang-Undang No.13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut  Usia” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya peningkatan kesejahteran masyarakat pada kelompok lanjut usia, sehingga para lanjut usia nantinya dapat tercapai peningkatan  kesejahteraannya. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini hendaknya bermanfaat kepada berbagai pihak, antara lain memberikan kontribusi untuk lebih menumbuhkan kesadaran dan peningkatan kesejahteraan para lanjut usia, terutama di kota Surakarta.  Merupakan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Dharma ketiga, dan hasilnya dapat menjadi masukan kepada LPPM dan sebagai pendukung kegiatan Tri dharma lainnya yaitu Pendidikan dan Penelitian. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara on-line dengan menggunakan sarana windows-teams dengan peserta sekitar 35 orang. Pelaksanaan dilakukan dengan cara webinar menggunakan  windows-teams karena adanya   pembatasan pertemuan antar manusia sebagai akibat pandemic covid 19. Kata kunci: sosialisasi, kesejahteraan, lanjut usia

Dewi, Septiana Novita; Haryanto, Aris Tri; Wariati, Ambar

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini merupakan pengabdian lanjutan dari proses pengabdian sebelumnyam bahwa di Kelurahan Desa Gebang memiliki potensi untuk ditingkatkan UMKM makanan ringan.  Dengan adanya peningkatan UMKM di Kelurahan Gebang, akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya. Akan tetapi dalam pemasaran produk UMKM masyarakat di Kelurahan Gebang belum diimbangi dengan adanya pemanfaatan alat tekhnologi, sehingga proses pemasaran belum optimal. Hal ini disebabkan karena rata-rata pelaku UMKM memiliki usia yang tidak muda lagi, sehingga perlu pendampingan yang lebih ekstra. Pada saat era milineal ini, semua disajikan secara praktis dan efisien yaitu dengan memanfaatkan tekhnologi informasi. Seperti pemasaran melalui akun facebook, Instagram, website, twitter dan lain-lain. Hal ini bertujuan bahwa dengan menggunakan tekhnologi informasi, semua informasi produk dapat tersampaikan secara luas, baik tingkat nasional maupun internasional. Permasalahan yang utama ketika UMKM tidak memanfaatkan tekhnologi informasi dengan baik adalah mereka hanya bisa menjual produknya secara lokal dan jenis-jenis produk yang dijual tidak tersampaikan secara luas. Dalam mensiatasi kompetensi bisnis di era digital diharapkan seluruh UMKM memahami dan menggunakan digital marketing dengan baik, agar mereka mampu bersaing dengan baik hingga mencapai keunggulan k;ompetitif lebih maksimal. Materi yang diberikan kepada UMKM di Kelurahan Desa Gebang adalah tujuh konsep pemasran ampuh dengan metode digital, diantaranya adalah Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Pembuatan Konten, Mobile Marketing, Email Marketing, Affiliate Marketing, Pemasaran Media SosialUMKM, Digital Marketing, Kelurahan Gebang

Sugiarti, Rara; Margana, Margana; Setiyoko, Nanang

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

UKM Batik Anisa encounters several problems including limited creativity and innovation to create new designs and iconic motifs that can represent regional characteristics, limited variations in batik color, limited market network, marketing strategies, and promotional media for batik products, limited knowledge about tourism and the important role of souvenir, and limited tools and materials that are relevant for initiating the development of new batik motif called pithecanthropus erectus (PE). This is innovative motif that has the potential to become iconic batik product of Ngawi. This activity aims to overcome problem faced by UKM Batik Anisa. Methods include counseling, discussing, training, and assisting. Results of the activity include innovations of new batik design and motifs (pithecanthropus erectus), variation of batik color through diverse combination of color, website to expand market networks, knowledge improvement concerning tourism and opportunities to create iconic souvenirs, and new tools to increase productivity of UKM Batik Anisa. Keywords: batik; design; iconic; pithecanthropus erectus.

Widyahening, Evy Tri; Ma’fiah, Imroatul

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

English learning for children called English for Young Learners (TEYL) is developing in various parts of the world, especially in developing countries including Indonesia. This policy began in Indonesia since the enactment of the 1994 Curriculum, and its implementation continues to be increasingly necessary. This is related to the government's efforts to prepare reliable and quality students, who will be able to compete at the national and international levels. English has become a very important language in the international community. Therefore, everyone is expected to be able to learn, master and understand English well. In Indonesia, English occupies an important priority as the first foreign language that must be studied and mastered by students and has been taught in schools ranging from kindergarten to university level. In learning English, there are four (4) language skills that must be learned by students, namely listening, speaking, reading, and writing. One of the important language skills to be learned by students is speaking. One element of language that needs to be improved to support speaking skills is vocabulary. Vocabulary plays an important role in word recognition. The more English vocabulary that is owned and mastered by students, the better they are at understanding various learning materials delivered in English. Mastery of a large and extensive English vocabulary can also improve students' ability to communicate using English. The introduction of English vocabulary in SDN 01 Suruh Tasikmadu Karanganyar can use learning media that is fun, easy and effective. The learning media is Word Webs. The Word Webs media has the benefit of increasing students' knowledge of English vocabulary and strongly supports speaking skills. Word Webs learning media is a learning media that can be used in the teaching and learning process of English especially Vocabulary. Through this Community Service Activity or Pengabdian Kepada Masyarakat, learning English using Word Webs media at SDN 01 Suruh Karanganyar feels more fun and memorable. This will make students feel enthusiastic and happy in learning English provided by using Word Webs media. This media can also help teachers in teaching English vocabulary to support students' speaking skills with fun.

Aliyah, Istijabul -; Pujiasmanto, Bambang -

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Mountainous areas have a lot of tourism potential, including organic agriculture-based agro-tourism. However, there are still some problems faced by the farming community such as limited skills regarding processing of agricultural products in the form of organic fruits and vegetables as souvenirs typical of mountain tourism. limitation of packaging creativity that meets the health and safety feasibility standards of organic fruits and vegetables as tourist souvenirs that are easily carried by tourists, and marketing of agricultural products in the form of organic fruits and vegetables to attract tourists and the wider community. The methods to be used include methods counseling and training as a means of transfer of knowledge about the processing, packaging and marketing of organic agriculture and the ins and outs of which will be provided to partners, assistance methods to enhance partners' creativity and performance in processing, packaging and marketing agricultural products in the form of organic fruit and vegetables as souvenirs for tourism typical of mountainous areas in the economic development of society and regional tourism, and the provision of packaging equipment to implement packaging that meets hygiene, health and food safety standards, and the creation of a website as a medium for expanding the network to improve a tourist attraction. The targeted results are an increase in skills in processing, packaging, and marketing agricultural products in the form of organic fruit and vegetables as souvenirs typical of mountain tourism, diversification of processed organic plant products as souvenirs typical of an area, the addition of facilities in the form of packaging tools (wrapping mechine) for packaging organic fruits and vegetables so that they are easy to carry as souvenirs for a typical tourist area, the expansion of marketing networks

Eka Tripustikasari, Desty Rakhmawati &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sokaraja merupakan salah satu Kecamatan yang termasuk dalam Kabupaten Banyumas, yang dipimpin seorang Bupati yang bernama Ir. Achmad Husein dan wakil nya yang bernama dr. Budhi Setiawan. Sokaraja selain sebagai pusat menimba ilmu bagi para santri yang berpusat di Masjid Kauman Sokaraja Tengah, tetapi Sokaraja juga sebagai tempat kelahiran pejuang seperti R.Separdjo Roestam, Gatot Soebroto, dan para petinggi lain di Indonesia. Sokaraja sangat terkenal dengan Soto Sokaraja, Batik Sokaraja dan Getuk gorengnya, sehingga kebanyakan mata pencaharian warga Desa Sokaraja sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goreng. Selain bermata pencaharian sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goring, tetapi banyak juga yang bermata pencaharian sebagai produsen tahu. Tahu adalah suatu produk makanan yang dibuat dari hasil penggumpalan protein kedelai. Produksi tahu masih belum dikenal banyak oleh masyarakat luas, dibandingkan dengan produksi getuk goreng, batik dan soto sokaraja yang sudah sangat dikenal masyarakat luas. Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, bisa disebabkan kerena para produsen tahu hanya mampu membuat atau memproduksi tahu tanpa mengetahui bahwa nilai tambah dari produksi tahu itu sangatlah banyak.Seperti penambahan nilai tahu dengan membuat olahan makanan seperti kerupuk, nugget dan yang lainnya, yang nanti bisa dipasarkan.Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, menyebabkan keuntungan dari produksi tahu masih tergolong minim.Karena berdasarkan hasil wawancara dengan produsen tahu, bahwa satu hari keuntungan yang didapat berkisar 100 ribu. Dengan adanya IbM ini diharapkan bisa menambah nilai tambah dari tahu atau ampas tahu dan menambah keuntungan bagi produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Karena rencana kerja dalam program IbM adalah dengan memberikan ketrampilan atau pelatihan bagi para produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas tentang bagaimana caranya agar tahu atau ampas tahu mempunyai nilai tambah yaitu dengan memproduksi tahu atau ampas tahu menjadi kerupuk yang dikemas dengan adanya izin dari Kementerian Kesehatan yang siap untuk didistribusikan atau dipasarkan. Selain itu juga akan dibuatkan aplikasi website atau media sosial via on-line untuk membantu memasarkan produk. Selain itu juga dalam pendistribusian krupuk tahu atau krupuk ampas tahu akan didistribusikan ke warung atau toko sekitar.Kata kunci: Desa Sokaraja Tengah, Produksi Tahu, Produksi Krupuk Tahu dan Produksi Krupuk Ampas Tahu.