Rumah Sakit Umum Daerah dr. Tjitrowardojo Purworejo telah melaksanakan pemusnahan rekam medis tahun 2014 sebanyak 12.000 rekam medis rawat inap, namun sampai saat ini belum dilaksanakan kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak keterlambatan pemusnahan rekam medis rawat inap di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik kualitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Data diperoleh dengan cara wawancara dan observasi. Responden yang diwawancara sebanyak 16 orang. Sampel pendukung rekam medis rawat inap sebanyak 50.016 rekam medis berstatus inaktif dan nonaktif yang belum dimusnahkan pada periode pemusnahan tahun 2019. Hasil penelitian di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo menunjukan bahwa dampak dari keterlambatan pemusnahan rekam medis pada respon time pelayanan yaitu pelayanan menjadi memanjang dan tidak memanjang. Dampak pada kejadian patient safety yaitu pada sasaran I, sasaran II, dan sasaran III. Dampak pada pengajuan klaim BPJS kesehatan yaitu klaim terunda dan klaim tidak tertunda. Disimpulkan bahwa keterlambatan pemusnahan rekam medis berdampak pada respon time pelayanan yaitu pelayanan memanjang karena pasien harus menunggu antrean pendaftaran lebih lama dan pelayanan tidak memanjang karena dibuatkan rekam medis baru. Dampak pada kejadian patient safety yaitu identifikasi menjadi tidak tepat (sasaran I), komunikasi terganggu (sasaran II), dan catatan obat sebelumnya tidak diketahui (sasaran III). Dampak pada pengajuan klaim BPJS kesehatan yaitu klaim tertunda yang mempengaruhi pendapatan rumah sakit dan beban kerja petugas serta klaim yang tidak tertunda berakibat pada kelancaran proses pengajuan berkas klaim.