Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Remaja juga akan berada pada masa kritis, banyak mengalami masalah termasuk perasaan yang tidak stabil dan mood (suasana hati) yang berubah-ubah. Sehingga dapat memberikan dampak stress, cemas, dan mengganggu konsentrasi remaja dalam berfikir. Aktivitas sehari-hari seperti keseringan menggunakan smartphone bisa menjadi pemicu perubahan mood and feeling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat kecanduan smartphone, pengukuran suasana hati dan perasaan, serta hubungan antara kecanduan smartphone dengan perasaan dan suasana hati remaja. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan korelasi deskriptif. Instrumen penelitian menggunakan 2 tahapan kuesioner. Pertama menggunakan kuesioner Smartphone Addiction Scale (SAS) dan kuesioner kedua yaitu Mood and Feeling Question (MFQ) oleh Pengambilan populasi dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan jumlah responden yang di dapat sebanyak 165 orang dengan kriteria usia 10-18 tahun. Uji korelasi dilakukan menggunakan bivariate. Hasil dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone dengan mood and feeling dengan nilai signifikansi 0,505, karena nilai signifikansi >0,05. Kesimpulannya, perubahan mood and feeling merupakan situasi yang kompleks sehingga pemicunya bisa lebih dari satu faktor selain kecanduan smartphone.