Publication Search

95,212 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Aspar, Hukmiyah; RAHMAWATI, RAHMAWATI

Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia 2020 Institut Kesehatan Pelamonia

Menstruasi atau haid adalah perubahan yang fisiologis pada tubuh dalam wanita yang terjadi secara berkala dan yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Menstruasi itu sering diiringi dengan dismenorea dikarenakan pada saat nyeri menstruasi terjadi karena prostaglandin (zat yang menyebabkan otot Rahim berkontraksi). Kondisi ini bertambah parah bila disertai dengan kondisi psikis yang tidak stabil, seperti stres, depresi, cemas berlebihan, dan keadaan yang gembira atau sedih yang berlebihan. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui hubungan skala stres dengan kejadian gejala dismenorea pada Mahasiswa Akbid Pelamonia Makassar. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study (CSS) dengan jumlah populasi sebanyak 51 orang dan jumlah sampel sebanyak 45 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square (Fisher’s Exact Test) diperoleh nilai P = 0,001 < α = 0,05 sehingga Ha di terima dan Ho ditolak, artiya ada hubungan antara skala stres dengan kejadian gejala dimenorea.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 45 responden Mahasiswa dengan skala stres ringan yang mengalami gejala dismenorea ringan sebanyak 23  (95,8%) ,dan mahasiswa yang mengalami skala stres ringan  dengan gejala dismenorea berat sebanyak 1 (4,2%) dengan total 24 (100%) sedangkan mahasiswa dengan skala stres berat yang mengalami gejala disminorea ringan sebanyak 11 ( 52,4%). Stres merupakan salah satu penyebab dismenorea pada mahasiswa sehingga diperlukan manajemen tingkat stres, mengendalikan perasaan dan memberikan edukasi tingkat skala stres pada mahasiswa.

Arifuddin, Asyima; Nikrawati, Nikra

Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia 2020 Institut Kesehatan Pelamonia

Premenstrual Syndrome (PMS) sekumpulan gejala yang terjadi pada wanita sebelum mengalami mentsruasi, yang ditandai dengan gejala berupa nyeri pada payudara dan perubahaan mood. Hal ini dapat dicegah dan ditangani. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) tahun 2020. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara Total Sampling dengan metode analitik  dengan pendekatan Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) dengan jumlah populasi sebanyak 59 orang dan jumlah sampel sebanyak 59 orang dengan diperoleh variable pengetahuan remaja putri p=0,037 < α=0,05, artinya ada hubungan pengetahuan remaja putri terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) dan pada variable sikap remaja putri didapatkan hasil p=0,015 < α=0,05, artinya ada hubungan sikap remaja putri terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) di Desa Kampung Beru, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Tahun 2020. Saran perlunya sosialisasi petugas kesehatan terhadap remaja putri dengan melakukan penyuluhan mengenai Premenstrual Syndrome (PMS) agar remaja putri lebih mengetahui cara menangani dan mencegah terjadinya Premenstrual Syndrome (PMS)

Irwan, Hadriani

Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia 2020 Institut Kesehatan Pelamonia

Cara kerja suntikan 3 bulan diantaranya mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma, menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi, menghambat transportasi gamet oleh tuba, gangguan haid, Gangguan menstruasi merupakan istilah yang merujuk pada kelainan dalam siklus mentruasi. Kelainan ini sangat bervariasi, mulai dari pendarahan berlebihan, nyeri hebat saat menstruasi, kacaunya siklus menstruasi, atau bahkan tidak haid sama sekali Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemakaian alat kontrasepsi KB suntikan 3 bulan terhadap gangguan menstruasi pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan tehnik pengambilan sampel dengan cara total sampling dengan jenis penelitian analitik Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB di Puskesmas Panmbungan dengan jumlah populasi sebanyak 106 orang dan jumlah sampel sebanyak 106 orang dengan hasil penelitian diperoleh variabel pengetahuan ibu p = 0,017< α = 0,05 artinya ada hubungan pemakai alat kontrasepsi KB suntikan 3 bulan dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB. Saran perlunya sosialisasi mengenai gangguan menstruasi bagi pemakai kontrasepsi KB suntikan 3 bulan oleh petugas kesehatan agar masyarakat dapat  memahami dengan baik.  

Widiastini, Luh Putu Widiastini; Karuniadi, I Gusti Agung Manik

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Childbirth is a physiological thing where there is a series of processes that end with the release of the conception by the mother. The labor process is identical with the pain that will be experienced. All women who give birth will experience pain during labor and statistically, labor pain cannot be tolerated by two out of three mothers. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of Pranayama Yoga on First Stage Childbirth Pain. Methods: Pre-experimental research design with one group pretest posttest design. This research will be carried out for first-time active mothers in Midwife Independent Practice in November-December 2018. The sample that will be used in this study are all first-phase active mothers in Midwife Independent Practice in November-December 2018. Results: The results of this study are partly Most respondents experienced severe pain before being given Yoga Pranayama as many as 27 people (90%), and most respondents experienced moderate pain after being given yoga pranayama as many as 16 people (53.3%). The results of this study found that there was an influence of Pranayama Yoga on Active Stage I Stage Pain Pain with a value of p 0.00, indicating there was an influence of Pranayama Yoga on Phase I Active Stage Pain in Midwife Independent Practice with a value of 0.00 <0.05. Conclusion: There is a significant effect of Yoga Pranayama on the Pain of the Active Phase I Labor. ABSTRAK Latar Belakang: Persalinan merupakan hal yang fisiologis dimana terjadi rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses persalinan identik dengan rasa nyeri yang akan dijalani. Seluruh wanita yang melahirkan akan mengalami nyeri selama proses persalinan dan secara statistik rasa nyeri persalinan tidak dapat ditoleransi oleh dua dari tiga orang ibu bersalin. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I. Metode: Desain penelitian praeksperimental dengan one group pretest posttest design. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Ibu bersalin kala I Fase Aktif di Praktik Mandiri Bidan (PMB) pada bulan  November-Desember 2019. Sampel yang akan digunakan pada penelitian ini adalah semua Ibu bersalin kala I Fase Aktif di PMB pada bulan  November-Desember 2019. Hasil: Hasil penelitian ini sebagian besar responden mengalami nyeri berats ebelum diberikan Yoga Pranayama yaitu sebanyak 27 orang (90%), dan sebagian besar responden mengalami mengalami nyeri sedang setelah diberikan yoga pranayama sebanyak 16 orang (53,3%). Hasil penelitian ini mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif dengan nilai p 0,00, menunjukan ada pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB denganp value 0.00 < 0.05. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif.