Difany Nur Safiyanto; Deasy Virka Sari; Laksmita Dewi Adzillina
Latar Belakang: De Quervain Syndrome merupakan gangguan tendon ibu jari akibat gerakan repetitif yang sering dialami gamer sehingga menimbulkan nyeri dan keterbatasan Range of Motion (ROM). Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi kinesiology taping dan terapi latihan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM pada kasus De Quervain Syndrome di komunitas gamer. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 30 responden dengan teknik purposive sampling. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan ROM menggunakan goniometer. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) pada variabel NRS sebesar p<0,001, fleksi p<0,001 dan abduksi p<0,001. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh signifikan kombinasi kinesiology taping dan terapi latihan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM. Kesimpulan: Ada pengaruh Kombinasi kinesiology taping dan terapi latihan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM pada kasus De Quervain Syndrome di komunitas gamer.