Publication Search

95,212 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 441-445 of 445

Analytics

Arifuddin, Asyima; Nikrawati, Nikra

Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia 2020 Institut Kesehatan Pelamonia

Premenstrual Syndrome (PMS) sekumpulan gejala yang terjadi pada wanita sebelum mengalami mentsruasi, yang ditandai dengan gejala berupa nyeri pada payudara dan perubahaan mood. Hal ini dapat dicegah dan ditangani. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) tahun 2020. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara Total Sampling dengan metode analitik  dengan pendekatan Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) dengan jumlah populasi sebanyak 59 orang dan jumlah sampel sebanyak 59 orang dengan diperoleh variable pengetahuan remaja putri p=0,037 < α=0,05, artinya ada hubungan pengetahuan remaja putri terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) dan pada variable sikap remaja putri didapatkan hasil p=0,015 < α=0,05, artinya ada hubungan sikap remaja putri terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) di Desa Kampung Beru, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Tahun 2020. Saran perlunya sosialisasi petugas kesehatan terhadap remaja putri dengan melakukan penyuluhan mengenai Premenstrual Syndrome (PMS) agar remaja putri lebih mengetahui cara menangani dan mencegah terjadinya Premenstrual Syndrome (PMS)

Irwan, Hadriani

Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia 2020 Institut Kesehatan Pelamonia

Cara kerja suntikan 3 bulan diantaranya mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma, menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi, menghambat transportasi gamet oleh tuba, gangguan haid, Gangguan menstruasi merupakan istilah yang merujuk pada kelainan dalam siklus mentruasi. Kelainan ini sangat bervariasi, mulai dari pendarahan berlebihan, nyeri hebat saat menstruasi, kacaunya siklus menstruasi, atau bahkan tidak haid sama sekali Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemakaian alat kontrasepsi KB suntikan 3 bulan terhadap gangguan menstruasi pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan tehnik pengambilan sampel dengan cara total sampling dengan jenis penelitian analitik Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB di Puskesmas Panmbungan dengan jumlah populasi sebanyak 106 orang dan jumlah sampel sebanyak 106 orang dengan hasil penelitian diperoleh variabel pengetahuan ibu p = 0,017< α = 0,05 artinya ada hubungan pemakai alat kontrasepsi KB suntikan 3 bulan dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB. Saran perlunya sosialisasi mengenai gangguan menstruasi bagi pemakai kontrasepsi KB suntikan 3 bulan oleh petugas kesehatan agar masyarakat dapat  memahami dengan baik.  

Widiastini, Luh Putu Widiastini; Karuniadi, I Gusti Agung Manik

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Childbirth is a physiological thing where there is a series of processes that end with the release of the conception by the mother. The labor process is identical with the pain that will be experienced. All women who give birth will experience pain during labor and statistically, labor pain cannot be tolerated by two out of three mothers. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of Pranayama Yoga on First Stage Childbirth Pain. Methods: Pre-experimental research design with one group pretest posttest design. This research will be carried out for first-time active mothers in Midwife Independent Practice in November-December 2018. The sample that will be used in this study are all first-phase active mothers in Midwife Independent Practice in November-December 2018. Results: The results of this study are partly Most respondents experienced severe pain before being given Yoga Pranayama as many as 27 people (90%), and most respondents experienced moderate pain after being given yoga pranayama as many as 16 people (53.3%). The results of this study found that there was an influence of Pranayama Yoga on Active Stage I Stage Pain Pain with a value of p 0.00, indicating there was an influence of Pranayama Yoga on Phase I Active Stage Pain in Midwife Independent Practice with a value of 0.00 <0.05. Conclusion: There is a significant effect of Yoga Pranayama on the Pain of the Active Phase I Labor. ABSTRAK Latar Belakang: Persalinan merupakan hal yang fisiologis dimana terjadi rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses persalinan identik dengan rasa nyeri yang akan dijalani. Seluruh wanita yang melahirkan akan mengalami nyeri selama proses persalinan dan secara statistik rasa nyeri persalinan tidak dapat ditoleransi oleh dua dari tiga orang ibu bersalin. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I. Metode: Desain penelitian praeksperimental dengan one group pretest posttest design. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Ibu bersalin kala I Fase Aktif di Praktik Mandiri Bidan (PMB) pada bulan  November-Desember 2019. Sampel yang akan digunakan pada penelitian ini adalah semua Ibu bersalin kala I Fase Aktif di PMB pada bulan  November-Desember 2019. Hasil: Hasil penelitian ini sebagian besar responden mengalami nyeri berats ebelum diberikan Yoga Pranayama yaitu sebanyak 27 orang (90%), dan sebagian besar responden mengalami mengalami nyeri sedang setelah diberikan yoga pranayama sebanyak 16 orang (53,3%). Hasil penelitian ini mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif dengan nilai p 0,00, menunjukan ada pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB denganp value 0.00 < 0.05. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif.

Buhari, Suharti; Jafar, Nurhaedar; Multazam, Multazam

Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia 2018 Institut Kesehatan Pelamonia

Pijat oketani dan oksitosin merupakan salah satu metode perawatan payudara dalam meningkatkan produksi ASI. Pijat oketani dapat menstimulus kekuatan otot pectoralis untuk meningkatkan produksi ASI, payudara menjadi lebih lembut dan elastis sehingga memudahkan bayi untuk mengisap ASI. Pijat oketani memberikan rasa nyaman dan menghilangkan rasa nyeri pada ibu post partum, mengurangi masalah laktasi yang disebabkan oleh flat nipple dan inverted. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin, yang dapat menenangkan ibu sehingga ASI otomatis keluar.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh pijat oketani dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum hari pertama sampai hari ketiga di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar. Digunakan indikator frekuensi menyusui, frekuensi BAB dan frekuensi BAK. Digunakan jenis penelitian quasi eksperiment dengan rancangan post test design. Sampel sebanyak 50 ibu post partum (25 sampel untuk pijat oketani dan 25 sampel untuk sampel pijat oksitosin), dengan teknik purposive sampling. Data diuji dengan Mann-whitney Test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh intervensi pijat oketani dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI dengan indikator frekuensi menyusui, frekuensi BAB dan frekuensi BAK bayi meningkat. Ditemukan bahwa intervensi ibu post partum dengan metode pijat oketani, lebih baik dibandingkan dengan pijat oksitosin. Kesimpulan bahwa perlu dilakukan intervensi pijat oketani dan pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum. Direkomendasikan agar semua bidan dan perawat menguasai teknik pemijatan oketani dan oksitosin

Ilhamsyah Ilhamsyah

Jurnal Kesehatan Amanah 2017 Universitas Muhammadiyah Manado

Kemampuan fungsional lansia merupakan kemampuan lansia dalam melakukan gerak untuk beraktivitas termasuk kemampuan mobilitas dan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan diri lansia termasuk aktivitas perawatan diri, salah satu cara meningkatkan kemampuan fungsional lansia yang mengalami nyeri punggung bawah yaitu dengan senam lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh senam lansia terhadap kemampuan fungsional pada lansia yang mengalami nyeri punggung bawah di BPLU Senja Cerah Manado. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan penelitian Pra Eksperimental rancangan One Group Pretest-postest design. Sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi yaitu 10 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan indeks barthel .selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS Versi 16.0  untuk di analisa dengan uji statistik Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan (α) 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh senam lansia terhadap kemampuan fungsional pada lansia yang mengalami nyeri punggung bawah sebelum dan sesudah melakukan senam dengan P Value = 0.006 < α 0.05.