Publication Search

95,212 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 421-440 of 445

Analytics

Hidayat, Agus; Decki Adi Pratama; Yuli Widyastuti; Sri Handayani; Muhammad Anis Sumaji

https://journal.admi.or.id/index.php/JUKEKE/article/view/2397 2022 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Pembedahan merupakan tindakan invasif dengan membuka bagian tubuh melalui sayatan yang diakhiri dengan penutupan atau penjahitan luka yang dapat menimbulkan rasa takut, cemas hingga stress, karena dapat mengancam integritas tubuh, jiwa dan dapat menimbulkan rasa nyeri. Penatalaksanaan nyeri salah satunya dengan metode Emotional Freedom Technique (EFT). Tujuan : Untuk Mengidentifikasi tingkat nyeri sebelum dan sesudah pemberian terapi emotional freedom technique pada pasien pre operasi di RS PKU Muhammadiyah Sragen. Metode : Metode mengambil data baru (here and now) dengan menggunakan instrumen pengkajian yang sesuai sehingga menghasilkan data dengan validitas tinggi, yaitu menggunakan wawancara dengan klien, perawat, keluarga klien sebagai sumber informasi dan sumber dokumentasi yang dibutuhkan. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan  dengan intervensi keperawatan dengan terapi emotional freedom technique selama 3 x 24 jam masalah keperawatan masalah gangguan rasa nyaman teratasi namun nyeri akut teratasi sebagian  karena skala nyeri masih menunjukkan skala 3. Kesimpulan : Setelah dilakukan pemberian terapi emotional freedom technique didapatkan bahwa ketiga klien belum pulih sepenuhnya dari nyeri yang ditandai dengan saat klien menampakkan ekspresi lebih rileks, dengan skala nyeri 3 dari skala awal 6 pada Klien I, Klien II dan Klien III yaitu 3.

Halenita Saliani

Jurnal Kesehatan Amanah 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Pendahuluan survey awal dilakukan pada 40 ibu inpartu pada bulan maret 2016, di Rumah Sakit advent Manado didapatkan 5 ibu yang memilih untuk dilakukan operasi karena tidak mampu menahan nyeri, dan 2 ibu yang meminta untuk melakukan epidural anastesi pada persalinan kala 1 untuk menurunkan intensitas nyeri persalinan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tekhnik counterpreassure terhadap penuruna intensitas nyeri kala 1 fase aktif. Desain penelitian adalah pre-experimental design dengan rancangan one-group pre test-post test desain. Sampel yang digunakan adalah eksidental sampling yaitu ibu-ibu inpartu kala 1 fase aktif diruang bersalin Rumah Sakit Advent Manado yang berjumlah 15 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan carakuesioner dan observasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan computer program spss 21.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh effektivitas tekhnik counterpreassure terhadap nenurunan intensitas nyeri kala 1 fase aktif dengan nilai p = 0.0001 dimana nilai p ≤ α 0.05. Kesimpulan ada pengaruh effektivitas tekhnik counterpreassure tergadap penurunan intensitas nyeri kala 1 fase aktif.  

Ilhamsyah Ilhamsyah

Jurnal Kesehatan Amanah 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Secara umum mutu pelayanan kesehatan di Indonesia masih relatif belum profesional. Hal ini bisa di lihat dengan adanya kemampuan profesional terbatas, pengaturan tugas yang kurang efektif, dan fasilitas maupun alat yang kurang memadai. Di sisi lain, di era globalisasi dengan berbagai konsekuensinya seperti tuntutan pelayanan rumah sakit yang semakin kompetitif menuntut petugas kesehatan untuk bertindak profesional (Agus kuntoro, 2010). Sampel yang digunakan adalah eksidental sampling yaitu ibu-ibu inpartu kala 1 fase aktif diruang bersalin Rumah Sakit Advent Manado yang berjumlah 15 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan carakuesioner dan observasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan computer program spss 21.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh effektivitas tekhnik counterpreassure terhadap nenurunan intensitas nyeri kala 1 fase aktif dengan nilai p = 0.0001 dimana nilai p ≤ α 0.05. Kesimpulan ada pengaruh effektivitas tekhnik counterpreassure tergadap penurunan intensitas nyeri kala 1 fase aktif.    

Julia Villy Rottie

Jurnal Kesehatan Amanah 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Hipertensi atau lebih dikenal dengan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang ditunjukan oleh angka sistolik (bagian atas) >140 dan diastolik (bagian bawah) >90 pada pemeriksaan tekanan darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya (Shadine,2010).   Sampel yang digunakan adalah eksidental sampling yaitu ibu-ibu inpartu kala 1 fase aktif diruang bersalin Rumah Sakit Advent Manado yang berjumlah 15 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan carakuesioner dan observasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan computer program spss 21.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh effektivitas tekhnik counterpreassure terhadap nenurunan intensitas nyeri kala 1 fase aktif dengan nilai p = 0.0001 dimana nilai p ≤ α 0.05. Kesimpulan ada pengaruh effektivitas tekhnik counterpreassure tergadap penurunan intensitas nyeri kala 1 fase aktif.    

Noviaty Labagow; I Made Rantiasa; FaradillaM.Suranata

Jurnal Kesehatan Amanah 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Pada pasien gastritis terjadi peradangan pada mukosa lambung dimana secara normal lambung mengeluarkan asam klorida yang berfungsi memperlancar pencernaan.  Selain karena terjadinya perlukaan, terkena asam klorida atau HCl juga merupakan pemicu terjadinya nyeri dimana ada sel saraf yang berada di lambung berfungsi sebagai neurotransmitter yaitu menerima rangsangan tersebut sehingga di transmisikan ke otak dan presepsikan menjadi nyeri. Tindakan yang dapat menurunkan nyeri gastritis adalah tindakan farmakologis dan non- farmakologis. Salah satu tindakan non-farmakologis yang dapat membantu menurunkan nyeri adalah terapi kompres hangat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada pasien gastritis di IGD Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Manado Metode penelitian ini adalah quasy experiment with one group pre-post test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 13 orang dengan menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menanyakan skala nyeri yang dirasakan pasien gastritis menggunakan metode Numerical Rating Scale (NRSs). Selanjutnya data yang terkumpul diolah menggunakan program SPSS versi 16.0 dengan uji Paired T-Test. Hasil pada penelitian ini didapatkan rata-rata skala nyeri sebelum diberikan kompres hangat adalah 5.77 dan skala nyeri sesudah kompres hangat yaitu 4.08 atau nyeri sedang dan nilai p- value 0,000 dimana p-value <α = 0,05 dengan tingkat kemaknaan Asymp.Sig. (p-value = 0,000. Maka Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada pasien gastritis di IGD Rumah Sakit Bhayangkara TK.III Manado. Saran bagi Rumah Sakit dan masyarakat diharapkan dapat menerapkan terapi kompres hangat sebagai terapi komplementer untuk membantu menurunkan nyeri.  

Halenita Saliani

Jurnal Kesehatan Amanah 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Kateterisasi urin merupakan salah satu tindakan memasukkan selang kateter kedalam kandung kemih melalui uretra dengan tujuan mengeluarkan urin. Standar Prosedur Operasional (SPO) adalah salah satu instrumen untuk mengukur kualitas suatu pelayanan.Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya perbedaan antara pemasangan kateter menggunakan jelly oles dan jelly yang disuntikan terhadap tingkat nyeri pada pasien di Rs.Sitty Maryam Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan post test only control group design. Sampel diambil berdasarkan siapa saja yang bertemu saat itu dengan peneliti dan bersedia menjadi responden menggunakan asidental sampling, dan data dikumpulkan dari responden dengan menggunakan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan uji statistic Mann-whitney dan diperoleh nilai signifikan 0,001 (p < 0,005). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pemasangan kateter menggunakan jelly oles dan jelly yang di suntikan di uretra pada pasien di Rs.Sitty Maryam Manado  

Zainar Kasim

Jurnal Kesehatan Amanah 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Perawatan payudara adalah usaha untuk memperlancar aliran ASI, dan mencegah masalah- masalah yang mungkin muncul pada saat menyusui seperti puting nyeri atau lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat. Metode. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik yang bersifat cross sectional. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 23 orang dengan menggunakan total sampling. 5 responden tidak bersedia untuk diteliti. Jumlah sampel keseluruhan berjumlah 18 orang.  Hasil Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner dan observasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan computer program SPSS Versi 20.0 untuk di analisa dengan uji statistik Mann Withney dengan tingkat kemaknaan (α) 0,05. Kesimpulan terdapat hubungan antara perawatan payudaran dengan kelancaran menyusui p=0.008. Nilai p ini lebih kecil dari nilai α = 0.05, terdapat hubungan antara perawatan payudara dengan kelancaran menyusui.  

Chandrayani Chandrayani; Marry H. Rimporok; Irne Wida Desiyanti

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Pendahuluan. Nyeri dismenore dapat menimbulkan rasa yang kurang nyaman pada seseorang dikarenakan oleh nyeri yang timbul untuk mengurangi rasa nyeri tersebut maka diberikan senam dismenore. Senam dismenore dapat meningkatkan pasokan oksigen sehingga nyeri dapat berkurang. Tujuan. Penelitian ini mengetahui apakah ada pengaruh senam dismenore terhadap penurunan dismenore. Metode. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian Pre-Eksperimental. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 10 orang dengan menggunakan Accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 untuk di analisa dengan uji statistik T-Dependen. Hasil. Hasil Uji T Dependen didapatkan p value = 0,000 artinya statistic ada perbedaan signifikan penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah melakukan senam. Kesimpulan. dalam penelitian ini terdapat pengaruh senam dismenore terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMA Muhammadiyah Manado. Diharapkan senam dismenore dapat diterapkan oleh siswi putrid sehingga dapat mengurangi dismenore saat haid.  

Tri Badi; Sulastri Sulastri; Immanuel Rianto Sitorus

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The combination of low-dose intrathecal morphine with spinal anesthesia provides an effective and safe postoperative analgesia effect and may enhance the analgesia effect of bupivacaine. At Vita Insani Hospital, almost all patients who will undergo S.C surgery are generally carried out with spinal anesthesia by an anesthesiologist with habitual drug use and the dose used is bupivacaine 0.5% hyperbaric 12.5 mg plus adjuvant morphine 0.2 mg. Seeing the phenomenon of this case, the researcher wanted to see how the description of the effect of giving bupivacaine 0.5% hyperbaric 12.5 mg plus adjuvant morphine 0.2 mg which is commonly used in spinal anesthesia on the duration of analgesia and pain response time that will be felt by patients after sectio caesarea surgery at RS Vita Insani. The research design used is a quantitative descriptive method with a cross sectional approach, with the method used in this research is a prospective descriptive conducted in the post-surgical treatment room (recovery room) Central Surgical Installation (IBS) Vita Insani Hospital from May 2021 to July 2021. This study only uses one group because it only describes the results of a condition. The number of samples as many as 63 samples with purposive sampling technique in accordance with the inclusion and exclusion criteria that have been determined The respondents felt the most pain starting at 3 hours of postoperative assessment with respondents who felt mild pain as many as 31 cases (49.2%) and at least respondents who felt severe pain as many as 5 cases (7.9% ). and pain increased at 4 hours postoperative assessment, namely moderate pain. However, it can also be seen at 0 to 2 hours of postoperative pain assessment that more respondents still do not feel pain. That the duration of analgesia began to decrease in the first hour and then the most significant postoperative pain was felt at 3 hours postoperatively. So that other pain management is needed to reduce the pain experienced by patients such as relaxation techniques, distraction and collaboration of pharmacological therapy in dealing with postoperative pain.

Tati Karyawati; Yusriani Saleh; Nurhidayati Nurhidayati; Iin Nur Aeni

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Background: Lower back pain is one of the complaints felt by almost all pregnant women, especially in the third trimester due to stretching, especially in the spine due to the enlargement of the uterus. Efforts to reduce back pain in pregnant women non-pharmacologically include warm compresses. The aim of the research was to determine the effect of warm compresses on the level of lower back pain in third trimester pregnant women. Method: This research uses a pre-experiment method with a research design using one group pre test post test. The sampling technique used total sampling, totaling 40 pregnant women in the Kutamendala Community Health Center Working Area, Brebes Regency. Results: Of the 40 respondents before the warm compress was applied, it was found that 30 respondents (75%) experienced mild levels of lower back pain, while 10 respondents (25%) experienced moderate levels of lower back pain, and after doing this Warm compresses showed that 32 respondents (80%) did not complain of lower back pain, while 8 respondents (20%) experienced low back pain at a mild level. The results of the analysis using the Wilcoxon test showed p value = 0.000 < 0.05. Conclusion: There is an influence of warm compresses on the level of lower back pain in third trimester pregnant women

Pia Batmomolin; Aulia Debby Pelu; Rokia Latuamury

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Daun pala (Myristica fragrans) gunakan masyarakat untuk mengobati bebrapa penyakit seperti nyeri. Bahan kimia yang terkandung dalam daun pala seperti saponin, polifenol, flavanoid, dan minyak atsiri. Untuk membuktikan aktivitas ekstrak etanol daun pala (myristica fragrans) terhadap aorta tikus (rattus norvegicus) diabetes. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat eksperimen laboratorium (laboratory experimen) secara in vivo menggunakan hewan coba tikus putih (rattus norvegicus) jantan galur wistar. Daun pala menggunakan pelarut etanol 96%. Diperoleh hasil maserasi sebanyak 300 g, dipekatkan dengan alat rotary evaporator diperoleh ekstrak kental sebanyak 42,673 g dengan %rendamen sebesar 14,23%. Didapatkan gambaran histologi terdapat lumen diameter yang lebih tipis dan lebih lebar dan sel busa pada bagian tunika intima dan media aorta tikus.

Yeni Hendriani; Fitri Komalasari

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pain is a sensory and emotional experience unpleasant result of tissue damage that is actual or potential. Pain is very disturbing and difficult for many person than any disease. Music is an effective distraction technique. It has the best influence in a short time. Music reduces the physiological pain, stress and anxiety by distracting someone’s attention from the pain. Measures infusion can cause pain in school-age children. One of the ways to minimize it is the distraction of music. The research objective was to determine the effect of music distraction when infusion to pain in school-age children. The population of this study 111 person the research is a client of school-age children with a sampel of 20 respondens. Research using quasi experiment study with post test only nonequivalent control group design. The results using univariate : frequency distribution and bivariate analysis : independent t test. Distraction of music was given five minutes before to infusion for up to five minutes after the infusion. The scale of the pain felt in the control group who did not provide a distraction to music when infusion is done on 10 respondens is 60% of respondents experiencing severe pain . While the scale of perceived distraction intervention group were given music when infusion conducted in 10 respondents 20% of respondents experiencing severe pain.  Evident from the results of these observation it is known that there is a significant influence on the effect of music on the infusion distraction to pain in school-age children (6-12 years) in IGD RSUD Majalaya with a significant extent (p=0,0, α=0,05). The results of this study are expected to be used as reading material and references distraction students that muaic can reduce pain.

Luh Putu Widiastini; I Gusti Agung Manik Karuniadi

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

ABSTRACTBackground: Childbirth is a physiological thing where there is a series of processes that end with the release of the conception by the mother. The labor process is identical with the pain that will be experienced. All women who give birth will experience pain during labor and statistically, labor pain cannot be tolerated by two out of three mothers. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of Pranayama Yoga on First Stage Childbirth Pain. Methods: Pre-experimental research design with one group pretest posttest design. This research will be carried out for first-time active mothers in Midwife Independent Practice in November-December 2018. The sample that will be used in this study are all first-phase active mothers in Midwife Independent Practice in November-December 2018. Results: The results of this study are partly Most respondents experienced severe pain before being given Yoga Pranayama as many as 27 people (90%), and most respondents experienced moderate pain after being given yoga pranayama as many as 16 people (53.3%). The results of this study found that there was an influence of Pranayama Yoga on Active Stage I Stage Pain Pain with a value of p 0.00, indicating there was an influence of Pranayama Yoga on Phase I Active Stage Pain in Midwife Independent Practice with a value of 0.00 <0.05. Conclusion: There is a significant effect of Yoga Pranayama on the Pain of the Active Phase I Labor. Keywords: Yoga pranayama; Childbirth pain; First stage of active phase ABSTRAKLatar Belakang: Persalinan merupakan hal yang fisiologis dimana terjadi rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses persalinan identik dengan rasa nyeri yang akan dijalani. Seluruh wanita yang melahirkan akan mengalami nyeri selama proses persalinan dan secara statistik rasa nyeri persalinan tidak dapat ditoleransi oleh dua dari tiga orang ibu bersalin. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I. Metode: Desain penelitian praeksperimental dengan one group pretest posttest design. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Ibu bersalin kala I Fase Aktif di Praktik Mandiri Bidan (PMB) pada bulan November-Desember 2019. Sampel yang akan digunakan pada penelitian ini adalah semua Ibu bersalin kala I Fase Aktif di PMB pada bulan November-Desember 2019. Hasil: Hasil penelitian ini sebagian besar responden mengalami nyeri berats ebelum diberikan Yoga Pranayama yaitu sebanyak 27 orang (90%), dan sebagian besar responden mengalami mengalami nyeri sedang setelah diberikan yoga pranayama sebanyak 16 orang (53,3%). Hasil penelitian ini mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif dengan nilai p 0,00, menunjukan ada pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB denganp value 0.00 < 0.05. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif. Kata Kunci: Yoga pranayama; Nyeri persalinan; Kala I fase aktif

Artawan, I Kadek; Wijaya, I.M.S; Arini, L.A; Sunirda, I.N

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Acute Myocardial Infarction (AMI) is one of the cardiovascular emergency diseases. Sign and symptoms of IMA that accompany patients coming to the Emergency departement are complaints of chest pain. Chest pain is a response that occurs due to ischemia in the myocardium. Untrained chest pain more than 20 minutes will result in irreversible heart damage. The purpose of this case study is to describe emergency nursing care in IMA patients with acute pain Method: The method used in this paper is a descriptive method with a case study approach that describes the condition of two patients suffering from IMA with acute pain. The tools used to retrieve data are IMA observation checklists and interview sheets. The data obtained were analyzed by narrating the data obtained and comparing the existing theory. Results: The IMA patient assessment focused on secondary assessment of SAMPLE. Chest pain data were obtained through the PQRST approach so that the main nursing problem was acute pain. Emergency measures performed by oxygen delivery as nonpharmacological therapy and administration of anti-ischaemic therapy and fibrinolysis as pharmacological therapy. Evaluation performed for 1 hour, the results obtained are reduced pain from the weight scale to moderate. Conclusions: As emergency nurses should pay attention to IMA assessment on secondary assessment and collaborate with medical personnel to reduce pain with pharmacological and nonpharmacological therapies.Keywords: Acute Myocardial Infarction (AMI); Acute Pain; Nursing Care; Emergency

Rahmanti, Ainnur; Ambar, Sonia

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Almost all surgeries cause pain, the pain that is felt is the result of the incision. One intervention to relieve postoperative pain is Self healing. The purpose of this case study is to describe the reduction in pain scale of postoperative patients in Cempaka Room Ungaran Regional Hospital after self-healing intervention. This type of research is descriptive using a case study approach. The subjects in this study were 2 postoperative patients with criteria of mild to moderate pain. Analysis of pain measurements using the Numerical Scalel Branch scale. The analysis showed that there was a decrease in pain scale after the intervention. On subject 1 the pain scale 3 (mild pain) became the pain scale 1 (mild pain) and subject 2 the pain scale 4 (moderate pain) became the pain scale 1 (mild pain). Effective self healing therapy is used to reduce postoperative pain in the room because it is easy and simple. Good therapy is applied by nurses in the room to reduce the scale of pain in postoperative patients.

Ernawati Br Barus

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Elderly can be said to be the final stage of development in the human life cycle. Meanwhile, article 1 paragraph (1), (2), (3), (4) of Law no. 13 of 1998 concerning health states that an elderly person is someone who has reached the age of more than 60 years (Maryam, 2011). A decrease in muscle function and strength will result in a decrease in the ability to maintain postural balance or body balance in the elderly. Joint pain is an inflammation of the joints which is characterized by joint swelling, redness, heat, pain and movement pain. (Santoso, 2009). The type of data used is primary data taken directly from respondents using a questionnaire. The statistical test used is the chi-square test ∝= 0.481. The results of the analysis showed that the majority of elderly people with less experience experienced joint pain (43.5%). The results of the chi-square statistical test obtained p= 0.481, which means there is a relationship between knowledge and activeness of the elderly in doing elderly exercise with the incidence of joint pain in the elderly. Seeing the results of this research, the health workers on duty should provide education about exercise for the elderly and joint pain.    

Agus Ferdiansyah; Sri Wahyuni; Silvia Dewi Mayasari Riu

Jurnal Kesehatan Amanah 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Penyakit yang sering menyertai usia lanjut adalah gout arthritis. Keluhan yang sering timbul adalah nyeri pada sendi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap nyeri sendi gout athritis pada lansia di BPSLUT Senja Cerah Paniki Bawah Manado. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif yang bersifat cross sectional. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah pre experimental designs dengan tipe One Group Pretest-Posttest. Sampel di ambil berdasarkan jumlah responden 30 lansia dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Selanjutnya data yang terkumpul diolah dengan menggunakan komputer program SPSS versi 16.0 untuk dianalisa dengan uji chisquare dengan tingkat kemaknaan (α)≤0,05. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dimana hasil penelitian di dapat nilai p = 0.000 dimana hal ini berarti nilai p sign < 0.05 sehingga Ha dapat diterima artinya ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri sendi gout athritis  pada lansia di BPSLUT Senja Cerah Paniki Bawah Manado. Dalam penelitian ini ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan  nyeri sendi gout athritis  pada lansia di BPSLUT Senja Cerah Paniki Bawah Manado.

Rahmanti, Ainnur; N, Tolcha Ami

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Hypertension is a chronic condition that results in an increase in blood pressure. Hypertension can cause headaches, headache is pain in the head that causes discomfort. One way to overcome them is by massage. The purpose of this case study is to describe the application of massage from shoulder to head to the level of headache in hypertensive patients. The method used is descriptive research. This research was conducted on 2 subjects. The subjects of this study were hypertension patients with criteria of being willing to be respondents, stage 1 hypertension with mild headaches, age 40 years and above. Analysis of the level of headache was done descriptively and measured based on the Numeric Rating Scale. The results of the analysis showed a decrease in the level of headache after the intervention. In subject I mild headache with a scale of 3 to scale 1 and subject II of mild headache with a scale of 3 became a scale 1. Conclusion that massage from the shoulder to the head is effective for reducing headaches, especially in hypertensive patients who experience headaches. Recommendations for nurses can apply massage therapy to reduce the level of headache in hypertensive patients

Ruqaiyah, Ruqaiyah

Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia 2021 Institut Kesehatan Pelamonia

Disminorea adalah nyeri yang dirasakan wanita pada saat menstruasi. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018, angka kejadian disminorea cukup tinggi yaitu tingkat nyeri ringan sebesar 57,7%. Nyeri sedang 38,5% dan nyeri berat sebesar 3,8%. Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya remaja putri yang mengalami disminorea. (Dinkes Sulsel, 2018). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk megetahui hubungan pengetahuan terhadap kejadian disminorea pada mahasiswa baru AKBID pelamonia makassar tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap kejadian disminorea pada mahasiswa baru AKBID pelamonia makassar tahun 2020 dengan jumlah populasi dan sampel ssebanyak 114 orang dengan menggunakan tehnik Total Sampling. Hasil penelitian ini diperoleh ada Hubungan Pengetahuan Terhadap Kejadian Disminorea Pada Mahasiswa Baru AKBID Pelamonia Makassar tahun 2020 dengan nilai p=0,045<α=0,05, sehingga disarankan penelitian berikutnya dapat melanjutkan menggunakan variabel lain seperti aktivitas fisik, pola makan, tingkat stress terhadap kejadian disminorea pada remaja.

Aspar, Hukmiyah; RAHMAWATI, RAHMAWATI

Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia 2020 Institut Kesehatan Pelamonia

Menstruasi atau haid adalah perubahan yang fisiologis pada tubuh dalam wanita yang terjadi secara berkala dan yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Menstruasi itu sering diiringi dengan dismenorea dikarenakan pada saat nyeri menstruasi terjadi karena prostaglandin (zat yang menyebabkan otot Rahim berkontraksi). Kondisi ini bertambah parah bila disertai dengan kondisi psikis yang tidak stabil, seperti stres, depresi, cemas berlebihan, dan keadaan yang gembira atau sedih yang berlebihan. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui hubungan skala stres dengan kejadian gejala dismenorea pada Mahasiswa Akbid Pelamonia Makassar. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study (CSS) dengan jumlah populasi sebanyak 51 orang dan jumlah sampel sebanyak 45 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square (Fisher’s Exact Test) diperoleh nilai P = 0,001 < α = 0,05 sehingga Ha di terima dan Ho ditolak, artiya ada hubungan antara skala stres dengan kejadian gejala dimenorea.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 45 responden Mahasiswa dengan skala stres ringan yang mengalami gejala dismenorea ringan sebanyak 23  (95,8%) ,dan mahasiswa yang mengalami skala stres ringan  dengan gejala dismenorea berat sebanyak 1 (4,2%) dengan total 24 (100%) sedangkan mahasiswa dengan skala stres berat yang mengalami gejala disminorea ringan sebanyak 11 ( 52,4%). Stres merupakan salah satu penyebab dismenorea pada mahasiswa sehingga diperlukan manajemen tingkat stres, mengendalikan perasaan dan memberikan edukasi tingkat skala stres pada mahasiswa.