Publication Search

95,212 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 38

Analytics

Enilda Dwi Lestari; Nurcahaya; Nadia Haironi

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi pendidikan Islam sebagai dasar pembentukan karakter peserta didik serta mengkaji karakter peserta didik dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam materi pendidikan Islam, seperti akidah, Al-Qur’an dan Hadis, ibadah, serta akhlak, yang berperan dalam membentuk kepribadian peserta didik. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi materi pendidikan Islam dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sehingga terbentuk peserta didik yang berakhlak mulia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur, jurnal ilmiah, buku, dan sumber-sumber relevan yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa materi pendidikan Islam yang meliputi akidah, Al-Qur’an dan Hadis, akhlak, ibadah, serta sejarah kebudayaan Islam memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter peserta didik.

Shela Andini; Nurcahaya; Zumi Nur Faiza; Dina Rahmayani

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Ilmu merupakan salah satu anugerah Allah SWT yang memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku manusia. Dalam Islam, ilmu tidak hanya dianjurkan untuk dipelajari, tetapi juga diajarkan kepada orang lain agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keutamaan mengajarkan ilmu kepada orang lain berdasarkan hadis Rasulullah SAW, memahami nilai-nilai tarbawi yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan manfaat dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti Al-Qur'an, hadis, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengajarkan ilmu merupakan amalan yang sangat mulia dan memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. Seseorang yang mengajarkan ilmu akan memperoleh pahala yang terus mengalir selama ilmu tersebut diamalkan oleh orang lain. Selain itu, kegiatan berbagi ilmu memberikan manfaat bagi pemberi maupun penerima ilmu, seperti meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kualitas diri. Implementasi hadis tentang mengajarkan ilmu dapat dilakukan dalam lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat, maupun melalui media digital. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk terus belajar, mengamalkan, dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat sebagai bentuk ibadah dan kontribusi dalam membangun masyarakat yang berilmu serta berakhlak mulia.

Isma Fatonah; Nurcahaya; Nova Gustira

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Lingkungan sosial memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Lingkungan sosial mencakup keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi perkembangan peserta didik. Kondisi lingkungan sosial yang kondusif dapat memberikan dukungan emosional, sosial, dan akademik yang membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebaliknya, lingkungan sosial yang kurang mendukung dapat menjadi hambatan dalam proses pendidikan dan perkembangan individu. Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi proses dan hasil pendidikan. Interaksi yang terjadi antara peserta didik dengan keluarga, teman sebaya, sekolah, dan masyarakat berperan dalam membentuk karakter, sikap, motivasi, serta prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap pendidikan dan perkembangan peserta didik.  Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang harmonis, dukungan guru yang positif, hubungan yang baik dengan teman sebaya, serta kondisi masyarakat yang mendukung pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan peserta didik. Lingkungan sosial yang positif mampu meningkatkan motivasi belajar, menumbuhkan rasa percaya diri, memperkuat nilai-nilai moral, serta mendorong pencapaian prestasi akademik yang lebih baik. Sebaliknya, lingkungan sosial yang negatif berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti rendahnya minat belajar, kesulitan beradaptasi, perilaku menyimpang, hingga penurunan prestasi akademik. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan mendukung proses pendidikan agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.

Nadila Ambriyani; Nabila Nur Sabrina; Nurcahaya

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Metode pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam proses pendidikan. Keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh materi yang diajarkan, tetapi juga oleh metode yang digunakan oleh pendidik. Dalam Islam, Rasulullah SAW merupakan pendidik terbaik yang telah memberikan contoh berbagai metode pembelajaran yang efektif melalui hadis-hadis beliau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pembelajaran menurut hadis dalam perspektif tafsir tarbawi serta relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai hadis dan literatur pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menggunakan berbagai metode pembelajaran seperti ceramah, tanya jawab, keteladanan, demonstrasi, kisah, perumpamaan, pembiasaan, nasihat, diskusi, dan pemberian motivasi. Metode-metode tersebut masih sangat relevan diterapkan dalam pendidikan modern karena mampu mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik secara seimbang.

Imam Mudaris; Nurcahaya; Yola Asmayana

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep lingkungan pendidikan dalam perspektif pendidikan Islam serta relevansinya dalam pendidikan kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepribadian, serta perkembangan intelektual dan spiritual peserta didik. Dalam pendidikan Islam, lingkungan pendidikan mencakup keluarga, sekolah, dan masyarakat yang saling mendukung dalam proses pembelajaran. Ketiga lingkungan tersebut berfungsi sebagai sarana penanaman nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, dan pembentukan karakter peserta didik. Sementara itu, pendidikan kontemporer memandang lingkungan pendidikan sebagai suatu ekosistem yang melibatkan aspek fisik, sosial, emosional, dan digital. Konsep lingkungan pendidikan Islam tetap relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern karena mampu memberikan landasan moral dan spiritual yang kuat. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif guna mencapai tujuan pendidikan secara optimal.

Afriani Azzahra; Nurcahaya; Junaldi Putra

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini membahas tentang esensi lingkungan pendidikan Islam yang berfungsi sebagai ekosistem sosial-spiritual untuk mengarahkan manusia pada tujuan penciptaannya. Lingkungan ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu berpusat pada tauhid, mengedepankan keteladanan fisik (uswah hasanah), membiasakan akhlak mulia, serta mengintegrasikan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat. Namun, di era digital, lingkungan ini menghadapi tantangan besar seperti kaburnya batasan ruang belajar, krisis figur idola digital, penurunan adab dalam interaksi virtual, dan kedangkalan berpikir akibat komersialisasi informasi. Melalui analisis deskriptif, tulisan ini membedah empat komponen utama pembentuk lingkungan pendidikan Islam, yaitu komponen manusiawi, filosofis-normatif, fisik-material, serta kultural-psikologis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pembentukan lingkungan yang kondusif memiliki urgensi yang sangat tinggi untuk menjaga fitrah anak, mendukung pembiasaan akhlak, memberikan filter terhadap arus negatif dunia maya, serta menjamin keberkahan dalam transfer ilmu.

Hafizah Aulia; Nurcahaya; Muhammad Alghifari; Zhidan Muhammad Erfarizi

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kebangkrutan hakiki (al-muflis) dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW serta implikasinya terhadap kehidupan spiritual dan sosial manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh melalui kajian terhadap hadis-hadis terkait konsep al-muflis, kitab syarah hadis, buku-buku keislaman, dan berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis secara kritis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebangkrutan hakiki bukanlah kehilangan harta benda atau aset material, melainkan habisnya pahala amal akibat kezaliman terhadap sesama manusia. Hadis riwayat Muslim menjelaskan bahwa seseorang dapat datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi kehilangan seluruh pahalanya karena perbuatan seperti mencela, memfitnah, merampas hak orang lain, dan melakukan tindakan zalim lainnya. Ketika pahala telah habis, dosa-dosa korban akan dipindahkan kepadanya sehingga menyebabkan kerugian spiritual yang berujung pada azab akhirat. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial sebagai fondasi utama keselamatan manusia. Oleh karena itu, setiap individu perlu menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus menghormati hak-hak sesama manusia agar terhindar dari kebangkrutan hakiki di akhirat.

Dahliana; Nurcahaya; Assyifaturrahmah; Nabila Zhaskia

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Silaturahim merupakan salah satu nilai sosial dan keagamaan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Silaturahim tidak hanya berarti saling berkunjung, tetapi juga menjaga komunikasi, mempererat hubungan sosial, dan meningkatkan rasa kepedulian antarsesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran silaturahim dalam memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui berbagai jurnal, buku, dan referensi terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silaturahim dapat meningkatkan rasa persaudaraan, solidaritas sosial, sikap saling menghargai, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis. Namun, perkembangan teknologi dan gaya hidup modern menjadi tantangan dalam menjaga hubungan sosial secara langsung. Oleh karena itu, budaya silaturahim perlu terus dijaga agar rasa kebersamaan dan kepedulian sosial tetap terpelihara.

Rizki Suwandi; Nurcahaya; Hani Kurnia

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Abstrak Kejujuran dipandang sebagai salah satu pilar moral paling esensial dalam Islam yang menjadi pondasi terbentuknya karakter pribadi maupun kolektif. Penelitian ini bermaksud menelusuri konsep kejujuran berdasarkan tinjauan hadits Nabi Muhammad ﷺ serta kaitannya dengan dinamika kehidupan masa kini. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, hasil penelitian menyimpulkan bahwa ṣidq atau sifat jujur memperoleh perhatian khusus dalam hadits karena menjadi jalan menuju kebajikan dan keselamatan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan demikian, aktualisasi nilai kejujuran menjadi sangat krusial untuk diterapkan dalam ranah pendidikan, perekonomian, hingga kehidupan bermasyarakat

Nurhayati; Nurcahaya; Lusi Sasta Maylza; Dhea Julia Cahyani

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Menjadi mukmin yang kuat merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim yang menyebutkan bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.ini bertujuan untuk membahas makna mukmin yang kuat serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah Al-Qur’an, hadis, dan beberapa sumber pendukung lainnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kekuatan seorang mukmin tidak hanya dilihat dari fisik, tetapi juga dari kekuatan iman, ilmu, akhlak, mental, dan tanggung jawab sosial. Mukmin yang kuat adalah pribadi yang teguh dalam keyakinan, aktif berbuat kebaikan, serta mampu menghadapi ujian hidup dengan sabar dan optimis. Dalam dunia pendidikan, pembentukan mukmin yang kuat dapat dilakukan melalui pembinaan iman, pembiasaan ibadah, penanaman nilai akhlak, serta pengembangan potensi diri secara seimbang. Dengan demikian, menjadi mukmin yang kuat bukan hanya tujuan pribadi, tetapi juga menjadi bekal dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Mila Sebmi Angglepi; Nurcahaya; Mala Walda Sari; Umi Hasnah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Menuntut ilmu merupakan ajaran penting dalam Islam yang sangat ditekankan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Ilmu tidak hanya berfungsi untuk menambah pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk keimanan, akhlak, dan karakter seorang Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep menuntut ilmu dalam perspektif Hadis Tarbawi serta relevansinya dalam kehidupan umat Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research melalui kajian hadis, kitab hadis, buku Hadis Tarbawi, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi mendorong umat Islam untuk menuntut ilmu sebagai bentuk ibadah serta sarana pembentukan karakter dan spiritualitas. Oleh karena itu, menuntut ilmu memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Alwi; Nurcahaya; Rama Winda Pratiwi

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Akhlak mulia merupakan tujuan utama pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk kepribadian peserta didik. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan pembentukan karakter dan moral yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan akhlak mulia dalam pendidikan Islam berdasarkan perspektif hadis serta implementasinya dalam proses pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan, seperti Al-Qur'an, hadis, buku, dan jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pendidikan Islam, sebagaimana ditegaskan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW yang menjadikan penyempurnaan akhlak sebagai inti ajaran Islam. Implementasi akhlak mulia dalam pendidikan memerlukan peran aktif pendidik sebagai teladan dan peserta didik sebagai pelaksana nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Afrinaldo; Nurcahaya; Hafiz Taufiqurrahman Hasibuan

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

The Hadith is the second source of Islamic teachings after the Quran, and serves as a guide for various aspects of life, including education. In the learning process, the Prophet Muhammad (peace be upon him) not only conveyed knowledge but also implemented various effective methods so that the material presented could be understood, internalized, and put into practice by his companions. The various learning methods employed by the Prophet Muhammad (peace be upon him) are reflected in the hadiths narrated by his companions, such as lectures, questions and answers, role models, demonstrations, repetition, motivation, and the use of parables. This study aims to examine hadiths related to learning methods and analyze their relevance in Islamic and modern education. The research method used was library research, collecting data from hadith books, Islamic education books, and relevant scientific journals. The results indicate that the learning methods implemented by the Prophet Muhammad (peace be upon him) closely consider the students' conditions, thinking abilities, and psychological aspects. Therefore, the learning methods exemplified by the Prophet Muhammad (peace be upon him) remain highly relevant for application in today's education world.

Teddy Agustian; Nurcahaya; Ali Saudi Harahap

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Kejujuran merupakan salah satu nilai fundamental dalam pembentukan karakter individu, khususnya dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya nilai kejujuran serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber seperti Al-Qur’an, hadis, serta literatur pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejujuran memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas, dipercaya, dan bertanggung jawab. Implementasi nilai kejujuran dapat dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan perilaku jujur, serta penegakan aturan yang konsisten di lingkungan sekolah. Dengan demikian, penanaman nilai kejujuran sejak dini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter peserta didik yang berkualitas dan berakhlak mulia.

Mira Rahyuni; Nurcahaya; Ade Helmi Saputra; Nurjamilah

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Mencari ilmu merupakan proses penting dalam kehidupan manusia yang berperan dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk pola pikir, serta mengembangkan potensi diri. Ilmu tidak hanya diperoleh melalui pendidikan formal di sekolah atau perguruan tinggi, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman hidup, membaca buku, serta berbagai sumber informasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya mencari ilmu serta perannya dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan berbagai sumber seperti buku dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa mencari ilmu memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, membentuk sikap bijaksana, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat dan peradaban. Oleh karena itu, semangat untuk terus belajar dan mencari ilmu perlu ditanamkan pada setiap individu agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Muhammad Rabbani Anugrah; Nurcahaya; Fadlan Zikri

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap hasil belajar dan perkembangan peserta didik. Lingkungan sosial yang terdiri atas lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk perilaku, motivasi, serta prestasi akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian terdiri atas 100 siswa tingkat sekolah menengah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar peserta didik dengan nilai koefisien determinasi sebesar 61,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin kondusif lingkungan sosial yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula motivasi dan prestasi belajarnya. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung proses pendidikan. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan lingkungan sosial terhadap pendidikan dan hasil belajar siswa.

Dian Nugraha; Nurcahaya; Febrianti; Dahliani

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis materi pendidikan Islam yang terkandung dalam hadis-hadis tarbawi. Hadis tarbawi merupakan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang secara eksplisit maupun implisit memuat nilai-nilai dan prinsip-prinsip pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan menganalisis berbagai sumber tekstual berupa hadis, kitab tafsir, literatur pendidikan Islam, dan jurnal-jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tarbawi mengandung berbagai materi pendidikan Islam yang komprehensif, meliputi: (1) pendidikan akidah dan keimanan, (2) pendidikan akhlak dan moral, (3) pendidikan ibadah, (4) pendidikan akal dan intelektual, serta (5) pendidikan sosial kemasyarakatan. Hadis-hadis tarbawi menjadi landasan normatif yang kokoh dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan ilmu pendidikan Islam, khususnya dalam bidang Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial yang memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sosial yang diajarkan dalam hadis Nabi SAW.

Hertaty Hairun Nisa; Nurcahaya; Hanida Uswatun Hasanah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan Islam memiliki tujuan utama untuk membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berilmu, dan berakhlak mulia. Akhlak mulia merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam karena menjadi indikator keberhasilan pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji akhlak mulia sebagai tujuan pendidikan Islam dalam perspektif hadis tarbawi. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai literatur yang berkaitan dengan pendidikan Islam, akhlak, dan hadis tarbawi. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis tarbawi memberikan landasan yang kuat mengenai konsep pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter. Nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam hadis, seperti kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab, dan rendah hati, menjadi dasar dalam membentuk kepribadian peserta didik. Implementasi nilai-nilai tersebut melalui pendidikan Islam memberikan implikasi positif terhadap pembentukan karakter yang religius, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, hadis tarbawi memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan Islam, yaitu melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Afifah Aththahirah; Nurcahaya; Anggun Cahaya; Rajab Sanjani

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini membahas konsep silaturahim dalam perspektif Hadis Tarbawi serta relevansinya dalam pendidikan Islam. Silaturahim tidak hanya dipahami sebagai hubungan kekerabatan secara biologis, tetapi juga sebagai bentuk hubungan sosial yang mengandung nilai pendidikan akhlak, spiritual, dan sosial dalam kehidupan manusia. Di era modern saat ini, praktik silaturahim mengalami penurunan akibat perkembangan teknologi dan gaya hidup individualistik, sehingga kajian ini menjadi penting untuk mengembalikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari hadis-hadis Nabi Muhammad SAW dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Al-Qur’an, serta literatur pendukung berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan dengan tema silaturahim dan pendidikan Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan mengkaji, mengelompokkan, dan menarik kesimpulan dari berbagai sumber yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silaturahim memiliki nilai-nilai pendidikan yang penting, seperti memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, membentuk akhlak mulia, serta menjadi sarana memperoleh keberkahan hidup. Dalam perspektif Hadis Tarbawi, silaturahim berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik agar memiliki sikap sosial yang baik dan berakhlakul karimah. Oleh karena itu, nilai-nilai silaturahim perlu diinternalisasikan dalam dunia pendidikan Islam sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Ratna Amalia; Nurcahaya; Anjely Ramadiansyah Putri; Bakhis Olga Sani

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Abstract Teaching knowledge to others is a crucial part of the educational process, contributing to improving the quality of individuals and society. This study aims to analyze the importance of teaching, its underlying principles, and its impact on students' cognitive development and character. The method used was library research, reviewing various articles from relevant educational and Islamic journals. The results of the study indicate that teaching knowledge serves not only as a transfer of knowledge but also as a process for shaping attitudes, values, and social skills. Furthermore, teaching effectiveness is greatly influenced by the methods used, the competence of the teacher, and the interaction between the teacher and students. From an Islamic educational perspective, teaching knowledge has the value of worship and is a continuous charity that provides ongoing benefits. Therefore, awareness and responsibility are required for each individual to not only acquire knowledge but also to practice and disseminate it wisely.