(Pia Batmomolin, Cut Bidara P. Umar, Fanti Ode Adja)
- Volume: 2,
Issue: 1,
Sitasi : 0
Abstrak:
Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman ketujuh terbesar di dunia dan juga terkenal dengan kekayaan hayatinya yang melimpah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat. Setiap bagian tanaman randu (Ceiba pentandra L) berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini, dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolik sekunder ekstrak etanol buah randu (Ceiba pentandra L) serta aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphyloccus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode remaserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak etanol buah randu (Ceiba pentandra L) mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Ekstrak diperoleh rendamen sebesar 38,66%. Metode yang gunakan adalah metode difusi sumuran, menggunakan variasi konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% dengan aquadest sebagai kontrol negatif dan kloramfenikol sebagai kontrol positif. Berdasarkan penelitian ini, ekstrak etanol buah randu dapat menghambat bakteri Staphylococccus aureus. Konsentrasi ekstrak buah randu (Ceiba pentandra L) yang minimun dalam menghambat bakteri Staphylococccus aureus adalah konsentrasi 25% dengan rata-rata zona hambat sebesar 15,50 mm. Konsentrasi ekstrak 50% dengan rata-rata zona hambat sebesar 17,00 mm. Konsentrasi 75% dengan rata-rata zona hambat sebesar 24,00 mm. Nilai konsentrasi daya hambat optimun dalam menghambat bakteri Staphylococccus aureus adalah konsentrasi 100% dengan rata-rata zona hambat sebesar 27,50 mm.