SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,456 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Cut Bidara Panita Umar; Anatje J Pattipeilohy; Wa Yatmi Wali

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Rumput laut merah (Eucheuma spinosum) merupakan salah satu jenis tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat di Indonesia. Rumput laut merah (Eucheuma spinosum)  mengandung flavonoid, alkaloid,dan saponin. Bakteri Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif. Bakteri ini merupakan spesies dengan habitat alami dalam saluran percernaan manusia maupun hewan, dimana bakteri ini membentuk spora dan motil dengan flagella peritrikus disebut juga bakteri gram negatif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui uji aktivitas ekstrak etanol rumput  laut  merah (Eucheuma spinosum) dapat  menghambat pertumbuhan antibakteri Escherichia  coli  dengan  menggunakan  metode difusi sumuran.  Metodologi Penelitian ini menggunakan metode eksperimental .Metode difusi sumuran dimana dibuat sumuran pada media  agar  yang  telah  ditanami  dengan  mikroorganisme  kemudian  diinkubasi  dan  diberi  agen antimikroba yang akan di uji. Hasil penelitian Pada Pengujian  aktivitas antibakteri dapat dilihat bahwa zona hambat yang dihasilkan dari berbagai konsentrasi rumput laut merah (Eucheuma spinosum) yaitu konsentrasi 60%,70,80, dan 90% terhadap bakteri Escherichia coli, memiliki zona hambat konsentrasi berbeda-beda. Pada konsentrasi 60% zona hambat sebesar 16 mm (kuat), konsentrasi 70% dengan zona hambat sebesar 19 mm, (kuat), konsentrasi 80% dengan zona hambat sebesar 21 mm (sangat kuat), konsentrasi  90% dengan zona hambat sebesar 30 mm (sangat kuat). Kesimpulan bahwa ekstrak rumput laut merah (Eucheuma  spinosum) mengandung antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli

Micie Sariwating; Cut Bidara Panita Umar; Walfa Syafidya Buamona

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Daun Binahong (Anredera cordifolia) merupakan tumbuhan fungsional karena sebagian besar dapat dimanfaatkan sebagai obat. Daun binahong memiliki kandungan metabolis sekunder yaitu alkaloid flavonoid tanin dan saponin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Metode yang di gunakan yaitu metode sumuran. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia yang ada di dalam daun binahong dan daya hambat ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) sebagai antibakteri terhadap biakan bakteri Propionibacterium acnes, subjek pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun binahong. Objek pada penelitian ini adalah daya hambat antibakteri ekstrak etanol daun binahong. Sebagai kontrol positif yang di gunakan adalah kloramfenikol. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak etanol daun binahong yang diperoleh dibuat dalam 3 seri konsentrasi 5%, 10% dan 15% kemudian diujikan pada bakteri propionibacterium acnes, nilai KHM pada bakteri propionibacterium acnes yang diperoleh pada konsentrasi 5% tidak memiliki zona hambat 0 mm untuk konsentrasi 10% dengan luas zona hambat yang terbentuk sebesar 13 mm dan konsentrasi 15% dengan luas zona hambat yang terbentuk sebesar 20 mm. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol daun binahong memiliki daya hambat terhadap bateri Propionibacterium acnes.

Lisa Potti; Amelia Niwele; Misdar Al Umar

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Secara farmakologi daun singkong mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan. Kandungan yang terdapat dalam daun singkong yaitu air, fosfor, karbohidrat, kalsium, vitamin c, protein, lemak, vitamin B1, zat besi, flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Daun singkong dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk pengobatan penyakit seperti dapat mengobati rematik, asam urat, anemia, konstipasi, serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat pula mengatasi masalah diare. Berdasarkan penelitian sebelumya oleh (Mutia dkk,.2017) mengemukakan bahwa daun singkong (Manihot esculenta Cranz) memiliki kandungan flavonoid,saponin dan tanin yang digunakan sebagai antibakteri. Salah satunya bakteri penyebab diare yaitu Escherisia Coli.Adanya efek anti bakteri pada daun ubi kayu dikarenakan mengandung mengandung senyawa antibakteri yaitu saponin, tannin dan flavonoid. Bakteri Escherisia Coli merupakan mikroorganisme patogen yang sering menginfeksi manusia. Bakteri ini merupakan salah satu yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih, meningitis, pneumonia,diare dan infeksi lainnya. Penyebaran bakteri Escherchia Colli dapat melalui kegiatan tangan ke mulut atau dengan cara pemindahan pasif melalui perantara makanan maupun minuman. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak daun ubi kayu dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek antibakteri ekstrak daun ubi kayu terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Ekstrak ubi kayu dibuat dalam tiga konsentrasi (20%, 40%, 60%) yang diuji daya hambatnya. Penelitian ini menggunakan bakteri Escherichia coli yang dibiakkan dengan media EMBA (Eosin Meythelen Blue Agar) dengan metode paper disk. Didapatkan adanya zona bening disekitar paperdisk yang mengandung ektrak daun ubi kayu. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak ubi kayu (Manihot esculenta Crans) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli. Konsentrasi paling efektif dalam menghambat bakteri adalah 60%.