SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

20,133 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-9 of 9

Analytics

Arrediaz Bhakti Inusantara; Purwoko Purwoko

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The braking system is a crucial component that affects driving safety on motor vehicles, especially motorcycles. The purpose of this study was to determine how brake fluid viscosity and brake fluid pressure affect braking distance. Brake fluids A (12,001 cSt), B (11,120 cSt), and C (10,958 cSt) are three types of brake fluids that vary, along with brake fluid pressure, which ranges from 1.5 to 4.5 bar. A 7 mm bolt that is 70 mm long and drilled into the brake lever is used to limit the pressure. Based on the results of the study, braking distance is affected by fluid pressure and viscosity. With the same fluid pressure of 4.5 bar, brake fluid A is able to brake at the farthest distance of 25.01 meters, brake fluid B is able to brake at the middle distance of 23.12 meters, and brake fluid C is able to brake at the shortest distance of 21.79 meters.

Afrida, Milu; Purwati Nurlaili, Enny; Hermanu, Bambang

Jurnal Agrifoodtech 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Soyghurt adalah minuman probiotik yang terbuat dari sari kedelai dengan penambahan bakteri asam laktat. Pembuatan Black Soyghurt yang berbasis sari kedelai hitam dengan penambahan ekstrak bunga telang dan starter yoghurt. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh lama fermentasi dan penambahan ekstrak bunga telang terhadap sifat fisik black soyghurt. Metode penelitian menggunakan faktorial (2x2) dua faktor dengan dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap) dan dibandingkan dengan produk komersial sebanyak 3 kali ulangan, sehingga didapatkan 15 unit percobaan.  Faktor pertama lama fermentasi 10 jam dan 15 jam. Faktor kedua penambahan ekstrak bunga telang 8% dan 13%. Hasil analisis statistik apabila menunjukkan berbeda nyata maka akan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian pada sifat fisik black soyghurt nilai viskositas 75,00-475,00 mPas,  pada uji warna L* 50,81-53,19, a* 10,87-16,06, b* (-1,60)-3,39. Simpulan penelitian ini adalah pengaruh lama  fermentasi dan penambahan ekstrak bunga telang tidak berpengaruh terhadap sifat fisik. warna L * kecerahan (putih-hitam) dan warna b* (biru-kuning), tetapi berpengaruh terhadap viskositas warna a* (hijau-kemerahan).

Ardani, Monica Novia; Sugiharto, Agung

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Ikan nila merupakan ikan air tawar yang dibudidayakan masyarakat indonesia. Ikan nila mengandung protein, lemak, dan kalsium.Kandungan asam amino pada gelatin tulang ikan nila cukup lengkap sehingga sangat diperlukan oleh tubuh serta berpotensi sebagai sumber bahan pangan .Salah satunya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan sirup yang menggunakan gelatin dari tulang ikan nila. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi asam klorida dan waktu perendaman yang optimal untuk pembuatan gelatin yang ditambahkan pada sirup. Sirup yang dihasilkan diarapkan dapat memenuhi standar mutu SNI dan disukai oleh konsumen. Metode yang digunakan yaitu metode ekstraksi dengan tahapan sebagai berikut: tahap persiapan bahan baku, degreasing, pembuatan larutan, demineralisasi, ekstraksi, pengeringan dan pengaplikasian pada sirup nanas. Pada proses degreasing dilakukan perendaman tulang ikan nila selama 1 jam yang bertujuan untuk membersikan tulang ikan nila. Selanjutnya tahap demineralisasi, sebanyak 20 gram bahan baku direndam dengan larutan konsentrasi asam klorida 1%, 3% dan 5% dengan waktu (10, 12, dan 24) jam sampai terbentuk Ossein (tulang lunak). Pada proses ekstraksi menggunakan hotplate dengan suhu 60oC selama 4 jam setelah itu disaring dengan kertas saring. Lalu untuk proses selanjutnya pengeringan menggunakan oven dengan suhu 60oC selama 12 jam hingga benar-benar kering. Lalu pengaplikasian gelatin tulang ikan nila dengan sirup. Analisa pada gelatin tulang ikan nila terdiri dari rendemen, derajat keasaman (pH) dan viskositas. Berdasarkan hasil penelitiannya diperoleh bahwa rendemen tertinggi pada konsentrasi 1% dengan waktu 24 jam yaitu sebesar 4,41 %. Sedangkan hasil penelitian gelatin sebagai pengental sirup sesuai dengan mutu SNI, pada konsentrasi HCL 1% dan waktu 24 jam didapatkan pH 3.8 dan viskositas 5.0149 Cp.

Mahardika, Gilang; Supriyanto, Supriyanto; Rakhmawati, Rakhmawati

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2021 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan buah : air dan lama pemanasan terhadap sifat fisik, kimia, dan antibakteri pasta belimbing wuluh. enelitian ini dimulai dengan membuat pasta belimbing wuluh menggunakan perbandingan buah : air pada saat proses blending yakni 1 : 1, 1 : 2, dan 1 : 3. Kemudian pada proses pemanasan pasta dengan perbedaan lama pemanasan 10 dan 15 menit. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kadar air metode gravimetri (oven), uji total padatan terlarut menggunakan refraktometer genggam, uji viskositas menggunakan Viskometer Rion VT-04, dan uji antibakteri metode difusi agar dengan suspense bakteri Escherichia coli media pertumbuhan bakteri nutrient broth dan nutrient agar.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan buah : air memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kadar air, total padatan terlarut, viskositas, dan antibakteri pasta belimbing wuluh. Kemudian lama pemanasan memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kadar air, total padatan terlarut, viskositas, dan antibakteri pasta belimbing wuluh.

Prabawati, Indah; Mustofa, Akhmad; Wulandari, Yustina Wuri

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mayones merupakan produk olahan telur yang memiliki kandungan lemak tinggi. Reduce fat mayonnaise merupakan salah satu jenis mayones yang memiliki kadar lemak rendah dibandingkan full fat mayonnaise. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama jenis zat penstabil dengan berbagai konsentrasi CMC 2,06%, Maltodekstrin 82,43%, Xanthan gum 3,09%.  Faktor kedua jenis kuning telur dengan konsentrasi setiap bahan 20,60% yaitu kuning telur ayam kampung, kuning telur ayam petelur, kuning telur ayam omega 3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi yang mempunyai kadar lemak lebih rendah yaitu zat penstabil maltodekstrin 82,43% dengan kuning telur ayam omega 3 dengan konsentrasi 20,60% kombinasi perlakuan tersebut mengandung kadar air 28,651%, kadar lemak 45,650%, pH 4,5, viskositas 3,30 Pa.s, kadar gula total 0,897%, kadar protein 0,160%. Pada pengujian organoleptik yaitu warna putih kekuningan (3,3), tekstur lembut (3,97), tekstur creamy (3,46), kesukaan keseluruhan (paling disukai) (2,6), flavor (mayonnaise) (3,21). Pada penelitian ini kadar lemak masih cukup tinggi sehingga belum mencapai tujuan dari pembuatan reduce fat mayonnaise Kata kunci : Mayones, reduce fat mayonnaise, kuning telur ayam, zat penstabil  ABSTRACTMayonnaise is an processed egg product that has a high fat content. Reduce fat mayonnaise is one type of mayonnaise that has lower fat content compared to full fat mayonnaise. The study was conducted using a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of two factors. The first factor was the type of stabilizer with 2.06% of  CMC, 82.43% of maltodextrin and 3.09% of xanthan gum. The second factor was the type of egg yolk with 20.60% concentration of each ingredient, free range chicken egg yolk, broiler chicken egg yolk, omega 3 chicken egg yolk. The results of this study indicate that the combination treatment which has lower fat content was 82.43% of maltodextrin with omega 3 chicken egg yolk of 20.60%. The treatment combination contains 28.651% of water content, 45.650% of  fat content, pH 4.5, viscosity 3.30 Pa.s, total sugar content of 0.897%, protein content of 0.160%. In organoleptic testing, they are color (yellowish white) (3.3), soft texture (3.97), creamy texture (3,46), overall preference (most preferred) (2.6), flavor mayonnaise (3.21). The result of study the fat content was still high so that it has not reached the goal of reduced fat mayonnaise. Keywords: Mayonnaise, reduce fat mayonnaise, chicken egg yolk, stabilizing agent

Gunawan Wijonarko, Luluk Arum Mawar Nur Aini

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Sari ubi jalar yang mengandung senyawa antioksidan dan ditambahkan kultur bakteri probiotikmenghasilkan produk pangan fungsional untuk menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan, yaitu: 1)Mengetahui komposisi optimum formula minuman sinbiotik yang dihasilkan; 2) Mengetahui pengaruhsubstitusi rasio susu skim dan sari ubi jalar (1:3, 1:1 dan 3:1) dan penambahan konsentrasi (2%, 3% dan4%) terhadap sifat fisik, mikrobiologi, kimia dan sensori minuman sinbiotik yang dihasilkan sehinggamenghasilkan produk minuman sinbiotik terpilih. Metode yang digunakan yaitu Response SurfaceMethodology (RSM) pada perangkat lunak Design Expert v.9.06. Minuman sinbiotik dengan formula terbaikyaitu persentase Lactobacillus casei 2% dan perbandingan sari ubi jalar : susu skim (3:1) Memiliki hasilnilai pH 5,6, total padatan terlarut 26o Brix, total probiotik 1,56x 109 CFU, ketahanan terhadap pH rendah337,4 %. Viabilitas minuman sinbiotik dengan formula terbaik menunjukkan penurunan dari 1,56x 109 CFUmenjadi 6,3,2x108CFU pada minggu ke tiga. Jumlah total BAL pada penelitian ini sudah memenuhi syaratsebagai minuman fungsional pada SNI yogurt yaitu SNI (2981:2009) sebesar 1x107 CFU dan masih dapatdikonsumsi. Karakteristik sensoris berwarna coklat, viskositas sedikit kental, rasa enak dan tingkat kesukaan(overall) disukai.Kata kunci : Formulasi, Lactobacillus casei, minuman sinbiotik, ubi jalar

Fitriani, Shanti

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Pati sagu diekstrak dari batang pohon sagu (Metroxylon sagu), yang banyak ditemukan di kawasan AsiaTenggara. Dibandingkan dengan beras, produk pangan berbasis sagu lebih sedikit ditemukan di pasaranIndonesia. Banyak aplikasi yang menggunakan pati melibatkan pemanasannya di dalam air. Transisi termalyang dialami pati dan interaksi dengan air pada tingkat granula dan makromolekul membedakan sifatsifatpati dan dapat menentukan potensinya sebagai bahan penyusun makanan. Penelitian ini bertujuanuntuk mendapatkan pemahaman tentang sifat pasta dan termal serta daya pembengkakan pati sagu yangdibandingkan dengan dua pati lainnya yang banyak diproses di Asia Tenggara, yaitu beras dan ubi kayu(tapioka). Sifat-sifat pati yang diuji termasuk daya pembengkakan, sifat pasta menggunakan RVA dan sifattermal menggunakan DSC. Pati ubi kayu memiliki daya pembengkakan tertinggi (34,6 g/g) yang tidakberbeda nyata dengan pati sagu (29,0 g/g). Dalam hal sifat pasta, pati sagu memiliki nilai viskositas terendahuntuk viskositas puncak, panas, dan viskositas akhir sementara suhu pasting tertinggi. Suhu gelatinisasi dannilai entalpi pati sagu merupakan yang tertinggi dan pati beras terendah. Semua sampel yang dijalankanpada DSC disimpan pada suhu 4°C untuk mengukur rekristalisasi/retrogradasi. Pati sagu menunjukkan reorderingamilopektin yang signifikan, sementara hanya sedikit untuk pati ubi kayu. Hanya pati beras yangmenunjukkan adanya kompleks amilosa-lipid.Kata kunci: pati sagu, daya pembengkakan, sifat pasta, sifat termal

Linda Kurniawati, Pramusinto Nanik Suhartatik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Beras kencur merupakan minuman herbal yang mampu menyegarkan dan menyehatkan tubuh sertamemiliki cita rasa khas rempah. Kencur (Kamferia galangal), jahe (Zingiber officinale), sereh (Cymbopogancitrates), dan beras merah (Oryza niwara) mengandung bahan-bahan fungsional yang merupakan zat-zataktif dan beberapa mempunyai aktivitas antioksidan. Beras kencur dibuat dari racikan rempah-rempahyang ditumbuk kemudian diseduh dengan air panas. Penyajian beras kencur yang demikian kurang praktis.Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah mengolahnya menjadi sirup. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui aktivitas antioksidan dan membuat formulasi sirup herbal dengan berat kencur-jahe-sereh danratio berat beras merah-beras putih. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap(RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu berat kencur-jahe-sereh (150-200-150 g; 125-250-125 g; 100-300-100 g)dan ratio berat beras merah-beras putih (1:4; 2:3; 3:2; 4:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasiperlakuan berat kencur-jahe-sereh dan ratio berat beras merah-beras putih yang terbaik adalah pada beratkencur 125 g-jahe 250 g-sereh 125 g dan ratio berat beras merah-beras putih (4:1). Hasil sirup herbal yangterbaik mengandung aktivitas antioksidan RSA DPPH 88,25%; aktivitas antioksidan FRAP 91,71%; total fenol30,95 mg asam galat/100 ml; viskositas 42,00 dPas; pH 5,66; warna coklat (skor 3,00); flavor kencur-jahe-serehsedikit terasa (skor 2,67); rasa manis (skor 2,80); dan tingkat kesukaan disukai (skor 3,20).Kata kunci: Sirup, beras kencur, herbal, antioksidan.

Linda Kurniawati, Yunita Wulan Sari, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Antioksidan bermanfaat bagi kesehatan karena dapat menangkal radikal bebas yang menyerang jaringan tubuh dan berperan untuk mempertahankan mutu produk pangan. Tanaman sumber antioksidan salah satunya yaitu daun sirih merah, bunga rosela, dan jahe. Salah satu usaha yang akan dilakukan adalah mengolah daun sirih merah, bunga rosela, dan jahe menjadi sirup. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi sirup “sijala” yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi, berkualitas, dan disukai konsumen, serta mengetahui karakteristik kimia, fisika, dan sensori sirup “sijala” dengan variasi persentase kadar ekstrak sirih merah-bunga rosela dan kadar filtrat jahe. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu persentase kadar ekstrak sirih merah-rosela (0,5-1,5 %; 1,0-2,5%; dan 1,5-3,5%) dan kadar filtrat jahe (0, 4, 8, dan 12%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan persentase kadar ekstrak sirih merah-rosela dan kadar filtrat jahe yang memiliki sifat fungsional dan lebih disukai panelis adalah perlakuan 1,5% sirih merah-3,5% rosela dengan kadar filtrat jahe 8%. Sirup tersebut memiliki karakteristik: aktivitas antioksidan 94,60% RSA DPPH ; kadar vitamin C 197,12 mg /100 g ; derajat keasaman 3,20 ; viskositas 25,12 dPas ; warna sirup merah muda (1,80) ; sedikit ada flavor jahe (1,66) dan rasa yang sedikit pahit (1,93).Kata kunci: Sirup, daun sirih merah, bunga rosela, jahe, antioksidan.