SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-17 of 17

Analytics

Maharani Dwi Nurhalizah Rahmah; Inayah Thohiroh; Muhammad Luthfi Ramdhani; Muhammad Ary Sukmo Wibowo; Abdul Azis

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pemanfaatan teknologi dalam budaya islam menurut perspektif buya hamka, dengan teknologi yang semakin berkembang dan modern membuat budaya islam lebih dikenal secara luas dan mudah, melalui perspektif buya hamka ini islam tidak melarang umat islam untuk ketingglan zaman, asalkan setiap budaya yang dihasilkan dan disebar luskan bisa sesuai syariat islam , sehingga jauh dari kata maksiat dan menyesatkan serta tidak melanggar syariat islam. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi kontribusi teknologi dalam penyebaran budaya Islam menurut pandangan Buya Hamka. Proses pengumpulan data dilakukan melalui  sistem observasi, wawancara, dan analisis dokumen, yang kemudian dianalisis dengan cara deskriptif merujuk pada teori-teori keislaman dari Buya Hamka. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Buya Hamka melihat teknologi sebagai sarana yang dapat memperkuat nilai iman dan moral, serta menyebarluaskan ajaran Islam secara inovatif dan interaktif. Pandangannya menekankan pentingnya menemukan keseimbangan antara perkembangan teknologi dan kemajuan spiritual agar teknologi dapat digunakan secara efektif dalam kegiatan dakwah dan pendidikan Islam. Penelitian ini juga menunjukkan relevansi pemikiran Buya Hamka dalam era digital saat ini, di mana media digital memiliki peranan yang signifikan dalam menjangkau masyarakat luas dengan cara yang humanis dan dialogis, sejalan dengan nilai-nilai moral dan budaya Islam.

Rina Setyaningsih; Rohmawati Rohmawati; Vitaloka Vitaloka; Ainun Ni'mah; Ramdan Hadi +2 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Liberalism and Islamare two ways in different directions. Although both are often juxtaposed in every discussion of scholars, it is very difficult to put together. Islamis a religion that is assumed to the word of God through"the"book"of"the"Quran"and the hadith"of"the"Apostle, where each of its adherents has boundaries in carrying out life to survive in the world and the hereafter, while liberalism comes as an ideology that emphasizes the rights and freedom of every individual in all aspects of life including religion. This journal aims to present knowledge about"the"impact"of the ideology of liberalism"on"the"thought"of"the"Islamic Ummah. This study involved related literature analysis of academic sources, including theoretical works and thoughts of scholars andIslamicthinkers."The"conclusion"that"can"be"drawn"from"this"study"isthat"the"understanding"of"liberalism is still widely adopted by the Islamic Ummah even though the ideology of liberalism is very"contrary"to"the"teachings"of"Islam", this"is"due"to"the"weak religious education in every individual of the Islamic Ummah itself which then considers that Islamic rules curb human freedom.  

Sifa Hayatul Husna; Elsita Insani; Najwa Ananda Putri; Sabila Ramadani Lubis; Latifha Umi Barokha +1 more

Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to determine that the Qur'an as the holy book of Muslims plays an important role in guiding daily behavior and actions. In the context of modern life full of challenges, a deep understanding of the Qur'an as the main source of guidance is very crucial to shape the character and moral values ​​of Muslims. The purpose of this study is to explore the primacy of the Qur'an as the main source of guidance in the lives of Muslims. The method used for the study on "DIGGING INTO THE PRINCIPLES OF THE Qur'an: THE MAIN SOURCE OF GUIDANCE IN THE LIVES OF ISLAMIC PEOPLE" uses a qualitative approach with a literature study method, which involves the analysis of the texts of the Qur'an and related literature, including interpretations from scholars and previous research. Data are analyzed thematically to identify the basic principles contained in the Qur'an and their application in daily life. This study aims to examine the role of the Qur'an as the main source of guidance in the lives of Muslims, as well as to explore the application of its teachings in social, economic, and spiritual contexts. The results of this study indicate that the Qur'an provides comprehensive guidance for Muslims in various aspects of life. The teachings of the Qur'an on justice, compassion, and social responsibility have proven to be a strong foundation in building a harmonious society. In addition, this study underlines the importance of contextual understanding of the teachings of the Qur'an in order to be relevant to the challenges of today's era.

Saribunga Saribunga; Hasaruddin Hasaruddin

Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This research discusses the central role of the Muslim community in resisting colonial powers in the Indonesian archipelago, focusing on colonization by the Dutch, Spanish, Portuguese, French, British, and Japanese. Islamic teachings, particularly the concepts of jihad, love for the homeland, and resistance to oppression, played a pivotal role in igniting the spirit of resistance. Islamic Sultanates such as Aceh, Demak, and Mataram actively engaged in the struggle, along with the leadership of scholars and the general population. With low literacy rates, the positive transformations during British colonization were limited in their full utilization by the local communities. Although Japan initially attempted to garner support by claiming liberation, it eventually proved to be a harsh colonizer with forced labor programs. This research employs the library research method to explore the dynamics of Muslim resistance against colonizers by utilizing literary sources.

Yulies Tiena Masriani; Maskus Suryoutomo; Ridho Pakina

Notary Law Research 2024 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Keberagaman kepercayaan, agama, atau keyakinan yang ada di Indonesia merupakan salah satu keragaman yang juga menuai banyak perbedaan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis secara komprehensif terkait pengaturan dan keabsahan perkawinan beda agama oleh warga negara Indonesia yang dilakukan di luar negeri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 menyatakan bahwa suatu perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaan masing-masing. Namun, untuk menghindari ketentuan tersebut, beberapa pasangan beda agama memilih untuk menikah di luar negeri melalui pencurian hukum agar pernikahan mereka diakui secara hukum. Pernikahan harus dilakukan sesuai dengan hukum agama masing-masing, tidak ada pernikahan di bawah tangan yang diperbolehkan. Hukum juga menjelaskan bahwa tidak ada pernikahan di luar hukum agama dan kepercayaan masing-masing. Oleh karena itu, umat Islam, Kristen, Hindu, atau Buddha tidak boleh melanggar hukum agama mereka sendiri dalam melangsungkan pernikahan. Namun, perkawinan campuran yang disebabkan oleh perbedaan kewarganegaraan dapat dilakukan sesuai dengan Pasal 57 UU No. 1 Tahun 1974, asalkan bukan karena perbedaan agama atau kepercayaan. Jika ada pasangan yang berbeda agama dan ingin menikah, mereka dapat melakukannya di luar negeri. Pernikahan beda agama yang dilakukan di luar negeri termasuk dalam ranah Hukum Perdata Internasional.

Muhammad Farhan Fadhilah; Muhammad Ihsan Nauval Musyari; Muhammad Badil; Rivaldi Rissyel

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The role of religion in the lives of individuals to function as a value system that includes certain norms. Religion influential as motivation in encouraging individuals to perform an activity, due to actions undertaken against a background of religious beliefs assessed as having elements of chastity, and obedience. Religion in the lives of individuals also serves as 1) .Sumber Value In Keeping Decency 2). As Means To Overcome Frustration, 3). As Means To Satisfy Curiosity. Furthermore, with regard to the function of religion in public life. Society is the union of a group of individuals formed by a certain social order. The issue of religion would never be able to be separated from public life, because religion itself turned out to be necessary in social life. In practice, the function of religion in society, among others: 1). Educational function, 2). Rescuer, 3) As of Atonement, 4). As Social Control, 5). As fertilizer Sense of Solidarity. 6). Transformative function, 7). Creative function, 8). Sublimatif function, and 9). Sublimatif function. For further relates to the prosperity and happiness of human beings according to the teachings of Islam can be seen from all sides of which are 1) Social Kewajiban Human, 2). Humans as Pemakmur, and 3). Life Strategies as a winner.

Sandi Prasetyo Putra Ariyanto

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2023 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak – Pendidikan agama Islam adalah yang wajib dikenal, dipelajari, dan diajarkan oleh setiap umat Islam. Pendidikan agama Islam sudah diajarkan ketika balita hingga perguruan tinggi. Sejak dini anak perlu diajarkan tentang ajaran agama Islam. Jaman sekarang masih banyak siswa-siswi sekolah dasar (SD) belum paham tentang ajaran agama Islam, karena di jaman sekarang ini buku-buku ajaran agama Islam kurang diminati dan membosankan jika dibaca atau dipelajari karena kurang menarik dan juga pengajar di TPQ Immamul Muttaqin masih menggunakan metode pembelajaran dengan menggunakan papan tulis dan ceramah yang membuat anak-anak mudah bosan. Walaupun sudah diajarkan tentang ajaran agama Islam di sekolahan atau di TPQ belom tentu anak itu akan mengingat pelajaran agama yang diberikan oleh pengajar. Maka perlu melakukan penggantian media papan tulis dialihkan ke media  pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis mobile supaya pengguna terkhususnya anak-anak lebih bersemangat dalam mempelajari ajaran agama Islam sejak dini dalam pantauan orang tua. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran pendidikan agama Islam terkhususnya untuk anak-anak dan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang ajaran agama Islam.

Muh, Bukhari

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2023 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Implementasi Pelajaran Bahasa Arab dalam Pembiasaan Bacaan Al-Qur’an SMP Darussalam Koposari Cileungsi Kita sebagai umat islam dituntut untuk selalu membaca dan mempelajari al-qur’an sesuai dengan SK yang telah dikeluarkan oleh mentri Agama RI yang mengharuskan setiap orang islam untuk selalu meningkatkan kemampuan dan minat yang tinggi dalam Membaca Al-Qur’annya. Untuk mencapai tujuan tersebut,maka pada saat ini banyak lembaga-lembaga pengkaji Al-Qur’an mencetus atau membuat metode yang bermacam-macam,salah satunya dengan mngaitkan pelajaran bacaan Bahasa Arab pada pembiasaan bacaan Al-Qur’an. Pembelajaran bahasa arab menjadi salah satu implementasi dalam Pembiasaan Bacaan Al-Qur’an. Dengan adanya pembiasaan bacaan al-qur’an melalui pelajaran bahasa Arab ini akan meningkatkan minat baca dan belajar memperbaiki bacaan al-qur’an,baik tajwid,makhorijul huruf,dan lain-lain. Tujuan penelitan ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang implementasi pelajaran bahasa Arab dalam pembiasaan bacaan al-qur’an di SMP Darussalam Koposari-Cileungsi, sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian deskriptif   yang mampu menjelaskan pembahasan yang akan dikaji. Hasil dari penelitian ini bahasa arab menjadi salah satu bahasa yang memiliki peran penting dalam bacaan al-qur’an. Latar belakang penelitian ini adalah masih banyaknya anak yang kurang fokus dan kurang bersemangat dalam mengimplementasikan program pembiasaan dalam pembelajaran membaca Al-qur’an serta kurang memperhatikan dan mengimplementasikan program pembiasaan dalam pembelajaran membaca Alquran baik di sekolah ataupun di rumah. Dengan demikian, dalam implementasinya pelajaran bahasa arab khususnya dalam pembacaan al-qur’an ini mampu meningkatkan minat baca,keterampilan dan fasohat siswa dalam bacaan al-qur’an baik pembiasaan di sekolah,rumah dan dalam kehidupan sehari-hari.

Rustam Rustam; Muhammad Amri; Indo Santalia

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Secara historis pergulatan panjang yang menjadi penyebab tercetusnya aliran teologi yang berbeda dalam umat islam bermula pada persoalan politik tanpa menyinggung agama dan berakhir menjadi perpecahan, bukannya menjadi partai politik belakangan yang timbul adalah partai agama dengan membawa dalil yang mengukuhkan pendapat masing-masing hingga melahirkan sejarah kelam dimana antar sesama umat islam saling memerangi atas dasar perbedaan pandangan politik, dengan membawa dalil yang berbeda. Bermula dari terbunuhnya khalifah Usman bin Affan, berlanjut pada perang saudara Antara Mu’awiyah dan Sahabat Ali yang menyebabkan terbunuhnya khalifah Ali, sehingga menyebabkan perpecahan pada umat islam yang mulanya persoalan imamah dan berakhir pada pergulatan politik agama yang berimbas pada perbedaan pandangan dalam teologi. Untuk memahami sejarah dan latar belakang perkembangan ilmu teologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam menjelaskan sejarah teologi.

Vizi Azlina; Dedi Masri; Muhammad Alfiansyah; Vallenda Nadila

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis takwil ayat mutasyabihat dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa Ayat 2 dengan Surah An-Nisa Ayat 6 yang berkaitan dengan pembagian harta anak yatim. Ayat-ayat ini menyoroti pentingnya keadilan dalam membagi harta anak yatim dan memberikan pedoman bagi umat Islam dalam melakukan pembagian yang adil. Dalam masyarakat Muslim, perhatian terhadap anak yatim adalah salah satu prinsip utama dalam ajaran agama. Islam menggarisbawahi perlunya perlindungan dan keadilan terhadap anak yatim, termasuk dalam hal pembagian harta mereka. Surah An-Nisa Ayat 2 dan Ayat 6 dalam Al-Qur'an memberikan arahan kepada umat Islam mengenai bagaimana harus memperlakukan harta anak yatim dan mewariskannya secara adil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan tafsir al-Qur'an. Data yang digunakan adalah ayat-ayat mutasyabihat yang terdapat dalam Surah An-Nisa Ayat 2 dan Ayat 6. Untuk menganalisis dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang makna ayat-ayat tersebut, berbagai tafsir dari para ulama terkemuka dikaji dan dibandingkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takwil ayat mutasyabihat dalam Surah An-Nisa Ayat 2 dan Ayat 6 adalah bahwa pembagian harta anak yatim harus dilakukan dengan adil, menjaga hak-hak anak yatim, dan menghindari penyalahgunaan kekuasaan. Ayat-ayat tersebut memberikan pedoman yang jelas bagi umat Islam dalam melakukan pembagian harta anak yatim, dengan memastikan bahwa mereka mendapatkan bagian yang adil dan tidak terjadi penyalahgunaan harta oleh pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan harta tersebut. Keadilan dalam pembagian harta anak yatim merupakan aspek penting dalam agama Islam. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang mendorong umat Muslim untuk bersikap adil dan berbuat baik terhadap anak yatim. Pembagian harta yang adil akan memberikan kepastian dan keamanan bagi anak yatim, serta memperkuat rasa keadilan dan persaudaraan dalam masyarakat Muslim. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman terhadap takwil ayat mutasyabihat dalam Surah An-Nisa Ayat 2 dan Ayat 6, khususnya dalam konteks pembagian harta anak yatim. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya menerapkan prinsip-prinsip keadilan dalam praktik pembagian harta anak yatim, serta memberikan perlindungan dan perhatian yang layak terhadap mereka.

Tri Winarsih

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Fintech syariah mulai tumbuh dan berkembang di Indonesia. Perkembangan yang cukup dratis dikalangan umat islam menaruh kepercayaan besar berinvestasi syariah ditambah dukungan generasi milenia dan generasi Z yang lebih berminat atas sistem yang serba cepat dan sistematis ditengah industri pendanaan resakdana dinilai semakin tertekan. Awal mula berdirinya fintech syariah merupakan respon dari berkembangnya perusahaan fintech konvensional yang mengenakan bunga ditiap operasi kegiatannya. Fintech syariah yang tidak mengandung unsur: Riba (Bunga), Gharar (Ketidakjelasan), Maysir (Judi), Tadlis (Penipuan), Dharar (Bahaya), Zulm (Ketidakadilan), dan Haram serta sistem akad syariah terkait hukum kontrak online dimana memberlakukan asas-asas hukum kontrak syariah berdasarkan hukum islam menjadi fenomena baru di tengah perkembangan bisnis keuangan syariah. Tujuan penelitian yaitu memberikan gambaran literasi tentang pemahaman fintech syariah terkait teori, dasar hukum fintech syariah, manfaat, resiko, sistem akad fintech syariah dan perkembangan fintech syariah yang sedang berkembang di Indonesia. Pengunaan metode kualitatif deskriptif berupa pengamatan perilaku dengan studi literatur dari buku teks, artikel media massa dan literatur online dipakai sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah semua transaksi fintech syariah memegang teguh prinsip syariah, dimana sistem akad dianggap sah apabila sejalan dengan hukum syariah ditengah perkembangan fintech syariah yang mulai diminati semua kalangan pembisnis syariah.

Ula Muvida Toyiba; Alfiah Aulia Ilmiana; Azis Mayardhi; Hudedi Hudedi; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Islam adalah agama dakwah, yaitu agama yang menyeru dan mengarahkan pemeluknya untuk selalu menyebarkan dan mengirimkan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia. Kemudian, kegiatan dakwah berkembang dengan dinamika yang berbeda dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Dakwah harus dilakukan sesuai dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini. Karena konversi dakwah mempengaruhi penyerahan agama dan sebaliknya, dakwah lambat menyebabkan disintegrasi agama. Karena hubungan timbal balik inilah, Islam membebankan kewajiban berdakwah kepada setiap orang beriman. Dalam Q.S Al Baqarah ayat 256 berbunyi “LaaIkrooHafiddiin” yang berarti tidak ada paksaan dalam konteks keberagamaan yang diyakininya. Kemudian Q.S Al Imran ayat 19 yang berisi “bahwa Allah SWT bertanya kepada orang-orang buta huruf (sudahkah kamu masuk islam) jika mereka masuk islam, berarti mereka telah mendapatkan petunjuk. Namun jika mereka berpaling dari hal tersebut maka kewajiban kita hanyalah menyampaikan. Dalam dua konteks pembahasan tersebut maka kita tidak diperbolehkan untuk memaksa orang lain masuk islam atau memaksa ikut meyakini agama selain islam. Seperti halnya Ketika ada masyarakat yang terkena musibah, kita kirimkan sembako namun mewajibkan mereka untuk bersyahadat terlebih dahulu walaupun konteksnya mereka sedang berdakwah, maka berdosalah ia. Adapun para ulama yang membolehkan dan tidak membolehkannya dalam pengucapan tersebut. Para ulama yang melarang mengucapkan Selamat Natal karena berdasarkan interpretasi QS. Maryam ayat 23-26. Dalam ayat ini, Jibril menyuruh Maryam yang melahirkan Isa al-Masih untuk meraihnya akar kurma dan mengambil buah yang matang untuk dimakan. Tanggal tersebut menunjukkan bahwa Isa al Masih tidak lahir pada musim dingin, jadi tanggal 25 Desember bukanlah kelahiran putra Maryam. Adapun para ulama yang membolehkan Selamat Natal didasarkan pada QS. Al Mumtahanah ayat 8. Allah swt. Dalam ayat ini Allah tidak melarang berbuat baik kepada orang yang tidak memerangi umat Islam. Oleh karena itu, mengucapkan Selamat Natal adalah hal baik kepada non muslim, maka perbuatan tersebut diperbolehkan. Penerapan ini dijamin oleh undang-undang Negara pasal 29 ayat 2 yang berbunyi “Negara menjamin tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaan itu”. Jadi ibadah di islam itu indah dan dapat berupa larangan.  

Sukatin Sukatin; Pahmi Pahmi; Paridatul Hasanah; Resty Nurhalimah; M.Rizki Destrian Ramadhan +1 more

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan agama Islam berpengaruh terhadap pembentukan akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang sifanya library research. Metode analisis data yang digunakan adalah Metode analisis deskriptif yang dilakukan lewat proses menjelaskan dan menggambarkan pengaruh pendidikan agama islam dalam pembentukan akhlak siswa secara jelas, objektif dan kritis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan agama islam berpengaruh pada pembentukan akhlak para siswa. Hal ini didasari bahwa pendidikan agama islam berfungsi untuk Menyediakan dan mengakomodasi pendidikan tentang akidah dan akhlak adalah hal fundamental yang utama dalam pembentukan akhlakul karimah atau akhlak yang baik. Pengaruh pendidikan agama islam dalam pembentukan akhlak siswa dilihat materi yang disampaikan berupa keagamaan yang diperoleh dari akidah, hukum dalam ibadah yang dilakukan sehari-hari diperoleh dari fiqih, pedoman dalam berperilaku diperoleh dari pendidikan akhlak, keteladanan hidup diperoleh dari sejarah umat terdahulu dan pedoman hidup diperoleh dari Al-Qur’an sebagai kitab suci umat islam dan As-sunnah serta lewat keteladanan yang dicontohkan dari guru dalam kehidupan sehari-hari.  

Muhamamd Ikhsan Ramadhan; Cindy Sri Fuji Lestari; Muhammad Pandu Dewan Daru Tunas Mahardika; Dicky Marojahan Manurung; Yayat Suharyat

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Politik dalam Islam adalah sesuatu yang mengacu pada konsep dalam ajaran Islam. Cara pemerintahan periode Nabi muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin, mencontohkan praktik politik didalam Islam. Etika politik tampaknya sudah usang di masa sekarang. Etika politik sudah hilang dan tidak ada lagi. Fakta ini menunjukkan bahwa politik adalah arena atau kontes dalam perebutan kekuasaan dan kepentingan individu, ada kecenderungan umum dan pembenaran dari berbagai pendekatan untuk mencapai satu tujuan yang diinginkan. Salah satu strategi untuk mempertahankan dan menegakkan ajaran Islam adalah melalui gerakan massa politik, yaitu politik Islam. Dalam arti luas, politik dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh agama Islam. Politik dalam Islam bertujuan untuk memajukan seluruh umat, khususnya Muslim di dunia. Faktanya, Islam telah membentuk kehidupan sosial bagi manusia. Kita tidak dapat terus memperjuangkan hak-hak Muslim di masyarakat saat ini tanpa berpolitik. Dapat dikatakan bahwa politik dalam agama Islam adalah salah satu cara untuk mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan konteks dan keadaan yang sudah ada. Politik tanpa Islam akan mengakibatkan terbentuknya umat Islam yang tidak memiliki kebebasan untuk mengamalkan syariat Islam.

Nadila Putri Saharani; Julia Indah Islami; Ella Nurul Fauzi; Citra Dewi Lestari; Amanda Maharani +1 more

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah satu jenis media sosial memiliki pengaruh yang lebih besar pada kehidupan umat Islam dan masyarakat saat ini. Sementara surat kabar, radio, televisi, telegram, dan alat sederhana lainnya digunakan di masa lalu untuk media sosial, teknologi modern telah menyederhanakan Hasil yang paling mengerikan adalah, sesuai dengan hukum, ajaran, dan norma agama yang berlaku, media sosial kemungkinan akan berkembang menjadi alat untuk memobilisasi berbagai ide yang sangat tidak relevan dan mengganggu tatanan kehidupan. Akibatnya, kita perlu mempelajari lebih lanjut batasan-batasan yang harus ditetapkan media sosial agar umat Islam dan masyarakat tidak semakin terjerumus ke dalam provokasi, ambiguitas, dan segala hal lain yang merusak moralitas dan opini publik.

Abdul Gani Jamora Nasution; Hasny Delaila Siregar; Nepri Handayani Siregar; Nina Aldila Berutu

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Peristiwa Isra' Mi'raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram pada malam hari, dan dibawa oleh malaikat Jibril ke Sidaratul Muta untuk menghadap Allah SWT secara langsung dan tanpa halangan apapun, dengan tujuan untuk mendapatkan perintah dari Allah SWT. Allah SWT untuk melaksanakan shalat lima waktu. Waktu siang dan malam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan memberikan informasi tentang isra' mi'raj Nabi Muhammad SAW dalam buku SKI di MI, bagaimana masyarakat menyikapi peristiwa tersebut, dan pelajaran apa yang dapat diambil dari isra' mi'raj ini. kejadian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa peristiwa Isra' Mi'raj adalah umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan shalat fardu lima waktu. Hikmah dari peristiwa ini adalah sebagai berikut: Orang sukses harus melalui perjuangan yang berat. Selain itu, beliau memerintahkan beliau untuk melaksanakan shalat dengan tujuan mencegah umat Islam dari perbuatan tercela di dunia dan akhirat.    

Mulyadi, Mulyadi; Nurhidayati, Nurhidayati; Alimin, Nurhayatu Nufut; Faizin, Ahmad

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bangunan masjid adalah aset yang berharga bagi umat Islam. Segala fungsi dan manfaat ada pada bangunan masjid mulai dari aspek propan hingga yang bersifat transenden. Namun saat ini keberadaannya masih banyak yang kurang diperhatikan oleh para pengguna atau pengelolanya baik eksterior bangunan maupun interior beserta perabot yang ada di dalamnya. Tulisan ini disusun dalam rangka memberikan rambu-rambu dalam tata kelola interior masjid. Riset dilakukan dengan metode analisis konten dari berbagai sumber tertulis dan media online. Pembahasan disusun dengan cara mendekatkan permasalahan berbagai teori dan rumusan praktis dalam desain interior khususnya dalam hal pengelolaan bangunan publik.