Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 31

Analytics

Lay, Sergius; Waruwu, Clara Cici Ceriawati; Sihite, Dominkus Wardoyo; Baeha, Widia; Waruwu, Elvin Paska Juang +2 more

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji makna kematian dan kehidupan kekal dalam iman Katolik berdasarkan perspektif teologi eskatologi dan Kristologi sesuai dengan ajaran dogma Gereja Katolik. Tujuan penelitian adalah menjelaskan pemahaman kematian menurut ajaran resmi Gereja Katolik, sebagaimana tertuang dalam Katekismus Gereja Katolik, dokumen Konsili Vatikan II, dan ensiklik kepausan, serta relevansinya bagi kehidupan pastoral umat pada masa kini. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka yang bersifat teologis-normatif dengan sumber utama Kitab Suci, dokumen Magisterium, dan literatur teologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam iman Katolik, kematian dipahami sebagai peralihan menuju kehidupan kekal bersama Allah, bukan akhir dari eksistensi manusia. Wafat dan kebangkitan Yesus Kristus menjadi fondasi dogmatis harapan keselamatan umat beriman. Ajaran tentang pengadilan khusus, api penyucian, surga, dan neraka merupakan bagian integral dari iman Katolik yang memiliki implikasi pastoral yang kuat: memberikan penguatan iman, harapan, dan penghiburan bagi umat dalam menghadapi penderitaan dan kematian. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pemahaman teologis yang benar tentang kematian dan kehidupan kekal perlu terus diwartakan agar umat mampu menghayati hidup dalam iman, harapan, dan kasih.

Agustinus Abraham

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This study discusses the dialogue between Christian faith and Karl Marx’s atheism as well as its relevance to the lives of contemporary Christians. The rise of atheism in modern society is closely related to secularization, scientific progress, social inequality, and criticism of religious institutions that are considered unable to answer humanitarian problems. Karl Marx viewed religion as an ideological instrument that often legitimized oppression and alienated humans from their true existence. Through his famous statement that “religion is the opium of the people,” Marx criticized forms of religiosity that merely comfort human suffering without striving for social liberation. This research employs a qualitative method with a literature review approach by examining various philosophical, theological, and social sources related to Marx’s atheism and the Catholic Church’s teachings. The findings reveal that Marx’s criticism of religion should not merely be understood as a rejection of God, but also as a moral challenge for the Church to continuously renew itself in carrying out its mission amid social realities. In response, the Catholic Church, especially through the teachings of the Second Vatican Council, views atheism not only as a doctrinal challenge but also as an opportunity for dialogue and self-reflection. The study concludes that authentic Christian faith is not an escape from worldly realities but a spiritual force that encourages believers to uphold justice, solidarity, and human dignity. Therefore, Marx’s criticism can become a reflective instrument for Christians to embody a more contextual, humanistic, and socially engaged faith in the modern world.

Adinuhgra, Silvester Adinuhgra

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This Community Service activity aims to foster the spiritual life of NTT Migrant Communities on Oil Palm Plantations. The activities include weekly faith formation and year-end recollections. Through these weekly faith formation activities, NTT migrants receive regular spiritual care and further strengthen their faith amidst the harsh challenges of the working world. Furthermore, through the year-end recollections, NTT Catholics gain valuable experience through the materials provided by competent speakers and the series of activities presented. These activities foster a spirit of togetherness and solidarity, and a deeper understanding of the richness and meaning of the Church's sacraments.

Adinuhgra, Silvester; Sinaga, Louis Fingky Alexander; Ngarani, Nullya

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji pengalaman umat Stasi Ibu Teresa Sei Hanyu dalam membangun Gereja Sinodal, sebuah model gereja yang menekankan partisipasi aktif dan kolaborasi seluruh umat beriman. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan selama tiga minggu, studi ini mengungkap bagaimana prinsip-prinsip sinodalitas diterapkan di tingkat akar rumput. Temuan utama menunjukkan bahwa Stasi Ibu Teresa telah mengimplementasikan berbagai inisiatif untuk mewujudkan Gereja Sinodal, termasuk dialog antar umat, pemberdayaan kelompok kategorial, dan peningkatan partisipasi dalam liturgi serta pelayanan sosial. Meskipun menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan kesenjangan generasi, stasi ini berhasil menciptakan ruang dialog yang memungkinkan suara-suara beragam untuk didengar dan dihargai. Dampak penerapan prinsip Gereja Sinodal terlihat dalam peningkatan keterlibatan umat dalam pengambilan keputusan gereja dan penguatan relasi sosial antar umat. Kolaborasi antara Stasi Ibu Teresa dengan Paroki induk juga mengalami peningkatan, terutama dalam perencanaan pastoral dan pelaksanaan program pembinaan iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju model gereja yang lebih partisipatif dan inklusif membutuhkan komitmen dan keterlibatan aktif dari seluruh umat. Stasi Ibu Teresa mendemonstrasikan bahwa prinsip-prinsip sinodalitas dapat diterapkan secara konkret di tingkat lokal, memberikan kontribusi pada visi Gereja Katolik universal yang lebih inklusif dan responsif.

Tri Sujarwadi

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2025 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The rapid development of technology in the current era of globalization has had a negative impact on the moral development of teenagers. There needs to be an effort made by the adult community to shape the character of the younger generation so that they can recognize their potential. For this reason, as scholars who play a role in the world of education, by looking at the development of the character of the young generation in the current era of globalization, we, the service team, are encouraged to also make our contribution through socialization and training to children, especially ST Station children. Yosep Suka Maju, Tanjung Selamat Parish, Medan, with the activity theme "Building Catholic Family Character (To Community Community) Stasi St. Yosep Likes to Move Forward, Tanjung Selamat Parish, Medan." Apart from the presentation of Leadership and Free Association material, discussions and training were also provided using the Community Education method. We really hope that every material provided can provide good education for children in particular and also students who are involved in service activities.

Yustinus J. W. Yuniarto; Leonardus Jimmy

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

This service to the Pringgolayan Catholic community aims to renew their understanding of the liturgy (especially the eucharist). The main focus of the reform is the liturgical system according to the General Guidelines for the Roman Missal. Through observations that took place from January 2024 to June 2024, the population identified a gap between the knowledge, understanding and liturgical practices of Pringgolayan Catholics. Some people do not even understand the liturgical movements they perform while participating in the liturgical celebration. This service is carried out by combining dialogic lectures, questions and answers, and observations of the course of the event. The results of this activity consist of liturgical catechesis content on TikTok Komsos Pringgolayan and increasing people's understanding of the liturgy. This increase can be seen in the quality of question and answer discussions and the number of uses of technical liturgical terms in subsequent liturgical celebrations. The commitment and consistent presence of the participants is one of the challenges for this activity considering that it takes place every Sunday at 9.00 - 10.30 WIB, from August 2024 - November 2024. On the next occasion, this activity can be carried out again with a time setting that takes up less time

Marike Amanda; Theresia Noiman Derung

Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This research analyzes the role of the Mater et Magistra encyclical in building social awareness among Catholics. Using a qualitative method with a literature study approach, this research examines encyclical documents, books, articles, and related official Church documents. The main focus of the research is the principles contained in Mater et Magistra, such as human dignity, general welfare, justice and solidarity, as well as their relevance to modern social issues. The results show that Mater et Magistra was not only relevant in its time, but also provides concrete guidance to deal with current social challenges, such as poverty, economic injustice, and human rights violations. The encyclical encourages Catholics to actively engage in social activities, advocate for just policies, and establish programs that support the welfare of society. Thus, Mater et Magistra remains an important reference in promoting the values of social justice and solidarity in a global society. The encyclical is not only an ethical guide, but also an effective educational tool to inspire Catholics to face social change and become agents of change in their communities.

Marini Marini; Intansakti Pius X

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2024 LPPM - STT Kadesi Bogor

In the digital era, social media has become an important platform for communication and interaction, including in terms of religion. Young Catholics play an important role in religious moderation through social media. This study explores this role, focusing on the results and discussions, observations, social media content and challenges faced. Young Catholics actively use social media to interact about religion, share information, and promote moderation, young Catholics face challenges such as hate speech, misinformation and Cyberbullying, the Catholic Church can play an important role in supporting the role of young Catholics in religious moderation through social media. This type of research uses a Qualitative method by collecting and analyzing data obtained from various sources such as articles, books and Church documents. In this study, researchers rely on various literature and do not interact directly with research subjects. And also by analyzing the content posted by young Catholics on social media to identify themes, trends, and patterns related to religious moderation, analyzing online interactions between young Catholics from different religions and cultures to understand how they navigate differences and promote interfaith dialogue, analyzing how mainstream media and social media platforms cover the role of young Catholics in religious moderation. The findings of this researcher show that the role of young Catholics has the potential to play an important role in religious moderation through social media. However, they also face challenges in using social media effectively for this purpose, namely: Hate speech and Negative Content, Misinformation and Propaganda, Cyberbullying and Online Harassment, Lack of Digital Literacy, Lack of support and guidance.

Fransiska Masandai Jawan; Intansakti Pius X

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2024 International Forum of Researchers and Lecturers

The pre-mass catechesis is a continuation of the apostolic tradition practiced by the Apostles. Pre-mass catechesis today has a wider understanding than ever before. This is not limited to brief teachings about the Catholic faith but also seeks to prepare Catholics spiritually, intellectually, and personally so that Catholics can attend mass more meaningfully and actively participate. The author uses data collection techniques in the form of observation and interviews. Some of the important roles of pre-mass cateteche are preparing people, deepening understanding of faith, building a strong and effective Christian community. In carrying out pre-mass catechesis does not take a long time, usually 5 to 10 minutes. Pre-Mass catechesis is a form of religious teaching that aims to prepare Catholics spiritually so that they can celebrate the Eucharist with deep understanding, active involvement, and passion. Pre-Mass catechesis is not only the delivery of information, but also the formation of the hearts of Catholics to receive Jesus Christ in the celebration of the Eucharist.

Martalia Odi; Intansakti Pius X

Jurnal Magistra 2023 STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

The church essentially does not only refer to a physical structure or an organization but also as a community of Catholic believers. The Church is part of the world so the Church also takes part in the development and progress of the world, including participating in political life. This research aims to understand the extent of the church's role in preparing Catholics for the 2024 General Election, to find out the causes of Catholics' reluctance to participate in politics and the church's efforts to prepare Catholics for the 2023 Election. This research uses library methods by collecting information, analyzing and develop understanding of the information obtained. From the information obtained, it can be seen that the Church's ministry in the field of politics is a calling for the church to carry out its mission in the world as an embodiment of the Kingdom of God which is rooted in the Catholic faith.

Hamu, Fransiskus Janu

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan dari artikel pengabdian masyarakat ini adalah untuk mempromosikan pemahaman multikultural, menghormati perbedaan, dan kesiapan untuk berinteraksi dengan orang lain, terutama di kalangan umat, guna meningkatkan kualitas iman Katolik dalam masyarakat multikultural. Untuk mencapai hal ini, mengadopsi pendekatan moderasi menjadi sangat penting. Konsep moderasi dapat bervariasi di berbagai konteks, tetapi melibatkan pengakuan akan keberadaan sudut pandang yang beragam, toleransi, penghormatan terhadap perbedaan pendapat, serta penolakan terhadap kekerasan sebagai sarana untuk memaksakan kehendak. Pendidik agama Katolik memainkan peran penting dalam menyebarkan dan membina budaya moderat dalam masyarakat, dengan tujuan akhir mencapai harmoni dan perdamaian. Hal ini dapat dicapai dengan memperkuat nilai-nilai universal seperti kasih sayang, saling menghormati, dan saling memahami antar komunitas agama. Selain itu, penyuluh agama Katolik bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman umat tentang agama-agama lain, sambil mendorong kolaborasi dan kerjasama antara komunitas agama demi kemajuan masyarakat. Dengan memeluk prinsip-prinsip moderasi, para pembimbing agama Katolik berkontribusi pada perkembangan moral dan etika individu dalam komunitas iman Katolik.

Paskalis Romanus Langgu

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara bentuk musikologis, pemahaman syair dan pembawaan dinamika di dalam lagu di dalam gereja Katolik. Bentuk lagu Anak Domba Allah karya Gab Edy Langgu yang menggunakan motif lagu Manggarai Timur gelang lite cela d' sebagai bagian dari ordinarium misa. Lagu Anak Domba Allah adalah bentuk lagu yang secara musikologis dibuat untuk misa yang sering digunakan oleh umat awam dan rohaniwan. Bentuk lagu ini tidak dipahami oleh semua orang di gereja tersebut. Metodologi yang digunakan adalah sebuah penelitian musikologis terhadap bentuk lagu Anak Domba Allah, yang dikatikan antara makna syair dan dinamika di dalam lagu tersebut. Lagu ini memiliki potensi untuk diterima dan digunakan untuk membantu umat beribadah dalam penghayatan iman mereka. Peran gereja-gereja Katolik di Kota Kupang adalah menyanyikan lagu pujian ordinarium anak Domba Allah ini.    

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Fokus penelitian yaitu pemberdayaan katekis bagi komunitas basis gerejawi. Kehidupan umat Katolik di kota metropolitan memiliki corak yang khas. Kemajuan dan fasilitas yang baik menjadi keuntungan tetapi dapat menjadi hambatan dalam hidup rohani. Salah satu ungkapan hidup rohani ialah keaktifan dalam kehidupan menggereja. Selain relatif kurang keaktifan umat Katolik dalam kepengurusan dan kegiatan gereja, perihal katekese kepada umat yang aktif perlu mendapat perhatian. Namun pemberdayaan tenaga katekis di kota metropolitan kurang mendapat perhatian serius. Tujuan penelitian memahami pemberdayaan para katekis yang digariskan oleh ajaran gereja bagi kehidupan di kota metropolitan. Dengan cara penelusuran ajaran-ajaran Gereja secara kualitatif digunakan untuk melihat kesinambungan gagasan pastoral yang berulang ditekankan Gereja. Penelitian menawarkan pemberdayaan katekis dalam bentuk kaderisasi mulai dari teritori paroki terkecil.

Miraliani Miraliani; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   menemukan   sejauhmana   nilai-nilai mamapas lewu dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman Kristiani khususnya Sakramen Tobat di Stasi Sto. Engelbertus Teluk Betung. Melalui karya ilmiah ini diharapkan agar semua umat Katolik dapat menyadari pentingnya Sakramen  Tobat  dan  melaksanakan  pengakuan  dosa  agar  dapat  memperbaiki relasi yang telah rusak akibat dosa serta menjalani kewajibannya sebagai umat yang beriman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh yaitu dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Kriteria informan yang baik tentu memiliki pengetahuan dan pengalaman yang peneliti perlukan, memiliki kemampuan   untuk   merefleksikan,   pandai   mengeluarkan   pikiran   (pandai berbicara), memiliki waktu untuk diwawancarai, dan berkemauan untuk berpartisipasi. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan tema, percakapan dengan informan, profil informan, refleksi,  implikasi, sintesis dan prospek ke depan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa umat Katolik yang ada di Stasi Teluk Betung memiliki pemahaman yang minim tentang Sakramen Tobat. Mereka tidak rutin melaksankan pengakuan dosa dikarenakan tidak ada yang memberi arahan kepada mereka untuk meminta pelayan sakramen (pastor) melaksanakan pengakuan dosa. Mereka di pihak lain mengerti dengan baik budaya mamapas lewu, karena mereka ikut melaksanakannya. Tujuan mamapas lewu yaitu untuk menyadarkan warga kampung akan  kesalahan yang telah dilakukan, demikian halnya dengan Sakramen Tobat yang merupakan usaha seorang beriman untuk mengakukan dosanya kepada pelayan sakramen agar memperoleh rahmat pengampunan dan keselamatan dari Allah. Nilai-nilai mamapas lewu yaitu gotong royong, kepatuhan, ketertiban, nilai etik dalam berperilaku, refleksi religius, refleksi aksiologis dan pendidikan. Nilai yang ada di dalam budaya mamapas lewu, dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman kristiani, khususnya penghayatan Sakramen Tobat. Oleh karena itu, penghayatan nilai-nilai budaya mamapas lewu dapat membantu umat untuk semakin menyadari pentingnya Sakramen Tobat di mana mereka tidak hanya memiliki pengetahuan tentang Sakramen Tobat tetapi ikut juga  berpartisipasi  melaksanakan  tugas  dan  kewajiban  mereka  sebagi  umat Katolik yang menjalankan lima perintah gereja, khususnya perintah yang keempat yaitu mengaku dosalah sekurang-kurangnya setahun sekali.

Cici Ramita; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  bentuk komunikasi iman umat Katolik di Stasi St. Petrus Runggu Raya Paroki St. Petrus dan Paulus Ampah dalam menghidupi persekutuan. Studi ilmiah ini diharapkan dapat menjelaskan cara membangun komunikasi iman Gereja, baik tenaga pastoral, pengurus Gereja, maupun seluruh umat agar terwujud persekutuan yang kokoh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 10 orang berdasarkan jabatan dalam persekutuan, yaitu pastor paroki, pengurus Gereja, umat, dan orang muda. Proses penelitian melalui tiga tahap, yaitu pra- lapangan, pekerjaan lapangan, dan pasca lapangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa persekutuan umat Katolik di Stasi Runggu Raya belum kokoh karena kurangnya kesadaran untuk membangun komunikasi iman. Indikator yang ditunjukkan adalah pengurus Gereja dan umat bersikap acuh tak acuh terhadap kepentingan Gereja, sedikit umat yang mau hadir dan terlibat dalam kegiatan persekutuan, lemahnya koordinasi antara petugas pastoral, sesama pengurus Gereja dan seluruh umat. Cara membentuk komunikasi iman umat Katolik di Stasi St. Petrus Runggu Raya agar terwujud persekutuan yang kokoh adalah melalui rapat koordinasi antara pengurus Gereja yang dibimbing oleh tenaga pastoral, membangun kerja sama antara pengurus dan seluruh umat, memiliki sikap terbuka dan kesadaran akan tanggung jawab setiap pribadi sebagai anggota persekutuan, saling melayani dan berpartisipasi dalam kegiatan menggereja.

Gita Safitri; Romanus Romas; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi Ini Berjudul Musik Liturgi Inkulturasi Dayak Sebagai Pendekatan Pastoral Dalam Meningkatkan Partisipasi Umat Katedral Santa Maria Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya, peran musik liturgi inkulturasi Dayak dalam perayaan liturgi, dan implikasi dari musik liturgi inkulturasi Dayak. Melalui studi ini diharapkan agar umat yang bersuku Dayak maupun yang bukan bersuku Dayak dapat berpartisipasi secara penuh, aktif, dan  sadar dalam bernyanyi sesuai dengan  hakikat liturgi yang dituntut oleh liturgi dalam dokumen Sacrosanctum Concilium art. 14. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada  bulan  Mei  2021  di  Paroki  Katedral  Santa  Maria  Palangka  Raya.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari Pastor Paroki, Suster, Katekis, dan Umat. Teknik analisa data menggunakan teori Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kurangnya partisipasi umat dalam bernyanyi pada saat perayaan liturgi. Gejala yang nampak atas permasalah tersebut adalah kurangnya keterlibatan umat dalam latihan koor. Kehadiran musik inkulturasi Dayak yang diupayakan Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam menanggapi permasalahan tersebut membuat umat berpartisipasi aktif dalam bernyanyi. Peran dari musik liturgi inkulturasi Dayak membantu umat mengungkapkan iman dengan penuh kerendahan hati melalui budayanya, membantu umat semakin mencintai dirinya, sesama, budaya dan Penciptanya. Implikasi musik inkulturasi Dayak sebagai pendekatan pastoral di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya  adalah  Universalitas Gereja Katolik atau Kesatuan dalam Gereja Katolik walaupun berbeda Suku dan Budaya melalui Allah Tri Tunggal. Simpulan dari  penelitian ini  adalah kurang partisipasi umat  Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam bernyanyi. Tujuannya adalah melalui perayaan liturgi dan musik inkulturasi Dayak, umat dapat merasakan kehadiran Allah secara lebih sederhana.

Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Sebagai bentuk tindak lanjut penetapan tahun 2008 sebagai tahun Paulus, Keuskupan Banjarmasin memprioritaskan perutusannya dengan mengembangkan sebuah misi pemberdayaan masyarakat pribumi yaitu Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus. Misi ini dikenal dengan nama “Misi Meratus”. Tujuan misi Meratus adalah agar Gereja lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Dayak Meratus dan sekaligus memberikan berbagai sumbangsih dalam berbagai bidang kehidupan mereka sehingga mampu bersaing di tengah arus perkembangan zaman. Misi ini sudah berjalan 14 tahun. Bagaimanakah dampak kehadiran misi ini di Tanah Dayak Pegunungan Meratus? Hal itulah yang mendorong peneliti melakukan penelitian ini, terutama untuk melihat sejauh mana perkembangan Gereja Katolik dan seberapa besar sumbangsih Misi Meratus bagi kemajuan masyarakat pegunungan Meratus. Penelitian ini dilakukan di desa Batuah, Stasi Bernadus Ka’ar Kalimantan Selatan, pada bulan Juli sampai November 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Data-data diperoleh dari 10 informan, yang terdiri dari  1 Pastor, 1 Volunteer Misi Meratus, 1 orang aparat desa, dan 7 orang umat Ka’ar. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejak lahirnya, Gereja Ka’ar mengalami perkembangan yang luar biasa, baik dari segi kuantitas umat maupun kualitas iman. Semua itu tidak terlepas dari kerja keras Tim Misi Meratus Keuskupan Banjarmasin dalam mendampingi umat Ka’ar. Kehadiran Tim Misi yang merupakan representasi kehadiran Gereja Katolik di pegunungan Meratus telah memberikan dampak positif bagi perkembangan pembangunan masyarakat Ka’ar seluruhnya. Gereja Katolik pun mendapat apresiasi yang cukup tinggi dari masyarakat Ka’ar dan sekitarnya karena dedikasinya yang begitu loyal dan tulus. Gereja Katolik telah sukses melanjutkan amanat agung Sang Guru Yesus untuk mewartakan sukacita keselamatan bagi umat manusia.

Mariyane Mariyane; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria; Greget Widhiati

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian   bertujuan   untuk   mengetahui   pengaruh   ekonomi   keluarga Katolik  terhadap  kehidupan  menggereja.  Fenomena  yang  terjadi  pada  umat dewasa ini, bahwa tugas sebagai anggota Gereja di tengah usaha menyejahterakan keluarga belum sepenuhnya dilaksanakan. Melalui studi ini diharapkan agar keluarga Katolik dapat menyadari tugasnya sebagai anggota Gereja di tengah- tengah usaha menyejahterakan hidup. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan  pada bulan  Mei  di  Rantau Pulut.  Informan dalam  penelitian  ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari satu Pastor Paroki, dua katekis dan sembilan keluarga Katolik dengan tingkat ekonomi tinggi, sedang dan rendah. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Ismayati HS; Fransiskus Janu Hamu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karunia keberanian meninggalkan iman awal dan menjadi seorang Katolik umat di Stasi Santa Maria Sepang Kota dan untuk mengetahui alasan seorang non Katolik berpindah agama menjadi umat Katolik. Melalui Studi ini diharapkan umat Katolik dapat ikut serta aktif dalam kegiatan menggereja dan juga bisa menjadi motivasi bagi setiap orang Katolik yang baru masuk menjadi umat Katolik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2021 distasi Santa Maria Sepang Kota Paroki Santo Arnoldus Janssen Kuala Kurun. Informan berjumlah 8 orang yang terdiri dari 7 umat dan 1 Pastor Paroki. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Yosena Yosena; Fransiskus Janu Hamu; Paulina Maria; Titi Christiana

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui militansi iman umat Katolik di Stasi Santa Katarina Olung Muro dalam kehidupan menggereja dan untuk menemukan akar permasalahan mengenai umat yang kurang militan dan kurang terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Penelitian ini diangkat berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan, bahwa umat kurang semangat dan kurang terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di Stasi Santa Katarina Olung Muro Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Informan berjumlah 10 orang yang terdiri dari 1 Ketua umat dan 9 umat. Teknik analisis data menggunakan teori Milles dan Huberman yang terdiri dari 3 tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa militansi iman umat Katolik di Stasi Santa Katarina Olung Muro sangat kurang karena kurangnya katekese, pembinaan dan pendampingan dari tenaga pastoral (katekis). Harapan yang diperoleh dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan militansi iman umat Katolik dalam kehidupan menggereja yaitu diadakannya pendampingan, pembinaan dan katekese dari tenaga pastoral khususnya kepada umat Katolik di Stasi Santa Katarina Olung Muro.