Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 1,020

Analytics

Nurmalasari, Siti; Durrotun Nasikha, Novita; Devian Lumban Gaol, Indra

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengelolaan keuangan desa yang bersifat transparan dan akuntabel adalah salah satu prinsip utama untuk mewujudkan pemerintahan desa yang baik. Perkembangan teknologi digital mendorong pemerintah desa agar menggunakan teknologi informasi dalam mengelola dan mempublikasikan keuangan desa dengan menerapkan Sistem Keuangan Desa atau SISKEUDES. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa efektif implementasi SISKEUDES dalam mendukung transparansi APBDes melalui media digital di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara semi terstruktur, observasi, dokumentasi, serta analisis isi terhadap media informasi digital desa. Narasumber dalam penelitian ini adalah Sekretaris Desa dan operator SISKEUDES di Desa Rahayu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi SISKEUDES di Desa Rahayu telah berkontribusi pada peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan desa, mempercepat proses administrasi dan pelaporan, serta mendukung transparansi informasi publik melalui website desa, media sosial, banner APBDes, dan papan informasi pembangunan desa. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi pengelolaan keuangan desa tidak hanya berfungsi untuk alat administrasi, tetapi juga bagian dari transformasi digital dalam pemerintahan di tingkat desa. Namun, implementasi transparansi digital masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat yang rendah dalam komunikasi publik secara digital di desa. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas implementasi SISKEUDES dipengaruhi oleh kemampuan pemerintahan desa dalam menggabungkan sistem administrasi keuangan dengan media komunikasi publik yang berbasis digital.

Nugroho, Zahra Mesvari; Linda Agustina Ningtyas; Mashur Hasan Bisri

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diperkenalkan pada 6 Januari 2025 melalui Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2024, menjadi salah satu inisiatif sosial terbesar di Indonesia dengan dana sebesar Rp71 triliun dan memperkirakan 82,9 juta penerima manfaat. Pengelolaannya ditangani oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui SPPG. Studi ini menganalisis pemanfaatan TikTok sebagai alat transparansi dalam manajemen SOP MBG untuk meningkatkan akuntabilitas publik dalam konteks hubungan keuangan antara pusat dan daerah melalui DAK Nonfisik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan analisis dokumen dan konten publik di TikTok. Sumber data terdiri dari dokumen resmi BGN, Juknis No. 401.1 Tahun 2026, laporan dari ICW dan CISDI, akun TikTok SPPG, serta penelitian akademik. Validitas ditentukan melalui triangulasi serta analisis perbandingan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok SPPG berperan dalam tiga dimensi transparansi: verifikasi di tingkat pusat, pengawasan lokal, dan akuntabilitas publik di tingkat nasional. Namun, ada empat tantangan utama, yaitu kurangnya konsistensi konten di berbagai akun SPPG, ketimpangan digital di daerah 3T, ketiadaan mekanisme tindak lanjut resmi, dan potensi kriminalisasi partisipasi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan model optimalisasi yang mencakup standardisasi konten, perlindungan partisipasi masyarakat, serta integrasi dengan sistem pengawasan resmi untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas MBG dengan pendekatan digital.

Yulius, Argy Berliani; Widiyatmoko, Faris

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelayanan perizinan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Kota Batam memiliki dualisme kewenangan antara Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan perizinan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dinamika politik lokal dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan di Kota Batam serta mengkaji dampak dualisme kewenangan terhadap efektivitas pelayanan publik pada tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah melakukan penataan kewenangan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, pelaksanaan pelayanan perizinan masih menghadapi tantangan berupa koordinasi antar lembaga, tumpang tindih kewenangan, dan belum optimalnya integrasi tata kelola antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyelesaian dualisme kewenangan tidak cukup dilakukan melalui perubahan regulasi, tetapi memerlukan penguatan collaborative governance, pembagian kewenangan yang jelas, serta koordinasi kelembagaan yang lebih efektif guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menciptakan kepastian hukum bagi masyarakat maupun investor.

Bumi, Bumi Revaldo; Bumi, Bumi Revaldo; Zulfaedi, Zulfaedi Mahfudz; Afif, Farisi Afif; Army, Army Trilidia Devega

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Pesatnya kemajuan teknologi digital telah mempercepat adopsi *Internet of Things* (IoT) dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. IoT memungkinkan perangkat fisik untuk berkomunikasi dan bertukar data melalui konektivitas internet, sehingga proses menjadi lebih otomatis, efisien, dan responsif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan IoT dalam meningkatkan efisiensi kehidupan sehari-hari melalui pendekatan tinjauan pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah *Systematic Literature Review* (SLR), yang mengkaji dan menyintesis temuan dari berbagai studi terdahulu mengenai penerapan IoT di berbagai sektor, seperti rumah pintar (*smart home*), layanan kesehatan, transportasi, pertanian, dan pemantauan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa IoT berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi operasional, penghematan energi, perbaikan proses pengambilan keputusan, serta peningkatan kenyamanan pengguna. Terlepas dari berbagai manfaat tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan, termasuk keamanan data, masalah privasi, interoperabilitas antarperangkat, biaya implementasi, dan ketergantungan pada infrastruktur internet yang stabil. Temuan studi ini menunjukkan bahwa IoT telah menjadi salah satu teknologi kunci yang mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas hidup. Pengembangan di masa mendatang diharapkan berfokus pada penguatan aspek keamanan, perluasan standar interoperabilitas, dan integrasi kecerdasan buatan (*artificial intelligence*) guna memaksimalkan efektivitas penerapan IoT dalam aktivitas sehari-hari.  

Tatu Nurkamilah; Romlah Abubakar Askar; Suparta Suparta

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

The rapid development of digital technology has transformed the dissemination and consumption of religious information among Muslim communities. Alongside these advancements, the spread of Inkār al-Sunnah ideology through digital platforms has become a significant challenge to the integrity of Islamic religious understanding, particularly among younger generations who are frequently exposed to unverified religious content. This phenomenon has the potential to weaken the authority of the Sunnah as a primary source of Islamic teachings alongside the Qur'an. This study aims to examine Islamic education strategies in countering the spread of Inkār al-Sunnah in the digital era, focusing on strengthening hadith literacy, enhancing the role of Islamic Education teachers, utilizing digital media, and developing religious moderation education. The research employs a qualitative approach through library research and content analysis of relevant academic literature. The findings indicate that the challenge of Inkār al-Sunnah affects three dimensions of Islamic education: curricular, pedagogical, and socio-digital. In response, a multidimensional strategy is required, including strengthening Islamic epistemology, improving hadith literacy, contextualising learning through the living hadith approach, reformulating hadith curricula, optimizing educational digital media, enhancing teacher competencies, strengthening Islamic educational institutions, fostering family-school collaboration, and promoting religious moderation education. The study concludes that adaptive and integrative Islamic education, grounded in the Qur'an and Sunnah, plays a crucial role in developing a generation of Muslims who are critical, knowledgeable, digitally literate, and moderate in responding to contemporary religious challenges in the digital age.

Rianto Timu Tirinna

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to examine relevant and effective Christian Religious Education (CRE) learning methods in the digital era. The rapid development of information and communication technology has brought significant changes in education, including CRE instruction. The research method employed is a literature study with a descriptive-analytical approach to various academic sources and technology-based CRE learning practices. The results indicate that integrating digital media such as online learning platforms, Bible-based interactive applications, and social media creatively can enhance students' engagement and understanding of Christian faith values. Furthermore, the use of digital technology opens wider opportunities for contextual and meaningful faith formation across diverse learning environments. The study also identifies key challenges faced by CRE teachers, namely digital readiness, infrastructure limitations, and maintaining relational and spiritual dimensions in virtual learning environments. Teachers must therefore be equipped not only technologically but also theologically to navigate these complexities. The research concludes that the transformation of CRE methods in the digital era is not merely a technology adoption but a holistic theological integration of faith, technology, and pedagogy.

Puji P.M, Mostien Adi; Salim, Agus; Soebroto, Handoyo Ganda; Setyono, Endik Catur

Amphibious Journal 2026 Akademi Angkatan Laut

Wilayah perbatasan Ambalat merupakan kawasan strategis NKRI yang rawan terhadap pelanggaran kedaulatan dan ancaman keamanan. Satuan Tugas (Satgas) Ambalat Korps Marinir menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan teknologi pengawasan konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemanfaatan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk meningkatkan efektivitas pengamanan perbatasan oleh Satgas Ambalat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan 4 narasumber (Komandan Skuadron Udara 700, pilot UAV, Dansatgas Ambalat, dan personel komunikasi Satgas Ambalat), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Penelitian menunjukkan bahwa (1) UAV belum dimanfaatkan secara langsung oleh Satgas Ambalat, pengamanan masih mengandalkan patroli konvensional dan drone non-militer; (2) tantangan utama meliputi keterbatasan personel terlatih, belum adanya program pelatihan formal, keterbatasan sarana prasarana (Ground Control Station, sistem komunikasi), serta kekosongan regulasi operasional; (3) UAV tipe ScanEagle dan Camcopter S-100 dinilai paling sesuai untuk kebutuhan Satgas Ambalat karena daya tahan terbang lama dan sensor canggih. Pemanfaatan UAV dapat memperluas jangkauan pengawasan, menyediakan data real-time, mengurangi risiko personel, serta meningkatkan efisiensi operasional. Diperlukan pendekatan terintegrasi berupa penyusunan regulasi, pengadaan sarana dan pelatihan personel bertingkat dan berlanjut. Teknologi UAV memiliki potensi strategis untuk memperkuat sistem pengamanan perbatasan Ambalat. Rekomendasi meliputi dukungan kebijakan pemerintah, pengembangan doktrin TNI AL, pembentukan unit UAV Korps Marinir, serta pelatihan personel secara berkelanjutan.

Iwan Setiawan Adji; Zahira Husna Aflaha Khansa Siswaya; Hanif Nur Khairuddin; Eillena Noxie Azzahra; Namira Aisya Devi +1 more

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Dysphagia in extremely elderly patients represents a significant clinical challenge because it is frequently associated with frailty, malnutrition, and an increased risk of aspiration. Multifactorial etiologies and atypical clinical manifestations may complicate diagnosis and delay appropriate management. This study aimed to describe the diagnostic evaluation and clinical findings of dysphagia in an extremely elderly patient through a case report supported by a scoping review. A 105-year-old woman with chronic progressive dysphagia underwent comprehensive assessment, including physical examination, upper gastrointestinal endoscopy, histopathological evaluation, and chest radiography. Relevant literature on dysphagia in geriatric populations was reviewed to provide contextual understanding of diagnostic challenges and underlying etiologies. The evaluation revealed chronic active gastritis and a hamartomatous polyp in the gastroesophageal region without evidence of malignancy. Comprehensive assessment successfully excluded malignant and acute obstructive causes, emphasizing the complexity of dysphagia diagnosis in extremely elderly individuals with frailty and aspiration risk. These findings underscore the importance of endoscopic and histopathological examinations in distinguishing benign from malignant etiologies and support early recognition of multifactorial non-malignant causes to optimize clinical management and reduce the risk of adverse outcomes in this vulnerable population

Dewi Mujta Indah; Harsini

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Perubahan iklim menjadi tantangan besar bagi Indonesia yang menuntut keterlibatan berbagai aktor lintas sektor dalam upaya mitigasi dan adaptasi. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai pendekatan berbasis komunitas, namun implementasinya masih terkendala minimnya keterlibatan sektor swasta secara sistematis serta terbatasnya koordinasi antaraktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor swasta dalam implementasi ProKlim di Kampung Kayu Ara Permai menggunakan kerangka collaborative governance. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan validitas triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor swasta menjalankan peran strategis sebagai fasilitator, enabler, penyedia sumber daya, mediator, dan pelaksana kegiatan lapangan. Keterlibatan aktor seperti PHR, CIFOR, SPLP, dan PT ITA berdampak positif secara lingkungan, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Namun, dominasi sektor swasta berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak diimbangi dengan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan keseimbangan peran antaraktor dan integrasi yang lebih baik dengan kebijakan pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan program jangka panjang.

Muhammad Khaidir Kahfi Natsir

Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This paper discusses the implementation of regional autonomy and its impact on Islamic education in Indonesia, focusing on the challenges and opportunities faced. Although educational decentralization is considered a strategic step to improve the quality of education, there are various obstacles that must be addressed, including the development of regional capacity, the availability of educational resources, and effective leadership. This study aims to explore how regional autonomy can provide flexibility in educational management while identifying issues arising from the lack of coordination between regional and central governments, especially in the management of Islamic educational institutions. The method used is a normative legal approach with descriptive analysis. The research findings indicate that despite efforts to enhance Islamic education, there remain significant gaps in funding, facilities, and educational quality compared to general education. The conclusion drawn is the need for more inclusive and responsive policy reforms to local diversity, as well as the importance of collaboration among government, society, and educational institutions to create a more equitable and quality education system.

Nofanolo Buulolo; Tony Salurante

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Digital technology has significantly transformed adolescents’ lives, including the process of character formation. While the digital era provides broad opportunities for accessing information and developing personal potential, it also presents challenges such as identity crises, individualism, instant culture, cyberbullying, moral relativism, and declining spiritual engagement. These conditions create unique challenges for Christian adolescents in maintaining values and character grounded in biblical teachings. This study aims to examine the challenges of Christian adolescent character formation in the digital era, analyze the perspectives of the Christian worldview and educational psychology on character development, and explain the relevance of integrating these perspectives in addressing contemporary challenges. The research employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from books, scholarly journals, and other relevant academic sources and analyzed through content analysis. The findings indicate that the Christian worldview provides a theological foundation for shaping identity, values, and character based on biblical truth, while educational psychology offers scientific insights into adolescent development and effective character-building strategies. The integration of these perspectives creates a holistic approach that addresses spiritual, moral, social, emotional, and cognitive dimensions. Therefore, this integration is essential for helping Christian adolescents navigate the challenges of the digital era wisely, responsibly, and in accordance with Christian values.

Agnes Yuskila Elisabet Nenohai; Yublina Kasse

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This article discusses the dynamics of Christian students’ spirituality in the digital era, characterized by the currents of globalization, information overload, and a culture of virtual communication that influence patterns of thinking, lifestyles, and character formation. The novelty of this study lies in its analysis of the direct relationship between the digital-global context and the process of students’ faith formation through an integrative theological–pedagogical perspective. This research aims to analyze the implications of digital globalization for the spirituality of Christian students and to formulate directions for faith formation that are relevant to the contemporary context. The method employed is a qualitative approach using a library research design through conceptual, theological, and pedagogical analysis of various relevant scholarly sources. The findings indicate that the digital era presents both opportunities and challenges for faith development, in which students experience a dynamic tension between the strengthening of spiritual insight and the potential value crisis resulting from exposure to global ideologies. In conclusion, contextual, reflective, and selective strategies of faith formation are required to ensure that the spirituality of Christian students remains firm, critical, and relevant amid the currents of digital globalization.

Vandariani Keisya; Anggita Happy Santoso; Yunita Andriani Rahayu

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Pendidikan Kristen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter individu berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah. Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan moral, spiritual, dan etika yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kristen. Artikel ini membahas bagaimana pendidikan Kristen dapat menjadi sarana utama dalam menanamkan nilai-nilai seperti kasih, kejujuran, integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan holistik yang mencakup pengajaran, keteladanan, dan pembiasaan, pendidikan Kristen mampu membentuk individu yang memiliki karakter kuat dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Kajian ini juga menyoroti tantangan serta strategi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Alkitabiah dalam sistem pendidikan modern.

pegi idha amarela; Sri astutik; timotius budi irawan

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas filsafat eksistensialisme dalam konteks dunia modern, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi oleh individu dalam pencarian makna hidup di tengah kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan kompleksitas kehidupan kontemporer. Filsafat eksistensialisme, yang berakar pada pemikiran tokoh seperti Søren Kierkegaard, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre, menekankan pentingnya kebebasan, tanggung jawab pribadi, dan pencarian makna yang autentik. Dalam artikel ini, eksistensialisme dianalisis dalam kaitannya dengan dinamika sosial dan budaya modern, serta relevansinya dalam membantu individu mengatasi masalah seperti kecemasan eksistensial, alienasi, dan pencarian identitas dalam masyarakat yang cepat berubah. Diharapkan bahwa pemahaman yang lebih dalam tentang eksistensialisme dapat memberikan wawasan tentang cara-cara individu dapat menemukan makna dalam kehidupan mereka di dunia yang serba cepat dan serba digital.

Elda Agil Restuti; Apriyanti Apriyanti; Kukuh Yoga Fadillah

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas pemikiran filsafat politik dalam menghadapi krisis global dari dua perspektif utama: konservatif dan liberal. Dalam konteks krisis global yang mencakup perubahan iklim, ketidaksetaraan ekonomi, dan konflik geopolitik, pandangan filsafat politik menawarkan solusi yang beragam. Perspektif konservatif menekankan pada pentingnya stabilitas sosial, nilai tradisional, dan peran negara yang kuat dalam menjaga tatanan sosial. Sebaliknya, perspektif liberal menekankan pada kebebasan individu, hak asasi manusia, dan pentingnya kerjasama internasional untuk mengatasi tantangan global. Artikel ini mengkaji kedua perspektif tersebut, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, serta memberikan refleksi tentang bagaimana keduanya dapat memberikan wawasan dalam merespons tantangan politik kontemporer.

Afifah Novi Pujianingrum; Sri Katiwi; Amalia Khoirunisa

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Filsafat dan etika bisnis memiliki peran penting dalam mengarahkan korporasi untuk bertindak dengan mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari keputusan bisnis yang diambil. Dalam konteks global yang terus berkembang, perusahaan-perusahaan dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga untuk memenuhi tanggung jawab sosial mereka. Namun, ketidaksesuaian antara tanggung jawab sosial dan praktik korporasi yang terjadi dalam banyak kasus, mengindikasikan adanya celah dalam pemahaman dan penerapan etika bisnis yang efektif (Carroll, 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana filosofi etika bisnis dapat berperan dalam menyelaraskan tanggung jawab sosial dengan praktik korporasi, serta mengeksplorasi model-model yang dapat diadopsi oleh perusahaan untuk menjembatani ketimpangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus sebagai metodologi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori etika bisnis yang lebih aplikatif dalam dunia korporasi, dengan menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai sosial dalam strategi bisnis jangka panjang.

Evalusiana Evalusiana; Chyntia wongso; Andinna Salsabela

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas pentingnya integrasi iman dan ilmu dalam kurikulum pendidikan Kristen di era digital. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pendidikan Kristen menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pengajaran nilai-nilai iman dan penerapan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dalam konteks ini, artikel ini mengeksplorasi berbagai pendekatan untuk mengintegrasikan kedua aspek tersebut, serta tantangan dan peluang yang muncul dalam implementasinya. Pembahasan juga meliputi bagaimana teknologi digital dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pembelajaran berbasis iman tanpa mengorbankan kualitas akademik. Diharapkan artikel ini dapat memberikan wawasan bagi pendidik, orang tua, dan pengambil kebijakan dalam merancang kurikulum pendidikan Kristen yang responsif terhadap dinamika zaman dan tetap setia pada ajaran Kristiani.

Timotius Ferry Setiawan; Alyacitra Eka Dewi2; Dedi Hermawan

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas peran kepemimpinan Kristen dalam pendidikan sebagai sarana untuk membangun generasi yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Dalam konteks globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, penting untuk menanamkan prinsip-prinsip moral dan etika Kristiani dalam setiap aspek pendidikan. Kepemimpinan Kristen di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa dengan mengintegrasikan ajaran kasih, pengampunan, dan kerendahan hati. Artikel ini mengkaji bagaimana para pemimpin pendidikan Kristen dapat menjadi teladan bagi siswa, memotivasi mereka untuk hidup dengan integritas, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Diharapkan, melalui penerapan nilai-nilai Kristiani, generasi mendatang dapat tumbuh dengan wawasan yang holistik, mengedepankan kedamaian, dan saling menghormati dalam menghadapi tantangan dunia.

Erwin Sya'ban Ardi Wibowo; Anthony Salim; Ernest Kusuma Dharma; Limas Putra; Hansen Nicholas +1 more

Jurnal Bintang Manajemen (JUBIMA) 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The digitalization of tax administration has become one of the Indonesian government's strategic initiatives to improve efficiency, transparency, and taxpayer compliance. However, the implementation of digital tax systems among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), particularly distributor-sector MSMEs in Batam City, still faces various administrative and technical challenges. This study aims to examine the experiences, risk perceptions, and adaptation strategies of distributor MSME actors in responding to the digitalization of tax administration following the implementation of the Harmonization of Tax Regulations Law (UU HPP). The research employed a qualitative approach using a phenomenological method. Data were collected through in-depth interviews with seven distributor MSME owners in Batam City who had utilized digital tax systems such as e-Filing and Coretax. The findings indicate that most business actors still experience limitations in technical understanding, concerns regarding reporting errors, and difficulties adapting to changes in digital tax systems and regulations. To address these challenges, MSME actors developed several adaptation strategies, including the use of tax consultants, hybrid manual-digital bookkeeping systems, and informal assistance through the internet and business networks. This study highlights that the success of tax digitalization requires a more adaptive approach, stable systems, and policies that are aligned with the characteristics of local MSMEs.

Salma Nur Hanifah; Sri Retno Widyorini

Notary Law Research 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perkembangan teknologi digital telah merevolusi mekanisme transaksi ekonomi dengan mendorong penggunaan kontrak elektronik sebagai instrumen utama dalam aktivitas e-commerce. Kajian ini menyoroti dominasi klausula baku yang disusun sepihak oleh pelaku usaha, yang mengakibatkan ketimpangan posisi tawar serta berpotensi menimbulkan kerugian sistemik bagi konsumen. Secara empiris, rendahnya literasi hukum masyarakat, kompleksitas bahasa kontrak, serta mekanisme persetujuan instan memperkuat kondisi kerentanan konsumen dalam memahami hak dan kewajibannya. Meskipun kerangka regulasi nasional seperti UUPK dan UU ITE telah memberikan dasar perlindungan, implementasinya masih menghadapi hambatan serius, termasuk lemahnya pengawasan, kesenjangan antara norma dan praktik, serta tantangan yurisdiksi lintas negara dalam transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-empiris untuk menganalisis efektivitas perlindungan hukum serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidakseimbangan dalam kontrak elektronik. Hasil kajian menunjukkan perlunya rekonstruksi model perlindungan konsumen berbasis keadilan kontraktual yang menekankan transparansi, keseimbangan, dan akuntabilitas dalam penyusunan klausula. Selain itu, integrasi aspek teknologi, desain sistem digital, dan peningkatan literasi konsumen menjadi elemen krusial dalam menciptakan ekosistem transaksi yang adil. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teori hukum digital sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pembentukan regulasi adaptif guna memperkuat kepercayaan publik terhadap ekonomi digital.