Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Ade Saifan Surya; Salmiyanti Salmiyanti

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Cow's milk allergy is defined as a reproducible adverse reaction to one or more cow's milk proteins (usually casein or serum -lactoglobulin). ASS is a type of food allergy with the highest incidence in children under three years old, where this age is a golden period in the growth and development of a child. The incidence of cow's milk allergy in the world is only 2-3%, but cow's milk allergy is a problematic health problem for children, because in its management children must eliminate cow's milk protein from their daily diet, including replacing formula milk which mostly contains cow's milk protein. . 54% of cow's milk allergy is mediated by IgE, and 46% is not mediated by IgE. IgE-mediated reactions occur within minutes or within an hour of ingestion of cow's milk (rapid reaction). Allergic symptoms associated with IgE reactions include urticaria, diarrhea, eczema, rhinitis, and anaphylaxis. Meanwhile, symptoms associated with non-IgE reactions (slow reactions) such as vomiting, constipation, hemosiderosis, malabsorption, villous atrophy, eosinophilic proctocolitis, enterocolitis, and eosinophilic esophagitis may occur after one hour of consumption of cow's milk.    

Atika Nandini; Mu’tasim Billah; Revita Arendri Vashti

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Desa tutur merupakan salah satu desa dari Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan yang memiliki potensi alam yang melimpah seperti susu sapi, kopi dan bunga krisan. Dalam pembudidayaan bunga krisan diperlukan pupuk yang tepat untuk tanaman agar dapat berkembang dengan baik. Pupuk organik kerap dikenal sebagai pupuk yang berasal dari segala proses sisa makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan manusia. Kotoran sapi dari produk susu sapi yang dihasilkan desa Tutur dapat dijadikan pupuk organik karena kaya akan nutrien. Namun pada desa Tutur, belum memanfaatkan limbah kotoran sapi tersebut secara maksimal. Pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi ini dapat menjadikan peluang baik bagi warga desa Tutur agar membantu pembudidayaan pada bunga krisan dan tanaman lainnya untuk peningkatan produktivitas tanah. Dalam pelatihan ini, warga dijelaskan terkait pupuk organik serta metodologi pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi. Hasil pelatihan menunjukan peningkatan pemahaman serta pengetahuan akan pengolahan limbah kotoran sapi sebesar 99%. Hasil tersebut dapat diterapkan oleh warga Tutur kedepannya untuk memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk organik.  

Fadhlurrohman, Irfan; Setyawardani, Triana; Sumarmono, Juni

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik keju dengan penambahan teh hitam orthodox (Camellia sinensis var. assamica). Karakteristik yang diamati meliputi warna (hue, chroma, whiteness index), rendemen, dan persentase whey. Materi penelitian meliputi susu sapi segar, teh hitam orthodox, bakteri mesofilik, renet dan CaCl2. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi dan post-hoc Beda Nyata Jujur (BNJ). Perlakuan terdiri atas kontrol (P0), penambahan ekstrak teh hitam orthodox pada susu masing-masing 0,5% (P1), 1% (P2), 1,5% (P3), dan 2% (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan teh hitam orthodox secara signifikan menyebabkan peningkatan karakteristik warna hue, dan menurunkan whiteness index keju, namun tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan pada karakteristik warna chroma, rendemen, dan persentase whey keju. Karakteristik warna hue meningkat dari 3,90 pada keju kontrol menjadi 32,84 pada keju yang ditambah teh hitam orthodox hingga 2%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan teh hitam orthodox hingga 2% dapat meningkatkan karakteristik warna keju, namun tidak menyebabkan perubahan yang nyata pada rendemen dan persentase whey. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi ilmiah bahwa penggunaan teh hitam orthodox hingga 2% ternyata dapat menjadi pewarna alami pada keju. Kata kunci: Keju, teh hitam orthodox, warna, rendemen, persentase whey

Nadia Maharani; Isya Arum Sari; Dani Agung Wicaksono; Umi Nuraini

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan kimia keju mozzarella dengan penggunaan jenis rennet yang berbeda yaitu rennet nabati dan hewani. Keju yang dibuat dalam penelitian ini bersal dari bahan baku susu sapi yang difermentasi dengan menggunakan enzim rennet dan asam asetat. Penelitian ini menggunakan 2 perlakuan yaitu rennet nabati (P1) dan rennet hewani (P2) dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rennet nabati berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap hasil uji kualitas fisik dan kimia. Penggunaan rennet nabati pada proses pembuatan keju mozzarella menunjukkan hasil yang meningkat terhadap kualitas fisik meliputi pH, rendemen dan kemuluran serta kualitas kimia meliputi kadar protein dan kadar air dibandingkan dengan penggunaan rennet hewani.

Reza Al Alif; Said Iskandar Al Idrus

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sapi merupakan hewan yang hidup di darat, yang menjadikan salah satu dari sekian banyak sumber protein dan lemak yang dibutuhkan manusia. Sapi merupakan hewan pemakan tumbuhan yang sangat berguna bagi banyak orang terutama dari segi susu, daging, kulit dan kotorannya. Komoditas telur, daging, dan susu ialah komoditas pangan yang memiliki protein dan lemak yang tinggi. Sapi juga termasuk dalam kategori hewan ternak. Dalam menjaga kualitas serta pemeliharaan sapi ditemukannya kendala, yakni adanya penyakit yang menyerang sapi. Hal ini menjadi hambatan bagi peternak sapi. Kendala dalam mendiagnosis penyakit sapi ialah kurangnya pengetahuan peternak tentang penyakit sapi, keterbatasan waktu, dan pengambilan keputusan dalam proses pencegahan. Dari teknik berternak hingga penanganan penyakit, seharusnya berkonsultasi dengan ahlinya (dokter hewan) untuk mendapatan solusi terbaik dari permasalahan tersebut agar peternak mendapatkan hasil yang maksimal Dalam hal ini sistem pakar dijadikan sebagai alternatif kedua dalam membantu mengatasi pemecahan masalah. sistem pakar ini memberikan informasi tentang berbagai jenis penyakit yang menyerang hewan sapi, sistem pakar ini menggunakan metode Forward Chaining, dimana Sistem ini diharapkan dapat membantu dalam penanganan konsultasi peternak sapi dalam mendiagnosa penyakit. Sistem ini disediakan untuk memberi peluang peternak agar dapat membantu mengetahui gejala sebelum ditangani dokter hewan dan dapat mencegah gejala penyakit tersebut secara cepat.