SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

niya, zahra

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2023 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Dear David menimbulkan kontroversi dan perdebatan panjang kalangan penonton di media sosial. Akibatnya karena dianggap menormalisasikan tindakan pelecehan seksual terhadap kaum laki-laki. Penelitian ini mengkaji representasi stereotip perempuan melalui petanda dan penanda di balik skenario, gambar, adegan, dan teks yang terdapat dalam film. Penelitian ini menggunakan deksripstif kualitatif yang mengacu pada teori semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode dokumentasi dengan teknik rekam dan teknik catat sehingga diperoleh data primer. Teknik rekam dilakukan dengan mengamati lalu mendokumentasikan data pada film Dear David. Teknik catat dilakukan dengan mencatat data yang dibutuhkan pada cuplikan film Dear David. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk mencari makna denotasi, makna konotasi, dan mitos yang terdapat dalam film Dear David untuk kemudian ditarik representasi stereotip perempuan di dalamnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara lain, (1) makna denotasi dalam film Dear David yang tergambar jelas melalui adegan-adegan merupakan makna yang sebenarnya terjadi di dalam film tersebut, (2) terdapat pula makna konotasi menggambarkan makna tidak langsung atau makna kultural yang muncul akibat adanya stereotip masyarakat, maka ditemukannya stereotip-stereotip positif dan negatif masyarakat terhadap perempuan di dalam film Dear David, (3) terciptalah mitos yang memunculkan pandangan masyarakat sehingga muncul pemikiran-pemikiran negatif dari stereotip-stereotip yang ditemukan. Kata kunci: dear david, semiotika, stereotip, Roland Barthes

Adelia Rahmanda; Amelia Hanifa; Maulana Andinata Dalimunthe; Hasan Sazali

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Fenomena yang menganggap wanita selalu di tuntut utnuk menjadi golongan yang sempurna kerap sekali di jumpai sejak dahulu. Video musik Tutur Batin dari Yura Yunita merupakan musik video yang berasal dari Indonesia. Yang ingin menyampaikan kepada para pendengarnya bahwa wanita tidak perlu untuk sempurna dalam segala hal. Talent yang di tampilkan dalam musik video ini juga telah mewakilkan beberapa kasus kasus yang sering di anggap “Tidak Sempurna” oleh masyarakat. Mulai dari wanita yang mempunyai tubuh berisi / gemuk, wanita dengan jerawat di wajah, bahkan dengan wanita yang mempunyai Vitiligo dan lain lain.  Pendekatan yang kami gunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Yang bertujuan untuk lebih menjelaskan dan memaparkan bahwa stereotip perempuan tidak selalu seperti apa yang orang lain inginkan. Atas hasil yang telah kami peroleh bahwa kecantikan itu bukanlah tolak ukur seorang perempuan bisa di katakana sempurna. Di dalam musik video ini juga ingin menyampaikan bahwa perempuan sudah sempurna dan tidak butuh kesmpurnaan. Kalimat tersebut jelas digambarkan oleh penulis lagu pada lirik “aku tak sempurna, tak perlu sempurna. Akan ku rayakan apa adanya” pada menit ke 3.12 – 3.26.    

Tri Winda Saputri; Fenty Zahara Nasution; Arbana Syamantha

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Wirausahawan ialah orang yang mampu berinovasi dalam menciptakan usaha baru berdasarkan peluang yang ada untuk mencapai keberhasilan dari tujuannya. Salah satu faktor dalam keberhasilan berwirausaha adalah motivasi yang tinggi untuk berwirausaha. Kewirausahaan saat ini mulai berkembang secara bertahap seiring dengan berkembangnya teknologi.Penelitian ini bertujuan umtuk menggambarkan motivasi wirausaha berdasarkan studi literatur yang komprehensif. Metode yang digunakan yaitu review literatur dengan menggunakan pemahaman data-data penelitian terdahulu yang bersumber  dari refrensi jurnal di internet yang berkaitan dengan motivasi wirausahawan. Berdasarkan kajian tersebut ditemukan bahwa motivasi berwirausaha pada dipengaruhi oleh 3 faktor utama antara lain : Keinginan untuk keluar dari pekerjaan yang membatasi mereka, keinginan untuk keluar dari pengawasan, dan menolak stereotip sosial yang cenderung dipaksakan. Motivasi utama wirausaha adalah fleksibilitas profesional pekerjaan, kemandirian finansial, kemampuan mengambil resiko, status sosial, bekerja secara mandiri dan pengangguran telah memotivasi memulai usaha kecil.