Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 189

Analytics

Suswianti, Dwi; Kurniyanti, Mizam Ari; Apryanto, Frengky

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Asam urat merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah, yaitu >7,0 mg/dL pada laki-laki dan >6,0 mg/dL pada perempuan. Kondisi ini sering dialami lansia akibat penumpukan kristal urat yang dapat menimbulkan nyeri dan gangguan mobilitas. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah senam ergonomik berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas inovasi senam ergonomik berbasis budaya terhadap kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan two-group pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (10 responden) dan kelompok kontrol (10 responden). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perubahan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok serta uji Mann–Whitney untuk membandingkan hasil antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,046; p<0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p=0,317; p>0,05). Perbandingan kadar asam urat pascaintervensi antara kedua kelompok juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001; p<0,05). Dengan demikian, inovasi senam ergonomik berbasis budaya yang dilakukan sebanyak empat kali selama dua minggu terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang.

Zulfi Indah Nadya Fajrin; Anita Chandra D. S.; Ratna Wahyu Pusari; Fairuz Annisa

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

This study aims to examine the effect of rhythmic gymnastics on the gross motor development of children aged 5–6 years. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The sample consisted of 30 children divided into two groups, namely the experimental group and the control group, each comprising 15 children. Data were collected through observation using a gross motor development assessment instrument and analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed an improvement in gross motor skills in the experimental group after receiving rhythmic gymnastics treatment. The mean score increased from 23.8 (pretest) to 40.67 (posttest), while the control group increased from 22.2 to 32.33. Category distribution indicated that the experimental group was dominated by high and very high levels, whereas the control group remained in moderate and high categories. The findings indicate that rhythmic gymnastics has a positive effect on the gross motor development of children aged 5–6 years and can be used as an effective learning method in early childhood education.

Amelia Wanda Putri; Shabrina Auliya Syifa Salsabila; Minhatul Maula Tsunaiya; Idriani Idriani; Irna Nursanti +1 more

Journal of Educational Innovation and Public Health 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perimenopause is an important phase in a woman's life characterized by extensive hormonal changes as the ovaries gradually lose their function. During this period, the body experiences significant hormonal fluctuations, particularly a decrease in estrogen and progesterone production, which can cause various physical discomforts such as fatigue. One way to overcome fatigue is through low-impact exercise. This exercise is a light, safe activity that can improve physical fitness and enhance the body's endurance, thereby potentially reducing fatigue levels in perimenopausal women. This study used a descriptive method with a case study approach conducted on two perimenopausal women, Mrs. T and Mrs. N. The results of the nursing care showed that after six sessions of low-impact exercise over two weeks, the fatigue levels of both respondents decreased, as evidenced by their Fatigue Assessment Scale (FAS) scores. Mrs. S's FAS score decreased from 28 to 23, while Mrs. N's decreased from 30 to 27. The symptoms experienced by Mrs. T decreased on the third day and further decreased on the sixth day. For Mrs. N, symptoms decreased on the third day and further decreased on the fifth day. The results of this study indicate that low-impact exercise is effective as an intervention for fatigue issues in perimenopausal women.

Karina Noviyanti; Karin Nafalia Putri; Genti Deslita; Zairliana Mayanthi; Anisah Dwi Tiara Fitri +4 more

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan antara gerakan meroda dan kayang pada atlet senam di Rizfa Gimnastik Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh atlet senam yang aktif di Rizfa Gimnastik Kota Jambi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran kemampuan fisik serta keterampilan gerakan meroda dan kayang. Alat analisis data menggunakan uji korelasi Pearson product-moment. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan pengaruh positif antara penguasaan gerakan kayang terhadap kemampuan meroda pada atlet. Atlet yang memiliki kelentukan kayang yang baik cenderung mampu melakukan gerakan meroda dengan teknik yang lebih stabil dan sempurna. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya bagi pelatih senam untuk memperkuat latihan dasar kelenturan tubuh melalui gerakan kayang sebagai modalitas utama sebelum meningkatkan kompleksitas gerakan senam lantai seperti meroda.

Qudratullah, Fyzria; Gustiani, Ria; Sundari, Dona Tri

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Senam hamil merupakan aktivitas fisik yang memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan ibu dan janin, seperti meningkatkan kebugaran, mengurangi nyeri punggung, serta membantu persiapan persalinan. Namun, partisipasi ibu hamil dalam senam hamil masih rendah, yang salah satunya disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan tentang manfaat dan pelaksanaannya. Pendidikan kesehatan berbasis media digital, seperti e-book, menjadi alternatif edukasi yang efektif, mudah diakses, dan fleksibel untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh health education menggunakan media digital e-book terhadap pengetahuan ibu hamil mengenai senam hamil. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest dengan sampel 40 ibu hamil trimester II dan III yang mengikuti Program Manajemen Bersalin (PMB) Ferawati Palembang. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan sebelum dan setelah intervensi edukasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian edukasi dengan e-book, ditunjukkan oleh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa pendidikan kesehatan berbasis e-book berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil. Oleh karena itu, penggunaan media digital dapat menjadi strategi efektif dalam upaya peningkatan kesehatan ibu hamil melalui edukasi yang mudah diakses dan berkelanjutan.

Yoyok Yulianto; Moh.Hosnan Arisandi; Achmad Mujahid Afifuddin; Melly Wardani Pratiwi; Yuliatin Nurandini +1 more

Mutiara Pendidikan dan Olahraga 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to descriptively analyze the ability of elementary students to imitate rhythmic gymnastics movements through the Just Dance Now application in Physical Education learning at SDN Bulay 1 Pamekasan. The background of this research stems from the low motivation and movement accuracy of students in conventional rhythmic gymnastics learning. Using a qualitative descriptive approach, this study involved 24 fifth-grade students as subjects. Data collection techniques included participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that students' ability to imitate rhythmic gymnastics movements through Just Dance Now falls into the sufficient category, with students demonstrating good proficiency in basic movement patterns but experiencing challenges in complex body coordination and musical rhythm synchronization. The application successfully enhanced student enthusiasm and engagement compared to traditional methods. However, technical constraints such as internet connectivity and limited space were identified as implementation barriers. This study implies that digital game-based media like Just Dance Now can serve as an effective alternative visual aid in elementary physical education, particularly for rhythmic gymnastics instruction. Educators are encouraged to integrate technology creatively while addressing infrastructural limitations to optimize learning outcomes.

M. Iqbal Sutisna; M. Naufal Abdullah; Siti Sepa Julianti; Adinda Siska Feronika; Diki Mubarok +2 more

Jurnal Kesehatan Amanah 2026 Universitas Muhammadiyah Manado

Knee osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disorder frequently affecting older adults, characterized by symptoms such as pain, stiffness, and reduced physical capability. These symptoms can lead to decreased independence and a lower quality of life among the elderly. Tai Chi exercise is recognized as one of the recommended non-pharmacological approaches for managing osteoarthritis. This paper aims to explore the effects of Tai Chi exercise on alleviating knee pain in older adults with osteoarthritis. The methods applied include a literature review, a Pre-test Post-test design, and theoretical nursing care analysis using a community nursing framework. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). The Tai Chi program was conducted three times per week, with each session lasting 20–30 minutes. Findings show that Tai Chi exercise helps reduce knee pain intensity, enhances joint range of motion, strengthens muscles, and improves balance and physical mobility in the elderly. Furthermore, Tai Chi promotes relaxation, which aids in pain management by decreasing stress responses and increasing endorphin release. Overall, the study concludes that Tai Chi exercise is an effective non-pharmacological nursing intervention for managing knee pain in older adults with osteoarthritis and holds potential for incorporation into elderly healthcare programs.

Irma Herliana; Revalina Indriyani; Devia Rahma Azalia; Adellia Dwi Cahya Ningsih

Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Hypertension is a public health problem that requires educational approaches and nonpharmacological interventions. This community service activity aimed to improve knowledge and support community-based hypertension management through health education, hypertension exercise, and cucumber juice therapy in RT 03 RW 08 Lenteng Agung, South Jakarta. The activity was conducted in three stages. The preparation stage included site selection, door-to-door screening of individuals with hypertension, which identified 32 hypertensive residents, obtaining informed consent, and preparing the instruments. The implementation stage consisted of hypertension education with pre-test and post-test knowledge assessments, as well as demonstrations of hypertension exercise and cucumber juice preparation involving 29 participants. Participants were encouraged to perform the exercise and consume cucumber juice regularly for seven days at home. The evaluation stage assessed changes in blood pressure after the intervention. The results showed improved knowledge and reduced blood pressure in most participants. This activity was effective in supporting hypertension management in the community.

erny, Herniati; Indrawati, Sara; Nurjannah, Misbah; Alfizar, Faris; Sitorus, Rozesky Ronald Octavian +6 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan kronis yang ditandai hiperglikemia persisten dan berisiko menimbulkan komplikasi jangka panjang. Aktivitas fisik merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang berperan penting dalam membantu pengendalian kadar glukosa darah pada penyandang diabetes melitus. Tujuan: Literatur review ini menganalisis pengaruh berbagai bentuk aktivitas fisik—termasuk senam kaki, senam diabetes, jalan kaki, senam Prolanis, serta aktivitas fisik harian intensitas sedang—terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Metode: Kajian dilakukan terhadap 16 artikel penelitian terbitan 2021–2025 yang diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed. Hasil: Seluruh penelitian menunjukkan hasil yang konsisten bahwa aktivitas fisik mampu meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki metabolisme glukosa, dan menurunkan kadar glukosa darah puasa maupun sewaktu. Intervensi senam kaki dan senam diabetes menunjukkan penurunan signifikan rata-rata 29–160 mg/dL. Aktivitas jalan kaki terstruktur juga memberikan penurunan glukosa yang konsisten. Beberapa penelitian melaporkan bahwa kombinasi aktivitas fisik dan edukasi kesehatan meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengelolaan penyakit. Kesimpulan: Aktivitas fisik merupakan pilar penting dalam manajemen DM tipe 2, memberikan manfaat fisiologis, perilaku, dan kualitas hidup yang melengkapi terapi farmakologis. Diperlukan penelitian lanjutan dengan durasi intervensi lebih panjang untuk mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap HbA1c dan komplikasi diabetes.

masturoh, Masturoh; Siswati; Ike Putri Setyatama; Nurlaila

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) seseorang kurang dari normal. Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (hemoglobin) tidak mencukupi kebutuhan fisiologis. Remaja putri dikatakan anemia apabila dari hasil pemeriksaan kadar Hb kurang dari 12 gr%. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencegah anemia pada remaja dengan pemberian tablet penambah darah yang terintegrasi dengan olahraga pada remaja. Metode yang dipakai pada kegiatan ini adalah edukasi langsung dan diskusi kelompok terfokus, olahraga/senam terjadwal yang dipandu kader remaja, pembagian tablet Fe dan pemantauan kadar Hb berkala. Hasil dari kegiatan ini yaitu peserta yang hadir berumur 12 tahun dengan prosentase 30,43%, peserta dengan umur16 tahun  prosentase 21,74%, selebihnya peserta berumur 13 tahun (13,04%), 14 tahun (8,70%), 15 tahun (13,04%), 17 tahun (4,35%) dan 18 tahun (8,70%). Jumlah target posyandu remaja di Desa Randusari yaitu 35 peserta, tetapi yang hadir hanya 23 peserta. Hal ini terjadi karena ada beberapa peserta yang belum bisa menghadiri posyandu remaja karena teman sebaya tidak bisa hadir di posyandu remaja. Peserta posyandu di Desa Randusari memiliki kadar hemoglobin normal sejumlah 73,91%, anemia ringan 13,04% dan anemia sedang 4,35%.

Nur Mulia; Hafni Zahara; Mansura Feby Amanda

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Elderly exercise is a sporting activity that can help improve heart health, maintain stable blood pressure and blood sugar levels, and prevent various degenerative diseases in the elderly. Abnormal blood sugar levels can cause metabolic disorders that lead to various serious health problems. This study aims to determine the impact of elderly exercise on improving the health and independence of older adults in carrying out daily activities. This study used an evaluative method with a cross-sectional approach at the Nibong Community Health Center, North Aceh, involving 38 elderly people (14 men and 24 women) as a sample. The results showed that after participating in regular exercise, the number of elderly people with high blood sugar levels decreased to 31.6%, while the number of elderly people with normal blood sugar levels increased to 86.6%. Statistical tests showed a significant difference between blood sugar levels before and after exercise (p < 0.05). From these results, it can be concluded that elderly exercise is effective in lowering blood sugar levels, increasing insulin sensitivity, improving fitness and balance, and motivating elderly people to maintain their health. It is recommended that the Nibong Community Health Center regularly hold structured elderly exercise programs and provide educational counseling on the importance of a healthy lifestyle and controlling sugar intake. The results of this study can serve as a reference for health institutions and further research

Umamah Aisyah; Nila Widya Keswara

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

During gravidity, back pain is a significant issue, especially due to changes in posture along with increasing physical load in the third trimester. Muscle relaxation and stretching exercises for pregnant women can help reduce back pain, one of which is the butterfly exercise. That study aims until determine the impact to the butterfly activity on gravidity in their third trimester at TPMB Amilia Intarti Klampisrejo, Pasuruan Regency. A quantitative method was used with a quasi-experimental approach employing a one-group pre-test also post-test design. The study involved 32 third-trimester gravidity as respondents. Data were collected using purposive sampling, before-and-after measurements, and assessed with the Numeric Rating Scale (NRS). The intervention be carried out over a period of four weeks. The findings show that the butterfly pregnancy exercise effectively reduces back pain in third-trimester gravid. Therefore, the butterfly exercise can serve as an alternative method to help alleviate back pain and enhance comfort during pregnancy.  

Fauziah, Ghaida; Yustika, Melti; Ramadani, Suci Indah; Mutiara, Euis Mira; Dewi, Suci Insani +2 more

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence in Indonesia, including in Tasikmalaya City, and shows a trend of increasing cases from year to year. This condition requires planned promotive and preventive efforts that involve community participation. This study aims to increase public knowledge about hypertension and the importance of physical activity as a preventive measure through the SERASI (Senam Raga Sehat, Cegah Hypertensi) program. The methods used include community-based health education, blood pressure checks, pre- and post-tests to measure changes in knowledge, and structured healthy exercise activities. The results showed a significant increase in knowledge after the intervention, reflected in the difference in pre- and post-test scores with a p value of 0.000 (p < 0.05). In addition, healthy exercise activities increased community participation and involvement, and encouraged the formation of sustainable physical activity habits. Overall, the SERASI program has proven effective in increasing community knowledge, awareness, and behavioral changes towards hypertension prevention, thus potentially supporting risk factor control and improving the quality of local community health. These findings are relevant for planning sustainable local and national community-based public health programs.

Sardi Pranata; Ivana Anelia Samosir; Nur Rahma Pitriani; Fani Viona Siallagan; Esra Siagian +4 more

Jurnal Kemitraan Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to describe the implementation and outcomes of training on making herbal elixir beverages from nine spice butterfly pea ingredients for exercise mothers as an effort to improve knowledge and skills in processing healthy drinks. The activity was motivated by the limited use of herbal beverages after exercise and the low level of public understanding regarding the benefits of butterfly pea flowers and traditional spices as natural stamina enhancers. The study applied a descriptive qualitative approach through observation and documentation conducted from November 22 to December 5, 2025. A total of 25 exercise mothers participated in the training, which consisted of demonstrations and direct practice in preparing elixirs using dried butterfly pea flowers combined with ginger, turmeric, galangal, lemongrass, cinnamon, cloves, betel leaves, and brown sugar. The results show that participants were able to follow all training stages properly and demonstrated increased understanding of herbal benefits, ingredient functions, dosage accuracy, and processing procedures. Achievement indicators reveal that 92 percent of participants were able to independently prepare the elixir according to the demonstrated steps, 84 percent were able to explain the function of each ingredient correctly, and all groups successfully produced elixir products with color, aroma, and taste that met the expected standards. Participants also responded positively and expressed interest in reapplying the recipes at home and developing flavor variations for personal consumption or small scale business opportunities effectively.

Septianingtyas, Maya; Jona, Resa Nirmala; Sulistyaningrum, Danny Putri; Juwariyah, Siti; Noer’aini, I’ien +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok lansia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengendalian tekanan darah melalui Program SEHATI (Sehat Bersama Hipertensi Terkendali). Metode: Kegiatan dilaksanakan di Posbindu lansia dengan melibatkan 45 peserta. Metode kegiatan meliputi skrining tekanan darah dan status kesehatan, edukasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi, serta pelatihan senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post-test pengetahuan serta observasi partisipasi senam. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi sebesar 35%, partisipasi aktif dalam senam mencapai 90%, dan sebagian besar peserta menunjukkan penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Program SEHATI efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sehat masyarakat dalam pengendalian tekanan darah, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis promotif dan preventif di komunitas lansia.

Khusniyati, Nia; Yunisman Roni; Wardatul Uyuni; Wiwiek Delvira

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang prevalensinya tinggi pada kelompok lanjut usia serta berperan signifikan dalam timbulnya komplikasi kardiovaskular. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam penatalaksanaan hipertensi adalah rendahnya tingkat aktivitas fisik. Tujuan: untuk memberdayakan lansia dalam melakukan aktivitas fisik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa pembelian Latihan fisik pada lansia dengan tujuan menurunkan tekanan darah yang terdiri dari tahap I: sharing materi perihal pentingnya aktivitas fisik terhadap tekanan darah sebanyak 1 kali pertemuan dan tahap II berupa kegiatan pelatihan aktivitas fisik berupa senam lansia 1 hari seklai dilakukan selama 3 kali seminggu dan diukur tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan senam lansia. Hasil: kegiatan ini menghasilkan meningkatnya pengetahuan lansia perihal pentingnya aktivitas fisik berupa senam lansia terhadpa tekanan darah dan menurunnya tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Kesimpulan: lansia dengan hipertensi sudah mampu melakukan aktivitas fisik untuk menurunkan tekanan darah dan mempraktekkan senam lansia secara mandiri ataupun golongan (secara bersama-sama dengan lansia yang lain).

Muhammad Abrar; Ulya Ridhani; Endang Pratiwi; Ari Tri Fitrianto; Amalia Wahyuni

Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Gymnastics is a form of physical activity that combines gymnastic movements with musical rhythms to improve physical fitness, discipline, and teamwork. Socialization activities are carried out through the planning stage, material delivery, movement demonstrations, and direct practice by students. Basic movements in gymnastics are very important in efforts to instill the correct basic movements in movement. Basic movements The basic movements that are most popular are movements using objects or tools, commonly called basic manipulative movements. The results of the study showed that students were highly enthusiastic about participating in gymnastics, were able to understand and imitate the series of movements correctly, and showed increased coordination and cooperation. In addition, this activity contributed to instilling the values ​​of discipline, togetherness, and a spirit of physical fitness in the school environment. Thus, gymnastics socialization can be an alternative extracurricular activity that is beneficial for character development and student health. 

Silva Madia Martin; Syukriadi Syukriadi; Ellyza Fazlylawati

Nursing Applied Journal 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Gout can be triggered by several interconnected factors, such as genetic predisposition, family history, obesity, hypertension, heart disease, age, being overweight, and insufficient fluid intake. Recommended exercises for gout sufferers include regular exercise, stretching, and gymnastics. Ergonomic exercise is important for lowering uric acid, especially among elderly people with hyperuricemia. Hyperuricemia is a condition where blood uric acid levels are elevated. This study aims to determine whether ergonomic exercise lowers uric acid levels in the elderly at the Peukan Bada Public Health Center. The study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample included all 17 elderly with gout, selected using the total sampling method. Uric acid was measured using a Uric Acid measuring device. Data were analyzed using the Paired t-test. The results showed a p-value of 0.000. This proves ergonomic exercise affects uric acid levels in the elderly at the Peukan Bada Public Health Center. In conclusion, ergonomic exercise influences uric acid levels in the elderly at the Peukan Bada Public Health Center. Patients should regularly perform ergonomic exercises, using correct movements and staying within their physical abilities. Ergonomic exercises can be done 3-4 times a week to improve metabolism, maintain joint flexibility, and reduce uric acid in the body.

Wahyuni, Komang Tri; I Gusti Agung Krisna Lestari

Jurnal Maisyatuna 2025 STAI Denpasar Bali

Kantin Senam AW Siwa Bali Club (SBC) didirikan pada tahun 2018 sebagai alternatif sumber pendanaan organisasi selain dari iuran, merchandise, dan kegiatan ekstrakurikuler. Selama ini pencatatan keuangan kantin masih dilakukan secara sederhana dan belum memiliki sistem akuntansi yang jelas, sehingga penjualan, harga pokok penjualan (HPP), beban, serta laba tidak dapat diketahui secara akurat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu Kantin SBC dalam merancang dan menerapkan sistem informasi akuntansi (SIA) sederhana yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu identifikasi masalah, perancangan alur sistem akuntansi, penyusunan prosedur operasional, implementasi pencatatan harian dan bulanan, serta monitoring dan evaluasi. Sistem yang dirancang meliputi proses penerimaan barang konsinyasi, pencocokan faktur, pemberian label harga jual, pencatatan penjualan harian, retur barang, perhitungan HPP, closing harian, hingga penyusunan laporan laba rugi dan arus kas bulanan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Kantin SBC kini memiliki bagan alur sistem akuntansi yang jelas serta mampu menyusun laporan keuangan sederhana secara rutin. Penerapan sistem ini meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan kantin. Selain itu, laba bersih kantin dapat disetorkan ke bendahara organisasi secara teratur, sehingga mendukung keberlanjutan kegiatan senam SBC. Dengan demikian, penerapan sistem informasi akuntansi sederhana terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan organisasi komunitas. Ke depan, Kantin SBC disarankan untuk mengembangkan pencatatan berbasis digital agar lebih praktis dan terintegrasi.

Abdillah, Anesa Prasasti; Susanti, Indri Heri; Dewi, Pramesti

Jurnal Kesehatan Amanah 2025 Universitas Muhammadiyah Manado

Dementia is a progressive syndrome of cognitive decline frequently experienced by older adults, characterized by impairments in memory, behavior, and daily living activities. Its prevalence continues to rise globally and regionally, including in Southeast Asia. Non-pharmacological efforts such as brain gym are considered beneficial to maintain brain activity, stimulate motor coordination, and reduce the risk of cognitive impairment. This community service program was implemented to address the low level of knowledge about dementia and brain gym among older adults at Posyandu Lansia Handayani 2 Dukuhwaluh, Banyumas. The intervention was conducted in three sessions involving 21 elderly participants. In the first session, cognitive function was assessed using the Mini Mental State Examination (MMSE) and a pre-test of knowledge, followed by dementia education, brain gym demonstration, and distribution of monitoring sheets for family use at home. The second and third sessions repeated MMSE and post-test assessments, performed additional brain gym demonstrations, and, in the final session, measured participants’ interest in the activity. Results showed a gradual increase in MMSE scores from an average of 26 to 28 and finally 30, indicating all participants reached the normal category. Knowledge levels improved markedly from predominantly low to predominantly high (mean score 93). Participants’ skills in demonstrating five brain gym movements also improved over time, although some movements were initially perceived as difficult. At the end of the program, 57% of older adults expressed high interest and 43% moderate interest in continuing brain gym independently. These findings confirm that dementia education combined with brain gym demonstration is effective in improving cognitive function, knowledge, skills, and interest among older adults and can serve as a preventive strategy for dementia control at the community level.