Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Nikodemus, Nikodemus; Andreas Jimmy

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This research study has a theological aim of the meaning of Spirituality of Humility in a Christian context experiencing a crisis of faith. The background to the writing is the author's observation of several phenomena in the practical life of Christians in modern times which are experiencing degradation, such as lack of willingness, sacrifice, humility, love and faith. The problems experienced by the author believe are due to problems with Christian spirituality in modern times. The author observes the fact that modern humans do not appreciate the events of the cross and calvary (Jesus). This experience provides the principles of spirituality, crumbs and dry leaves, which can answer the problems of modern times. The spirituality of humility brings humans to become friends of Jesus. The author uses descriptive and bibliographic analysis methods. The author conducted a theological study of the meaning of spiritual humility from Eko Armada Riyanto's book "The Spirituality of Crumbs and Dry Leaves". The book used will show problems, which can be answered through the principles of spirituality based on humility. The results of this study are the basis for the implementation of Christian spirituality today. The author hopes to help, increase insight into the spiritual life of Christian life. Spirituality of humility brings people closer to God in whom they believe, spirituality makes people moved by love and affection in their lives. Spirituality brings humans to a deep awareness, especially humility, that comes from God. Becoming humble requires a very long process, so openness to God's love makes humans friends to all and willing to be shaped by God.

Lektawan, Fedrianus Korintius; Dinata Alnija, Marianus

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2023 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Semua orang yang dibaptis dipangil untuk menjadi kudus. Panggilan kepada kekudusan dilihat sebagai sebuah “exodus” dari dari sendiri. “Exodus” dalam arti bahwa seseorang harus dapat meninggalkan segala meuju segala, kata St Yohanes dari Salib. Pertanyaannya, bagaimana supaya seseorang bisa “exodus”? Bagaimana seseorang bisa tahu jalan menunju ke puncak gunung? Menjawab pertanyaan ini, kita berangkat dari ajaran St Yohanes dari Salib tentang pembimbing rohani. Dalam perjalanan menunju kekudusan diperlukan kehadiran seorang pembimbing rohani. Pembimbing rohani, hadir sebagai pemandu menuju ke puncak gunung. Puncak dari perjalanan jiwa adalah persatuan dengan Allah.

Marseli, Madalena

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2023 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Sebagai seorang Pujangga Gereja dan mistikus yang agung, Santo Yohanes dari Salib dikenal melalui tulisan-tulisannya yang dapat menjadi tuntunan pada pengalaman persatuan dengan Allah. Dapat dicermati bahwa Kitab Suci menjadi dasar dan sumber utama di dalam hidup dan karya-karyanya. Oleh karena itu, timbul pertanyaan, bagaimana hubungan antara ungkapan dari pengalaman rohani yang ia alami dengan ungkapan-ungkapan Kitab Suci yang ia gunakan? Tulisan ini menyampaikan tinjauan tentang pemahaman dari Santo Yohanes dari Salib dan penggunaan Kitab Suci dalam karya-karyanya. Adapun bahasa Kitab Suci, yang dikenali oleh orang yang memiliki hidup batin, tidak memiliki kesan subjektif, sehingga mampu memberikan pandangan dan saran. Dengan demikian, dalam karya-karyanya penggunaan Kitab Suci menjadi sarana yang tidak tergantikan dari pengalaman rohani mendalam yang hendak ia sampaikan.

Irwan; Marianus Dinata Alnija; Agustinus Bayu Suseno; Fedrianus Korintius Lektawan; Fransiskus Heryman Surya Gadur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2023 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Eutanasia dan bunuh diri yang dibantu adalah salah satu topik tentang akhir hidup manusia yang banyak diperdebatkan dalam bidang medis, moral, agama, hukum, politik, ilmu sosial di dunia internasional. Gereja Katolik dengan tegas menolak kedua jalan yang keliru ini. Salah satu pertanyaan yang dapat diajukan ialah: apa yang mendorong mereka menempuh jalan ini? Salah seorang yang memberikan argumen ialah Susan Windley-Daoust. Ia meyakini bahwa bunuh diri yang dibantu dan eutanasia adalah realitas yang harus disikapi melalui hati manusia. Masalahnya terletak pada hati manusia. Tentu banyak jalan untuk mengolah hati manusia. Dalam artikel ini, diyakini bahwa hati manusia dapat dikuatkan melalui bimbingan Santo Yohanes dari Salib, guru hidup rohani. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka.