Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 88

Analytics

Sri Maryam Radillah; Nasichah; Zulfa Nazira Putri; Nurul Azmi

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kesehatan mental mahasiswa menjadi isu yang semakin penting akibat meningkatnya tekanan akademik, sosial, dan emosional di lingkungan perguruan tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan mahasiswa rentan mengalami stres, kecemasan, dan ketidakstabilan psikologis. Dalam perspektif Islam, agama dipandang memiliki peran sebagai sumber ketenangan spiritual dan mekanisme coping dalam menghadapi berbagai tekanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran agama Islam dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa berdasarkan penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan buku elektronik yang relevan dengan tema kesehatan mental, religiusitas Islam, spiritualitas, dan religious coping dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik spiritual Islam seperti salat, doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, tawakal, sabar, dan syukur berkontribusi dalam mengurangi stres, mengontrol emosi, meningkatkan resiliensi psikologis, serta memberikan ketenangan batin bagi mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa spiritualitas Islam dapat menjadi pendekatan komplementer dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.

Roni Hidayat; Nurshakila Meylan Ibtisam; Sefti Auralia; Nayla Majid

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan Generasi Z Indonesia di era digital menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan tetap terpresentasikan secara signifikan dalam kehidupan Generasi Z, meskipun dalam bentuk yang lebih fleksibel, personal, dan dimediasi teknologi digital, dengan nilai-nilai yang paling menonjol meliputi moderasi dan toleransi beragama, solidaritas sosial, spiritualitas personal yang autentik, serta integritas etika digital. Internalisasi nilai keagamaan dipengaruhi oleh faktor keluarga, komunitas dakwah digital, figur keagamaan yang autentik, dan algoritma media sosial, sehingga penguatannya memerlukan sinergi antara berbagai pihak serta pemberdayaan Generasi Z sebagai produsen aktif konten keagamaan di ruang digital.

Salsabila Az-Zahra Rizal; Aisyah Amani Zalma; Aura Devany Putri Ansri; Dwi Cahya Ramadhanti; Khalisha Nafila Addini +2 more

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kecemasan moral pada mahasiswa. Kecemasan moral merupakan bentuk kecemasan spesifik yang muncul ketika individu menghadapi dilema etis dan konflik nilai. Sementara itu, religiusitas dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat membantu individu mengelola kecemasan, termasuk kecemasan moral, melalui nilai-nilai dan pedoman spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi Spearman terhadap 61 mahasiswa sebagai responden. Instrumen yang digunakan adalah skala religiusitas dan skala kecemasan moral yang telah disesuaikan. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, semakin rendah tingkat kecemasan moral yang dialami. Namun, hasil analisis dalam penelitian ini justru menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dan kecemasan moral (r = 0,452, p < 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat religiusitas mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat kecemasan moral yang mereka alami. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas dapat meningkatkan sensitivitas terhadap nilai-nilai moral, sehingga memunculkan kecemasan yang lebih besar dalam menghadapi dilema etis. Kata Kunci: Religiusitas, Kecemasan Moral, Mahasiswa, Psikologi Islam, Mekanisme Koping  

Mutia Indah Cahyani; Salsabila Nadine Safa; Marshanda Triadi; Roni Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Transisi menuju dunia perkuliahan sering kali memicu tekanan akademik maupun personal yang berdampak pada kesejahteraan hidup mahasiswa. Penelitian kuantitatif ini dirancang untuk memetakan secara empiris bagaimana tingkat religiusitas berkorelasi dengan kondisi kesehatan mahasiswa, yang dibedah melalui integrasi psikologi dan sudut pandang Islam. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada beberapa mahasiswa aktif. Instrumen yang digunakan mencakup skala ukur dimensi religiusitas Islam serta alat ukur standar kesehatan psikologis. Melalui analisis data yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara kedalaman religiusitas dengan tingkat kesehatan mental yang optimal. Secara psikologis, komitmen keagamaan bertindak sebagai pelindung internal yang efektif dalam mereduksi stres dan kecemasan. Sementara dari kacamata Islam, praktik spiritual seperti salat, zikir, dan sikap tawakal terbukti berfungsi sebagai terapi psikis yang memperkokoh daya bangkit (resilience) mahasiswa saat menghadapi tekanan. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan nilai-nilai spiritualitas memiliki kontribusi nyata terhadap kesehatan holistik mahasiswa, sehingga penting bagi lingkungan akademis untuk menyediakan ruang pendampingan mental berbasis spiritual.

Miftahul Jannah; Mahmudin

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang semakin akrab dengan media audiovisual seperti film kartun. Namun, tidak semua tayangan kartun memiliki nilai edukatif yang baik, sehingga diperlukan pemilihan tontonan yang tepat untuk mendukung pembentukan karakter anak. Salah satu film kartun yang dinilai memiliki muatan pendidikan karakter adalah Omar & Hana, yang menyajikan nilai-nilai moral dan keagamaan melalui cerita yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam episode “Jangan Bergaduh” serta relevansinya dalam pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif kepustakaan dengan sumber data dari film kartun Omar & Hana dan literatur terkait, yang dianalisis menggunakan metode analisis isi serta diuji keabsahannya melalui peer review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam episode “Jangan Bergaduh” terdapat delapan nilai pendidikan karakter, yaitu toleransi, cinta damai, komunikatif, religiusitas, tanggung jawab, kreativitas, menghargai prestasi dan kejujuran. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui interaksi tokoh, penyelesaian konflik secara damai, serta pesan moral yang dikemas dalam bentuk dialog dan lagu. Kesimpulannya, film kartun Omar & Hana dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak usia dini, khususnya dalam konteks pendidikan Islam.

Rizqullah, Muhammad Syafiq; Aprilia, Eka

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Artikel ini membahas transformasi makna hijab di kalangan mahasiswi ISBI Bandung dalam konteks masyarakat urban modern. Permasalahan penelitian berfokus pada faktor-faktor yang melatarbelakangi penggunaan hijab serta pergeseran maknanya dari simbol religius menjadi simbol sosial dan gaya hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi budaya melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa praktik berhijab dipengaruhi oleh dorongan religius, lingkungan keluarga, tuntutan sosial, serta media sosial, yang kemudian dinegosiasikan dengan kebutuhan estetika dan aktivitas akademik seni. Penelitian ini mengungkap bahwa hijab dimaknai secara fleksibel sebagai identitas religius sekaligus ekspresi budaya dalam kehidupan mahasiswi seni.

Rangkuti, Siti Rabiah; Harahap, Yurida Maharani; Hamida , Agustini Hamida; Efendi, Zainal Efendi

Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan 2026 Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Penelitian ini membahas peranan malim kampung dalam pembinaan pendidikan keagamaan remaja di lingkungan masyarakat. Malim kampung, sebagai tokoh lokal yang memiliki legitimasi keilmuan dan kedekatan sosial dengan masyarakat, memegang peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, membimbing perilaku, serta memperkuat akhlak remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk peran alim kampung, metode pembinaan yang digunakan, serta dampaknya terhadap perkembangan religiusitas remaja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa alim kampung berperan sebagai pembimbing spiritual, pendidik informal, dan teladan moral dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran mereka memberikan ruang pembelajaran agama yang lebih personal, kontekstual, dan berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif alim kampung mampu meningkatkan pemahaman keagamaan, membentuk karakter Islami, serta mendorong remaja untuk menjauh dari perilaku negatif. Penelitian ini menegaskan bahwa alim kampung merupakan aktor strategis dalam memperkuat pendidikan keagamaan di tingkat komunitas, terutama dalam menghadapi tantangan moral dan sosial pada generasi muda

Farhan Maulana Arli; Diva Datul Isma

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The presence of Generation Z, who grew up entirely in the digital era, has triggered a fundamental transformation in Muslim religious practices, where social media has replaced conventional religious institutions as the primary source of religious information. This condition creates a paradox: Gen Z has become a generation that is highly religious online, yet is often disconnected from physical communities and traditional religious authorities. This study aims to analyze the character of Muslim Gen Z religiosity, identify its forming factors, and examine the impact of the digital era on their religiosity. This study employed a descriptive qualitative approach using a library research method. The findings indicate that Muslim Gen Z religiosity is characterized by personalization, flexibility, and digital spirituality, strongly influenced by social media. These characteristics are shaped by massive digital technology accessibility, the effectiveness of contextual Islamic preaching on platforms such as TikTok, as well as spiritual needs and social pressure from the digital environment. The digital era brings positive impacts in the form of increased accessibility and religious literacy, but also negative impacts including shallow religious understanding, vulnerability to information bias, and potential exposure to extreme ideologies. This study implies the importance of an integrated digital religious literacy strategy through critical thinking-based Islamic Religious Education curriculum reform, enhancement of educators' digital capacity, and cross-sector collaboration to strengthen Gen Z's moderate and reflective religious understanding.

Lamby Mahdalena Mirawati; Delima Afriyanti

MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis 2026 LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

The development of Islamic banking in Indonesia is currently experiencing rapid growth, in line with increasing public awareness of the importance of financial systems that comply with Sharia principles. One of the Islamic banking institutions that continues to develop is Bank Syariah Indonesia (BSI) in Pekanbaru City. However, in reality, there are still some members of the public who are not fully interested in becoming customers of Islamic banks, which is influenced by the level of religiosity and understanding of Islamic financial literacy. The purpose of this study is to determine the effect of religiosity and Islamic financial literacy on public interest in becoming customers of Bank Syariah Indonesia in Pekanbaru City. This study employs a quantitative approach using purposive sampling technique. The data used in this study are primary data with a total sample of 400 respondents. Data collection was conducted through the distribution of questionnaires. Data processing was carried out using SPSS software, with analysis techniques including descriptive analysis, validity test, reliability test, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing (t-test, F-test, and coefficient of determination). The results of the study indicate that religiosity and Islamic financial literacy partially have a positive and significant effect on public interest, and simultaneously also have a positive and significant effect on public interest in becoming customers of Bank Syariah Indonesia in Pekanbaru City.

Rohmat Hidayat; Chusnul Chotimah; Alan Hafinudin

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama dalam menanamkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) guna membentuk karakter anak, khususnya di tengah tantangan modernisasi dan kemerosotan moral generasi muda. Minimnya kajian kontekstual di lingkungan pedesaan, terutama di Desa Tengaran, mendorong dilakukannya penelitian ini untuk memperoleh gambaran empiris mengenai implementasi pendidikan agama dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pelaksanaan PAI, mengidentifikasi bentuk dan metode penanaman nilai keagamaan, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan karakter anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan sebagai pendidik, teladan, motivator, pengawas, dan pembimbing akhlak. Bentuk implementasi PAI dilakukan melalui pembiasaan ibadah, keteladanan sikap, nasihat keagamaan, pengawasan perilaku, serta pemberian motivasi dan perhatian. Karakter yang terbentuk meliputi religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, sopan santun, dan kepedulian sosial. Faktor pendukung meliputi lingkungan religius dan keterlibatan masyarakat, sedangkan faktor penghambat antara lain pengaruh teknologi, kesibukan orang tua, dan pergaulan sebaya. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga sebagai basis pendidikan karakter berbasis nilai Islam serta perlunya sinergi antara keluarga dan lingkungan sosial dalam membentuk generasi berakhlak mulia.

Norma Ayu Lutfiani; Emi Lilawati; M. Aliyul Wafa

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program tahfidz Al-Quran terhadap pembentukan karakter positif santri, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitas program, serta mengeksplorasi pengalaman transformasi diri santri di Asrama Darul Quran Bidayatul Hidayah Mojokerto. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur kepada pengajar dan santri, serta analisis dokumen, hasil penelitian menunjukkan program tahfidz efektif menanamkan nilai disiplin, religiusitas, dan tanggung jawab melalui murojaah harian, talaqqi, serta pembiasaan adab Islami pasca-shalat. Faktor pendukung utama mencakup keteladanan pengajar dan lingkungan asrama terstruktur, sementara penghambat seperti kurang motivasi diatasi dengan variasi metode hafalan. Persepsi santri menggambarkan peningkatan kesabaran, kemandirian, dan ketergantungan pada Al-Quran, memberikan kontribusi teoritis pada pendidikan karakter berbasis Quran serta rekomendasi praktis bagi pengajar pesantren.

Isna Furaida; Tutik Rahayu; Sri Wahyuni

Jurnal Ilmu Kesehatan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Ovarian cancer patients undergoing chemotherapy often experience stress due to the side effects of therapy and emotional distress. Religiosity provides a source of inner peace and acceptance of the disease, while coping strategies play a role in how patients deal with the stress they experience. Aims: to determine the relationship between religiosity and coping strategies with stress levels among ovarian cancer patients undergoing chemotherapy. Method: The study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The population included all ovarian cancer patients undergoing chemotherapy totaling 47 patients. The sampling technique used was Total Sampling. Bivariate analysis was performed using the Spearman Rank Correlation test. This research was conducted in the Darussalam and Ma’wa Buildings of Sultan Agung Islamic Hospital Semarang. Result: Based on the Spearman Rank Correlation test on religiosity, the value of r = -0.857 with p-value = 0.000 (p < 0,05) was obtained. This shows a very strong and significant relationshsip between religiosity and stress levels in ovarian cancer patients undergoing chemotherapy. Coping strategies obtained a value of r = -0.810 with p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a very strong and significant relationship between coping strategies and stress levels in ovarian cancer patients undergoing chemotherapy. Conclusion: There is a significant relationship between religiosity and coping strategies with stress levels among ovarian cancer patients undergoing chemotherapy.

Dimas Agil Permadi; Pria Nurbian; Suyanti Suyanti

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Ideally, final-year undergraduates are expected to demonstrate psychological maturity and a clear sense of future direction. However, the pressure of academic demands and social expectations often precipitates a "quarter-life crisis," triggering profound anxiety during this transitional phase. This study investigates the relationship between religiosity and the quarter life crisis among final-year students at Universitas Ibrahimy Situbondo. Employing a quantitative correlational design, the study involved 149 students selected via convenience sampling from a population of 237. Data were collected using the Religiosity Scale and the Quarter-Life Crisis Scale, then analyzed using simple linear regression with JASP version 0.19.1.0. Contrary to common assumptions in religious settings, the findings revealed that religiosity was not significantly associated with the quarter life crisis (p = .105 > .05). The effective contribution of religiosity in explaining the variance of the crisis was minimal (R2 = 0.018 or 1.8%), indicating that 98.2% of the phenomenon is driven by factors outside the scope of this study. These results suggest that religiosity is not a sole predictor capable of buffering against quarter life crisis. Consequently, further research should explore other potential mitigating variables, such as social support, self-efficacy, or career adaptability, particularly within Islamic boarding school-based university environments.

Mohammad Ainun Najib; Maftuh

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi generasi milenial dalam mengikuti kegiatan keagamaan dengan menggunakan kerangka Teori Tindakan Sosial Max Weber. Generasi milenial hidup dalam konteks sosial yang ditandai oleh perkembangan teknologi digital yang pesat, yang tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga memunculkan berbagai tantangan sosial dan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menganalisis berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan religiusitas generasi milenial, motivasi keagamaan, dan teori aksi Max Weber. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan generasi milenial dalam kegiatan keagamaan dipengaruhi oleh tiga bentuk motivasi utama, yaitu motivasi spiritual, motivasi sosial, dan motivasi psikologis. Dalam perspektif Weberian, perilaku keagamaan generasi milenial dapat diklasifikasikan ke dalam empat tipe tindakan sosial, yakni tindakan rasional instrumental, tindakan rasional nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Temuan penelitian menunjukkan adanya pergeseran pola religiusitas generasi milenial dari praktik keagamaan yang bersifat tradisional menuju tindakan sosial yang lebih rasional, reflektif, dan kontekstual, tanpa sepenuhnya meninggalkan dimensi emosional dan nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian, praktik keagamaan generasi milenial merupakan hasil interaksi kompleks antara rasionalitas, motivasi internal, pengalaman emosional, serta pengaruh lingkungan sosial dan teknologi digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan strategi pendidikan dan pembinaan keagamaan yang relevan dengan karakteristik generasi milenial di era modern.

Fauzul Adim Ubaidillah; Moh. Rizki Jaelani

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2026 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Stress is something that inevitably occurs in every individual, including in the minds of every Islamic boarding school student. The busy schedule and academic demands make students prone to feeling depressed and vulnerable to stress. This requires good stress coping strategies to overcome every problem that arises. One factor that can increase the ability to deal with stress is religiosity. This study aims to determine whether there is a relationship between religiosity and stress coping strategies among students. The participants of this study were 130 students selected using purposive sampling. The research instruments used were a religiosity scale and a stress coping strategy scale. The results showed that stress coping strategies have a positive and significant relationship with religiosity. An R Square value of 0.329 indicates that religiosity contributes 32.9 percent to the students' coping strategy abilities.

Siti Erika Nurazizah; Silvi Nafrila; Syarifudin Yunus

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mengkaji penerapan nilai-nilai budaya Indonesia dalam lirik lagu pop sebagai bentuk ekspresi budaya dalam musik populer kontemporer yang dianalisisi berdasar nilai-nilai budaya yang dominan dalam lirik lagu pop Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap 25 lirik lagu pop Indonesia berdasarkan tingkat popularitas, relevansi tema, dan keterkaitannya dengan nilai budaya Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai budaya yang dominan ditemukan dalam lagu pop Indonesia meliputi nilai religiusitas, kekeluargaan, gotong royong dan solidaritas sosial, kesantunan, serta nasionalisme. Nilai-nilai tersebut disampaikan baik secara eksplisit maupun implisit melalui bahasa kias, metafora, dan narasi emosional yang mudah dipahami oleh pendengar. Lirik lagu pop dapat dipandang sebagai teks budaya yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga merefleksikan norma, pandangan hidup, dan dinamika sosial masyarakat Indonesia di tengah perkembangan industri musik populer. Lirik lagu pop Indonesia mengandung berbagai nilai budaya yang mencerminkan identitas dan kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui bahasa yang komunikatif dan mudah diterima, lagu pop berperan penting dalam melestarikan serta menanamkan nilai budaya di tengah arus globalisasi. Oleh karena itu, lagu pop Indonesia tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga memiliki fungsi edukatif dan kultural dalam kehidupan masyarakat.

Andro Meda Prayudha; Novien Rialdi

Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

The Islamic insurance industry in Indonesia, including in the city of Medan, continues to face various challenges, one of which is the low level of public participation in using Islamic insurance products. Public decisions to choose Islamic insurance are influenced not only by economic factors but also by non-economic factors, such as the level of religiosity, Islamic financial literacy, and trust in insurance service providers. This study aims to examine in depth the role of religiosity, financial literacy, and trust in influencing public decisions regarding the use of Islamic insurance in Medan City. This research employs a qualitative approach by utilizing secondary data obtained from reports of the Financial Services Authority (OJK), the Central Statistics Agency (BPS), fatwas issued by the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI), as well as relevant national and international scholarly articles. Data analysis was conducted using content analysis techniques to obtain a comprehensive understanding of public behavior, perceptions, and preferences. The findings indicate that religiosity plays a role in increasing awareness of the importance of financial products that comply with sharia principles, financial literacy strengthens public understanding of the benefits and mechanisms of Islamic insurance, while trust emerges as the key factor most decisively influencing decision-making. These findings are expected to serve as a reference for formulating strategies to enhance public literacy and trust in Islamic insurance in Medan City.

Nisa Uzzaroh

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study was motivated by the low level of internalisation of religious values in Islamic Religious Education, especially at the madrasah level, where the process of instilling valuesoften stops at the cognitive level. This study aims todescribe the process of internalising religious values through the film Laut Tengahand assess its effectiveness in improving students' understanding andappreciation of religious values at MTs Manbail Futuh 2 Bancar. The approach used was qualitative with a case study design, because the phenomenon under reviewwas contextual and required in-depth understanding. Datawere collected through direct observation during learning, interviews with teachers andstudents, as well as documentation of learning tools and film clips. Data analysiswas carried out through data condensation, data presentation, and drawingconclusions using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The results showedthat the film Laut Tengahwas effective in facilitating the internalisation of religious values through the visual,emotional, and cognitive engagement of students. Students were able to identify values such ashonesty, patience, discipline, gratitude, and social awareness, anddemonstrated appreciation reflected in their self-reflections. With teacher guidance, films became a medium capable of connecting values with the real experiences ofstudents.

Mubaroq, Husni; Maksin, Mastina; Sutomo, Dina Agustin Anggraini

Jurnal Ilmu Administrasi Negara 2025 Universitas Mbojo Bima

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan kepala desa berbasis kearifan praktis dan nilai-nilai lokal dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa menerapkan gaya kepemimpinan transformasional yang ditandai oleh pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Pola kepemimpinan ini berakar pada nilai-nilai lokal seperti gotong royong, musyawarah mufakat, toleransi, religiusitas, dan moralitas yang memperkuat harmoni sosial serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Keberhasilan kepemimpinan partisipatif tercermin dari peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) dalam empat tahun terakhir. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan berbasis kearifan lokal mampu menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang adaptif dan inklusif, meskipun dijalankan oleh pemimpin non-akademik yang memiliki kedekatan sosial dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Rekomendasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan berbasis nilai lokal untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Ach. Sofauzzad; Eka Varida Kusuma

Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Education plays a crucial role in shaping the personality, morals, and spiritual values of students. In the Islamic perspective, education is not solely focused on the mastery of knowledge but also includes the cultivation of noble character, the strengthening of faith, and the enhancement of religiosity as a form of devotion to Allah Swt. Islamic boarding schools (pondok pesantren), as traditional Islamic educational institutions, have a strategic role in instilling these values through religious activities, the teaching of classical Islamic texts (kitab kuning), and the habituation of virtuous behavior. Pesantren serve not only as centers of learning but also as institutions for character formation and spiritual development. However, the forces of globalization and modernization bring new challenges in the form of cultural, technological, and informational influences that often conflict with Islamic values. Therefore, pesantren are required to develop adaptive, innovative, and relevant educational strategies that align with contemporary needs without losing their Islamic identity. One effective approach is the implementation of Islamic counseling, a process of psychological and spiritual guidance grounded in the Qur’an and Sunnah. Through this counseling, students are expected to strengthen their faith, enhance their religiosity, and develop moral resilience in facing the dynamics of modern life based on strong Islamic values.