Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 25

Analytics

Maritza Khansa Fauzan; Haris Nursyah Arifin; Syarof Nursyah Ismail

Perundungan di sekolah menengah pertama sering kali tidak muncul sebagai agresi verbal yang terang-terangan, melainkan tersembunyi dalam candaan yang telah menjadi norma di kalangan remaja. Bentuk dominan yang ditemukan adalah ejekan yang melibatkan nama orang tua siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti alasan di balik penggunaan ejekan nama orang tua sebagai candaan dalam interaksi remaja, serta memaknainya sebagai bentuk kekerasan simbolik dalam bullying verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru Bimbingan dan Konseling serta peserta didik, observasi langsung terhadap interaksi siswa di sekolah, dan dokumentasi pendukung. Hasil penelitian mengungkap bahwa pelaku memandang ejekan nama orang tua sebagai humor dan sarana membangun kedekatan sosial, namun korban mengalami dampak psikologis yang serius, seperti rasa malu, sedih, takut, dan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah. Fenomena ini diperkuat oleh dinamika kelompok sebaya, agresi relasional, serta normalisasi bahasa yang dilegitimasi melalui respons lingkungan. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa ejekan nama orang tua adalah manifestasi kekerasan simbolik yang dinormalisasi dalam budaya pergaulan remaja, namun kerap luput dari perhatian institusional, sehingga memerlukan perhatian mendalam dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Hardianta, Rbg Widhi Nugraha Agus Gembong; Wijaya, Michelle

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini mengkaji kisah perjumpaan Yesus dengan pemuda kaya dalam Injil Matius 19:16–30, Injil Markus 10:17–31, dan Injil Lukas 18:18–30 dalam perspektif teologi perdamaian dan keadilan sosial. Latar belakang penelitian ini bertolak dari realitas ketimpangan sosial-ekonomi yang semakin meningkat di era modern, yang ditandai oleh kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin serta kemiskinan struktural yang terus berlangsung. Dalam konteks tersebut, kisah Yesus dan pemuda kaya dipahami tidak hanya sebagai ajaran moral mengenai keterikatan terhadap harta, tetapi juga sebagai kritik profetis terhadap struktur sosial-ekonomi yang tidak adil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan hermeneutika kontekstual. Data primer diperoleh dari teks Alkitab dalam ketiga Injil Sinoptik, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur teologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep shalom dalam teologi perdamaian mencakup keadilan relasional, kesejahteraan sosial, dan solidaritas terhadap kaum marginal. Perintah Yesus kepada pemuda kaya untuk menjual hartanya dan membagikannya kepada orang miskin menunjukkan bahwa iman Kristen tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Kekayaan dipahami sebagai stewardship yang harus digunakan demi kesejahteraan bersama. Penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi agen transformasi sosial melalui praksis keadilan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan perdamaian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Indonesia yang plural dan masih menghadapi ketimpangan sosial-ekonomi.

Sitinjak, Roslin Ratna Sari

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fondasi teologis pernikahan Kristen melalui lensa kovenan (covenant). Di tengah pergeseran paradigma pernikahan yang cenderung dipandang sebagai kontrak sosial yang rapuh, artikel ini menawarkan revitalisasi konsep Berit (Ibrani), Hesed (Ibrani), dan Agape (Yunani) sebagai pilar utama ketahanan keluarga. Menggunakan metode studi pustaka dan analisis leksikal, hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai kovenan mentransformasi relasi suami istri dari sekadar koeksistensi menjadi persekutuan yang berorientasi pada penatalayanan (stewardship) iman.

Sofyan, Uswatun Hasanah; Muhamad Ridwan Effendi

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran simbol keagamaan dalam merefleksikan maupun menutupi kesenjangan kelas sosial di masyarakat perkotaan, dengan menggunakan perspektif teori Karl Marx mengenai agama sebagai ideologi dan alat legitimasi kekuasaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara semi-struktural terhadap warga kota dari kelas sosial menengah ke atas dan kelas menengah ke bawah, serta tokoh agama setempat. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk melihat pola relasi antara simbol agama, posisi kelas, dan akses terhadap kekuasaan sosial-ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol agama kerap digunakan oleh kelas atas sebagai sarana pembentukan citra, legitimasi status, dan penguatan struktur sosial, sedangkan bagi kelas bawah agama berfungsi sebagai sumber harapan dan solidaritas sosial, namun tidak selalu membuka akses terhadap mobilitas ekonomi. Secara umum, agama dapat berfungsi ganda: menjadi media pemersatu sosial sekaligus cermin ketimpangan kelas yang tersembunyi dalam praktik keagamaan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan pentingnya membaca agama tidak hanya secara teologis, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang berkaitan dengan produksi makna, kekuasaan, dan distribusi sumber daya.

Eniati Ndururu; Enjelina Enjelina; Hesty Sinaga; Rainaldi Setiawan; Hisardo Sitorus

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This paper aims to examine the relationship between Social Learning Theory and the principles of Christian education, particularly in character formation and the discipleship process. Social Learning Theory asserts that human behavior is shaped through observation, imitation, and social interaction, thus role models and the environment play a central role in the learning process. This understanding aligns with Christian education, which emphasizes that faith and character are developed through relationships, life experiences, and role models, as demonstrated in God's relationship with Israel, the life of Jesus Christ, and the practices of the early church. The integration of these two approaches demonstrates that effective Christian character formation requires a combination of modeling, mentoring, and a supportive community, along with the spiritually renewing work of the Holy Spirit. Thus, modern psychological theory and the principles of faith education can complement each other to create a holistic approach to Christian education, whether in the church, school, or family.

Surayda, Helen Intania; Dwi Nuryanto, Ahmad; Suwandi, Dedi; Hartono Ilham, Ismoro

DINAMIKA HUKUM 2025 Universitas Stikubank

Perang siber adalah suatu kondisi konflik dengan menggunakan perkembangan teknologi informasi dan komunikas dimana menjadi sebuah fenomena sosial dalam relasi internasional yang menjadi masalah serius bagi bangsa-bangsa di dunia dalam membangun stabilitas internasional. Mmenghadapi variasi bentuk perang siber, dibutuhkan adanya proses pembangunan nasional berbasis keamanan siber/cyber security sebagaimana telah dilakukan oleh beberapa bangsa-bangsa di dunia. Perang siber sesungguhnya merupakan bentuk dari perang dunia ketiga yang sudah terjadi. Kekosongan dalam literatur hukum internasional membuat model serangan siber semakin menunjukkan kesiapannya untuk terlibat dalam konflik bersenjata. Konflik siber, yang melibatkan serangan terhadap sistem komputer dan jaringan digital, menimbulkan pertanyaan kompleks mengenai bagaimana prinsip-prinsip hukum humaniter yang ada dapat diterapkan dalam konteks konflik ini. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif (legal  study  research) yang bersifat kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus dari bahan primer dan sekunder. Tantangan HHi dalam mengatur konflik siber mulai dari definisi, pelacakan pelaku, perlindungan masyarakat, sampai penyesuaian hukum dengan teknologi baru. Diperlukan pembaruan hukum, peningkatan kerja sama antar negara, dan penguatan cara penegakan hukum agar perlindungan kemanusiaan tetap terjaga di zaman digital. HHI dapat diterapkan pada konflik siber tetapi perlu adaptasi melalui instrumen baru atau interpretasi progresif sebagaimana Kasus Rusia-Ukraina yang menjadi bukti urgensi penyesuaian hukum.

Soumilena, Selfiana

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kode etik guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan keteladanan teologis dalam praktik pendidikan di sekolah menengah. Guru PAK tidak hanya dipandang sebagai penyampai pengetahuan kognitif, tetapi juga sebagai teladan hidup yang menghadirkan nilai-nilai Kristiani melalui sikap, perkataan, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka terhadap berbagai literatur terkini yang membahas etika profesi guru, teologi pendidikan, serta praktik pendidikan agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru PAK terhadap kode etik masih bervariasi, mulai dari yang melihatnya sekadar aturan administratif hingga yang menafsirkannya sebagai panggilan iman dan tanggung jawab moral. Keteladanan teologis terbukti menjadi aspek penting dalam implementasi kode etik karena guru PAK dituntut untuk menunjukkan konsistensi antara ajaran iman dan perilaku nyata. Implementasi kode etik dalam praktik pendidikan terlihat dalam pengajaran, relasi interpersonal, dan kerja sama kelembagaan, meski menghadapi tantangan etis seperti dilema nilai, tekanan eksternal, serta pengaruh media digital. Temuan juga menegaskan bahwa kode etik dan keteladanan teologis guru PAK berperan signifikan dalam pendidikan karakter siswa, membentuk integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Kesimpulannya, integrasi antara kode etik profesional dan keteladanan teologis memungkinkan guru PAK menjadi agen transformasi moral dan spiritual yang relevan di tengah kompleksitas pendidikan modern. Penelitian ini menekankan perlunya pembinaan berkelanjutan bagi guru PAK agar mampu menghidupi kode etik dan menghadirkan teladan Kristiani dalam proses pendidikan.

Aris Kurniyawan, Nanang; Yoga Pratama, Alfonsius

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Karya tulis ini, "MERAWAT RUMAH BERSAMA: INTEGRASI SPIRITUALITAS KRISTIANI DAN TEOLOGI EKOLOGIS LAUDATO SI' SEBAGAI PARADIGMA BARU BAGI KAUM AWAM," menyajikan argumen yang relevan dan vital untuk mengkontekstualisasikan panggilan universal Ensiklik Laudato Si' dalam realitas ekologis dan budaya akut di Kalimantan. Menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dengan protokol PRISMA sebagai metode, penulisan karya tulis ini mengusulkan model tiga pilar yang jelas dan menjanjikan (liturgis, asketis, dan sosial) sebagai paradigma operasional baru bagi kaum awam. Karya tulis ini bertujuan untuk mengintegrasikan data granular tentang krisis sosio ekologis Kalimantan dan detail etnografis Dayak yang sangat kaya, memperkuat klaim empiris dengan bukti yang dapat diverifikasi, dan secara eksplisit mengartikulasikan kontribusi uniknya dalam lanskap teologi ekologis dan inkulturasi di Indonesia yang jauh lebih luas. Kerangka kerja ini berupaya memberdayakan aksi ekologis akar rumput dengan menjembatani teologi tingkat tinggi dengan praksis pastoral awam yang praktis, menggunakan kearifan lokal Dayak sebagai material arsitektural utama. Temuan dari karya tulis ini ialah menyintesiskan panggilan universal Laudato Si' dengan kearifan relasional masyarakat Dayak yang kaya, kerangka kerja ini menawarkan sebuah jalan bagi Gereja di Kalimantan untuk bergerak melampaui aktivitas-aktivitas yang terfragmentasi menuju sebuah misi ekologis yang terintegrasi, mendalam secara teologis, dan transformatif secara sosial, yang dipimpin oleh kaum awam.

Adinuhgra, Silvester; Sinaga, Louis Fingky Alexander; Ngarani, Nullya

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji pengalaman umat Stasi Ibu Teresa Sei Hanyu dalam membangun Gereja Sinodal, sebuah model gereja yang menekankan partisipasi aktif dan kolaborasi seluruh umat beriman. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan selama tiga minggu, studi ini mengungkap bagaimana prinsip-prinsip sinodalitas diterapkan di tingkat akar rumput. Temuan utama menunjukkan bahwa Stasi Ibu Teresa telah mengimplementasikan berbagai inisiatif untuk mewujudkan Gereja Sinodal, termasuk dialog antar umat, pemberdayaan kelompok kategorial, dan peningkatan partisipasi dalam liturgi serta pelayanan sosial. Meskipun menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan kesenjangan generasi, stasi ini berhasil menciptakan ruang dialog yang memungkinkan suara-suara beragam untuk didengar dan dihargai. Dampak penerapan prinsip Gereja Sinodal terlihat dalam peningkatan keterlibatan umat dalam pengambilan keputusan gereja dan penguatan relasi sosial antar umat. Kolaborasi antara Stasi Ibu Teresa dengan Paroki induk juga mengalami peningkatan, terutama dalam perencanaan pastoral dan pelaksanaan program pembinaan iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju model gereja yang lebih partisipatif dan inklusif membutuhkan komitmen dan keterlibatan aktif dari seluruh umat. Stasi Ibu Teresa mendemonstrasikan bahwa prinsip-prinsip sinodalitas dapat diterapkan secara konkret di tingkat lokal, memberikan kontribusi pada visi Gereja Katolik universal yang lebih inklusif dan responsif.

Mihit, Yohanes

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji muatan pedagogi Laudato Si’ dalam kurikulum Pendidikan Agama Katolik (PAK) tingkat SMP sebagai strategi pembentukan karakter ekologis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta analisis isi terhadap tiga buku ajar resmi PAK kelas VII, VIII, dan IX yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai ekologis hadir secara bertahap dan kontekstual. Pada kelas VII dan VIII, nilai-nilai ekologi lebih banyak muncul secara implisit melalui refleksi iman atas ciptaan dan relasi sosial, sedangkan buku kelas IX memuat secara eksplisit ajakan untuk membangun persahabatan dengan alam. Integrasi nilai Laudato Si’ tercermin dalam pendekatan naratif, reflektif, dan praksis iman yang menekankan kesatuan antara spiritualitas dan tanggung jawab ekologis. Temuan ini memperkuat pentingnya pendidikan agama sebagai sarana pembentukan karakter ekologis dalam konteks krisis lingkungan global. Pendidikan iman yang diintegrasikan dengan kesadaran ekologis tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga membangun gaya hidup ekologis sebagai wujud konkret pertobatan ekologis dan iman yang bertanggung jawab terhadap ciptaan.

Suy, Ina Naomi; Mujiono, John Gershom; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru menurut perspektif Alkitab, khususnya Amsal 23:19–29, dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMP Bhakti Insani Bogor. Fenomena kenakalan remaja di sekolah menjadi tantangan serius yang memerlukan pendekatan holistik, baik dari aspek pendidikan formal maupun nilai-nilai iman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam perspektif Amsal mencakup tiga dimensi utama. Pertama, guru berperan sebagai pengarah jalan yang benar, yakni memberikan bimbingan moral, spiritual, dan sosial agar peserta didik menghindari perilaku yang merugikan diri dan lingkungan. Kedua, guru berperan sebagai pendidik dengan dedikasi, yang diwujudkan melalui perhatian, pengajaran yang membangun karakter, dan keteladanan hidup. Ketiga, guru berperan sebagai penasihat yang mendorong peserta didik menghindari pertengkaran, melatih pengendalian diri, serta membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Amsal 23:19–29 relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam pembinaan perilaku siswa. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip biblis dalam peranan guru dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah dan mengatasi kenakalan peserta didik, serta membentuk karakter yang takut akan Tuhan, bertanggung jawab, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat.

Halawa, Arismawati; Hia, Yeremia

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

This article examines the importance of understanding and applying church discipline in the life of today’s congregation based on biblical principles. Church discipline is not merely seen as a form of punishment but as a means of God's grace to bring about restoration, spiritual growth, and order within the body of Christ. Through the study of Scripture and theological reflection, this paper explains that discipline is an expression of God’s love aimed at guiding His people toward repentance and truth. In practice, discipline must be carried out with love, patience, and wisdom, thus reflecting the character of Christ rather than serving merely as a corrective measure. The article also highlights the challenges of applying church discipline in the context of a modern culture that tends to reject authority and correction. Nevertheless, the author asserts that discipline remains relevant and essential as a means of preserving the holiness of the church and its witness to the world. The conclusion of this discussion shows that church discipline, when properly implemented, has a positive impact on both individuals and the faith community as a whole.

Jernih Jayanti Lase; Jupalman W. Simbolon; Elvri T. Simbolon; Ratna Saragih; Hanna Dewi Aritonang

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

Harmony between religious communities can be achieved by remembering that Indonesia is a country rich in culture, so harmony between religious communities can also be expressed in the form of traditional wisdom. The purpose of this study is to determine harmonious interfaith relations in Aek Garut Village, Pandan District, Central Tapanuli Regency. The research method used in this study is descriptive qualitative research about the social analysis of harmonious interfaith relations in Aek Garut Village, Pandan District, Central Tapanuli Regency. The socio-religious life of the people of Aek Garut Village looks very harmonious because this is indicated by the fact that there has never been a conflict between religions in the village.  Harmony between religious communities in Aek Garut village creates a peaceful society without conflict and this is because the community wants to maintain harmony. It can be concluded that creating harmony between faiths in Aek Garut Village can be done by treating others with respect by accepting differences as a characteristic of diversity.

Yohanes Kamakaula; Darmawanto Uria

Hidroponik : Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman 2025 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnoekologi. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali dan memahami sistem pengetahuan lokal masyarakat dalam mengelola ladang berpindah serta relasi mereka dengan lingkungan secara holistik. Temuan dalam penelitian ini adalah dalam perspektif etnoekologi, ladang berpindah bukanlah praktik usang atau destruktif, melainkan sistem pertanian yang kaya akan akan nilai-nilai ekologis, sosial, dan spritual. Ia mencerminkan cara hidup yang harmonis dengan alam, berbasis pengetahuan lokal yang telah terbukti adaptif dan berkelanjutan selama berabad-abad. Oleh karena itu, penting untuk mengakui, melindungi, dan mendukung praktik ladang berpindah sebagai bagian dari kekayaan budaya dan solusi alternatif terhadap krisis ekologi global. Pendekatan ini juga menegaskan bahwa pembangunan pertanian berkelanjutan harus mempertimbangkan suara dan pengalaman masyarakat adat sebagai pelaku utama dalam pelestarian bumi.

Andriyanto, Yustinus Dwi

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2024 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Krisis ekologis di Kalimantan Tengah ditandai oleh deforestasi, ekspansi perkebunan monokultur, serta penambangan ilegal yang berdampak serius terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat adat Dayak. Situasi ini menuntut respons yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga teologis dan kultural. Artikel ini menawarkan pembacaan baru terhadap Handep Hapakat prinsip hidup komunal masyarakat Dayak sebagai praksis ekologi integral dan model ekopastoral kontekstual dalam terang ajaran Gereja Katolik, khususnya ensiklik Laudato Si’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi hermeneutika teologis-kultural melalui studi kepustakaan terhadap literatur budaya Dayak, dokumen Gereja, dan kajian ekoteologi kontemporer. Hasil analisis menunjukkan bahwa Handep Hapakat tidak sekadar merupakan konstruksi sosial, melainkan praksis spiritual-ekologis yang menegaskan relasi harmonis antara manusia, komunitas, alam, dan Sang Pencipta. Nilai kebersamaan, tanggung jawab kolektif, dan musyawarah yang terkandung di dalamnya sejalan dengan visi ekologi integral yang menghubungkan dimensi ekologis, sosial, budaya, dan spiritual secara utuh. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi Handep Hapakat dalam karya pastoral Gereja memiliki potensi transformatif dalam membangun kesadaran ekologis, memperkuat inkulturasi iman, serta mendorong keterlibatan komunitas dalam merawat rumah bersama secara berkelanjutan.

Eneng Humaeroh

Facebook social media (social media) has a significant influence on interaction, this social media is one of the choices of social media users in sharing information both entertainment and other important information. Social media users use this platform to increase religious knowledge that can be easily accessed. This study tries to reveal how much the interaction variable on Facebook has an influence on the variable of increasing users' religious knowledge. This study was designed using a quantitative research approach that uses a percentage formula to obtain the magnitude or percentage of influence for users. The respondents of this study amounted to 20 people who were randomly selected from the population of Facebook social media users and took data sources for 2 weeks. The results showed significance between variables, namely 90% of interactions on Facebook influenced the increase in religious knowledge with 70% active users online every day. Other Jawabab given by respondents were 90% of users accessing general knowledge, 85% accessing entertainment, 75% accessing viral news, the rest of others amounting to 65%.

Sahureka, Danil

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Undocumented migrant children lose access to formal education. Therefore, a learning forum is provided, namely the guidance studio (SB) or Learning Center. This research uses a qualitative method using a case study approach. The aim of this research is to determine the form of social relations of NGO PERMAI in building a guidance studio for undocumented migrant children, to find out the form of support/contribution from related parties in helping fulfill education for migrant children. The theory used is Michel Foucault's theory of power relations. The results of this research are: The PERMAI NGO guidance studio requires support and assistance from other parties, this form of relationship is a collaborative relationship from (KBRI, ​​KJRIl, PPI and students from universities in Indonesia). The forms of support provided vary, such as material support or learning needs (desks, chairs, notebooks, boards, etc.) or support in the form of personnel as provided by PPI.

Nuraini, Nuraini; Majid, Nazori; Agusriandi, Agusriandi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Socio-economic relations are everything related to economic actions in meeting community needs such as clothing, food and shelter. In meeting economic needs, a person no longer looks at differences in ethnicity, race or religion. Kijang Island Village is the capital of Reteh District with land used as a coconut plantation by coconut farmers. The phenomenon that occurs is that farmers prioritize selling their harvest to tokeh in Kijang Island Village. This cannot be separated from the influence of a tokeh who is highly trusted by the community so that coconut farmers are very dependent on selling their harvest to the tokeh. The aim of this research is to find out about the socio-economic relations between farmers and coconut tokeh in Pulau Kijang Village, Reteh District, Indragiri Hilir Regency, Riau Province, as well as to find out the cooperative relationship between farmers and coconut tokeh in Pulau Kijang Village, Reteh District, Indragiri Hilir Regency, Riau Province. . In this study the method used was qualitative by checking the validity of the data using triangulation techniques. The results of the research show that the socio-economic relationship between farmers and coconut tokeh occurs because they have the same relationship goals, namely the goal of needing each other's help in buying and selling and receivables and tokeh needs farmers to become regular customers.

Muya Syaroh Iwanda Lubis; Nurhayati Nurhayati; Budiman Purba

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Gender dan Kekerasan terhadap perempuan saling terkait. Gender dan ketidakadilan gender seringkali mewarnai berbagai relasi dan persoalan sosial berdasarkan isu gender. Indonesia sampai saat ini belum memiliki hukum yang secara tegas mengatur penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Adapun metode pelaksanaan yang akan dilakukan dalam mendukung realisasi kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah melakukan bedah kasus aktual, melaksanakan sosialisasi dan forum pembelajaran gender, melakukan kompetisi essay, membuat unit penanganan kekerasan berbasis gender dan melakukan Monitoring dan Evaluasi. Kegiatan ini diharapkan bisa membuka wawasan sensitivitas dan praktek sosial dalam relasi gender yang berkeadilan sehingga berbagai bentuk ketidakadilan gender seperti streotip gender, subordinasi, peran rangkap tiga perempuan, marginalisasi dan kekerasan bisa diminimalisir untuk tidak akan terjadi lagi. Penyadaran ini diarahkan pada pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender dari perspektif sosiologi dan hukum. Sekolah diharapkan bisa menjadi agen yang tanggap dan bisa menangani persoalan ketidakadilan dan kekerasan gender di sekolah. Demikian siswa SMP dan SMA Harapan 3 Deli Serdang diharapkan dapat membuat perubahan sosial sebagai agen perubahan sosial dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dan melaksanakan zero tolerance terhadap tindakantindakan bullying dan kekerasan berbasis gender di sekolah maupun masyarakat sekitarnya.

Cecep Sri Suryana; Vicky Verry Angga

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Manusia tidak dapat terpisahkan dengan hubungan antar manusia, karena manusia merupakan makhluk sosial. Hubungan antar manusia tidak hanya sekedar relasi atau hubungan saja, melainkan suatu aktivitas dan suatu kegiatan untuk mengembangkan hasil yang menumbuhkan rasa bahagia dan rasa puas. Beberapa faktor yang mempengaruhi hubungan antar manusia yaitu saling menghargai, empati, sikap keterbukaan, kepercayaan, dan kehangatan. Organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Aliran Kebatinan Perjalanan mempunyai konsep hubungan antar manusia. Aliran Kebatinan Perjalanan memiliki beberapa pandangan mengenai hubungan manusia yang menjadi pedoman bagi warganya. Aliran Kebatinan Perjalanan memiliki pandangan bahwa sebelum bersosialisasi atau berhubungan antar manusia harus memilih terlebih dahulu perkataan atau apapun yang akan kita lakukan terhadap orang lain, agar dalam bersosialisasi atau melakukan hubungan antar manusia tidak ada satu pun yang tersakiti baik tersakiti lahirnya maupun batinnya. Sehingga dalam hubungan antar manusia dapat menimbulkan kebahagiaan, kepuasan, dan terciptanya hubungan yang baik.