Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 33

Analytics

Widowati, I Gusti Ayu Rai; Tananda, Made Feika; Paramurhi, I.A Pascha

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Peresepan yang tidak tepat menyebabkan masalah seperti penurunan kemanjuran terapi, meningkatkan morbiditas dan mortalitas, pemborosan sumber daya, penurunan ketersediaan obat, risiko efek samping, resistensi bakteri, serta dampak psikososial, yang dapat menyebabkan ketergantungan pasien pada obat yang tidak berguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan peresepan untuk pasien Diabetes melitus type-2 (DM-2) di Puskesmas Buleleng II. Survei potong lintang dilakukan dari Februari hingga April 2023. Wawancara secara langsung menggunakan kuesiner dilakukan pada pasien DM-2 yang direkrut secara purposive. Sejumlah 120 responden berpartisipasi dalam penelitian ini (tingkat respon 100%). Hasil menunjukkan pola peresepan pada pasien DM-2 yaitu tepat indikasi (97.5%); tepat pemilihan obat (97.5%); tepat dosis (97.5%); tepat cara pemberian obat (97.5%); tepat waktu interval (88.3%); dan waspada efek samping obat (48.3%). Ketepatan peresepan obat pada pasien DM-2 secara umum sudah baik. Apoteker diharapkan lebih aktif dalam memberikan pelayanan informasi obat dan konseling terkait pengobatan pasien, agar tercapai terapi pengobatan yang optimal.

Rina Hidayati Pratiwi; Endang Sulistyaniningsih; Jumadi Jepri; Theressia Evy Nadeak; Laksita Nirmala Putri

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

The low level of knowledge about the appropriate use of antibiotics causes the practice of irrational antibiotic use to increase. The aim of this community service is to provide education about understanding antibiotics and how to use them appropriately and rationally. The community service method is by providing education through group discussions, workshops and seminars to health workers, posyandu cadre mothers and the community around Ratujaya Village, Depok. The level of knowledge about antibiotic use was measured using a questionnaire, pretest and posttest. The results achieved by this community service after providing education on understanding antibiotics and their use to the community show that people who have good and sufficient knowledge about antibiotics are 88.57%, meaning that more people understand about antibiotics than those who don't. It can be concluded that the education on the use of antibiotics provided to the public can sufficiently increase public knowledge regarding antibiotics.  

Intan Ayu

Jurnal ilmu Kesehatan Umum 2023 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Knowledge of the use of traditional medicine in the Toba Batak sub-ethnic has not been widely disclosed. This knowledge is passed down from generation to generation orally and has very limited documentation so it has the potential to be lost. Therefore, this research aims to describe local knowledge about the use of traditional medicine by the Toba Batak sub-ethnic in Sipagabu Village. Data collection methods were carried out using semi-structured interviews and participant observation with informants. The data collected was analyzed using descriptive statistics. In this research, the informants consisted of 51 Toba Batak sub-ethnic people who had knowledge about the use of traditional medicine using 115 medicinal plants used, belonging to 100 genera and 49 families. The main families of medicinal plants used by the Toba Batak sub-ethnic community are Asteraceae, Fabaceae and Zingiberaceae, and Poaceae. Medicinal plants used to cure diseases are grouped into natural diseases, supernatural diseases, uncommon diseases, and certain diseases that are treated using traditional herbs.

Ulfa Nur Maa’idah; Devita Tunjung Pamungkas

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Diabetes melitus suatu masalah kesehatan masyarakat yang merupakan salah satu dari empat penyakit tidak menular yang paling banyak diderita oleh masyarakat. Pengobatan diabetes mellitus dilakukan dengan dua acara yaitu terapi medis dan non medis. Salah satu terapi non medis yaitu konsumsi buah-buahan dan sayur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan kadar glukosa darah penurunan dan kenaikan setelah mengkonsumsi sebelas jenis buah-buahan, yaitu : Kurma, Alpukat, Pisang Kepok, Apel Malang, Jeruk, Tomat, Pepaya, Jambu, Pisang Rebus, Belimbing Manis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik pengumpulan data dengan cara mengukur kadar glukosa darah dengan dua eksperimen dengan riwayat diabetes mellitus dan satu ekeperimen tanpa riwayat diabetes mellitus dengan sebelas jenis buah. Eksperimen berpuasa selama enam jam dimulai pada malam hari, pengecekan darah awal dilakukan setelah ekeperimen melakukan puasa minimal selama enam jam. Selanjutnya eksperimen di beri salah satu jenis buah dengan kisaran 200 gram ditimbang secara seksama untuk dikonsumsi setiap hari satu kali. Pengecekan darah kedua, dilakukan setelah dua jam eskperimen mengkonsumsi buah yang ditentukan. Hal ini dilakukan secara terus menerus setiap hari, sampai seluruh jenis buah yang ditentukan sebanyak sebelas jenis dinyatakan selesai. Penelitian ini dilakukan  di Desa Karas, Kabupaten Magetan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perbandingan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi sebelas jenis buah tersebut, pada ketiga eksperimen. Jenis buah yang mengalami kenaikan kadar glukosa darah terbesar adalah buah kurma golden valley, dan yang mengalami penurunan kadar glukosa darah cukup besar sesudah pemberian buah Naga Merah, Belimbing Manis, dan Jambu Biji. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga buah tersebut yaitu Merah, Belimbing Manis, dan Jambu Biji adalah buah yang aman dikonsumsi untuk penderita Diabetes Mellitus.

Nanang, Ardianto; Aggilya, Umi Rikha; Widara, Ratih Tyas; Arianti, Sindi Wahyu

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Latar belakang: Asma merupakan penyakit heterogen dengan gejala peradangan pada saluran pernapasan, secara terus menerus serta gejala batuk yang bervariasi, sesak dada, sesak nafas, dan mengi. Tingkat kontrol asma mengacu pada seberapa baik karakteristik asma dapat diamati pada pasien penderita asma dan seberapa baik gejalanya berkurang atau tidak muncul setelah pengobatan diberikan. Kualitas hidup adalah tingkat kemampuan, keterbatasan, gejala, dan karakteristik psikososial seseorang untuk berfungsi dengan baik dan merasa puas dengan peran mereka dalam masyarakat. Tujuan: Mengetahui korelasi tingkat kontrol asma dengan kualitas hidup pasien di poli paru RS Lavalette Malang. Metode: Penelitian kuantitatif non eksperimental ini menggunakan pendekatan korelatif. Subjek pada penelitian 50 responden Penelitian ini mengguakan teknik sampling accidental sampling. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner Asthma control test dan Mini-Asthma Quality of Life Questionnaire. Penelitian ini menggunakan analisis bivariate SPSS, Rank Spearman. Hasil: Menunjukan bahwa18 responden (36%) asma tidak terkontrol, 27 responden (54%) memiliki kontrol sebagian, 5 responden (10%) asma terkontrol penuh dan responden dengan kualitas hidup baik sebanyak 37 (74%), kualitas hidup kurang baik 13 responden (26%). Terdapat korelasi antara tingkat kontrol asma dan kualitas hidup pasien asma di Poli Paru RS Lavalette Malang, dengan nilai p = 0.026 (< 0.05).  Simpulan: terdapat korelasi tingkat kontrol asma dengan kualitas hidup pasien asma  

Sugihantono, Amelia Nadya; Ardianto, Nanang; Salmasfattah, Novyananda; Virgiansyah, Reyvan Admaja Bagas

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Latar belakang: Di Indonesia banyak kejadian yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan pengobatan yang dikenal sebagai masalah terkait obat yang dapat menggangu hasil klinis kesehatan pasien disebut sebagai DRPs. Tuberkulosis merupakan penyakit kronik akibat bakteri Mycrobacterium Tuberculosis. Dalam terapi, pasien tuberkulosis perlu banyak obat, yang meningkatkan resiko DRPs. Tujuan: Menganalisis kejadian DRPs kategori overdose, underdose, dan drug interaction pasien tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimental dengan metode pendekatan deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif yaitu data rekam medis pasien tuberkulosis periode Januari 2022 – Maret 2023 selama rawat inap RS dr.Soepraoen Malang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Populasi sama dengan sampel melibatkan 40 pasien. Analisis data masing-masing kategori berdasarkan aplikasi Drug.com dan Permenkes no.67 tahun 2016 dalam bentuk distribusi presentase. Hasil: Analisis DRPs berdasarkan karakteristik pasien Tuberkulosis RS dr. Soepraoen Malang didominasi laki-laki sebesar 67,5% dan yang paling banyak menderita tuberkulosis adalah usia 46-55 tahun. Simpulan: Masalah terkait obat pada pasien tuberkulosis yang menjalani perawatan di RS dr. Soepraoen Malang ialah 46 kasus. Kasus DRPs termasuk 1 kasus overdose (2,2%),  4 kasus underdose (8,7%), dan 41 kasus drug interaction (89,1%).

Clara Angelica Rotoro

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Carpal tunnel syndrome (CTS) is a condition that causes pain, tingling and weakness in the hand due to compression of the median nerve in the wrist. Treatment of CTS is based on two main approaches, namely steroid injection therapy and endoscopic surgical decompression therapy. Steroid injection therapy provides greater temporary pain relief, but the benefits are not permanent. At the same time, surgical decompression treatment with endoscopy is a definitive treatment that is more effective in the long term and has a lower therapeutic failure rate than steroid injection treatment. This literature research explores various scientific studies and related literature that have been conducted in recent decades to understand the effectiveness and relative superiority of these two treatment methods. This review covers clinical aspects, such as the rate of pain recovery, recovery of hand function, as well as the impact on the patient's quality of life. The results of this literature review indicate that both treatment methods have their respective advantages and disadvantages. Steroid injection therapy can provide rapid and minimally invasive symptom relief, while endoscopic surgical decompression therapy tends to provide more lasting and complete improvement. Factors such as symptom severity, patient preference, and medical recommendations may influence the choice between these two methods.

Ni Made Susilawati; Novian Agni Yudhaswara; Karol Octrisdey

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Control efforts with the DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) strategy have been implemented. The side effects of this drug will continue as long as the sufferer takes it, furthermore anti-TB drugs (OAT) will change the metabolism in the sufferer's body. Chronic effects that arise from OAT treatment include increased levels of uric acid, glucose and hemoglobin in the blood. From the results of a preliminary study, data collection was carried out on the number of pulmonary TB sufferers in Kupang City in 2021, amounting to 385. Of this number, 72 cases were found at the Oesapa Community Health Center who were smear positive for pulmonary TB and had recovered and were still undergoing treatment. For this reason, it is necessary to carry out research to determine blood glucose, uric acid and hemoglobin levels in pulmonary tuberculosis (TB) patients who take OAT (anti-TB drugs) before taking, after taking 2 months and 6 months of treatment. This research method is descriptive and statistical. Statistical analysis using One Way Anova and Linear Regression tests was used to determine the effect of length of treatment on blood profiles in pulmonary tuberculosis sufferers. TB sufferers with anti-tuberculosis drug therapy at the Oesapa Community Health Center based on the age of the patient, there were 11 sufferers aged <30 years (55%), 9 sufferers aged >30 years (45%). Based on gender, 13 sufferers were female (65%), 7 sufferers were male (35%). Hemoglobin levels checked before treatment showed a mean of 13.015 g/dL, during 2 months of treatment 13.185 g/dL, and after 6 months of treatment the mean was 11.94 g/dL. The current blood sugar levels from table 1.3 above which were checked before treatment showed an average of 137.7 g/dL, during 2 months of treatment 145.15 g/dL, and after 6 months of treatment the average was 144.15 g/dL. Uric acid levels were based on the respondent's length of treatment with an average uric acid level before treatment of 6.16 mg/dL, 2 months of treatment 5.92 mg/dL and 6 months of treatment 6.43 mg/dL. Hemoglobin levels, instant blood sugar and uric acid before, 2 months and 6 months of treatment showed a p value <0.05, meaning the data was not normally distributed. The results of the analysis using the Friedman anova test showed a p value (0.137) > 0.05. This means there is no difference in uric acid measurement values ??before, 2 months and 6 months of treatment. The results of the analysis using the Friedman anova test showed a p value (0.142) > 0.05. This means that there is no difference in blood sugar measurement values ??before, 2 months and 6 months of treatment. The results of the analysis using the Friedman anova test showed a p value (0.378) > 0.05. This means there is no difference in Hb measurement values ??before, 2 months and 6 months of treatment

Mardhiati, Retno

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstrak. Banyak faktor yang mendukung kesembuhan pasien di pelayanan kesehatan, tidak hanya berkaitan dengan ketepatan diagnosis dan pengobatan yang diberikan oleh tim medis, namun psikis pasien yang nyaman karena adanya komunikasi yang baik selama berobat di pelayanan kesehatan juga mendukung kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini menggambarkan beberapa metode komunikasi di pelayanan kesehatan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini, pengumpulan referensi dalam bentuk artikel yang berkaitan dengan komunikasi di pelayanan kesehatan dari Google. Kata kunci yang digunakan komunikasi kesehatan dan Healthcare Communication. Penelitian ini berjenis penelitian literatur, penyajian dengan menampilkan hasil review. Analisis penelitian dengan analisis deskriptif. Hasil menemukan komunikasi yang ada dalam pelayanan Kesehatan, antara pasien dengan tim medis dan antara tim medis dengan tim medis di pelayanan kesehatan.   Komunikasi terapeutik mampu meningkatkan kepuasan pasien dan memberikan ketenangan pasien beserta keluarga. Komunikasi Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) yang baik, meningkatkan motivasi kerja tim medis dan membangun kekompakan kerja tim medis.  Implikasi penelitian ini, dasar pengembangan metode komunikasi di pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Mardhiati, Retno

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstrak. Banyak faktor yang mendukung kesembuhan pasien di pelayanan kesehatan, tidak hanya berkaitan dengan ketepatan diagnosis dan pengobatan yang diberikan oleh tim medis, namun psikis pasien yang nyaman karena adanya komunikasi yang baik selama berobat di pelayanan kesehatan juga mendukung kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini menggambarkan beberapa metode komunikasi di pelayanan kesehatan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini, pengumpulan referensi dalam bentuk artikel yang berkaitan dengan komunikasi di pelayanan kesehatan dari Google. Kata kunci yang digunakan komunikasi kesehatan dan Healthcare Communication. Penelitian ini berjenis penelitian literatur, penyajian dengan menampilkan hasil review. Analisis penelitian dengan analisis deskriptif. Hasil menemukan komunikasi yang ada dalam pelayanan Kesehatan, antara pasien dengan tim medis dan antara tim medis dengan tim medis di pelayanan kesehatan.   Komunikasi terapeutik mampu meningkatkan kepuasan pasien dan memberikan ketenangan pasien beserta keluarga. Komunikasi Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) yang baik, meningkatkan motivasi kerja tim medis dan membangun kekompakan kerja tim medis.  Implikasi penelitian ini, dasar pengembangan metode komunikasi di pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Luthfia Dhiyaul Amalia; Danang Raharjo; Anita Dwi Septiarini

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Cuts are defined as a form of damage or loss of body tissue caused by a sharp object. Incision wounds are also called incision wounds which are a type of acute wound. The method used in this research is an experimental method which aims to determine the presence of wound healing activity of extract and spray gel of nipah leaf extract (Nypa fruticans. Wurmb) as well as test the physical quality of spray gel preparation using New Zealand White (male) rabbits. There were 4 test animals divided into 4 groups, the sample was divided into 4 groups, namely the positive control group with Hansaplast spray and the negative control spray gel preparation without extract, the treatment group Nipah leaf extract gel spray (Nypa fruticans. Wurmb) with extract concentration 2 %,3%,5%. In nipah leaves (Nypa fruticans. Wurmb) there are compounds such as alkaloids, flavonoids, and saponins. This study proved that the ethanol extract of nipah leaves (Nypa fruticans. Wurmb) could be used as an anti-inflammatory, the result was that the ethanol extract gel preparation of nipah leaves (Nypa fruticans. Wurmb) had activity towards wound healing in rabbits

Wizar Putri Melaratna; Adinda Fahira Dyen Matondang

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Psoriasis is a chronic immune disease of the skin characterized by the accelerated exchange of epidermal cells and a faster-than-normal keratinization process. Psoriation has a variety of clinical manifestations, one of which is gutata psoriasis which has a distinctive image in the form of red spots rising like water droplets with a small diameter that usually does not exceed 1 cm, arises suddenly and disseminates. The case report is about psoriasis being administered with methotrexate. The patient comes with a major complaint in the form of a full-body itch that the patient has been feeling for more than 20 years. On dermatological status in the anterior et posterior thoracalis region, the brachii et antebrachii dextra et sinistra, the femoral region et crusis dextra et sinitra found hypopigmentation plaques with firm, multiple, milier-numular sizes. Patients are treated with methotrexate taken 3 tablets 1x a week, and folic acid 1x1 tablets.

Mawandha Sari Harahap; Chindy Umaya

Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat 2023 STIKES Columbia Asia Medan

The aim of this service activity is to provide further education to the local community regarding the use of spice plants for everyday life. Apart from that, the aim of this service activity is to encourage people in Sei Limbat Village to use spice plants more as medicine. This topic was chosen because it is a topic that is rarely discussed and rarely researched in more depth regarding spice gardens. In fact, if we look deeper, spice gardens provide many benefits for life, one of which is in the health sector. The importance of discussing this topic is so that people care more about spices than chemical medicines. The method we use is by providing education and outreach to the local community.

Purqoti, Dewi; Ernawati; Rispawati, Baik Heni; Zuliardi

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Diabetes mellitus ialah kondisi pancreas yang mengalami gangguan metabolisme. Berbagai gangguan baik bersifat fisik maupun psikis dapat terjadi akibat penyakit ini,kemungkinan terkena komplikasi jika tidak taat akan program pengobatan DM menjadikan penyandang harus berupaya melaksanakan program tersebut. Hal ini akan mempengaruhi subjective well being  penyandang DM. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi subjective well being penyandang diabetes mellitus Tipe 2. di Desa Kopang kabupaten Lombok tengah. Metode : Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan Teknik sampling berupa purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner Hasil: dari 60 responden, 32 responden (53,3%) memiliki subjective well being dalam kategori rendah dan 28 responden (46,7%) memiliki subjective well being  dalam tinggi Kesimpulan : Masih rendahnya subjective well being penyandang diabetes mellitus tipe 2 di Desa Kopang Lombok Tengah sehingga dibutuhkan intervensi yang tepat untuk mampu meningkatkan subjective well being dan mampu meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes mellitus tipe 2 di Desa Kopang.

Purqoti, Dewi; Ernawati; Rispawati, Baik Heni; Zuliardi

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Diabetes mellitus ialah kondisi pancreas yang mengalami gangguan metabolisme. Berbagai gangguan baik bersifat fisik maupun psikis dapat terjadi akibat penyakit ini,kemungkinan terkena komplikasi jika tidak taat akan program pengobatan DM menjadikan penyandang harus berupaya melaksanakan program tersebut. Hal ini akan mempengaruhi subjective well being  penyandang DM. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi subjective well being penyandang diabetes mellitus Tipe 2. di Desa Kopang kabupaten Lombok tengah. Metode : Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan Teknik sampling berupa purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner Hasil: dari 60 responden, 32 responden (53,3%) memiliki subjective well being dalam kategori rendah dan 28 responden (46,7%) memiliki subjective well being  dalam tinggi Kesimpulan : Masih rendahnya subjective well being penyandang diabetes mellitus tipe 2 di Desa Kopang Lombok Tengah sehingga dibutuhkan intervensi yang tepat untuk mampu meningkatkan subjective well being dan mampu meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes mellitus tipe 2 di Desa Kopang.

Suryani, Monica; Jon Kenedy Marpaung; Suharyanisa Suharyanisa; Mestika Lumbantoruan

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Family medicinal plants (abbreviated as TOGA) are home-cultivated plants that have medicinal properties. A family medicine garden is essentially a plot of land, whether in the yard, garden or field, which is used to cultivate medicinal plants in order to meet the family's need for medicines. The purpose of this service activity is to provide social services for free medical treatment and dissemination of knowledge about family medicinal plants (TOGA) at the Tanjung Pura Langkat school. This method of activity involved lecturers at the Sari Mutiara Indonesia University, the regent, the sub-district head and the people of Langkat. The result of this activity is that the community service team hopes that the community can get free medication and knowledge about family medicinal plants. Based on the results of the Community Service activities carried out, these activities went well and the community received treatment and received knowledge about family medicinal plants so that the community could improve their health.

Maria Fatmadewi Imawati; Christina Indriasari; Ginnovi Nor Azsrina

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Tanaman krokot varietas bunga magenta (Portulaca grandiflora) atau Sutra Bombay, secara umum biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman obat dan tanaman hias. Dala, pengobatan tradisional tanaman krokot dapat mengobati ruam kulit, detoksifikasi, dan sakit tenggorokan. Salah satu proses pasca panen yaitu pengeringan sangat berpengaruh pada mutu simplisia. Proses pengeringan simplisia dilakukan dengan beberapa metode antara lain pengeringan dengan sinar matahari, oven, dan AC. Proses pengeringan mempengaruhi kandungan senyawa kimia pada tumbuhan. Oleh sebab itu penelitian skrining fitokimia dilakukan untuk menguji kandungan senyawa fitokimia herba krokot magenta berdasarkan perbedaan metode pengeringan. Pengujian menggunakan metode kualitatif melalui reaksi warna. Berdasarkan hasil penelitian hasil skrining fitokimia yaitu (+) untuk senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin. Sedangkan untuk senyawa triterpenoid dan steroid memperoleh hasil (-).

Ni Putu Helena Priscayanti; Ida Bagus Nyoman Maharjana; Ni Putu Wintariani; I Putu Gede Adi Purwa Hita

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Diabetes melitus tipe 2 merupakan kasus yang biasanya memiliki riwayat kelainan yang dimulai dengan resistensi insulin. Berbagai komplikasi akibat diabetes dapat terjadi pada semua system tubuh seperti saraf, jantung, pembuluh darah, ginjal, mata, dan otak. Jika tidak segera ditangani akan menyebabkan kematian. Kepatuhan pengobatan yang rendah terhadap terapi dapat menyebabkan peningkatan risiko biaya pengobatan, peningkatan komplikasi penyakit dan risiko rawat inap. Selain itu, dukungan keluarga juga menjadi satu faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Mengwi II. Metode penelitian dilakukan secara observasional dengan jumlah sampel yang digunakan 100 sampel. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji Spearman Rank dengan instrument kuesioner dukungan keluarga dan MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 65 responden (65%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik dengan tingkat kepatuhan minum obat dengan kategori sedang. Analisa Spearman Rank menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05). Hal ini berarti ada hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Mengwi II.

Marianne Lukytha Tangdililing; Vip Pramarta

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

aboratorium memainkan peran penting dalam dunia kesehatan dengan memberikan informasi diagnostik yang akurat dan tepat waktu. Mutu pelayanan laboratorium secara langsung mempengaruhi perawatan pasien dan keputusan pengobatan. Dalam beberapa tahun terakhir, implementasi Sistem Informasi Laboratorium (LIS) telah secara signifikan berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran LIS dalam meningkatkan mutu pelayanan laboratorium.Studi ini difokuskan pada tinjauan literatur yang terkait dengan dampak LIS pada operasional laboratorium dan pengaruhnya terhadap berbagai aspek mutu pelayanan. Temuan menunjukkan bahwa LIS memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi proses laboratorium melalui otomatisasi, pengelolaan alur kerja yang terstruktur, dan pengelolaan sumber daya yang lebih baik. Sistem ini juga berkontribusi secara signifikan terhadap akurasi hasil pengujian melalui pencatatan data elektronik dan mekanisme validasi otomatis.   Selain itu, LIS memungkinkan pengelolaan data terintegrasi, memfasilitasi akses cepat ke informasi pasien, hasil pengujian, dan data terkait laboratorium lainnya, sehingga meningkatkan analisis data dan proses pengambilan keputusan.Selain itu, LIS memfasilitasi pengelolaan alur kerja yang efisien, mengurangi waktu respons, dan memastikan pengiriman hasil pengujian tepat waktu. Sistem ini juga meningkatkan praktik pengendalian kualitas dengan menyediakan alat untuk pemantauan kualitas rutin, analisis tren, dan identifikasi penyimpangan dari standar mutu secara tepat waktu. Implementasi LIS membutuhkan pelatihan dan dukungan yang tepat untuk memaksimalkan potensinya dalam meningkatkan mutu pelayanan laboratorium.Sebagai kesimpulan, integrasi Sistem Informasi Laboratorium dalam pengaturan laboratorium memiliki peran krusial dalam meningkatkan mutu pelayanan laboratorium. LIS meningkatkan efisiensi operasional, akurasi hasil pengujian, pengelolaan data, alur kerja, dan praktik pengendalian kualitas. Disarankan agar laboratorium mempertimbangkan adopsi dan optimalisasi LIS untuk memaksimalkan manfaatnya dan memberikan pelayanan laboratorium berkualitas tinggi.  

Lussy Putri Khadijah

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Stres dan kecemasan adalah masalah psikologis yang umum ditemukan di masyarakat. Terapi musik adalah metode pengobatan yang menggunakan musik sebagai alat untuk mengurangi stres dan kecemasan. Beberapa teori telah diajukan sebagai dasar penggunaan terapi musik, seperti teori Gestalt dan teori kognitif-behavioral, yang menjelaskan bahwa terapi musik dapat membantu meredakan kecemasan dan stres dengan memanipulasi persepsi individu terhadap lingkungan sekitarnya dan mengubah pola pikir individu melalui pengalaman mendengarkan musik yang menenangkan. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan terapi musik efektif mengurangi stres dan kecemasan, seperti penelitian yang dilakukan oleh Abdul Gofir pada tahun 2017-2021 menemukan bahwa terapi musik berhasil menurunkan tekanan darah pada pasien stroke. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan efektivitas terapi musik secara lebih empiris dan memperjelas mekanisme yang terlibat dalam pengurangan stres dan kecemasan yang dilakukan oleh terapi musik. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya terapi musik sebagai alternatif pengobatan yang efektif untuk mengurangi stres dan kecemasan serta perlunya lebih banyak penelitian untuk meningkatkan pemahaman tentang efektivitas dan mekanisme terapi musik.