Publication Search

80,083 articles from 757 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 664

Analytics

Prayesti, Tyas; Rosmala, Fenty; Cahya Afifah, Yunika

EduGrows: Education and Learning Review 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Indonesia menghadapi frekuensi bencana lingkungan yang semakin meningkat seperti banjir, tanah longsor, dan krisis ekologis yang menegaskan urgensi kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran ini melalui ajaran tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara konseptual nilai-nilai dan potensi program Pesantren Ekologi Ramadhan sebagai model pembiasaan karakter islami dan kesadaran lingkungan di sekolah formal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka yang diperkaya dengan studi kasus di SMK Bhakti Kencana Banjar, Jawa Barat, yang mengimplementasikan program Pesantren Ekologi Ramadhan tahun 2026. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa program ini mengintegrasikan nilai-nilai keislaman seperti khalifah fil ardh, hifzh al-bi'ah, dan anti-israf ke dalam aktivitas pembiasaan praktis seperti rutinitas kebersihan lingkungan, penanaman tanaman, ceramah tentang cinta lingkungan, dan hemat energi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program ini menawarkan model pembiasaan yang komprehensif, kontekstual, dan berpijak kuat pada teologi Islam sehingga berpotensi menjadi alternatif penguatan pendidikan karakter dan kesadaran ekologis di Sekolah.

Damayanti, Fhadila

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Integrasi keilmuan Islam merupakan konsep fundamental untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan pada era kontemporer. Perkembangan sains dan teknologi yang semakin maju mampu menghubungkan dua ilmu yang berbeda, yakni ilmu agama dan ilmu umum yang saling melengkapi dan tidak bertentangan satu sama lain. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengertian, unsur-unsur, manfaat integrasi ilmu dalam konsep berpikir menurut perspektif Islam, konsep akal dalam perspektif Al-Qur’an, dan kesalahan berpikir manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian integrasi ilmu, menganalisis unsur-unsur yang membentuknya, menelaah manfaat integrasi ilmu, memganalisis konsep akal dalam perspektif Al-Qur’an, dan memahami kesalahan berpikir manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai sumber yang kredibel dan relevan terkait topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang ilmu agama dan ilmu umum sebagai satu kesatuan utuh yang saling berkaitan dan berperan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Globalisasi abad ke-21 mengalami perubahan signifikan dari segi sosial, budaya, dan teknologi, sehingga sektor pendidikan harus beradaptasi. Pendidikan tidak hanya bertujuan sebagai wadah ilmu melainkan menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter, kreativitas, dan pola pikir seseorang agar dapat bersaing dalam lingkup global. Teknologi yang semakin berkembang berdampak pada pembentukan pola pikir masyarakat. Konsep unity of knowledge juga menekankan bahwa seluruh cabang ilmu berasal dari sumber yang sama tanpa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Integrasi ilmu juga dibangun melalui dua unsur utama, yaitu landasan filosofis yang berperan dalam pembentukan pola pikir dan strategi implementasi yang berperan dalam pembentukan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan integrasi ilmu memberikan dampak positif untuk pemecahan masalah, memperkuat nilai moral dan etika, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membentuk keseimbangan antara spiritual dan intelektual setiap individu.

Utami, Sri Ayu Dyah

Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen 2026 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Perkembangan era sekarang ini membawa pada kenyataan disrupsi dan semakin rusaknya generasi penerus yang menjadi harapan bagi generasi muda yang sedang aktif dan produktif di masa kini. Para pemuda yang akan menjadi generasi penerus perlu memperoleh pendidikan karakter untuk dapat bertahan menghadapi kemajuan dan perkembangan era yang semakin mengaburkan nilai-nilai kebenaran menjadi jauh dari ajaran Alkitab. Penelitian yang menggunakan metode kajian pustaka ini meneliti berbagai literatur terkait untuk menganalisis data dan ditemukannya berbagai unsur pendidikan karakter bagi pemimpin muda menurut Surat Titus. Surat Titus ditujukan sebagai petunjuk untuk pelaksanaan penggembalaan sehingga sarat dengan pesan dan arahan bagi pembacanya untuk dapat mengambil ajaran-ajaran yang ditujukan bagi generasi penerus. Penelitian ini bertujuan untuk menangkap ajaran Paulus bagi generasi penerusnya agar dapat menghadapi berbagai tantangan zaman hingga kini. Hasil penelitian menemukan berbagai ajaran Paulus kepada Titus yang dapat dirumuskan menjadi pendidikan karakter bagi generasi muda yang dipersiapkan menjadi pemimpin di tengah era yang semakin mengalami disrupsi.

Sudarsono; Gema Sari Muslimah

Meningkatnya kasus bullying yang terjadi di sekolah saat ini menjadi salah satu masalah utama dalam sistem pendidikan saat ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya berita tentang ramainya kasus bullying di sekolah. Pendidikan karakter merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi dan mencegah terjadinya bullying. Tujuan penelitian ini adalah untuk; 1) Mengetahui penerapan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia Jimbaran; 2) Bentuk pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia Jimbaran; 3) Bagaimana pengelolaan pendidikan karakter dalam pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia Jimbaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari wawancara dan observasi, dan sekunder yang didapatkan dari dokumentasi yang berasal dari MTs Insan Mulia. Hasil dari penelitian; 1) Pelaksanaan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia dilakukan dengan menerapkan beberapa nilai seperti nilai agama, kejujuran, keadilan, kebijaksanaan yang diintergrasikan ke dalam kegiatan intrakulikuler, kokurikuler, dan ekstrakulikuler; 2) Bentuk pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia berupa tata tertib/peraturan, konseling behavior, diberikan pemahaman dan pengetahuan, dan kerjasama antara sekolah dengan orang tua; 3) Pengelolaan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Nofanolo Buulolo; Tony Salurante

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Digital technology has significantly transformed adolescents’ lives, including the process of character formation. While the digital era provides broad opportunities for accessing information and developing personal potential, it also presents challenges such as identity crises, individualism, instant culture, cyberbullying, moral relativism, and declining spiritual engagement. These conditions create unique challenges for Christian adolescents in maintaining values and character grounded in biblical teachings. This study aims to examine the challenges of Christian adolescent character formation in the digital era, analyze the perspectives of the Christian worldview and educational psychology on character development, and explain the relevance of integrating these perspectives in addressing contemporary challenges. The research employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from books, scholarly journals, and other relevant academic sources and analyzed through content analysis. The findings indicate that the Christian worldview provides a theological foundation for shaping identity, values, and character based on biblical truth, while educational psychology offers scientific insights into adolescent development and effective character-building strategies. The integration of these perspectives creates a holistic approach that addresses spiritual, moral, social, emotional, and cognitive dimensions. Therefore, this integration is essential for helping Christian adolescents navigate the challenges of the digital era wisely, responsibly, and in accordance with Christian values.

Melisya Ubwarin; Yeremia Hia

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The paradigmatic transformation of Christian Religious Education (CRE) in the digital era has become a crucial issue to be examined because the development of information technology, virtual culture, and globalization has brought significant changes to adolescents’ mindsets, behaviors, and character formation. These conditions have created various moral and spiritual challenges, such as identity crises, declining ethical sensitivity, and the increasing influence of individualistic and hedonistic values among young people. This study aims to analyze the paradigm transformation of Christian Religious Education in shaping adolescent character through a theological-pedagogical perspective that is relevant to the context of the digital era. The research employs a qualitative method using a library research approach and descriptive analysis of various scientific, theological, and pedagogical sources related to Christian education, teacher spirituality, and adolescent character development in the digital age. The findings indicate that the transformation of the CRE paradigm should be directed toward contextual, participatory, and transformative learning by positioning teachers as spiritual role models and facilitators of character formation. Furthermore, the integration of Christian values, the ethical use of technology, and collaboration among schools, families, and churches are important factors in shaping adolescents who possess strong character, integrity, and spiritual maturity amid increasingly complex digital challenges.

Vandariani Keisya; Anggita Happy Santoso; Yunita Andriani Rahayu

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Pendidikan Kristen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter individu berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah. Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan moral, spiritual, dan etika yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kristen. Artikel ini membahas bagaimana pendidikan Kristen dapat menjadi sarana utama dalam menanamkan nilai-nilai seperti kasih, kejujuran, integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan holistik yang mencakup pengajaran, keteladanan, dan pembiasaan, pendidikan Kristen mampu membentuk individu yang memiliki karakter kuat dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Kajian ini juga menyoroti tantangan serta strategi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Alkitabiah dalam sistem pendidikan modern.

Maria Nurwulan Yulliandari; sellina diah rifani; dwi fitri ukgraini

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas pentingnya teologi kasih dan pengampunan dalam pendidikan Kristen, dengan fokus pada penerapannya dalam pembelajaran holistik. Teologi kasih dan pengampunan, yang merupakan inti ajaran Kristus, menawarkan dasar yang kuat untuk membentuk karakter dan nilai-nilai dalam pendidikan. Melalui pendekatan pastoral, artikel ini mengkaji bagaimana nilai-nilai kasih dan pengampunan dapat membimbing proses pembelajaran yang tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga moral, spiritual, dan emosional siswa. Penulis juga menyoroti pentingnya membangun hubungan yang penuh kasih antara pendidik dan peserta didik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, penuh empati, dan mendukung perkembangan holistik individu. Artikel ini berargumen bahwa penerapan teologi kasih dan pengampunan dapat memperkuat pendidikan Kristen sebagai sarana untuk membentuk pribadi yang utuh dan berkarakter Kristus.

Timotius Ferry Setiawan; Alyacitra Eka Dewi2; Dedi Hermawan

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas peran kepemimpinan Kristen dalam pendidikan sebagai sarana untuk membangun generasi yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Dalam konteks globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, penting untuk menanamkan prinsip-prinsip moral dan etika Kristiani dalam setiap aspek pendidikan. Kepemimpinan Kristen di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa dengan mengintegrasikan ajaran kasih, pengampunan, dan kerendahan hati. Artikel ini mengkaji bagaimana para pemimpin pendidikan Kristen dapat menjadi teladan bagi siswa, memotivasi mereka untuk hidup dengan integritas, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Diharapkan, melalui penerapan nilai-nilai Kristiani, generasi mendatang dapat tumbuh dengan wawasan yang holistik, mengedepankan kedamaian, dan saling menghormati dalam menghadapi tantangan dunia.

Timotius Ferry Setiawan; Petra Kania Patrecia Putri; Intan Anissa Fitri

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini mengkaji konsep teologi pembelajaran dari perspektif Alkitabiah dalam upaya mengembangkan metode pengajaran yang relevan dan efektif di sekolah Kristen. Melalui penelaahan teks-teks Alkitab, artikel ini menyelidiki prinsip-prinsip dasar yang dapat diterapkan dalam pendidikan Kristen untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam merancang strategi pengajaran yang sejalan dengan ajaran iman dan membangun hubungan yang lebih erat antara pengajaran dan spiritualitas. Selain itu, artikel ini juga menyarankan berbagai model dan metode yang dapat digunakan dalam konteks sekolah Kristen untuk memaksimalkan pengalaman pembelajaran secara holistik.

Ferilia Laia

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This article examines the use of cooperative learning strategies in Christian Religious Education (CRE) as an instructional approach that emphasizes the strengthening of students’ faith and Christian character. The discussion covers the definition, objectives, conceptual foundations, principles, and operational procedures of cooperative learning, which are then connected to the theological goals of CRE. The study employs a qualitative approach using a library research method, analyzing pedagogical and theological literature to construct a conceptual framework for implementing cooperative learning within the context of CRE. The findings indicate that cooperative learning strategies are highly aligned with the essence of CRE, as they foster dialogical interaction, shared responsibility, empathy, and the internalization of Gospel values through collaborative learning processes. The effective implementation of this strategy can create a participatory, reflective, and formative learning community that enhances not only cognitive understanding but also students’ attitudes, spirituality, and Christian character. This research is significant in providing both theoretical and practical foundations for CRE educators in designing learning experiences that are relevant, relational, and transformative in accordance with the goals of faith formation.

Kezia Verena; Evi Sondag; Chanita Christie Lohy; Yeyen Darmadi; Lidiawati Lidiawati

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2026 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

The rapid growth of the digital era has significantly influenced Christian Religious Education (CRE), requiring curriculum transformation that integrates Christian household values into academic learning. This study employs a descriptive qualitative approach with an exploratory case study design to analyze the integration of family-based Christian values, such as love, open communication, and spiritual discipline, into the CRE curriculum. The findings reveal that this integration effectively nurtures Christlike character in students across cognitive, affective, and spiritual dimensions. In addition, technology-enhanced learning becomes more meaningful when it is rooted in household values that shape daily faith practices and relational responsibility. The study also indicates that the family context provides an important foundation for strengthening moral awareness, spiritual maturity, and responsible digital engagement among students. This research concludes that integrative curriculum models can develop educators who are not only theologically competent but also Christlike, adaptive, and responsive to digital challenges. Therefore, integrating Christian household values into CRE curriculum design is essential for strengthening holistic faith formation in higher education and preparing future educators to serve faithfully in contemporary digital contexts.

Simanjuntak, Ayub; Kurniawan, Martha Mulyani

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam lingkungan pendidikan multikultural di SDS Unity Primary School. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kompleksitas keberagaman di lingkungan sekolah yang menuntut adanya pengelolaan peserta didik yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga mampu membangun sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan karakter yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis dokumentasi sekolah, kemudian dianalisis menggunakan kerangka SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan di SDS Unity Primary School diimplementasikan melalui integrasi nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, integritas, tanggung jawab, kerendahan hati, dan pelayanan ke dalam berbagai kebijakan dan program kesiswaan. Keberagaman peserta didik yang terdiri atas berbagai agama dan etnis dikelola melalui pendekatan inklusif yang mendorong interaksi lintas budaya dan lintas agama. Analisis SWOT menunjukkan bahwa identitas spiritual sekolah, program pembinaan rohani, kegiatan ekstrakurikuler, serta dukungan orang tua menjadi kekuatan utama dalam pembentukan karakter peserta didik. Di sisi lain, keterbatasan pembina rohani dan tantangan sekularisasi menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa harmonisasi program kerohanian, ekstrakurikuler, dan program anti-perundungan berbasis pendekatan restoratif berkontribusi terhadap terciptanya iklim sekolah yang aman, toleran, dan harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani efektif mendukung pembentukan karakter peserta didik serta dapat menjadi model pengelolaan pendidikan multikultural yang inklusif dan berorientasi pada pengembangan karakter secara holistik.

Suryodiningrat, Nur Khadijah Shabrina Putri

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Artikel ini membahas metodologi ilmu dalam perspektif Islam serta integrasinya dengan disiplin ilmu modern. Metodologi ilmu memiliki peran penting dalam menentukan cara memperoleh, mengembangkan, dan memvalidasi pengetahuan. Dalam perspektif Islam, sumber pengetahuan tidak hanya berasal dari rasio dan pengalaman empiris, tetapi juga dari wahyu sebagai landasan utama, sehingga menghasilkan pendekatan keilmuan yang bersifat holistik dan integratif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan buku yang relevan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memahami konsep metodologi ilmu dalam Islam, epistemologi keilmuan, serta tantangan dan implementasi integrasi ilmu dalam konteks modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa metodologi ilmu dalam Islam memiliki karakteristik yang dinamis, dengan menggabungkan pendekatan bayani, burhani, dan irfani. Integrasi antara metodologi ilmu Islam dan ilmu modern menjadi penting untuk menjawab berbagai tantangan global, seperti krisis moral, perkembangan teknologi, dan kompleksitas permasalahan sosial. Implementasi integrasi ini dapat diterapkan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan kehidupan sosial, sehingga menghasilkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya rasional dan sistematis, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual dan etika. Dengan demikian, integrasi metodologi ilmu dalam perspektif Islam dan ilmu modern diharapkan mampu menciptakan sistem keilmuan yang lebih seimbang, relevan, dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia.

Wardatul Ilmi; Syamzaimar Syamzaimar

Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The role of citizenship education is fundamental in internalizing the values of nationalism and ethics within a society. This research is motivated by the increasing challenges of globalization and moral degradation that threaten the national identity of the younger generation. The primary objective of this study is to analyze the strategic role of citizenship education in shaping and strengthening national character within the Indonesian context. The research employs a qualitative descriptive method, utilizing literature reviews and thematic analysis of educational policies and social phenomena. The findings indicate that citizenship education serves as a vital instrument not only for transferring political knowledge but also for fostering civic disposition, including integrity, tolerance, and social responsibility. Furthermore, the integration of local wisdom within the curriculum significantly enhances the effectiveness of character building. The implications of this study suggest that a revitalized citizenship education curriculum, which adapts to digital era challenges, is essential for maintaining social cohesion. Stakeholders in the education sector must prioritize interactive and participatory pedagogical approaches to ensure that national character values are not merely memorized but practiced in daily life, thereby ensuring the long-term sustainability of the nation's democratic values.

Khadiza Rahma; Syamzaimar Syamzaimar

Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The era of globalization presents challenges of moral degradation among students, including intolerance, individualism, and declining nationalism. These issues make character strengthening through Civic Education (PKn) a national priority. This study aims to analyze the effectiveness of PKn in shaping students’ character, particularly the values of religiosity, nationalism, independence, mutual cooperation, and integrity. The research employed a qualitative Library research design using secondary data from 18 scientific journals and 2 books published between 2021 and 2026. Data were collected through literature review and analyzed using content and thematic analysis to identify patterns of PKn implementation and its impact. The findings indicate that PKn effectively develops Good citizenship through character education based on Pancasila. Effective strategies include teacher role modeling, Problem-Based Learning (PBL), and digital media such as infographics and gamification. These approaches were reported to improve empathy, national loyalty, and integrity among students. The Merdeka Curriculum further supports character development by emphasizing affective learning through authentic projects. Challenges arising from foreign cultural influences can be addressed through collaboration among schools, families, and communities. The study concludes that PKn plays a significant role in strengthening students’ character and supporting the realization of Golden Indonesia 2045 through sustainable character education.

Fira Fausila; Muhammad Akhir; Anzar Anzar

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

The development of digital technology has driven significant changes in learning practices, including Indonesian language learning, which increasingly utilizes online platforms such as YouTube. In this context, digital literacy is not only related to the technical ability to access information but also encompasses ethical, critical, and character-building aspects of students. This study aims to analyze the integration of digital literacy and character education values in online learning through Indonesian language educational videos on YouTube. The research employed a qualitative approach using content analysis methods. The research data consisted of Indonesian language learning videos selected purposively based on the relevance of the material, channel popularity, and consistency of educational content. The findings reveal that Indonesian language learning videos on YouTube contain various character education values, such as responsibility, academic honesty, hard work, independence, tolerance, and communicative attitudes. These values are integrated through the presentation of materials, the use of polite language, contextual examples, and reflective invitations that encourage students to think critically. In addition, aspects of digital literacy are reflected in the ability of video content to guide students toward the wise, selective, and responsible use of digital media. However, the study also identified several limitations, particularly the lack of systematic explicitness of character values and the suboptimal two-way interaction between educators and students.

Yakub Fransisko; Sirnawati Sirnawati; Roberth Jekson Msiren; Sarmauli Sarmauli

Nubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to analyze the relevance of Robert Raikes' Christian educational thinking to the character formation of children in contemporary Sunday School services. This study uses a qualitative approach with a library research method. Data were obtained from various literature sources such as books, scientific journals, and research articles related to Christian education, character education, and the history of Sunday School development. Data analysis techniques were carried out through the stages of data reduction, grouping themes, interpretation, and drawing conclusions using descriptive qualitative methods. The results show that Robert Raikes' thoughts remain relevant in modern Christian education, especially in the formation of children's character through the teaching of God's Word, discipline, role models, and the instilling of Christian values. Sunday School plays an important role as a means of fostering faith, morality, and social responsibility in children from an early age. In addition, the challenges of the digital era require churches to develop more creative, interactive, and contextual learning methods without abandoning the basic values ​​of the Christian faith. This study confirms that the success of children's character formation depends not only on the church, but also on the role of Sunday School teachers and families who work together to build a conducive spiritual environment. Thus, Robert Raikes' thinking makes an important contribution to the development of Christian education that is relevant in the modern era.

Usni Caroline Hikaru Simanjuntak; Limunada Umbase

Anugerah : Jurnal Pendidikan Kristiani dan Kateketik Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

To address the negative impacts of teenage romantic relationships on peer dynamics and academic achievement at SMP Negeri 5 Sipahutar, school authorities implemented a regulation prohibiting dating, in line with Pancasila character education principles. This study aimed to evaluate the influence of this policy on fostering positive social behavior among ninth-grade students. The research employed a quantitative descriptive approach and involved 81 students as respondents. Data were collected using a four-level multiple-choice agreement questionnaire consisting of ten items. The analysis results showed a total score of 2707, a mean score of 33.42, a standard deviation of 4.8, and an average scale score of 3.34. The findings revealed that 78.2% of students agreed that the regulation encouraged peer cooperation, improved discipline in obeying school rules, and supported effective group learning. In addition, the policy appeared to contribute to a more positive school environment by reducing distractions associated with adolescent dating behavior. These findings indicate that school-based regulations can play an important role in shaping adolescent character and social behavior based on national values. Therefore, such policies may serve as an effective preventive strategy for educational institutions that aim to strengthen character education and promote responsible student conduct.

Adfan Majdi, Muhammad; Puspıta Bhakti, Nabila Hani; Azzahra Zakiya, Lyontin Azka; Muliono Redjosar, Slamet

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Penelitian ini membahas program UKPI Pengajaran yang dilaksanakan oleh UKPI UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan, dampak, dan luaran dari program UKPI Pengajaran terhadap mahasiswa maupun siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program UKPI Pengajaran memberikan dampak positif terhadap siswa dalam meningkatkan motivasi, semangat belajar, kedisiplinan, serta keaktifan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa dalam bidang komunikasi, pengajaran, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar. Kehadiran siswa dalam kegiatan pengajaran mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa. Program UKPI Pengajaran merupakan bentuk implementasi pengabdian masyarakat yang tidak hanya membantu proses pendidikan di sekolah, tetapi juga mengembangkan kemampuan intelektual, sosial, dan karakter siswa maupun siswa secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat lingkungan.