SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-16 of 16

Analytics

Nuralawiyah, Rispiyanti Siti; Komalasari, Kokom; Insani, Nisrina Nurul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Fenomena pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan permasalahan yang mengancam keselamatan lalu lintas serta mencerminkan rendahnya kesadaran hukum remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) mampu menginternalisasikan nilai-nilai hukum dalam membentuk sikap berkendara yang bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus di SMPN 1 Ciamis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan penyebaran kuisioner kepada siswa, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran PKN telah memberikan pemahaman normatif terhadap hukum lalu lintas, namun masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan implementasi. Faktor lingkungan sosial, pola asuh orang tua, serta lemahnya pengawasan eksternal menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan terintegrasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan internalisasi nilai hukum.

Yusuf, Nurlathifah N.; Siswari, Baiq Disnalia; Supiani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Komunikasi antara orang tua dan remaja mengenai kesehatan seksual dan reproduksi masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari norma budaya hingga keterbatasan pengetahuan orang tua. Ketidakterbukaan dalam komunikasi keluarga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan kognitif dan perilaku seksual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan empiris terbaru terkait pengaruh komunikasi orang tua–remaja terhadap keterampilan berpikir kritis, sikap terhadap seksualitas, pengambilan keputusan, dan akses informasi remaja. Metode yang digunakan adalah kajian literatur integratif terhadap 14 artikel jurnal internasional bereputasi yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, empatik, dan berbasis nilai dalam keluarga berkontribusi positif terhadap kemampuan reflektif remaja serta sikap dan perilaku seksual yang sehat. Sebaliknya, komunikasi yang normatif dan satu arah cenderung memperkuat stigma dan membatasi kapasitas remaja dalam mengambil keputusan yang tepat. Kajian ini merekomendasikan pentingnya intervensi berbasis keluarga yang memperkuat kapasitas komunikasi orang tua, dengan dukungan pendekatan digital yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan reproduksi remaja.

Muchammad Kawtsar

Notary Law Research 2024 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini meneliti legalitas akta perjanjian kawin oleh anak di bawah umur berdasarkan kehendak orang tua. Metode penelitian ini menggunakan penelitian hukum doktrinal. Hasil penelitian adalah perjanjian kawin menurut Pasal 147 KUHPerdata harus dibuat sebelum perkawinan dilaksanakan serta di hadapan notaris dengan maksud agar akta tersebut autentik. Berbeda dengan perjanjian kawin menurut Pasal 29 UU Perkawinan yang memberi keleluasaan untuk membuat perjanjian sebelum, saat, dan selama dalam ikatan perkawinan. Perjanjian kawin sebagaimana dalam Pasal 1330 KUHPerdata diatur hanya bisa dibuat oleh pihak yang telah cakap hukum, bukan pihak-pihak belum dewasa, berada di bawah pengampuan, dan perempuan sesuai larangan serta ketentuan undang-undang. Pihak yang belum dewasa atau anak di bawah umur tidak diperkenankan oleh KUHPerdata membuat perjanjian kawin. Larangan demikian bisa dilaksanakan jika anak di bawah umur tersebut didampingi orang tua. Oleh karena itu, perjanjian kawin oleh anak di bawah umur bisa dibuat di hadapan notaris dengan didampingi orang tua sebagaimana ketentuan Pasal 6 ayat (2) UU Perkawinan. Legalitas perjanjian kawin akan berkurang ketika isinya didasarkan kepada kehendak orang tua bukan anak di bawah umur yang melangsungkan perkawinan serta dapat dibatalkan oleh pengadilan.

Sandi Prasetyo Putra Ariyanto

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2023 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak – Pendidikan agama Islam adalah yang wajib dikenal, dipelajari, dan diajarkan oleh setiap umat Islam. Pendidikan agama Islam sudah diajarkan ketika balita hingga perguruan tinggi. Sejak dini anak perlu diajarkan tentang ajaran agama Islam. Jaman sekarang masih banyak siswa-siswi sekolah dasar (SD) belum paham tentang ajaran agama Islam, karena di jaman sekarang ini buku-buku ajaran agama Islam kurang diminati dan membosankan jika dibaca atau dipelajari karena kurang menarik dan juga pengajar di TPQ Immamul Muttaqin masih menggunakan metode pembelajaran dengan menggunakan papan tulis dan ceramah yang membuat anak-anak mudah bosan. Walaupun sudah diajarkan tentang ajaran agama Islam di sekolahan atau di TPQ belom tentu anak itu akan mengingat pelajaran agama yang diberikan oleh pengajar. Maka perlu melakukan penggantian media papan tulis dialihkan ke media  pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis mobile supaya pengguna terkhususnya anak-anak lebih bersemangat dalam mempelajari ajaran agama Islam sejak dini dalam pantauan orang tua. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran pendidikan agama Islam terkhususnya untuk anak-anak dan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang ajaran agama Islam.

Fatma Widiyanti Darussalam; Andi Akifa Sudirman; Dewi Modjo

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Stunting  atau  sering  disebut perawakan pendek  (kerdil) merupakan  sebuah keadaan balita   yang   mempunyai   tinggi   badan   atau panjang   badan   yang kurang   dari standar usianya.Tujuan:Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui riwayat pola asuh pola makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Desain penelitian yang digunakan secara kuantitatif dengan jumlah responden sebanayk 85 orang dan instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan uji statistik menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan riwayat pola asuh (p-value 0.019) dan riwayat pola makan (p-value 0.000) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Telaga Biru. Kesimpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa stunting dapat dipengaruhi oleh riwayat pola makan balita dan pola asuh orang tua. Saran: Untuk para orang tua khusus nya pada ibu hamil agar dapat lebih memperhatikan status gizi pada saat kehamilan agar dapat mencegah anak lahir stunting, dan memperbaiki pola asuh orang tua terhadap anaknya agar dapat mendapatkan pengasuhan yang baik    

Ronal Nteseo; Abd Kadim Masaong; Andi Akifa Sudirman

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) adalah suatu pendekatan yang terpadu pada penanganan balita sakit usia (0-59) bulan pada unit rawat jalan fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh ketersediaan Sarana, kehandalan dan jaminan terhadap kepuasan orang tua pada pelayanan MTBS di Puskesmas Kota Tengah. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan crossectional studi. Populasi dan sampel penelitian adalah orangtua balita yang poli MTBS puskesmas kota tengah yang berjumlah 70 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dan dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian didapatkan bahwa kepuasan orang tua dalam pelayanan MTBS 89,2% dipengaruhi oleh ketersediaan sarana, 24,7% dipengaruhi oleh kehandalan petugas dan 77,5% dipengaruhi oleh jaminan.sedangkan jaminan layanan dalam pelayanan MTBS di Puskesmas Kota Tengah 86,4% dipengaruhi olej ketersediaan sarana dan 30,8% dipengaruhi oleh kehandalan petugas.    

Lia Siti Julaeha; Muhammad Rafi Thoriq; Muhammad Fajar Ramadhan; Nazhif Shafwan Aziz; Nuha Afifah Zuhri +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Istilah “kemandirian” berasal dari kata dasar “diri” yang mendapat awalan “ke” dan akhiran “an”, kemudian membentuk satu kata keadaan atau kata benda. Karena kemandirian berasal dari kata “diri”, maka pembahasan mengenai kemandirian tidak bias lepas dari pembahasan tentang perkembangan diri itu sendiri, yang dalam konsep Carl Rogers disebut dengan istilah self, karena diri itu merupakan inti dari kemandirian.Kemandirian dapat diartikan sebagai usaha seseorang untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan melepaskan diri dari orangtua atau orang lain untuk mengerjakan sesuatu atas dorongan diri sendiri dan kepercayaan diri tanpa adanya pengaruh dari lingkungan dan ketergantungan pada orang lain, adanya kebebasan mengambil inisiatif untuk mengatur kebutuhan sendiri dan mampu memecahkan persoalan dan hambatan yang dihadapi tanpa bantuan orang lain. Kemampuan demikian hanya mungkin dimiliki jika seseorang berkemampuan memikirkan dengan seksama tentang sesuatu yang dikerjakan atau diputuskannya, baik dalam segi manfaat maupun dari segi negatif dan kerugian yang akan dialaminya.Pelaksanaan program ini diwali dengan memberikan perlabelan nama kepada anak anak ketika mereka memasuki ruangan sebagai tanda pengenal, kemudian melakukan sesi perkenalan dan penyampaian materi yang akan di bahas dan materi yang akan disampaikan sudah kami siapkan dari mentor tim PKM-STIMIK ESQ, materi tersebut hasil dari pemikiran para mentor mengenai cara agar mencapai sebuah Kemandirian Ekonomi untuk anak - anak. Bagaimana mereka dapat membeli yang mereka inginkan tanpa harus meminta kepada orang tua. Pemaparan materi mengenai cara mengalokasi uang, Tips 3 H (Hemat, Harus pintar memilih mana yang ingin dan mana yang butuh, Hindari berutang) Skema menabung, dan video kartun mengenai kemanfataan menabung  

Emmyra Shania Mayta; Ratna Dewi; Ira Zulfa

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38 Celcius) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Memasukkan sendok kedalam mulut, menahan gerakan anak, memberikan selimut tebal, memberikan kopi, merupakan perilaku salah dalam penanganan kejang demam sebelum dibawa ke rumah sakit. Kejang demam pada dasarnya merupakan penyakit yang tidak berbahaya dan tidak berdampak pada sistem neurologi. Namun, kejang demam ini merupakan pengalaman yang menakutkan dan menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disadari sebagai salah satu faktor tingkat kecemasan pada sebagian orang tua bertambah. Tujuan penelitian untuk memberi pengetahuan keluarga tentang kejang demam dengan perilaku penanganan kejang demam sebelum dibawa ke rumah sakit.

Lukman Santoso; Juni Amanullah

Jurnal Elektronika dan Komputer 2022 STEKOM PRESS

SMA YATPI Godong merupakan perwujudan dalam membentuk, mencerdaskan generasi muda Bangsa Indonesia. Semakin bertambahnya jumlah siswa setiap tahun, menuntut ketelitian dan ketelitian dalam memberikan informasi yang akurat dan tepat kepada siswa tanpa mengulang data yang sama atau informasi, serta tentang transparansi data keduanya nilai, kehadiran dan biaya kuliah harus dapat diakses kapan saja baik oleh siswa maupun orang tua wali. SMA YTPI Godong sangat membutuhkan a sistem yang dapat mendukung proses penyajian informasi akademik, saat ini sistem akademik diimplementasikan dengan menggunakan metode konvensional, data hanya disimpan di komputer dan tidak dapat diakses oleh seluruh civitas akademika dan orang tua. Untuk menghadapi ini masalah, sistem Informasi Akademik Berbasis Web dibutuhkan di SMA YTPI Godong sebagai amemberikan solusi yang akurat, cepat dan tepat informasi. Sistem informasi akademik ditawarkan dapat mengelola informasi akademik, baik data kehadiran siswa, absensi mengajar dan absen mengajar guru, mengelola data nilai, jadwal pelajaran, jadwal mengajar guru, dan bisa mempublikasikan informasi yang berkaitan dengan akademik. Itu pengembangan informasi akademik berbasis web ini sistem menggunakan pengembangan aplikasi cepat (RAD) metode, model pengembangan ini digunakan karena ini model dianggap model dengan mengutamakan waktu, jadi prosesnya relatif singkat sehingga dengan pengembangan sistem informasi ini dapat dilakukan bermanfaat dalam memberikan kemudahan baik bagi siswa maupun guru.

Dewi Nurhasanah Nasution; Nora Nasution; Jimmi Morgan Sihombing

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Membaca permulaan merupakan tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penghambat pembelajaran membaca permulaan siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 104204 Sambirejo Timur Tahun Ajaran 2022/2023, dan untuk mengetahui apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 104204 Sambirejo Timur Tahun Ajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Yang menjadi sampel  dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 104204 Sambirejo Timur Tahun Ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data yang didapat peneliti, maka hasil penelitian adalah masik terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca dan terdapat faktor-faktor penghambat pembelajaran membaca permulaan yaitu diantaranya faktor dari diri siswa itu sendiri yaitu siswa masik mengeja dan belum mampu membaca dengan lancar dan tuntas. Dan faktor penghambat lainnya yaitu faktor lingkungan termasuk orang tua.

Aisha, Dinda; Aska, Winda Utari

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kekerasan pada anak semakin tahun semakin meningkat datanya. Jika dilihat dari laman resmi KemenPPA, pada tahun 2022 terdapat 1,714 kasus yang dilaporkan mengenai kekerasan anak yang dilakukan oleh orang tua kandung anak tersebut. Kekerasan pada anak yang dilakukan oleh orang tua dapat terjadi karena niat melakukan disiplin yang keliru, hukuman yang diberikan karena perilaku yang kurang tepat dari anak atau karena orang tua tidak mampu meregulasi diri dan stres. Stres pengasuhan dapat berdampak pada kondisi psikologis orang tua, konflik dengan pasangan, cara mengasuh dan interaksi antara orang tua dan anak. Jika dilihat dari fenomena tersebut, salah satu upaya dalam pencegahan kekerasan pada anak yang dilakukan oleh orang tua adalah dengan meminimalisir atau mengelola stres pengasuhan yang dimiliki oleh orang tua. Sehingga peneliti tertarik untuk melihat bagaimana tingkat stres pengasuhan pada ibu di Dewa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan pada 31 responden yaitu ibu yang memiliki anak yang berdomisili di Desa Waluya. Teknik pengumpulan data menggunakan The Parental Stress Scale (PSS) yang dikembangkan oleh Berry & Jones. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,9% responden memiliki tingkat stres pengasuhan yang rendah dan 16,1% dengan tingkat stres pengasuhan sedang. Tidak ditemukan responden yang memiliki tingkat stres pengasuhan yang tinggi.

Didik Lestari

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

: Sikap kedisiplinan siswa sangat rendah, dikarenakan pergaulan anak sekarang berbeda dengan anak zaman dulu, dan di sini guru dituntut agar dapat mengembangkan sikap disiplin, dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik agar siswa dapat semakin terpacu untuk belajar, selain itu pola asuh orang tua yang tidak tepat dapat menyebabkan turunnya sikap disiplin siswa, sehingga diperlukan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua. Salah satu bentuk yang dianggap paling efisien untuk meningkatkan sikap disiplin siswa adalah melalui pola asuh orang tua. Dari hasil analisis data terbukti  bahwa 1) Implementasi pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa dengan jalan: siswa diberi beberapa aturan-aturan seperti harus bantu orang tua, siswa bisa membagi waktu belajar dan bermain, dan pemberian sangsi apabila siswa melanggar untuk aturan yang sudah ditentukan. 2) Faktor pendukung pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa yaitu diberi pengarahan-pengarahan yang positif, adanya pengajaran dari orang tua dan guru ngaji tentang kedisiplinan, jadi anak bisa disiplin, pengawasan dari kedua orang tua dan saudara (kakak) agar memonitoring untuk disiplin,  adanya suatu aturan-aturan agar berdisiplin. Faktor penghambat pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa yaitu siswa kurang memperhatikan mengenai kedisiplinan, siswa kadang kurang mendengarkan nasehat orang tua, keluarga kurang harmonis, kurang memberikan arahan yang positif dalam perkembangan anak-anaknya.  

Rosedevio T, Siti; Faozi, Safik

DINAMIKA HUKUM 2020 Universitas Stikubank

Penyalahgunaan narkoba yang dilakukan remaja merupakan suatu permasalahan yang sangat serius. Karena remaja merupakan calon generasi penerus bangsa. Remaja merupakan pilar dari kekuatan sosial yang sangat berperan dalam pembangunan suatu bangsa dan negara. Dalam kurun waktu dekade terakhir permaslahan ini menjadi marak. Terbukti dengan bertambahnya jumlah penyalahgunaan atau pecandu narkoba secara signifikan, hal ini membuat penulis ingin mengetahui Faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba oleh remaja di Kabupaten Rembang dan upaya yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Resor Rembang dalam menanggulangi terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba oleh remaja di Kabupaten Rembang. Hal tersebut menarik bagi penulis untuk membuat karya ilmiah mengenai tinjauan kriminologi terhadap penyalahgunaan narkoba bagi remaja di wilayah kabupaten rembang. Metode yang digunakan oleh penulis adalah yuridis sosiologis yaitu dengan cara wawancara maupun pengumpulan data baik dari data primer maupun sekunder. Menurut hasil penelitian bahwa Faktor yang paling utama mempengaruhi penyalahgunaan adalah faktor lingkungan dan didikan orang tua. Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak dijumpai remaja yang melakukan penyalahgunaan dan polres Rembang dalam menanggulanginya melakukan beberapa hal, yaitu Upaya Represif dalam Bentuk Koodinasi Terbuka dan Upaya Represif dalam Bentuk Koodinasi Tertutup.   Kata kunci : Penyalahgunaan, Remaja, Narkoba

Supraptiyaningrum, Supraptiyaningrum; Muzayanah, Muzayanah

DINAMIKA HUKUM 2020 Universitas Stikubank

Setiap negara mempunyai maksud dalam melaksanakan kesejahteraan terhadap rakyatnya. Negara Indonesia memiliki tujuan sebagaiamana yang telah dituangkan pada pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-empat. Salah satunya yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia memperoleh kesempatan dalam mengenyam pendidikan tanpa pandang bulu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan peraturan baru soal PPDB, yaitu sistem zonasi yang bertujuan menciptakan suatu pendidikan yang selaras dengan maksud negara serta memeratakan akses layanan bagi peserta didik, maka. Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 membagi atas 3 jalur, yaitu jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur perpindahan orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peraturan sistem zonasi pada Permendikbud No 51 Tahun 2019, mengetahui bagaimana penerapan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 di SMA Negeri 3 Semarang, serta hambatan yang terjadi serta bagaimana solusi yang ditawarkan. Hasil penelitan bahwa SMA Negeri 3 Semarang menerapkan pada Undang-Undang yang berlaku dengan menggunakan jalur PPDB antara lain jalur zonasi, jalur prestasi, jalur prestasi zonasi, dan juga jalur perpindahan orang tua. SMA Negeri 3 Semarang dalam pelaksanaan PPDB menggunakan sistem zonasi, mengakui bahwa banyak siswa berprestasi yang tersisihkan. Dengan demikian, Pemerintah Daerah Jawa Tengah memberikan wewenang kepada pihak SMA Negeri 3 Semarang untuk melaksanakan penerapan jalur tambahan yakni jalur prestasi, dan jalur prestasi zonasi, sehingga melalui jalur prestasi dan prestasi zonasi dapat meminimalisir siswa yang tersisih. Kata kunci : Sistem Zonasi, Implementasi, Permendikbud.

M Hery Yuli Setiawan, Feri Faila Sufa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan orang tua dalam memberikan stimulasi anak untuk mengembangkan potensi anak sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila SufadanM Hery Y.S (2017) menunjukan peran parenting ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Lembaga PAUD. Adanya kegiatan parenting yang terencana dengan baik sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh Lembaga PAUD.Pada Pengabdian ini akan melakukan optimalisasi parenting dalam menggali potensi anak. Guru dan orangtua perlu memiliki kemampuan menggali potensi anak sejak dini. Pada lembaga lembaga PAUD seperti TK, KB, SPS, aspek pengembangan moral agama, pengembangan bahasa, pengembangan kognitif, pengembangan sosial emosi , pengembangan fisik motorik, dan pengembangan seni menjadi struktur kurikulum yang selalu distimulasi oleh pendidik dalam prose pembelajaran PAUD. Diharapkan apa yang telah dilakukan pendidik dapat dilanjutkan oleh orang tua, sehingga perkembangan anak lebih optimal, karena waktu anak bersama orang tua dan keluarga lebih panjang daripada di sekolah. Karena setiap anak mempunyai potensi kecerdasan yang berbeda, diharapkan setelah orang tua dan guru dapat mengenali dan mengidentifikasi berbagai minat dan potensi kecerdasan anak, dan memberikan stimulasi yang tepat agar perkembangan anak lebih optimal. . Untuk mencapai tujuan pengabdian maka dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, masih banyak dari orang tua siswa yang belum faham tentang hakikat pendidikan anak usia dini, penting PAUD bagi anak-anak. Para orang tua membawa anak ke lembaga PAUD agar tidak saja bermain di rumah, dan sebagian besar tidak faham akan tujuan PAUD secar umum. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa orang tua yang dan guru yang bersama-sama.menjalin komunikasi yang baik dapat mengenali potensi anak nya sehingga stimulasi dapat dilakukan sejak dini dan anak lebih berkembang . Berdasarkan kegiatan pengabdian diatas dapat disimpulkan bahwa orang tua perlu mengenali potensi yang ada pada diri anak, kemudian peran orang tua dan pendidik dalam memberikan stimulasi yang tepat pada anak sangat pentin untuk mengembangkan potensi anak sejak dini.Kata Kunci: Peran orang tua, Potensi anak,

Feri Faila Sufa, M Hery Yuli Setiawan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian Pendidikan Karakter ini diadakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan karakter pada anak untuk di tumbuhkan sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila Sufa (2016) bahwa kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui metode cerita sebagai internalisasi pendidikan karakter pada anak usia dini. Melalui Bercerita kedisiplinan kemandirian, dan tangung jawab anak dapat meningkat. Disamping adanya peningkatan pada kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak, ketrampilan guru dan orang tua dalam bercerita juga perlu ditingkatkan. Kemampuan guru dan orang tua dalam bercerita sangat penting, karena anak-anak menyukai Kegiatan bercerita, sehingga dapat dikatakan efektf untuk menerapkan pendidikan karakter. Melalui bercerita pendidik maupun orang tua dapat memindahkan tatanan nilai karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian ke dalam diri anak. Melalui bercerita akan tercipta suasana alamiah, menyenangkan, dan anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai karakter tanpa paksaan, disamping dapat mengambil keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Untuk mencapai tujuan pengabdian telah dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, orang tua dan guru diberikan sosialisasi dan pemahamana pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua dan guru dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui bercerita, guru atau orang tua dapat menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Orang Tua dan Guru memberikan cerita keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Berdasarkan kegiatan pengabdian di atas dapat disimpulkan kegiatan bercerita yang berisi nilai-nilai pendidikan karakter, yang berisi keteladanan, contoh sikap dan pelajaran yang diberikan pada anak sejak dini dengan konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kegiatan Bercerita