Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 295

Analytics

Fransisca Diah Ayu Putri Risma; Kundharu Saddhono

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

This study examines the social and moral values contained in the Indonesian film Jumbo and their relevance as teaching materials for writing drama texts for eleventh-grade senior high school students. The background of this research is the need for contextual and value-based learning resources to support students’ drama writing skills. This study aims to identify social and moral values in the film and explain their applicability in drama writing instruction. A qualitative descriptive method with a literary analysis approach was employed. The data consist of dialogues, scenes, and conflicts in the film, collected through observation and documentation techniques. The findings reveal eighteen data of social values and twelve data of moral values, reflected through character interactions and ethical choices. These values are relevant for developing conflicts, characters, and messages in drama texts. This study concludes that Jumbo can serve as an effective and meaningful teaching material to enhance students’ drama writing skills and support character education.

Mohammad Ghofirin; Dina Anggraeni Susesti; Endah Tri Wahyuningtyas; Muhammad Zidan Alabror; Achmad Amir Adz Dzikro

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa SMA Amanatul Ummah Surabaya mengenai akuntansi sektor publik, transparansi, dan akuntabilitas keuangan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Learning Approach (PLA) melalui sosialisasi, diskusi interaktif, dan studi kasus kepada 40 siswa. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai peserta meningkat dari 63,4 pada pre-test menjadi 90,8 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 43,22%. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan literasi siswa terkait tata kelola keuangan sektor publik yang transparan dan akuntabel.

Elda Agil Restuti; Apriyanti Apriyanti; Kukuh Yoga Fadillah

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas pemikiran filsafat politik dalam menghadapi krisis global dari dua perspektif utama: konservatif dan liberal. Dalam konteks krisis global yang mencakup perubahan iklim, ketidaksetaraan ekonomi, dan konflik geopolitik, pandangan filsafat politik menawarkan solusi yang beragam. Perspektif konservatif menekankan pada pentingnya stabilitas sosial, nilai tradisional, dan peran negara yang kuat dalam menjaga tatanan sosial. Sebaliknya, perspektif liberal menekankan pada kebebasan individu, hak asasi manusia, dan pentingnya kerjasama internasional untuk mengatasi tantangan global. Artikel ini mengkaji kedua perspektif tersebut, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, serta memberikan refleksi tentang bagaimana keduanya dapat memberikan wawasan dalam merespons tantangan politik kontemporer.

Afifah Novi Pujianingrum; Sri Katiwi; Amalia Khoirunisa

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Filsafat dan etika bisnis memiliki peran penting dalam mengarahkan korporasi untuk bertindak dengan mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari keputusan bisnis yang diambil. Dalam konteks global yang terus berkembang, perusahaan-perusahaan dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga untuk memenuhi tanggung jawab sosial mereka. Namun, ketidaksesuaian antara tanggung jawab sosial dan praktik korporasi yang terjadi dalam banyak kasus, mengindikasikan adanya celah dalam pemahaman dan penerapan etika bisnis yang efektif (Carroll, 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana filosofi etika bisnis dapat berperan dalam menyelaraskan tanggung jawab sosial dengan praktik korporasi, serta mengeksplorasi model-model yang dapat diadopsi oleh perusahaan untuk menjembatani ketimpangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus sebagai metodologi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori etika bisnis yang lebih aplikatif dalam dunia korporasi, dengan menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai sosial dalam strategi bisnis jangka panjang.

OKSAVINA, MONICA BELINDA

Notary Law Research 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perceraian dalam masyarakat adat Batak Toba merupakan suatu fenomena hukum yang tidak dapat dilepaskan dari sistem kekerabatan dan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat. Meskipun perceraian pada dasarnya dihindari, dalam praktiknya perceraian tetap dimungkinkan melalui mekanisme adat yang menitikberatkan pada musyawarah dan kesepakatan keluarga besar. Permasalahan muncul ketika perceraian yang dilakukan secara adat tersebut dihadapkan pada ketentuan hukum positif di Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mensyaratkan perceraian harus dilakukan melalui putusan pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme perceraian menurut adat Batak Toba serta mengkaji keabsahannya ditinjau dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, serta menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme perceraian adat Batak Toba dilakukan melalui tahapan musyawarah keluarga dengan melibatkan unsur dalihan na tolu, dan memiliki kekuatan mengikat secara sosial dalam masyarakat adat. Namun, secara yuridis formal, perceraian tersebut tidak memiliki keabsahan hukum apabila tidak dilakukan melalui putusan pengadilan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Oleh karena itu, perceraian adat hanya sah secara sosiologis, tetapi belum sah secara hukum negara. Diperlukan harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional agar tercipta kepastian hukum tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal.

Jesmi Jesmi; Syamzaimar Syamzaimar

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This study examines teachers’ strategies in instilling citizenship values among students to develop democratic character and social responsibility. The background of this study is rooted in the increasing need to strengthen students’ civic awareness and character in the face of rapid social and technological changes. The objective of this research is to identify and analyze effective strategies used by teachers in integrating citizenship values into the learning process. This study employs a library research method by analyzing various relevant academic sources, including journals, books, and scholarly articles related to citizenship education and character development. The findings indicate that effective strategies include student-centered learning approaches, the integration of character education into civic education, the use of inquiry-based learning methods, and the utilization of technology to enhance student engagement. Additionally, extracurricular activities and a democratic classroom environment play a significant role in reinforcing students’ understanding and application of citizenship values. These strategies contribute to the development of students’ critical thinking, participation skills, and social awareness. The implications of this study suggest that teachers need to continuously innovate and adapt their teaching strategies to meet the evolving needs of students and societal demands. Furthermore, educational institutions should provide adequate support and resources to optimize the implementation of citizenship education in fostering responsible and democratic citizens.

Senda, Siprianus Soleman; Undad, Rikardus; Ergon, Isfilus; Sipho Sewa Uma, Pietro Yustiniano; Kuki, Irene Sunirma +3 more

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak umat telah mendengar sabda Allah dalam Liturgi dan pengajaran Gereja, namun belum sepenuhnya menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Situasi ini menegaskan pentingnya katekese sebagai proses pembinaan iman yang berkelanjutan, yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga penghayatan dan perwujutan iman dalam tindakan nyata. Tulisan ini bertujuan merefleksikan katekese sebagai jalan pembinaan iman umat yang menuntun dari sabda menuju kehidupan. Fokus kajian artikel ini adalah peran katekese dalam membantu umat dewasa mengintegrasikan sabda Allah kedalam realitas hidup sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Metode yang digunakan adalah refleksi teologis pastoral dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur gereja dan pengalaman hidup umat. Pendekatan ini menekankan ketertarikan antara pewartaan sabda, pendampingan iman, serta partisiasi aktif umat dalam proses pembinaan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa katekese yang kontekstual, dialogis, dan berpusat pada sabda Allah, mampu menumbuhkan iman yang lebih dewasa, sadar, dan tanggung jawab. Melalui katekese, umat tidak hanya memahami ajran iman secara intelektual, tetapi juga didorong untuk menghidupinya dalam sikap kasih, pelayanan, dan kesaksian di tengah masyarakat. Pembinaan iman yang berkelanjutan menjadi sarana penting untuk membentuk umat yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai injil. Dengan demikian, katekese sebagai jalan pembinaan iman memiliki peran strategis dalam menjembatani sabda Allah dengan kehidupan konkrit umat. Pembaharuan metode dan pendekatan katekese yang relevan dengan konteks umat masa kini sangat diperlukan agar proses dari sabda menuju kehidupan dapat berlangsung secara nyata, mendalam, dan berkelanjutan dalam kehidupan Gereja. Kata kunci: katekese, sabda Allah, pembinaan iman, umat dewasa, kehidupan kristen

Miswadi Miswadi; Dian Tias Aorta

The phenomenon of celebrations in rural communities is currently experiencing a significant cultural shift, marked by the dominance of modern entertainment and the rise of alcohol consumption. This phenomenon indicates a degradation of socio-Islamic values ​​and a weakening of social control based on religious and customary norms. This study aims to analyze the transformation of socio-Islamic values ​​in the practice of celebrations accompanied by entertainment and alcohol consumption in rural environments. Using a qualitative approach using a case study method, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. Data analysis was conducted thematically using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes stages of condensation, data presentation, and verification of conclusions. The results reveal that the meaning of celebrations has shifted from a socio-religious ritual to an arena for displaying social status and mere entertainment. The practice of alcohol consumption has begun to normalize, particularly among young people, driven by the tide of modernization, pressures of social prestige, and the waning authority of religious and traditional leaders. This study concludes that celebrations have become a space for contestation between tradition, Islamic values, and modernity, impacting fundamentally the social structure of rural communities.

Threesya Erin; Muhammad Fadli Luran; Amirullah Amirullah

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study is motivated by the importance of maintaining consumer satisfaction amidst increasingly fierce competition in the culinary business, where Warteg Bunana faces challenges in the form of a decline in the number of customers over the past two years. The objective of this research is to determine and analyze the influence of social media promotion, location, and perceived value on consumer satisfaction at Warteg Bunana in Batam City. The research method used is a quantitative approach with a survey method through the distribution of questionnaires to 100 respondents selected using simple random sampling techniques. Data were analyzed using multiple linear regression analysis via SPSS software. The findings indicate that simultaneously, social media promotion, location, and perceived value have a significant effect on consumer satisfaction with an F value of 21,940 and a significance value of 0.000 < 0.05. Partially, all three variables also have a significant influence on consumer satisfaction. The coefficient of determination (R Square) of 0.407 shows that these variables explain 40.7% of consumer satisfaction. The implications of this research suggest that Warteg Bunana management needs to increase social media promotion consistently and maintain location comfort and service quality to improve consumers' perceived value on a sustainable basis

Gulo, Didi Kristina; Olis Olis

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

 Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan pendidikan dasar anak usia dini antara 3-6 tahun berlandaskan pada Ulangan 6:6-9 di PAUD Kristen Agape Sentani.  Pendidikan anak usia dini merupakan tahap pendidikan yang sangat fundamental dalam membentuk dasar perkembangan kognitif, sosial-emosional, moral, dan spiritual anak. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengasuhan positif dan minimnya pembentukan nilai moral sejak usia dini dapat meningkatkan risiko munculnya perilaku menyimpang, kesulitan pengendalian emosi, serta masalah penyesuaian sosial pada masa remaja dan dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan pengumpulan data melalui penelusuran pustaka yang relevan. Penerapan prinsip nilai Ulangan 6:6-9 dalam pendidikan anak usia dini dilakukan dengan mengintegrasikan Firman Tuhan yang harus diajarkan berulang-ulang secara konsisten dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Prinsip ulangan 6:6-9 menunjukkan bahwa pendidikan iman harus hadir dalam setiap rutinitas sehingga anak dapat mencerminkan iman dalam lingkungan sekolah yang menciptakan suasana kelas penuh kasih, aman, dan menyenangkan. Ketika prinsip-prinsip ini diimplementasikan secara konsisten melalui kurikulum, metode pembelajaran, lingkungan belajar, dan kemitraan dengan orang tua, PAUD Kristen Kasih Agape Sentani akan mampu mewujudkan visinya dalam membentuk generasi yang mengenal dan mengasihi Tuhan sejak usia dini.

Sitinjak, Roslin Ratna Sari

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fondasi teologis pernikahan Kristen melalui lensa kovenan (covenant). Di tengah pergeseran paradigma pernikahan yang cenderung dipandang sebagai kontrak sosial yang rapuh, artikel ini menawarkan revitalisasi konsep Berit (Ibrani), Hesed (Ibrani), dan Agape (Yunani) sebagai pilar utama ketahanan keluarga. Menggunakan metode studi pustaka dan analisis leksikal, hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai kovenan mentransformasi relasi suami istri dari sekadar koeksistensi menjadi persekutuan yang berorientasi pada penatalayanan (stewardship) iman.

Raffa Shalsabila; Evy Nurmiati

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

The dominance of digital technology in contemporary society has led to a shift in human values. Technology no longer serves merely as a tool but has evolved into a crucial system shaping interaction, communication, and behavior. This study uses qualitative methods to examine how digital technology influences human values in modern society. For this purpose, a literature review was carried out, incorporating thematic analysis of relevant sources. According to this study, the prevalence of digital technology has significantly transformed many aspects of social life. This includes the transition from a user-centered paradigm to a more automated system-centered paradigm; the conversion of human identity into data representation in digital systems; as well as the move from in-person to online communication within social exchanges. These effects undermine the quality of social relationships, reduce empathy and interpersonal interaction, increase dependence on technology, and lead to dehumanization. Furthermore, changes in information perception have the potential to improve digital literacy but simultaneously reduce the quality of critical public reflection. Nevertheless, digital technology continues to offer advantages such as easier access to information and productivity gains. Therefore, strategic efforts are needed to improve user-centered technology, digital skills, and adaptable regulations.

Afifah Luthfiani; Mamlahatun Buduroh; Syahrial; Silva Tenrisara Pertiwi Isma

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Preferensi bermain anak-anak di era digital cenderung beralih ke permainan digital sehingga permainan tradisional seperti congkak mulai ditinggalkan. Sebagai upaya pelestarian, permainan congkak dialihwahanakan ke bentuk digital, salah satunya melalui aplikasi Congkak di Google Play Store. Namun, congkak digital menghadirkan pengalaman dan aturan bermain yang berbeda dari congkak tradisional yang berdampak pada pewarisan nilai dan fungsi budaya congkak tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik dokumentasi dan observasi partisipatif serta diolah dengan analisis komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Congkak tidak sepenuhnya mewariskan unsur nilai dan fungsi budaya permainan congkak tradisional. Aplikasi Congkak memberikan rasa senang dan bebas serta mewariskan fungsi permainan congkak untuk melatih keuletan, kemampuan berpikir kritis, dan berhitung anak.  Ketika aplikasi dimainkan berdua, unsur nilai yang diwariskan meliputi nilai demokrasi (musyawarah dan kejujuran), nilai sosial (kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, serta menghadapi dan memecahkan masalah), dan nilai kesatria (sportivitas, rendah hati, lapang dada, dan tenggang rasa).  Namun, ketika aplikasi dimainkan sendiri, unsur nilai-nilai tersebut tidak terwariskan. Meskipun inovasi ini relevan dengan era digital, peneliti berharap pengembang dapat memperbarui aplikasi dengan mempertimbangkan pewarisan nilai dan fungsi budaya congkak tradisional. Dengan demikian,  nilai dan fungsi congkak tradisional yang terwariskan bisa lebih banyak.

Herlina Putri Khawismaya; Muhammad Zihni Naim

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran permainan tradisional dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar di Jawa Tengah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengacu pada tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Penelusuran literatur menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan basis data Google Scholar pada rentang tahun 2016-2026, sehingga diperoleh 10 artikel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, egrang, bakiak, dan congklak berkontribusi dalam menumbuhkan nilai kerja sama, empati, tanggung jawab, disiplin, ketekunan, serta kemampuan mengendalikan diri. Permainan yang dilakukan secara berkelompok cenderung memperkuat karakter sosial, sedangkan permainan individual lebih menekankan pada pembentukan karakter personal. Temuan-temuan tersebut membuka ruang pengembangan penelitian lanjutan dengan pendekatan metodologis yang lebih beragam serta penguatan integrasi permainan tradisional sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah dasar.

Kustiawardani , Elen; Qoiatul Mafaza, Chelindra; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

PPKn di sekolah dasar berperan penting dalam membentuk karakter dan kesadaran kewarganegaraan peserta didik sejak dini. Namun, dalam praktiknya guru menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi optimalisasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan dan tantangan implementasi pembelajaran PPKn di kelas IV SD Negeri Gaprang 01. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Data kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas IV dan 18 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berjalan cukup baik dan memperoleh respons positif siswa, khususnya pada aspek sikap dan pemahaman nilai kewarganegaraan. Tantangan utama meliputi penyampaian materi abstrak, perbedaan kemampuan akademik, serta keberagaman latar belakang sosial-ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan media konkret, strategi diferensiasi, serta pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif.

Rosdiana Rosdiana; Muhammad Afdal

Jurnal Pelayanan Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service program addresses the decline of local wisdom values of Siri’ na Pacce among younger generations due to modernization and foreign cultural influences. Siri’ na Pacce represents the cultural foundation of Makassar society, emphasizing self-esteem, honesty, and social solidarity, which are essential for maintaining social harmony. The program aims to identify youth understanding of these values, develop social education based on local wisdom, and enhance awareness and application in daily life. A participatory approach was applied, including initial observation, material development, interactive workshops, discussions, mentoring, and evaluation. The program involved 40 purposively selected youths from Bontomanai Village, Bungaya District, Gowa Regency, an agrarian community experiencing cultural shifts. The results indicate improved understanding of Siri’ na Pacce, increased critical awareness of globalization’s impact, and stronger internalization of cultural values in social interactions. Additionally, cultural preservation initiatives emerged through creative media. In conclusion, social education based on Siri’ na Pacce is effective in strengthening youth character rooted in cultural identity while mitigating negative effects of modernization. Continuous mentoring and integration of local values into formal and non-formal education are recommended.

Masfufah Masfufah

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

This community service program aims to revitalize religious and social-value-based worship services for people with mental disorders (ODGJ) level 4 to support the rehabilitation process at the Sidoarjo Regency Social Service. ODGJ level 4 are individuals with mild mental disorders who still have the potential to develop socially and spiritually if they receive appropriate support. However, in practice, the rehabilitation program tends to focus on medical and psychological aspects, while spiritual guidance has not been optimally integrated. The implementation method uses a participatory approach involving companions, families, and the social environment under the coordination of the Sidoarjo Regency Social Service. The results of the activity indicate that the revitalization of religious and social-value-based worship services can increase the involvement of ODGJ in worship activities, improve social interactions, and have a positive impact on the emotional stability of participants. In addition, this program also encourages the active role of families and communities in supporting the spiritual-based rehabilitation process. Thus, the approach worship assistance based on socio-religious values ​​can be an alternative model in supporting the holistic rehabilitation of ODGJ level 4, which includes spiritual, social, and psychological aspects, especially in the context of community-based services at the Sidoarjo Regency Social Service.

Rusda Karmila; Syamzaimar Syamzaimar

Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The digital era, with 78% internet penetration in Indonesia (2025), brings information advancement but also threats like cyberbullying, hoaxes, and SARA polarization through social media. This study aims to analyze the relevance of Pancasila values as an ethical filter in mitigating these negative digital impacts through social media usage case studies. Employing a qualitative approach based on library research, data was gathered from 18 Sinta-accredited journals (2021-2026), 2 Pancasila digital theory books, UU ITE regulations, and APJII reports. Content analysis with Miles & Huberman (2024) data reduction was applied to code the implementation of each Pancasila principle. Results show that the first principle combats religious intolerance, the second suppresses cyberbullying (25% reduction), the third reduces 2024 election polarization (40%), the fourth promotes digital deliberation, and the fifth closes rural literacy gaps through gotong royong crowdfunding (Rp1T collected). Viral disinformation and Lombok 2025 disaster cases prove Pancasila's effectiveness beyond formal regulations. It is concluded that Pancasila is adaptive as a moral algorithm in the digital era, transforming social media from conflict breeding grounds into national integration spaces. Recommendations include strengthening the "Pancasila Digital Ethics" curriculum for Gen Z/Alpha, national AI literacy applications, and platform collaboration with BPIP-Kominfo.

Manafe, Yunus

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Misi gereja tidak hanya terbatas pada penginjilan dan pelayanan sosial, tetapi juga mencakup pendidikan. Pendidikan Agama Kristen menjadi alat penting dalam mewujudkan misi tersebut. Tujuan dari Pendidikan Agama Kristen bukan sekadar menanamkan nilai keimanan, tetapi juga sebagai manifestasi nyata dari misi gereja di dunia. Artikel ini memahami misi gereja sebagai pemberitaan Injil, pemuridan, dan pelayanan kasih yang dapat direalisasikan melalui pendidikan, terutama melalui karakter dan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami misi gereja dalam konteks pendidikan agama Kristen dengan metode studi pustaka dan analisis data deskriptif. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa makna misi gereja dalam konteks pendidikan agama Kristen dipengaruhi oleh peranan pendidikan agama Kristen dalam mendukung misi tersebut.

An Nisaa Fitri Nur Aini

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study is motivated by the importance of actualizing Pancasila values in students’ lives, not only at the cognitive level but also in daily social interactions within the campus environment. Phenomena such as digital individualism, exclusivity in social relationships, and bullying practices indicate a gap between understanding and implementation of Pancasila values. This study aims to analyze the forms of Pancasila value actualization through students’ social interaction patterns and their implications for character building. The research employs a qualitative approach using a library research method, with secondary data derived from scientific journals, books, and relevant academic documents. Data collection was conducted through documentation study, while data analysis used descriptive-critical content analysis. The findings show that the actualization of Pancasila values is reflected in religious tolerance, rejection of bullying, cross-cultural inclusivity, deliberative decision-making, and fairness in academic collaboration. These results indicate that students’ social interaction serves as an important indicator of successful internalization of Pancasila values. Practically, this study highlights the importance of strengthening character education based on social practices to develop ethical, inclusive, and Pancasila-oriented young generations.