Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Juwairiyah; Illu Huril Firdaus; Sutriyahningsih; Izzal Fauzi; Muhammad Adib

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses adaptasi santri baru terhadap budaya pesantren serta mengidentifikasi faktor-faktor multidisipliner yang memengaruhi terjadinya fenomena boyong pada masa awal mondok di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Malang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan santri baru, santri yang boyong, pengurus, dan ustaz pesantren. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi santri baru merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, kultural, dan pendidikan keislaman yang saling berkelindan. Fenomena boyong terjadi sebagai akibat dari ketidakmampuan santri mengelola tekanan psikologis, lemahnya integrasi sosial, serta belum optimalnya pendampingan adaptasi berbasis nilai-nilai pesantren. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengasuhan santri baru perlu dirancang melalui pendekatan multidisiplin agar proses adaptasi berjalan lebih humanis dan berkelanjutan.  

Nur Hidayanti; Pamungkas Handy

Jurnal Ilmu Kesehatan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Hipodontia adalah kondisi medis yang dapat mempengaruhi gigi desidui dan/atau gigi permanen, dan sering kali menimbulkan berbagai tantangan yang memerlukan perencanaan multidisiplin. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada aspek estetika, bicara, fungsi oklusal, serta kesejahteraan psikologis pasien. Salah satu bentuk perawatan yang umum diberikan untuk pasien dengan hipodontia adalah penggunaan gigi tiruan cekat (GTC). Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mengetahui bagaimana perawatan gigi tiruan cekat dapat diterapkan pada pasien dengan hipodontia. Metode yang digunakan dalam laporan kasus ini adalah memberikan perawatan dengan GTC pada pasien hipodontia, kemudian dievaluasi hasilnya setelah diberikan perawatan. Dalam merawat hipodontia, penggunaan gigi tiruan cekat sangat bergantung pada sejumlah faktor, antara lain ukuran, bentuk, dan warna gigi yang hilang, lokasi hipodontia, serta profil wajah pasien. Selain itu, aspek estetika seperti garis senyum, perbedaan panjang lengkung gigi, ukuran gigi, ketebalan tulang rahang, dan ekspektasi estetika pasien juga turut mempengaruhi keputusan perawatan yang dilakukan. Dengan pendekatan yang tepat, perawatan hipodontia dapat memperbaiki fungsi oklusal dan estetika, memberikan hasil yang optimal untuk pasien.

Nur Azka Wahida; Berliana Setyaningrum; Ahmad Lutfi Abdillah

Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The development of modern sharia law requires a multidisciplinary approach to education. This article examines how Islamic education can utilize various disciplines, such as technology, economics, and social sciences, to support a contextual understanding of sharia law. This study also highlights the challenges and opportunities in developing an Islamic education model that is able to face the changing times.

Wagiman Manik; Ahmad Sulaiman Siregar; Saiful Islam Abizar; Yudi Rahayu; Muhammad Iqbal +1 more

Reflection : Islamic Education Journal 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The 21st century is marked by the advancement of science and technology, driving increasingly complex changes in life. In the context of education, a multidisciplinary learning approach has become relevant in enhancing students' complex thinking abilities. This approach allows students to integrate various disciplines in solving existing problems, thereby improving their critical, analytical, and creative thinking skills. This study explores the relationship between multidisciplinary learning and students' complex thinking abilities, the factors influencing its implementation effectiveness, and effective multidisciplinary learning strategies. Based on previous research, multidisciplinary learning has been proven to enhance complex thinking skills by up to 35% compared to conventional learning methods. However, its implementation faces several challenges, including a lack of teacher readiness, limited resources, and a learning culture that still emphasizes rote memorization. Therefore, problem-based learning strategies, cross-disciplinary collaboration, and the use of technology are recommended to improve the effectiveness of this approach.

Sari, Ama Farida; Gunarhadi, Gunarhadi; Ambarsari, Arum; Rahayu, Sartika Sri

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Ketangguhan mahasiswa merupakan kemampuan penting untuk menghadapi tantangan akademik maupun sosial terutama di era globalisasi saat ini. Adversity Quotient (AQ) dapat berkontribusi sebagai kunci pada pengembangan daya juang dan resiliensi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AQ dalam membangun ketangguhan mahasiswa dalam kajian literatur multidisiplin yang mencakup PPKn, psikologi, manajemen dan bahasa. Kajian dilakukan dengan metode systematic literature review terhadap berbagai penelitian terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa AQ mendukung internalisasi nilai-nilai Pancasila, pengelolaan stress, pengembangan keterampilan kepemimpinan dan peningkatan kepercayaan diri dalam berkomunikasi. AQ juga berperan sebagai kerangka strategis dalam merancang pembelajaran holistik dalam pendidikan tinggi. Penguatan AQ pada mahasiswa dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan daya saing dalam berbagai bidang kehidupan.

Amri Saputra; Lutfiah Holifa Balkis; M Nuzulul Ulum; Winda Islamitha Nurhamidah; Ahmad Arifi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This article discusses the integration of social sciences and humanities in Islamic studies as an epistemological reconstruction effort to restore the unity between revelation, reason, and social reality. The research approach used is qualitative with a library research design through critical analysis of academic literature from various sources, including journals indexed by Scopus and Google Scholar. The results of the study indicate that the integration of social sciences and humanities broadens the orientation of Islamic studies from a normative-theological perspective to a more contextual and transformative multidisciplinary analysis. The social sciences serve as analytical instruments for socio-religious phenomena, while the humanities provide a reflective, ethical, and philosophical foundation that enriches understanding of Islamic teachings. The implementation of this paradigm is evident in the concept of "integration-interconnection" at UIN Indonesia and "Islamic revealed knowledge" at IIUM Malaysia, which have successfully developed an ethical and rational scientific tradition without abandoning the values ​​of monotheism. Despite facing epistemological and cultural challenges, scientific integration remains a crucial foundation for the development of an inclusive, humanistic, and humane civilization.  

Indah Fadilah Pelupessy; Hindun Hindun

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

A multidisciplinary approach is a method in education that combines various disciplines to create a better understanding. This approach recognizes that the real world is not divided into separate categories of knowledge, therefore it tries to bring together various disciplines so that students can see the connections between concepts.  This study aims to evaluate the effectiveness of the multidisciplinary approach method in the context of learning at the primary school level. The background of this research is based on the need to develop a holistic learning approach that suits the needs of today's children. A literature study was conducted to determine the concept of multidisciplinary approach and its impact on learning achievement and development of primary school children. The literature study method was used to collect, review and synthesize related research findings. This research is expected to provide in-depth insight into the potential application of the multidisciplinary approach in learning at the primary school level. The practical implications of the findings can provide direction for the development of more effective curriculum and teaching methods at the primary school level.   

Aragibinafika Aragibinafika; Mohamad Mimbar Topik

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Nekrolisis epidermal toksik (NET) adalah peradangan sistemik akut yang melibatkan kulit, membran mukosa, epitel pernafasan dan pencernaan. Dalam banyak kasus, obat-obatan merupakan penyebab utama NET akan tetapi dapat juga disebabkan oleh infeksi dan faktor-faktor resiko lainnya. Membran mukosa (rongga mulut, konjungtiva dan anogenital) adalah bagian tubuh yang paling awal terlibat pada NET. Lebih dari 200 obat dari berbagai golongan berhubungan dengan terjadinya NET. Penggunaan obat-obatan yang memiliki resiko tinggi dan sering menyebabkan terjadinya NET seperti antigout (allopurinol), antiepilepsi (carbamazepine, fenitoin, fenobarbital, lamotrigin), antibiotik (kotrimoksazol dan sulfonamid lain, floroquinolone), anti inflamasi (sulfasalazine), anti-HIV (nevirapine), obat anti inflamasi golongan oxicam(meloxicam), dan analgesik (parasetamol). Pengobatan NET adalah pendekatan multidisiplin dan hingga kini belum ada panduan yang diakui secara internasional untuk terapinya.Tujuan dari studi kasus adalah membahas mengenai Nekrolisis epidermal toksikyang dipicu oleh obat penurun panas serta manajemen terapinya.