Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Kurnia Tri Puspita; Mu’alimin Mu’alimin; Mukaffan Mukaffan

Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Learning style theories have long been used to understand individual differences in learning processes. Models such as VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) and Multiple Intelligences offer frameworks for adapting instructional strategies to students’ preferences. However, these approaches have been criticized for their reductionism and limited empirical validity, often neglecting the holistic nature of human learning. In contrast, the Islamic concept of fitrah provides a more comprehensive perspective, encompassing intellectual, spiritual, moral, and emotional dimensions in an integrated manner. This conceptual article aims to analyze and integrate Western learning style theories with Islamic perspectives to develop a more holistic learning paradigm. Through an extensive literature review and theoretical analysis, the article proposes an integrative model that bridges empirical approaches with spiritual values. Theoretically, this integration enriches academic discourse by connecting two distinct knowledge traditions. Practically, it offers a framework for educators and institutions to design adaptive learning processes that address learner diversity while fostering spiritual and moral development.

Maya Kharisma; Milla Listiawati; Iwan Ridwan Yusuf

Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Scientific argumentation skills are high-level thinking skills that are very important for students to have in the learning process, especially in 21st century education that shapes students to argue and shape students into individuals who are able to think critically. However, based on the results of observations, students are still not active in conveying their arguments and critical thinking. The purpose of this study is to analyze the relationship between scientific argumentation skills and critical thinking skills through the VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) learning model on cell material. The method used in this study is the correlational method with an ex post facto research design using 1 experimental class with a research sample of 30 students. The instruments used are 15 essay questions for both scientific argumentation skills and critical thinking skills. Data analysis was carried out using Microsoft Excel and data analysis techniques using the t-test. The results of the analysis through the posttest on students' scientific argumentation skills are in the form of an average value of 47.5, while the average value of critical thinking skills is 47.6, with the results of the t-test being 2.08> 1.69, which means that tcount> ttable, namely H0 is rejected. The results of the hypothesis test show a significant relationship between scientific argumentation skills and critical thinking skills using the VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) learning model on cell material.    

Melly Nur Qurani

Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Calistung  merupakan  salah  satu  kemampuan  dasar yang perlu dimiliki setiap individu yang  terdiri  dari  kemampuan  membaca,  menulis  dan  berhitung,  dimana hal tersebut sangat  penting  untuk  memudahkan  seseorang  dalam  berkomunikasi  baik secara bahasa, tulisan dan angka. Akan tetapi, kualitas pendidikan di SDN Baruh 3 Sampang bisa terbilang masih rendah terutama pada anak usia sekolah dasar. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh penulis pada saat mengajar siswa kelas 2 antara lain, sebagian besar siswa di kelas tersebut masih belum bisa membaca, menulis, dan berhitung dengan baik sehingga mereka kesulitan untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru. Kondisi tersebut juga disebabkan oleh pihak keluarga yang kurang mendukung anaknya untuk belajar di rumah serta pihak sekolah yang cenderung kurang bervariasi dalam memberikan metode pembelajaran bagi siswa. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh penulis untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu  dengan menerapkan model pembelajaran VAK, dimana model pembelajaran VAK mengoptimalkan ketiga modalitas yang telah dimiliki setiap individu yang bertujuan untuk menjadikan siswa belajar dengan nyaman.  

Ria Safitri; Nur Ngazizah

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi suhu dan kalor kelas V SD Negeri Ketangi melalui model pembelajaran VAK.  Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa, hasil tes siswa untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah IPA siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran VAK dari siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 42% dengan persentase 35% yang berada pada kategori (sangat kurang), kemudian meningkat pada siklus II sebesar 85% dengan persentase 85% yang berada pada kategori (sangat baik). Demikian dapat dikatakan bahwa model pembelajaran VAK pada siklus II telah berhasil dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA siswa melalui keberhasilan telah mencapai angka diatas 68%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa menggunakan model pembelajaran VAK dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA siswa kelas V SD Negeri Ketangi.