Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-15 of 15

Analytics

Agus Sarwo Edy Sudrajat; Akbar Diva Mahendra

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Pertumbuhan kawasan industri sebagai dampak urbanisasi turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia. Kawasan Industri Candi di Kota Semarang menjadi salah satu contohnya, namun belum sepenuhnya ditunjang oleh infrastruktur yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan dan prioritas pemenuhan infrastruktur berdasarkan persepsi pekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 pekerja dari 111 perusahaan, dengan teknik multi-stage random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Customer Satisfaction Index dan Importance Performance Analysis. Hasil menunjukkan bahwa dari total infrastruktur yang dianalisis, sebelas telah memenuhi standar, empat cukup memenuhi, dan satu belum memenuhi pedoman teknis kawasan industri. Tingkat kepuasan pekerja terhadap ketersediaan dan kondisi infrastruktur mencapai 72% (kategori puas), sedangkan tingkat kesesuaian antara kepentingan dan kepuasan sebesar 99%. Meski demikian, lima infrastruktur jaringan jalan, jaringan air bersih, sistem pengolahan sampah, unit pemadam kebakaran, dan sarana Kesehatan masih memerlukan pemenuhan atau perbaikan segera. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi bagi pengelola dan pemerintah untuk memprioritaskan pemenuhan infrastruktur, guna mendukung keberlangsungan industri dan kesejahteraan pekerja secara optimal.

Wijayanti, Nor; Amyati, Amyati

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Keamanan makanan jajanan dewasa ini memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang aktivitas dan meningkatkan mutu gizi para murid disekolah. Kebersihan dan jenis makanan jajanan yang dijual oleh para pedagang harus memperhatikan kualitas agar tidak berdampak negatif bagi kesehatan kususnya terkait maslah pencernaan.Selain dari sisi pedagang, edukasi kepada siwa terkait makanan jajanan yang sehat dan aman perlu dilakukan , salah satunya pada siswa di MA Nurul Ummah Yogyakarta. Lingkungan sekolah yang berada di pinggir jalan dan dikelilingi pemukiman penduduk dan sangat ramai dengan pedagang kaki lima yang berjualan mengharuskan para siswa memiliki pengetahuan tentang jajanan sehat. Pengabdian masyarakat  ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa Madrasah Aliyah (MA) Nurul Ummah Yogyakarta tentang higiene dan sanitasi makanan jajanan di lingkungan sekolah, guna mengurangi risiko kesehatan akibat konsumsi jajanan yang tidak higienis. Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat dengan tahapan sosialisasi, edukasi dan pelatihan dalam pemilihan jajanan sehat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap siswa terhadap pentingnya higiene sanitasi makanan, serta perubahan perilaku dalam memilih makanan jajanan yang lebih sehat. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan untuk menjaga kesehatan siswa melalui konsumsi makanan jajanan yang aman. Siswa diharapkan bisa selektif dalam memilih jajanan yang mereka konsumsi agar tidak terkena resiko masalah kesehatan.

M. Reza Shah Pahlevi; Khairul Amri

The unresolved problem of street vendors on H.R. Soebrantas Street is a dilemma. City planning problems and public order disturbances are always caused by the presence of street vendors. The Pekanbaru City Civil Service Police Unit, which assists the regional government in securing and enforcing regional government policies specifically in the field of public order, has often carried out enforcement for the sake of controlling, which is a supporting element for the regional government's duties. secure and implement regional government policies specifically in the field of public order. This research aims to determine the performance of the Civil Service Police Unit in controlling street vendors on Jalan H.R Soebrantas, Tampan/Binawidya District, Pekanbaru City. Apart from that, this research aims to determine and analyze the inhibiting factors in the process of controlling street vendors by the Civil Service Police Unit on Jalan H.R Soebrantas. This research uses Agus Dwiyanto's theory which uses indicators: Productivity, Service Quality, Responsiveness, Responsibility and Accountability. This research method uses qualitative methods and descriptive research which was carried out at the Pekanbaru City Civil Service Police Unit Office and on Jalan H.R Soebrantas. From the results of measurements of each sub-indicator of the research carried out, it can be stated that street vendor control activities by civil service police units have been implemented but are included in the Ineffective and Not Optimal category because there are still obstacles faced in the field, namely: lack of awareness among Street vendors understand Pekanbaru city regional regulations, lack of space to relocate traders on Jalan H.R Soebrantas, no monitoring post to supervise street vendors, and lack of facilities and infrastructure for controlling street vendors

Yunita Tresia Noa Lenggu; Andreas Rengga; Elisabet Luju

Nian Tana Sikka : Jurnal ilmiah Mahasiswa 2023 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Permasalahan dalam penelitian ini adalah penerimaan realisasi pajak penerangan jalan dan Pendapatan Asli Daerah yang tidak mencapai target. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran pajak penerangan jalan dan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sikka (2) mengetahui pajak penerangan jalan berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sikka. Populasi dalam penelitian adalah laporan keuangan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sikka tahun 2018-2022. Dalam penelitian ini, data sekunder yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif, uji normalitas, regresi linier sederhana, dan koefisien determinasi. Pengujian hipotesis dilakukan melalui Uji t. Hasil  analisis deskriptif menunjukan bahwa : (1) Realisasi pajak penerangan jalan memiliki nilai rata-rata selama lima tahun yaitu sebesar Rp. 790.998.591.660,00 dengan standar deviasi sebesar Rp. 99.481.376.992,11; (2) Realisasi Pendapatan Asli Daerah memiliki nilai rata-rata selama lima tahun yaitu sebesar Rp. 10.141.419.258.717,19 dengan standar deviasi sebesar Rp. 1.088.738.515.147,41. Hasil statistik uji t menunjukkan bahwa variabel pajak penerangan jalan (X) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Pendapatan Asli Daerah (Y). Hasil analisis determinasi menunjukan bahwa variabel pajak penerangan jalan mampu menjelaskan terhadap variasi naik turunnya Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sikka sebesar 8,3%. 

Linda Widyaningrum; Agung Suryadi

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Dokter praktek merupakan pelayanan perorangan yang mampu menangani pasien secara komprehensif yaitu promotive, preventive, curative, rehabilitative dan palliative care. Pelayanan dokter praktek dituntut untuk mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkulaitas. Salah satunya dengan pelayanan rekam medis elektronik untuk menghasilkan data dan informasi yang berkualitas. Salah satu dokter praktek yang memperhatikan kualitas pelayanan adalah Dr praktek Sriningsih. Isi dari rekam medis rawat jalan ini adalah nomor rekam medis pasien, nama, alamat, usia, pekerjaan, anamnesis diagnosis dan Tindakan. Formulir masih manual dan belum ada space tanda tangan pemberi asuhan. Implementasi rekam medis rawat jalan di Praktek Dokter melalui lima tahapan. Tahapan tersebut adalah penyusunan materi dan Customize Software, sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan monitoring evaluasi

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Ana Rita Dahnia; Anis Wahda Fadilla Adsana; Zulfatuz Zakiyah

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study aims to determine the social capital of the association of street vendors in the scope of economics and development. The research method used is a qualitative method to obtain the data that researchers need and to understand the subject in depth. Researchers used an ethnographic approach that focused on a group that had the same goal, the group studied in this study was the Mekar Sore street vendor association. The research location is on Jalan Hos Cokroaminoto, Ponorogo Regency. Data collection techniques in this study were to gather information through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate the social capital of the role of the Mekar Sore street vendor association with its influence on the economy and development on Jalan Hos Cokroaminoto. Jalan Hos Cokroaminoto which has undergone a face off is similar to Malioboro Yogyakarta with the aim as a city tourism sector there is a role from various stakeholders in its development, one of which is the Mekar Sore street vendor association. The association is a well-structured group, as evidenced by the existence of a management structure and routine activities for the sustainability of their economy and efforts to protect the environment on Jalan Hos Cokroaminoto. In addition, with social capital, the association is trying to change the image of street vendors who care about environmental issues.

Sri Sintiyas Y. Pipi; Sabirin B. Syukur; Abdul Wahab Pakaya

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kualitas Pelayanan Kesehatan adalah tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien yang berpendapat bahwa semakin puas rasa kesempurnaan maka makin baik pula mutu pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan rawat jalan di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross cestional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive  sampling dengan analisis uji statistik chi square dengan tingkat signifikan α (0,05). Dari hasil penelitian Lima Dimensi Kualitas Pelayanan Kesehatan terhadap kepuasan pasien yaitu nilai p value dimensi responsiveness (0,000), assurance (0,001) tangibles (0,000), emphaty (0,001) dan reliability (0,000). Dapat disimpulkan bahwa lima faktor dimensi pelayanan kesehatan saling berhubungan dengan kepuasan pasien di wilayah kerja Puskesmas Limboto.  

Lestari Puspaningrum Kadir; Sabirin B. Syukur; Fadli Syamsuddin

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kepuasan pasien merupakan keadaan dimana pasien mendapat pelayanan, perhatian dan kesehatan sebagaimana yang mereka harapkan. Semakin baik pelayanan yang diberikan maka tingkat kepuasan pasien semaki tinggi dan sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan perawat dalam memberikan pelayanan dengan segera, tepat dan memuaskan, daya tanggap, jaminan pelayanan, dan fasilitas yang memadai di RSUD Tombulilato. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan secara cross sectional study. Dalam penelitian ini populasi adalah pasien rawat jalan di Rumah Sakit Tombulilato pada saat dilakukan penelitian. Hasil lima indikator kualitas pelayanan yang diteliti yaitu reliabilitas (41 responden reliabel dan 4 responden yang non reliabel), daya tanggap (tanggap 37 responden dan kurang tanggap 8 responden), jaminan (baik 33 respoden dan kurang baik 12 responden), empati (30 responden empati dan 15 responden kurang empati) dan bukti fisik (baik 38 responden dan kurang baik 7 responden). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan keperawatan ditinjau dari indikator reliabilitas, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik berhubungan dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Tombulilato, sehingga sangat perlu diperhatikan dalam hal meningkatkan kualitas pelayanan.    

Syah Fitri Oktaviana

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada penjual street food tentang strategi pemasaran dan hal ini sangat penting untuk meningkatkan penjualan suatu produk yang akan dijual. Mengoptimalkan media sosial dan produk yang menarik dapat memperluas penawaran dan menarik perhatian masyarakat luas, terutama Vlogger atau remaja yang gemar kuliner untuk membeli produk yang kita jual. Ini adalah salah satu poin terpenting dalam strategi pemasaran, terutama bagi penjual "Makanan Jalanan". Oleh karena itu, perlu disosialisasikan strategi pemasaran dalam pemasaran dan produk yang akan dipasarkan mengenai bagaimana menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran dan branding produk. Produk yang dibuat oleh beberapa penjual jajanan di Street Food di kawasan Jalan Dipatiukur Dago, sepertinya tidak semua tempat ramai pengunjung, padahal tempat tersebut sudah ramai dikunjungi pengunjung dan penelitian ini akan berdampak positif bagi para pedagang kaki lima untuk meningkatkan strategi dalam memasarkan produk kita. 

Rana, Astuti; Basti Tetteng

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Cyberbullying merupakan tindakan agresif di media sosial untuk melecehkan, mempermalukan, dan mengejek orang lain. Penelitian ini berfokus pada motivasi remaja melakukan cyberbullying di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden dalam penelitian ini merupakan tiga remaja perempuan pelaku cyberbullying. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perilaku motivasi remaja melakukan cyberbullying di media sosial, motivasi tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu motivasi internal, yang berasal dari dalam diri dan motivasi eksternal, yang berasal dari luar. Adapun motivasi internal terbagi menjadi lima, yaitu: Sering melakukan bullying di dunia nyata sehingga di lakukan di media sosial, karena media sosial merupakan jalan yang paling mudah melakukan penindasan. 2. Adanya ketidakseimbangan kuasa, atau apa yang dilakukan pelaku cyberbullying dalam segi mental dan sosial merasa lebih kuat. 3. Merasa mempunyai segalanya sehingga apapun bisa dilakukan kepada korban. 4. Membuat mental korban hancur sehingga korban mempunyai keinginan untuk berhenti bersekolah bahkan pindah sekolah. 5. Identitas yang tidak di ketahui oleh korban memudahkan pelaku melakukan tindakan cyberbullying. Sedangkan motivasi ekstrinsik terbagi menjadi 2 yaitu: 1. Sifat dan karakteristik korban yang mengundang untuk di tindas. 2. Tertantang dari sebuah film sehingga ingin melakukan tindakan cyberbullying.

Yunita Wisda Tumarta Arif

Jurnal Elektronika dan Komputer 2022 STEKOM PRESS

Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar dan/atau spesialistik yang diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga kesehatan. Untuk dokumen rekam medis yang sudah tidak digunakan lebih dari lima tahun, dokumen rekam medis dapat dipisahkan atau disimpan. Retensi bertujuan untuk menyeleksi dokumen rekam medis yang sudah tidak aktif lagi dan mengurangi jumlah berkas rekam medis yang terus meningkat sehingga dapat menjaga mutu pelayanan dengan mempercepat penyusunan dokumen rekam medis pada saat dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan sortir seleksi dalam menentukan dokumen rekam medis yang harus disimpan dalam sistem informasi penyimpanan dokumen rekam medis. Dengan algoritma selection sort, pengurutan dokumen dalam sistem menjadi lebih mudah. Metode Sistem dibangun berbasis Web dengan metode pengembangan sistem menggunakan System Development Live Cycle (SDLC). Klinik PKU Muhammadiyah Karanganom Klaten merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Klaten. Ruang penyimpanan dokumen rekam medis masih satu dengan pendaftaran rawat jalan. Sistem informasi penyimpanan dokumen rekam medis dengan penerapan metode pengurutan seleksi yang digunakan yaitu descending dan ascending, dengan mengurutkan tahun dengan nominal besar ke tahun dengan nominal kecil atau sebaliknya. Penerapan metode seleksi pada sistem retensi dokumen rekam medis menggunakan bahasa pemrograman PHP (Hypertext) dengan database My SQL diharapkan dapat membantu proses retensi di Klinik PKU Muhammadiyah Karanganom Klaten dan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik.

Eni Purwanti

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Anak Indonesia merupakan aset yang sangat besar sebagai potensi sumber daya manusia yang tak ternilai harganya. Anak jalanan adalah anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari di jalanan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tindakan sosial anak jalanan yang berdampak pada  ketertiban di Kawasan Lima kota Semarang. Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian ini yaitu  observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Hasil penelitian ini: 1) Anak jalanan cenderung bersikap tidak peduli dengan lingkungan disekitarnya, 2) kebiasaan anak jalanan dalam berinteraksi sering mendapat tanggapan negatif  dari masyarakat, 3) Tindakan spontan yang dilakukan komunitas anak jalanan dalam berinteraksi mengganggu ketertiban umum. Kesimpulan: Dampak Tindakan sosial anak jalanan yang mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban umum.

Aditya Ari Nugroho; Munawar Noor; Charis Christiani

Jurnal Media Administrasi 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Proses reformasi birokrasi yang dimulai dengan penyusunan Desain Besar (grand design) mengenai Reformasi Birokrasi 2010-2025 (Grand esign Administrative Reform 2010-2025) telah dituangkan ke dalam Peraturan Presiden No. 81 tahun 2010 dengan tujuan besarnya untuk menciptakan birokrasi berkelas dunia di tahun 2025. Reformasi birokrasi merupakan sebuah proses politik yang di desain untuk menyesuaikan hubungan antara birokrasi dan elemen-elemen lain dalam masyarakat, seperti masyarakat sipil dan swasta, maupun di dalam birokrasi itu sendiri. Dalam desain besar tersebut, Road Map reformasi telah dibagi ke dalam 3 (tiga) tahap setiap lima tahunan yang memuat sasaran-sasaran strategis. Tidak terasa Grand Design Reforrmasi Birokrasi tersebut telah memasuki pada tahap terakhir atau periode ketiga, pada periode terakhir ini sasaran yang ingin dicapai adalah peningkatan secara terus menerus kapasitas birokrasi sebagai kelanjutan dari reformasi birokrasi pada tahap II hingga akhirnya tujuan akhir untuk mewujudkan pemerintah kelas dunia. Namun banyak berpendapat bahwa pada Tahap I dan Tahap II dinilai belum ada dampak yang signifikan, apakah Reformasi Birokrasi di Indonesia bisa dikatakan “Jalan di Tempat”. Pada tahap ketiga iniKementerian PANRB mencanangan Reformasi Birokrasi Temtikdengan empat focus yaitu: 1. Pengentasan Kemiskinan; 2. Peningkatan Investasi; 3. Percepatan Prioritas Aktual Presiden; 4. Digitalisasi Administrasi Pemerintahan. Reformasi Birokrasi diharapkan menjawab keinginan dan amanat Bapak Presiden Joko Widodo untuk Reformasi Birokrasi yang berdampak pada masyarakat dan pembangunan.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Thomas Aquinas (1225/1224-1274) is one of greatest thinker in the history of Medieval philosophy. He wrote his par excellence work, called Summa Theologiae. It is a theological work but rich with philosophical arguments. He established his arguments by citing Greek thinkers such as Plato and Aristotle. One of Thomas’ important argument is the prove of God’s existence or what nowdays calls as The Five Ways. Thomas presents his readers that God exists and proves it philosophically than theologically. Richard Dawkins (1941 - ) revives The Five Ways to modern readers by critizing Thomas’ arguments in his The God Delusion. Dawkins bases his critique on the evident character of modern science. His critique is supported by his Darwinism background and his efforts to promote atheism. According to Dawkins, The Five Ways does not prove anything about God. This article tries to examine and interprateThomas’ arguments on The Five Way and how Dawkins reads and critizes it from atheism point of view.