Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 20

Analytics

Shila Radasahila; Sri Andayani; Febby Rahmatullah Masruchin

Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat 2023 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The waste problem not only threatens environmental conditions, but also has serious social and economic impacts in many regions in Indonesia, including the city of Surabaya. This dedication is carried out with the aim of reducing volume and realizing a zero waste paradigm in dealing with global waste problems. The Surabaya City Zero Waste Village Program was realized through outreach to provide awareness for residents to reduce the use of organic and inorganic waste. Apart from that, socialization was also carried out regarding organic waste processing which aims to convert organic waste into compost using Compost Bags, increasing public knowledge about organic waste management and reducing waste from rubbish dumps. This activity includes preparing activity planning, preparation, implementation and evaluation, as well as direct training regarding making compost fertilizer and using Compost Bags. Evaluation is carried out to ensure the success of activities and identify obstacles faced in the process of making compost fertilizer. The Zero Waste Village Program in RW 06 Menur Pumpungan Surabaya in increasing community understanding about managing organic waste into compost using Compost Bags has been successfully implemented with the support of the residents.

MUHAMMAD ENDAR BAGASKARA; AFRIZAL FAKHRI; ALAM AKBAR AL-FATTAH

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

PT Anugrah Alam Manunggal merupakan tempat Bank Sampah (training center) atau tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat di daur ulang yang memiliki nilai ekonomis. Didalamnya terdapat unit untuk training center yaitu unit organik, anorganik dan recidu. PT Anugrah Alam Manunggal meyakini bahwa sampah bukan lagi sekedar barang sisa yang tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan, misalnya, untuk energi, kompos, pupuk ataupun untuk bahan baku industri. Penelitian ini melakukan perancngan aplikasi agar pengguna dapat mengetahui lokasi pembuangan sampah daur ulang yang valid. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode sistem informasi, dimana didalamnya terdapat informasi mengenai lokasi menggunakan (SIG). Terdapat 9 bank sampah yang telah menjadi mitra PT AAM. informasi terkait pemetaan mitra GSTC menggunakan aplikasi Google maps dan software Blokspot.com. Untuk aplikasi Google Maps digunakan untuk menentukan lokasi dari mitra – mitra yang bekerja sama dengan GSTC sedangkan software Blokspot.com digunakan sebagai sarana informasi untuk bisa mengenal lebih jauh tentang pengolahan sampah

Fenti Amanda Putri; Selvia Erita

Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Problem-solving is so important that it makes mathematics teaching a common goal. It is estimated that students who are capable of solving these problems can contribute to the economic growth of their country. Therefore, researchers are interested in analyzing students' ability to solve mathematical problems. Data is taken using the essay test instrument and analyzed using a descriptive quantitative approach. The subject of this study is a student of class XI SMAN 3 Sungai Penuh of 29 people. This research found that students' abilities in composition functions material were well assessed. However, in the problem-solving capabilities measured based on problem-solving indicators, there is still an obstacle to the first indicator, which is to display what is known and what is asked. But for the other three indicators, there are only a few obstacles even no obstacles at all. It is hoped that the obstacles experienced by students in this research can also be the background for further research.

Lalu Muhammad Arifrabbani; Muhsinin

Tujuan dari riset ini adalah untuk menguraikan proses pembentukan verba dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia, menganalisis perbedaan antara keduanya, dan menjelaskan implikasi dari perbedaan tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari sumber tertulis, baik yang terpublikasi dalam artikel, makalah, buku, maupun tulisan lain yang terkait dengan pembentukan kata kerja dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia, serta pembelajaran bahasa Arab. Metode pengumpulan data yang diterapkan mengacu pada pencatatan teknis. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui pendekatan analisis kontrastif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pembentukan verba dalam bahasa Arab terjadi melalui modifikasi internal dan afiksasi, sementara dalam bahasa Indonesia, proses tersebut melibatkan afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Perbedaan yang paling mencolok antara keduanya adalah bahwa pembentukan verba dalam bahasa Arab selalu terkait dengan elemen waktu, kuantitas, dan jenis kelamin. Sementara itu, pembentukan verba dalam bahasa Indonesia tidak memiliki keterkaitan dengan waktu dan jenis kelamin, sehingga konsep semantik terkait waktu, kuantitas, dan jenis kelamin diwakili secara leksikal oleh kata kerja yang menyertainya.

Adin Kurniawan; Antono Landjar Patoman; Wahyu Mukti Jaya Nata; Zulham Yahya; Rossyda Priyadarshini +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Garbage is a residual material produced by a household. Waste can become a problem if it is not managed properly. MaQis Al-Hamidy 4 Islamic Boarding School is a boarding school that is well known among Madurese people. This Islamic boarding school has an environment where lots of trees grow, resulting in quite a lot of dry leaf waste. This of course provides both disadvantages and advantages for the residents of Islamic boarding schools. Therefore, it is necessary to conduct training for residents of Islamic boarding schools in the form of making compost from dry leaf waste so that it can provide benefits for residents of Islamic boarding schools and for the environment. The purpose of this training is to provide education about environmental management, especially in the utilization of organic waste which can be used as material for making compost. The method in implementing this training uses descriptive analysis as well as direct waste management practices. The result and impact of this training is that students gain useful skills in organic waste management and become agents of change in protecting the environment.

U.Usep; Imelda Susila Wirahardja; Winda Safarin; Sri Rahmawat; Budi Susetyo

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The aim of this research is to determine the results of cooperative learning strategies through experiments in learning to count for slow learner children. We combined quantitative and qualitative methods in analyzing the data collected during the research. The profile of a Slow Learner student concluded through assessments is used as the basis for creating a Learning Program Plan that uses cooperative learning strategies through experimentation. The research results show that cooperative learning increases the motivation and active learning of regular and special students while improving the learning outcomes of children with special needs, and all students in general. This can be seen from the scores obtained by both groups which were above average and the attitudes shown in learning. We hope that the results of this research can provide information about creative ways of cooperative mathematics learning for Slow Learner students in an inclusive context.

Heri Suryaman; Abdullah Ammar; Ignatius Blaier; Dimas Kristian Rega Pramono; Dawam Mulia +1 more

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

The high level of development in Indonesia has led to the need for wooden boards, which can cause damage to the ecosystem due to the continuous cutting of trees in the forest. There is a need for alternative raw materials to replace wooden boards for building purposes. Kluwak shells and aren fruit peels were chosen as the main raw materials for making composite boards in this research activity because these materials are high in cellulose content. This research was conducted to determine the effectiveness of composite boards made from kluwak shells and aren fruit peels as a substitute for wooden boards for building purposes. The research data collection process used experimental methods, while the analysis and discussion process used descriptive-quanlitative methods. The results showed that aren fruit peels powder is less suitable for use as raw material for making composite boards, because the powder grains are too fine, making it difficult to be bound by the matrix. While kluwak shell powder is quite suitable to be used as raw material for making composite boards, because the powder grains are not too fine so they can be bound by the matrix

Priyambodo, Bambang Hari; Ryan Dhana Dyaksa; Nanda Ariyadi; Hafid Febriansah

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Sampah merupakan segala sesuatu yang tidak lagi digunakan yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Pengolahan sampah harus menjadi perhatian penting agar tidak menyebabkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.  TPS 3R memiliki fasilitas pengolahan sampah berupa mesin pencacah sampah, tetapi belum berjalan dengan maksimal dikarenakan mesin pengolah sampah mengalami kerusakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk pembuatan prosedur tentang cara penggunaan dan perawatan pada mesin pencacah sampah organik yang hasilnya untuk pembuatan kompos. Hasil dari kegiatan ini adalah berfungsinya kembali unjuk kerja mesin pencacah sampah organik. Hasil yang lain terbentuknya pedoman SOP (Standar Operasional Prosedur), cara perawatan mesin, dan cara menangani masalah yang terjadi pada mesin.

Nia Elfiana; Bayu Widiyanto; Antika Tafrijiyah

Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra 2023 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This research aims to determine (1) the effect of using tea waste compost fertilizer on the growth of packcoy plants, (2) the effect of using tea waste compost fertilizer on the growth of water spinach plants (Ipomea Aquatic), and (3) comparing the effectiveness of tea waste compost fertilizer in cultivating water spinach. and packcoy. The research was carried out from March to May 2023 on the land of PT. Mount Slamat, Slawi. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 repetitions, each treatment namely K0 (control), K1 (150 g), K2 (350 g) and K3 (450 g). The parameters of this research are plant height, number of leaves, and plant weight when the plants are 30 days after planting. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results of the research show that (1) The effect of tea waste compost fertilizer on the growth of packcoy plants has a real influence on the growth of plant height, number of leaves and weight of packcoy plants. K2 treatment with a dose (350 g) showed the best results for average plant height (24.1 cm), number of leaves (17 pieces) and plant weight (29.6 grams). (2) The effect of tea waste compost fertilizer on the growth of kale plants has a significant effect on the growth of plant height, number of leaves and weight of kale plants. K2 treatment with a dose (350 g) showed the best results for average plant height (58.6 cm), number of leaves (50.3 pieces) and plant weight (44.5 grams). (3) Comparing the effectiveness of tea waste compost fertilizer in cultivating water spinach and packcoy varies depending on various factors, including the composition of tea waste, growing conditions, and plant nutritional needs.

Chicka Willy Yanti; Putri Rahmadani; Ledy Yuhana; Zuhruf Salsabilla; Muhammad Syahrul Mukminin +6 more

Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat 2023 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

The purpose of this activity is so that the environment of Batu Bersurat Village, XIII Koto Kampar District, Kampar Regency can become a clean and uncontaminated environment from cow dung. Cow dung can be processed into compost. Compost is an organic fertilizer made from animal waste that has undergone a fermentation process. The advantage of this compost is that it is environmentally friendly, can increase the income of farmers, and can increase soil fertility by repairing physical damage to the soil due to excessive use of inorganic (chemical) fertilizers. Batu Bersurat Village is an area with potential in agriculture, plantation and animal husbandry. The existence of cattle owned by the community has the potential to be used as compost which can be used for agriculture as well as for the fertility of plantation crops. However, the lack of knowledge of residents about the methods and benefits of making compost from cow manure causes cow manure to be thrown away, therefore people still use chemical fertilizers as a medium for the fertility of their plants. Therefore, a practice was held to make use of compost from cow manure in Batu Bersurat Village, District XIII Koto Kampar, Kampar Regency.

Cindy Edyningrum Akbar; Any Sutiadiningsih; Lilis Sulandari; Ila Huda Puspita Dewi

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mung bean and sago composite flour cookies are cookies made from the main raw material of wheat flour which is composited with mung bean and sago flour to reduce the use of wheat flour and to increase nutritional content. This experiment aims to determine 1) the sensory quality of mung bean and sago composite flour cookies including shape, color, aroma, crispness, crumb, and taste 2) chemical properties based on laboratory tests which include carbohydrates, protein, fat, ash, and fiber 3) the cost of raw materials for mung bean and sago composite flour cookies. This type of research is a factorial experiment. The independent variable was the proportion of mung bean composite flour (35%, 25%, and 15%) and sago (15%, 25%, and 35%) that had gone through the starch calculation stage. The dependent variable is sensory quality which includes shape, color, aroma, crispness, crumb, and taste. The control variables of this study include the type of materials and equipment. Observation data collection technique by means of sensory quality test conducted by 35 panelists. Data analysis used single anova test and continued with Duncan test.  The results showed 1) there was an influence on the sensory quality of composite flour cookies which included aroma, crispness, crumb, and taste 2) there was no influence on sensory quality in shape and color 3) the best product had a raw material cost of Rp 8,473/250 grams.    

Ayu Puspitasari; Aries Setia Nugraha

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Morphology is one of the linguistic sciences that discusses the ins and outs of word formation such as compositum. Compositum is a combination of two words but the elements of compositum can be two or more words. Compositum has a word component as its forming element which has a special pattern so that it is different from other word combinations, such as idioms and phrases. The difference can be seen in terms of the level of meaning. Compositum can be classified into several types, namely based on the cohesiveness of meaning, the type of words of the elements, the distribution system, the complexity, and the language origin of the elements. Based on the cohesiveness of meaning, compositum consists of semicompound and non-compound compositum. Semicompound compositum is a compound word whose meaning is still related to the meaning of one of its elements. Meanwhile, a non-compound (tenuous) compositum is a compound word whose meaning is still related to the meaning of all its elements. Thus, many readers still do not know how semicompound and uncompound composites can be formed in Kahlil Gibran's poetry collection. In learning, there are still many educators who have not conveyed about compositum so that students do not know and have difficulty in determining compositum. Descriptive qualitative is the method used in this research. The purpose of this research is to analyze and describe semi-compound and non-compound compositum in a collection of poems by Kahlil Gibran. Based on the results of the analysis, there are 33 data including compositum based on the unity of meaning, namely 11 data showing semicompound compositum and 22 data including non-compound compositum.  

Dea Amira Dewandari; Wardah Ainiyah; Lucya Natalie; Cintia Nur Halimatussa’diyah; Muhammad Zidhan Arifianto +1 more

Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Waste management is one thing that needs to be of concern to the community. Waste management is carried out as an effort so that waste does not pollute the environment and can be utilized so that it functions. Waste management in the community can be done through making compost that can be reused by the community. The goal of the composting process is to convert organic matter from household waste into compost that can be safely applied to fields without causing negative effects to either the soil or domesticated plants. The results of this compost are solid or liquid. Procurement of composters was carried out for the community in all hamlets of Bareng Village, Bareng District, Jombang Regency, East Java, by holding socialization and composting practices to provide education to all Bareng Village residents located at the Village Hall. Procurement of composters is carried out as an effort to increase knowledge about waste management through composters, so that people can make the most of household waste.

Rahmat Aziz Damar Sogi Zuhuri; Zain Khoirul Ihza; Nisa Bella Ainindia; Savira Laily Hendriatiningsih; Denny Oktavina Radianto

Jurnal Sains dan Teknologi 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Usaha pemotongan ayam pasti menghasilkan limbah, terutama bulunya.Satu ekor ayam pasti menghasilkan limbah bulu ayam yang terbilang cukup banyak.Oleh karena itu limbah bulu ayam ini perlu dimanfaatkan agar tidak hanya di buang dan mencemari lingkungan. Dalam penelitian ini pemanfaatan bulu ayam  digunakan sebagai pengganti serat Matt dan WR dalam fiberglass yang tujuannya adalah mengetahui sifat mekanik yakni kekuatan tarik pada fiberglass dengan serat bulu ayam sebagai pengganti serat matt dan fiberglass dengan serat bulu ayam sebagai pengganti serta WR secara eksperimen dan simulasi.material komposit fiberglass dibuat menjadi spesimen uji dengan bentuk dan prosedur metode pengujian mengikuti standard  ISO 527-4:2021 yang merupakan standar untuk uji tarik material komposit.Alat uji yang digunakan yaitu UTM HT 2402 dengan beban maksimum 20 kN.Setelah dilakukan pengujian tarik dihasilkan grafik yang kemudian dianalisis.Berdasarkan hasil pengujian, untuk serat normal matt-WR-matt-WR-matt memiliki kekuatan uji tarik tertinggi sebesar 15,15 kN.Sedangkan fiberglass dengan serat bulu ayam sebagai pengganti serat matt memiliki nilai uji tarik kekuatan uji tarik tertinggi sebesar 3,51 kN.Sedangkan fiberglass dengan serat bulu ayam sebagai pengganti serat WR memiliki nilai uji tarik tertinggi sebesar 2,29 kN.Berdasarkan hasil uji tarik dan pengamatan maka dapat disimpulkan bahwa untuk bulu ayam kurang cocok untuk menggantikan serat matt dan WR sebagai material untuk pembuatan fiberglass.

Banyuriatiga Banyuriatiga; Etty Wahyuni; Anang Sulistyo; Nove Kurniati Sari; Dwi Santoso +1 more

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Jumlah sampah meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. Kota Tarakan yang berada di Provinsi Kalimantan Utara hingga saat ini juga dihadapkan pada persoalan sampah dan upaya yang sudah dilakukan adalah menggalakkan program sampah semesta (Semua Mesti Terlibat) dengan melibatkan masyarakat melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pengabdian ini bertujuan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik bernilai jual. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan praktik lapangan, masyarakat diajak untuk memisahkan sampah organik dari sampah lainnya dan melakukan pengolahan dengan cara mengumpulkan, memisahkan dan mengolah sisa-sisa sampah tersebut menjadi kompos. Dilanjut dengan tanya jawab dan diakhiri dengan umpan balik menggunakan form untuk mengetahui tingkat penyerapan materi oleh masyarakat. Diharapkan melalui pengabdian masyarakat ini dapat terbentuk kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kualitas lingkungan di sekitarnya.  

Mubarat Apriana Sasmita; Albertus Peter Palit; Muhammad Yasin

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Transformasi struktural pada sektor industri mengacu pada perubahan fundamental dalam komposisi, organisasi, dan operasi industri sebagai respons terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan pasar, dan perubahan lingkungan bisnis. Konsep transformasi struktural ini melibatkan proses transformasi yang luas dalam struktur industri yang ada, termasuk pergeseran dalam jenis industri yang mendominasi, perubahan dalam rantai pasokan, dan adaptasi terhadap inovasi baru. Salah satu konsep transformasi struktural yang penting adalah diversifikasi industri. Diversifikasi mengacu pada pengembangan dan ekspansi kegiatan produksi dan bisnis ke sektor-sektor baru. Hal ini dapat dilakukan dengan memperluas portofolio produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, atau dengan masuk ke industri yang berbeda secara keseluruhan. Diversifikasi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada satu sektor atau pasar tertentu, dan menciptakan sumber pertumbuhan baru untuk perusahaan.

Amelia Fiatul Izah; Angelia Wangi Sekarintyas; Danang Hadi Suhadak; Vannisa Ayu Marcellia; Denny Oktavina Radianto

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perkembangan zaman semakin pesat, tak hanya pada bidang teknologi namun juga pada bidang industri. Dengan adanya perkembangan industri hal ini menyebabkan kebutuhan akan material semakin meningkat terutama untuk sebuah produk. Sekarang ini salah satu material yang banyak dikembangkan adalah komposit, komposit adalah gabungan dari dua bahan atau lebih komponen yang berlainan dan mempunyai sifat yang berbeda. Komposit terdiri dari dua bagian, yaitu matrik sebagai pengikat atau pelindung komposit dan filler sebagai pengisi komposit. Serat alam merupakan alternatif filler komposit untuk berbagai komposit polimer karena keunggulannya dibanding serat sintetis. Pohon pisang adalah tanaman paling banyak dijumpai dan tumbuh subur di Indonesia. Pelepah pisang jika diolah kembali akan menjadi serat dengan kekuatan yang tinggi dan daya serapnya lebih bagus sehingga sangat baik jika digunakan sebagai bahan penguat pada komposit. Penelitian ini dilakuan menggunakan metode penelitian yang memiliki sifat percobaan (experimental) dengan tujuan untuk menguji sifat mekanik komposit.  

Taju Ulya, Alfinda; Mustofa, Akhmad; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Flakes merupakan makanan sarapan siap saji berbentuk pipih yang biasa dicampur dengan susu. Flakes biasa dibuat dengan bahan dasar bahan berpati. Penelitian ini menggunakan bahan dasar tepung mocaf dan tepung biji nangka dengan penambahan puree buah naga merah. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan flakes tepung mocaf dan tepung biji nangka dengan penambahan puree buah naga merah sebagai sumber serat. Rancangan percobaan yang dilakukan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu perbandingan rasio tepung mocaf dan tepung biji nangka (60:40, 50:50, 60:40). Faktor kedua yaitu penambahan puree buah naga merah 10, 15 dan 20%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio tepung mocaf, tepung biji nangka dan puree buah naga merah berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan kadar serat pangan. Formulasi flakes dengan kandungan serat dan protein paling optimal serta disukai panelis terdapat pada rasio tepung mocaf 40%, tepung biji nangka 60% dengan penambahan puree buah naga merah sebanyak 20% yang memiliki kadar air 9,69%, kadar abu 2,28%, kadar lemak 11,41%, kadar serat pangan 11,17%, kadar protein 8,26% kadar karbohidrat 76,62%. Hasil uji organoleptik terhadap warna 3,77 (oranye sedikit gelap), kekerasan 3,96 (agak keras), kerenyahan 2,43 (cukup renyah), flavor biji nangka 2,80 (flavor biji nangka cukup berasa), kesan halus/kasar 3,45 (agak kasar), dan kesukaan keseluruhan 2,95 (cukup suka). Flakes berbahan baku tepung mocaf, biji nangka dan buah naga merah memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk pangan baru.

Erfina Erfina; Saparuddin Saparuddin; Erwin Erwin

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Kawasan Hutan Mangrove sebagai habitat merupakan sumber alam yang kaya sebagai ekosistem tempat bermukimnya berbagai flora dan fauna. Kondisi Substrat atau tanah daerah mangrove yang terdiri atas kondisi tanah subtrat lumpur, berpasir serta liat ini sangat dimanfaatkan sebagai habitat berbagai moluska salah satunya gastropoda. Gastropoda juga memanfaatkan batang mangrove bagian bawah sebagai habitatnya. Mengigat pentingnya gastropoda memiliki peran ekonomis dan ekologis bagi manusia, maka kawasan hutan mangrove perlu di jaga dan dilestarikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan komposisi gastropoda pada kawasan hutan mangrove Induha Kabupaten Kolaka. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan sampel terdiri atas 3 line transek yang mencakup seluruh wilayah hutan mangrove dan masing-masing tarnasek terdiri atas 5 plot dengan ukuran 1x1 meter. Hasil identifikasi gastropoda terdiri dari 5 famili dan 9 spesies. Indeks keanegaragaman sebesar 2,057 (kategori sedang). Analisis indeks keseragaman secara keseluruhan sebesar 0,9366 (kategori tinggi) , indeks dominansi 0,143 (rendah). Hasil pengukuran parameter lingkungan seluruh transek pengamatan mendukung kehidupan gastropoda.

Lisna Agiara; Wizar Putri Mellaratna

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Drug eruption atau erupsi alergi obat merupakan bagian dari adverse drug eruption didefinisikan sebagai suatu respon terhadap obat yang dapat bersifat toksis, berbahaya, dan tidak diharapkan, dengan dosis normal yang digunakan sebagai profilaksis, diagnosis, dan terapi suatu penyakit. Angka kejadian erupsi alergi obat bervariasi antara 0% hingga 8%, dengan penyebab tersering yaitu antibiotik. Insidens erupsi obat alergi pada negara berkembang berkisar antara 1% hingga 3%. Artikel ini membahassuatu kasus pasien perempuan berusia 56 tahun datang dengan keluhan timbulnya bercak kemerahan disertai rasa gatal pada badan, tangan, dan kaki yang memberat sejak 1 minggu terakhir. Diketahui bahwa pasien sempat mengonsumsi antibiotik golongan penicillin (amoxicillin) untuk mengurangi keluhan batuk pilek yang sebelumnya dialami oleh pasien sekitar 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan status generalis didapatkan keadaan umum pasien tampak sakit sedang, kesadaran komposmentis, tanda-tanda vital dalam batas normal, dan pada wajah didapatkan pembengkakan (edeme). Status dermatologis didapatkan efloresensi primer berupa plak dan makula eritematosa (makulopapular) berbatas tidak tegas, disertai skuama kasar berwarna putih diatasnya. Pasien diterapi dengan pemberian kortikosteroid oral (dexamethasone), kortikosteroid topikal (desoximethasone), dan tambahan antihistamin oral (cetirizine). Pasien juga diedukasi untuk menghentikan konsumsi antibiotik yang dicurigai sebagai penyebab timbulnya keluhan pasien. Pasien menunjukkan perbaikan setelah 7 hari mendapatkan terapi.