SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Annisa Aprilia; Santi Nururly

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

This study aims to determine the effect of Intellectual Intelligence, Emotional Intelligence, Social Intelligence, Spiritual Intelligence and Workload on Employee Performance at the Center for Drug and Food Control (BBPOM) in Mataram. The population in this study were employees of the Center for Drug and Food Control (BBPOM) in Mataram in the field of testing and inspection, totaling 43 employees using Non Probability Sampling (Purposive Sampling) where the sample can represent the characteristics of the desired population. Data processing in this study uses SEM – PLS (Structural Equation Modeling – Partial Least Square). Based on the research results, intellectual intelligence has a significant effect on employee performance, emotional intelligence has a significant effect on employee performance, social intelligence has a significant effect on employee performance, spiritual intelligence has a significant effect on employee performance and workload has a significant effect on employee performance. the most dominant variables that affect the variables of intellectual intelligence, spiritual intelligence, social intelligence, and emotional intelligence.

Dewi Agustina; Ade Fitri Arianti; Bunga Elvyan Br. Damanik; Istikhoma Rambe; Rehana Nugraha B. Sitorus

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sarana prasarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat  dalam  mencapai maksud  dan tujuan. Sarana  prasarana  pelayanan kesehatan adalah sarana prasarana yang menyediakan bentuk pelayanan yang sifatnya lebih luas daripada bidang  klinik,  yaitu bersifat promotif, preventif dan rehabilitative. Ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan, personalia puskesmas atau sumber daya dapat mempengaruhi perilaku. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas guna berlangsung baiknya suatu pelayanan kesehatan. Metode penelitian: Penulisan artikel ini menggunakan metode pencarian artikel menggunakan dua database, yaitu Google Scholar dan PubMed Kesehatan dengan kata kunci sumber daya manusia, personalia puskesmas dan peran kinerja. Hasil: Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dianggap masyarakat sebagai profesionalisme kerja oleh seorang tenaga kesehatan. Tuntutan masyarakat akan terpenuhi jika pemberi layanan memiliki propesionalisme yang tinggi dan mampu mempertahankan citra dan kinerja yang memenuhi standar pelayanan. Disiplin kerja juga mempunyai kontribusi terhadap kualitas pelayanan keperawatan yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas kerjanya.Tanpa ada dukungan disiplin yang tinggi dari karyawan, perusahaan atau organisasi sulit untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Kesimpulan: Produktivitas suatu organisasi dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain disiplin dan karakteristik individu. Produktivitas layanan kesehatan puskesmas juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM)/personalia yang dimiliki.

Suparjo Suparjo; Arum Purwaningtyas; Endang Sri Sunarsih

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui apakah Organizational Citizenship Behavior memiliki efek mediasi pada hubungan antara Lingkungan kerja Non Fisik dan Kepeminpinan yang melayani dengan Kinerja. Data dikumpulkan dari 120 Pegawai UPTD Puskesmas Blora berasal dari 20 Puskemas    yang berada di Wilayah Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Responden dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pemodelan persamaan struktural digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Studi ini mengungkapkan: 1) Lingkungan Kerja Non Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja, 2) Kepemimpinan yang melayani  berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja, 3) Organizational Citizenship Behavior mempunyai pengaruh positif dan signifikan  terhadap Kinerja, 4)   Lingkungan Kerja Non Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap   Organizational Citizenship Behavior, 5)   Kepemimpinan yang melayani mempunyai pengaruh positif dan signifikan  terhadap Organizational Citizenship Behavior, dan 6) Organizational Citizenship Behavior memediasi hubungan      Lingkungan kerja Non Fisik, Kepemimpinan yang melayani  dengan kinerja. Penelitian ini merekomendasikan  kinerja Pegawai UPTD Puskesmas Blora dapat ditingkatkan dengan Lingkungan kerja non fisik, Kepemimpinan yang melayani melalui efek tidak langsung dari Organizational Citizenship Behavior.

Meilitha Carolina; Ayu Puspita; Fingky Safitri

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perawat adalah salah satu sumber daya manusia yang berperan sangat penting di dalam pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit. Tantangan, beban kerja yang tinggi, kelelahan, stresor internal dan eksternal sering terjadi pada tenaga kesehatan bisa mempengaruhi kinerja dari perawat, perawat yang berkerja di ruang isolasi memiliki tingkat stres yang lebih besar dibandingkan dengan perawat ruangan lain. Masalah stres kerja merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian karena akan berdampak pada produktivitas dan kinerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kinerja perawat di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD dr.Doris Sylvanus Palangka Raya. Metode: Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan mengunakan pendekatan Cross Sectional menggunakan Uji Statistik Spearman Rank dengan Teknik Pengambilan data Total Sampling sebanyak 56 Responden yang berkerja di ruang isolasi Covid-19 RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Berdasarkan Hasil uji statistik Spearman Rank diperoleh nilai p value= 0.001. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kinerja perawat yang berkerja di ruang isolasi RSUD dr.Doris Sylvanus PalangkaRaya dengan nilai R (Korelasi= 0.431) yang berarti menunjukan adanya hubungan yang kuat antara tingkat stress dengan kinerja, sedangkan arah koefisien korelasi dinyatakan dalam bentuk positif (+) yang berarti ada hubungan yang searah antara variabel tingkat stress dengan variabel kinerja (p value= 0.001, R= 0.431, ɑ= 0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kinerja perawat yang berkerja di ruang isolasi RSUD dr.Doris Sylvanus Palangka Raya.

Soni Supriyanto

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh emotional intelligence, kreativitas pegawai terhadap kinerja pegawai generasi Y di Sekretariat Daerah Kabupaten Blora dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Data yang digunakan adalah data primer dengan mengambil sampel pegawai generasi Y di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora sebanyak 46 responden. Metode analisis data diuji dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji partial (uji t), uji serempak (uji F), uji R square dan uji analisis jalur dengan mengunakan alat statistik SPSS 22. Hasil uji t sebagai berikut : emotional intelligence berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kreativitas pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Emotional intelligence berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kreativitas pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan variabel emotional intelligence, kreativitas pegawai, dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Uji R square menunjukkan bahwa 82,9% variasi dari kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh emotional intelligence, kreativitas pegawai, dan kepuasan kerja dan sisanya sebesar 17,1% dijelaskan variabel-variabel lain diluar model penelitian, misalnya komitmen organisasi, disiplin kerja, kepemimpinan, dan lain lain. Hasil uji analisa jalur menunjukkan bahwa pengaruh langsung emotional intelligence terhadap kinerja lebih besar dari pengaruh tidak langsung emotional intelligence terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Sedangkan pengaruh langsung kreativitas pegawai terhadap kinerja lebih besar dari pengaruh tidak langsung kreativitas pegawai terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Berdasarkan hasil pengaruh total untuk meningkatkan kinerja akan lebih efektif apabila melalui peningkatan emotional intelligence.

Nur Vita Nugraheni

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui dan menganilisis pengaruh:  a) budaya organisasi terhadap komitmen organisasi; b) motivasi kerja terhadap komitmen organisasi. c) kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi. d) budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. e) motivasi kerja terhadap kinerja pegawai;. f) kepuasan kerja terhadap kinerja. g) komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Blora. Kinerja adalah hasil dari fungsi suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu selama suatu periode waktu tertentu. Kinerja dalam hal ini menunjukkan hasil kerja yang dicapai seseorang setelah melakukan tugas pekerjaannya yang dibebankan oleh organisasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Sumber data primer berasal dari hasil angket dan observasi. Variabel yang diigunakan dalam penelitian ini adalah budaya organisasi (X1), motivasi (X2), kepuasan kerja (X3), komitmen organisasi (X4/Y1) dan Kinerja (Y2).  Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Blora,sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sampel jenuh, yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel.  Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan studi pustaka. Teknik analisa data yang digunakan adalah: Uji validitas, realiabilitas, uji asumsi klasik, regresi berganda, analisis jalur, uji t, uji F  dan uji determinasi. Hasil penelitian ini adalah 1) budaya organisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasi, (thitung  1,895 > dari ttabel 1,684 dan   nilai signifikasi 0,065>0,050). 2) Motivasi kerja berpengaruh dan signifikan terhadap komitmen organisasi (thitung  variabel motivasi kerja 2,280>dari ttabel (1,684)  dan nilai signifikasi 0,028>0,050). 3)  Kepuasan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap komimen organisasi (thitung  kerja 0,141 < dari ttabel  1,684,   dan nilai signifikasi 0,889>0,050). 4) Budaya organisai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (thitung  variabel budaya organisasi sebesar 2,517 > dari ttabel (1,684)  dengan nilai signifikasi 0,016 <0,050). 5) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. (thitung  motivasi kerja sebesar 2 ,766 > dari ttabel (1,684)  dengan nilai signifikasi 0,008>0,050). 6. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap  kinerja (thitung  variabel kepuasan kerja sebesar 2,042 > dari ttabel (1,684)   dengan nilai signifikasi 0,047<0,050) 7. Komitmen organisasi berpengaruh positif dan sgnifikan terhadap kinerja (thitung  variabel komitmen organisasi sebesar 2,479 > dari ttabel (1,684)   dengan nilai signifikasi 0,017<0,050).