Publication Search

66,340 articles from 549 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 139

Analytics

Novian, Hangga; Budiyanto, Hermawan; Riyono, Slamet; Aji, Maliki

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dilaksanakan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada tanggal 3 Januari hingga 1 Februari 2026. Program ini bertujuan mengatasi permasalahan masyarakat di bidang kesehatan, literasi, keselamatan lingkungan, dan kesejahteraan sosial melalui pendekatan partisipatif yang terintegrasi. Program yang dilaksanakan meliputi pembuatan Taman TOGA, pembagian buku bacaan bergambar ke sekolah dasar, pemasangan kaca cembung di titik blind spot, penyuluhan pencegahan stunting disertai pembagian makanan bergizi, kerja bakti, serta pendampingan Posyandu, PKK, dan PAUD. Hasil program menunjukkan manfaat nyata: taman TOGA fungsional terbangun di halaman kantor kelurahan, 180 buku tersalurkan ke SDN Purwosari 1 dan 2, 3 kaca cembung terpasang di titik rawan kecelakaan, dan 25 paket makanan bergizi terdistribusi kepada anak PAUD. Program-program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan keselamatan lingkungan.

Novitasari, Dwi; Endah Tri Wahyuningtyas; Dina Anggraeni Susesti

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel pengabdian ini menyajikan program partisipatif yang mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga dan kebun hidroponik untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di Desa Betro. Program dirancang berdasarkan kondisi awal berupa kebiasaan membuang sampah campur, belum optimalnya pemanfaatan sampah organik, serta masih terbatasnya pemanfaatan pekarangan rumah. Kegiatan dilaksanakan melalui analisis situasi, sosialisasi 3R, pelatihan pemilahan sampah dan pengomposan sederhana, pembuatan demplot hidroponik, serta pendampingan kader. Pendekatan yang digunakan ialah participatory action dan edukasi berbasis komunitas dengan melibatkan unsur PKK, karang taruna, dan perangkat desa. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman warga tentang pengelolaan sampah, munculnya kebiasaan memilah sampah dari rumah, terbentuknya titik kumpul sampah anorganik yang bernilai jual, serta pemanfaatan kebun hidroponik sebagai media belajar lingkungan dan sumber sayur rumah tangga. Integrasi kedua program mendorong perubahan perilaku yang lebih nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Novia Mungawanah; Febryan Alam Susatyo; Elen Anedya Frahma; Monica Belinda Oksavina; Sri Murni

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hukum waris sering kali menjadi pemicu konflik dalam keluarga, terutama terkait pembagian harta peninggalan yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat mengenai hak dan kewajiban para ahli waris guna mencegah terjadinya sengketa keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, dengan menggunakan metode penyuluhan hukum melalui ceramah, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk mendorong keterlibatan aktif peserta dalam memahami permasalahan hukum waris yang sering muncul di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai prinsip-prinsip dasar hukum waris, prosedur pembagian warisan, serta pentingnya penyelesaian masalah waris secara musyawarah dan sesuai ketentuan hukum. Penyuluhan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi konflik keluarga terkait warisan.

Stefany, Fadean; Ghazali, Imam; Hanina Trisnanda, Salma; Maulidia, Putri

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Anemia masih menjadi problematika gizi utama pada remaja putri di Indonesia yang berdampak buruk terhadap performa akademik serta kesehatan reproduksi jangka panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi terkait pencegahan anemia melalui intervensi edukasi sadar gizi di SMAN 1 Sampang. Metode yang diterapkan berbasis pendekatan partisipatif interaktif, meliputi ceramah, pemanfaatan media visual (leaflet dan poster), simulasi penyusunan menu sehat kaya zat besi, serta kuis edukatif. Evaluasi program diukur secara kuantitatif melalui instrumen pre-test dan post-test, serta secara kualitatif melalui observasi keaktifan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai definisi, dampak, dan pencegahan anemia, serta perubahan sikap positif terhadap pola konsumsi seimbang dan kepatuhan sarapan. Kesimpulannya, edukasi gizi yang terstruktur dan interaktif terbukti efektif dalam membangun kesadaran kesehatan remaja, sehingga dapat dijadikan strategi preventif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Susilawati Cicilia Laurentia; Appolinaris Didien Trimartinni; Kemmala Dewi; Aris Krisdiyanto; Pipit Skriptianata Putra Pranida +2 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Sawit, Kabupaten Magelang, seperti meningkatnya biaya produksi, kesulitan pengendalian hama, dan degradasi lingkungan akibat penggunaan bahan kimia sintetis yang berlebihan. Program ini memperkenalkan Biosaka, sebuah teknologi pertanian inovatif yang memanfaatkan rumput dan dedaunan lokal untuk menghasilkan larutan elisitor yang mampu meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan tanaman. Melalui pelatihan partisipatif dan praktik langsung, para petani diajarkan prinsip, proses pembuatan, dan metode aplikasi Biosaka. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani, dengan 85% peserta berhasil memproduksi dan mengaplikasikan Biosaka secara mandiri. Inisiatif ini berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada input sintetis, menurunkan biaya produksi, mendorong keberlanjutan lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam di kalangan petani.

Krismiyarsi; Hadi Karyono; Kunarto; Mahmuda Pancawisma Febriharini

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin kompleks dan menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan panti sosial pelayanan anak. Berbagai bentuk kenakalan remaja seperti pelanggaran tata tertib, pergaulan bebas, penyalahgunaan media digital, hingga tindakan yang berpotensi melanggar hukum menunjukkan pentingnya pembinaan karakter dan kesadaran hukum sejak dini. Kurangnya pemahaman tentang norma hukum, lemahnya kontrol diri, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor yang mendorong terjadinya perilaku menyimpang pada remaja. Kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu, Karanganyar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta memberikan pemahaman kepada remaja mengenai konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman remaja terhadap norma hukum dan sosial, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perilaku disiplin dan tanggung jawab, serta mendorong terbentuknya sikap preventif terhadap tindakan kenakalan. Dengan demikian, penyuluhan hukum menjadi salah satu strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja melalui pembinaan kesadaran hukum dan penguatan karakter sejak usia dini.

Dumar, Bergita; Wahyuni, Ida; Astarina Prajayanti, Ni Made Dwi; Yahya Fujianti, Mery Eka; Mulyani, Sri

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Bullying di lingkungan sekolah merupakan permasalahan yang berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan psikososial anak. Tingginya kejadian bullying, baik secara fisik, verbal, maupun digital, menyebabkan siswa merasa tidak aman, mengalami kecemasan, serta penurunan interaksi sosial dan prestasi belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying serta upaya pencegahannya. Metode  pengabdian  yang  dilakukan  berupa  pemberian  penyuluhan  kesehatan menggunakan participatory  action  research (PAR)  dengan  tema “Edukasi Kesehatan Tentang Bullying Pada Anak: “Berani Baik, Bukan Berani Membuli“. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang bentuk, dampak, dan cara mencegah bullying, serta meningkatnya sikap empati dan keberanian untuk melaporkan kejadian bullying. Selain itu, siswa menjadi lebih mampu mengenali perilaku bullying dan berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Kesimpulannya, kegiatan edukasi melalui pengabdian masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa terkait bullying, sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental anak.

Randi Oktarian Putra; Reski Ramadani; Rahma Pratama; Muhammad Ilham Gilang; Ismail Ismail +1 more

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2026 CV. Alim's Publishing

This research is motivated by the low level of awareness among some students regarding maintaining a clean school environment and proper waste management. SMP IT Khairunnas,Bengkulu City, implemented a clean environment program as an effort to build students'environmental awareness through cleaning activities, waste sorting, and environmental management.school actively. This study aims to analyze the process of the environmental cleanup program in exploring students' awareness of waste management, identifying supporting and inhibiting factors of the program, and explaining the impact of the program on students' daily behavior in maintaining a clean school environment. This study uses a qualitative approach with fieldresearch. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The primary data sources in this study were the principal, teachers, and students of SMP IT Khairunnas, Bengkulu City.Data analysis used the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was carried out through technical triangulation and source triangulation. The results of the study indicate that the environmental cleanup program at SMP IT Khairunnas, Bengkulu City was implemented through class duty activities, mutual cooperation, sorting organic and inorganic waste, waste banks, and environmental education activities.

Ika Parma Dewi; Ahmad Fadhel Haq; Kasih Intan Sahira; Abil Arqham; Nahdia Latifah +4 more

Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Waste management is a major challenge in environmental conservation in Indonesia. One innovative approach that can be implemented is the use of informative waste signs as a visual educational medium for the public. Waste signs are information boards placed in strategic locations to provide knowledge about the types of waste, their environmental impacts, and the decomposition time of various materials. The Community Service Program (KKN) of Padang State University (UNP) has implemented this concept by creating educational boards containing information on waste decomposition time, ranging from waste that decomposes in 50–100 years to waste that does not decompose at all. This article aims to examine the concept, benefits, and effectiveness of waste signs as a community-based environmental education instrument. The methods used include field observation and a qualitative descriptive approach. The results of the study indicate that waste signs can increase public awareness of the importance of proper waste management. Thus, this medium has the potential to be a simple yet effective educational tool in supporting sustainable environmentally friendly behavior.

Donal Syafrianto; Mila Fitria Amanda; Amellia Zahratul Syahlu; Iznillah Lutifyah Husna; Jeffry Juliana +1 more

Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Waste management has become a critical environmental issue at both global and national levels due to increasing population and changing consumption patterns. In Indonesia, waste generation exceeds 60 million tons annually, with a significant portion consisting of plastic waste that requires hundreds of years to decompose. One of the main challenges in addressing this issue is the low level of public awareness and understanding regarding waste types and their decomposition time. This community service program conducted by students of Universitas Negeri Padang aims to improve environmental awareness through environmental education and community empowerment using an innovative visual medium in the form of waste decomposition time educational boards. The activity was implemented in Pasar Hilir Hamlet, Lumindai Village, using a participatory approach involving observation, socialization, board design, production, and installation. The results indicate that the program successfully enhanced community knowledge regarding the differences between organic and inorganic waste and their environmental impacts. The educational boards, placed in strategic locations near waste disposal areas, function as effective visual tools that continuously deliver information and reinforce environmentally responsible behavior. In addition, this program contributes to improving environmental cleanliness, strengthening community participation, and increasing environmental literacy. Therefore, the innovation of waste decomposition time educational boards serves not only as an informative medium but also as a sustainable educational tool to promote long-term behavioral change toward environmental awareness.

Raisul Muhadidsin; Nabila Firliya Zahra; Hafidz Taqiyuddin

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The global ecological crisis indicates that technical methods and regulations alone are insufficient to change human behavior related to the environment, thus requiring approaches that touch on moral and spiritual aspects. This study aims to design and examine spiritual-ecological education as an alternative approach in building sustainable environmental awareness. This research uses a qualitative method based on literature study using Miles and Huberman's analysis through summarization, exposition, and data conclusion drawing. The results of the study show that spiritual-ecological education has three important outcomes, namely: (1) the integration of the values of monotheism, khalifah, and ecological trust creates a solid environmental ethical framework; (2) the methods of ecosufism and scientia sacra deepen students' affective and reflective understanding of the relationship between humans and nature; and (3) contextual learning methods such as eco-pesantren and environmental programs may connect spiritual values with real ecological activities. This study contributes scientifically by developing a theoretical basis for spiritual-ecological education that combines theological, philosophical, and pedagogical aspects of environmental education. These results imply the importance of developing lesson plans and teacher training that place spirituality as the basis of ecological understanding, with the caveat that drawing general conclusions from the study results requires further empirical testing.

Alika Nur Azizah; Muhammad Suwignyo Prayogo; Eka Sintia Rahmawati; Siti Iltimah Romadonia

Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

. This research is driven by the low literacy of plastic waste management in primary education, where students tend to perceive cleanliness only as disposing of trash without having the skills for reuse. This study aims to describe the utilization of recycled plastic waste media in enhancing students' environmental awareness at MI Salafiyah Syafi’iyah through an experiential learning approach. The method employed is descriptive-analytical qualitative, with data collection techniques including direct observation, interviews, and documentation. The research implementation was carried out through three main stages: participatory waste sorting, selection of clothing pattern designs as adhesive media, and the construction of creative collages into an educational display board named "Karyaku." The results indicate that the integration of plastic waste as a learning medium is capable of transforming students' paradigms from a consumptive to a creative perspective, as well as improving their practical understanding of the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle). The success of this research is evidenced by the creation of aesthetic and functional visual media that not only enhances students' creativity but also fosters a sense of responsibility and sustainable environmental concern for the school ecosystem.  

Frans Mitran Ajami; Abas, Mamat; Iken Meyti Katili; Marwan Bakari Suleman

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pemanfaatan lahan kosong di wilayah perdesaan sering kali belum optimal akibat rendahnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi ruang terbuka hijau dan konsep desain lanskap. Desa Suka Makmur, Kabupaten Pohuwato, merupakan salah satu wilayah yang memiliki lahan terbuka cukup luas namun berada dalam kondisi gersang dan belum tertata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan lahan kosong melalui sosialisasi dan edukasi desain lanskap ruang terbuka hijau sebagai upaya awal pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah KKN-PAR (Participatory Action Research) dengan tahapan identifikasi awal, sosialisasi dan edukasi, serta evaluasi perubahan pemahaman masyarakat. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test terhadap 24 responden. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat pada seluruh indikator yang diukur, meliputi fungsi ruang terbuka hijau, manfaat ekologis dan sosial, serta konsep dasar desain lanskap. Peningkatan pemahaman ini mengindikasikan terjadinya perubahan perilaku awal masyarakat pada aspek kognitif. Hasil pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif berbasis partisipasi masyarakat efektif dalam membangun kesadaran lingkungan dan dapat menjadi landasan bagi pengelolaan ruang terbuka hijau yang berkelanjutan di wilayah perdesaan.

Yuniarti, Nur Atika; Atika Mutiarachim; Ryan Arya Pramudya; Ery Fatarina Purwaningtyas; Eleny Sania Putri

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tantangan utama yang dihadapi warga Kelurahan Pesantren, Kota Semarang adalah belum optimalnya pengelolaan limbah lingkungan rumah tangga, khususnya minyak jelantah, yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan masih kurang dimanfaatkan secara ekonomi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi masyarakat dengan inovasi ekonomi kreatif. Tahapan pelaksanaannya meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan program partisipatif, pelaksanaan lokakarya, pendampingan, dan evaluasi keberlanjutan. Kegiatan program terdiri dari pendidikan kewirausahaan, pelatihan langsung pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, dan peningkatan kapasitas dalam pembuatan konten digital dan pemasaran digital melalui media sosial dan pasar online. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan minat berwirausaha di kalangan ibu-ibu PKK, yaitu meningkat dari 40% sebelum program menjadi 80% setelah lokakarya. Secara keseluruhan, program ini efektif meningkatkan keterampilan pengelolaan sampah ramah lingkungan dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Ambarwati, Septiana; Parida Hutapea, Henny; Wahyu Banuwati, Ameilia; Fuadah, Fani

Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The increasing consumption of plastic, particularly single-use packaging, has led to a significant rise in household plastic waste, which poses a potential threat to environmental sustainability. One type of waste that remains underutilized is metallic plastic packaging. This Community Service activity aimed to enhance community knowledge and skills in processing metallic plastic packaging waste into handicraft products with functional value and economic potential. The activity was conducted in collaboration with the Family Welfare and Empowerment Group (PKK) of Ngringo Village, Karanganyar, involving 15 participants. The methods employed included a preliminary survey, educational outreach, hands-on practical training, and continuous mentoring. The effectiveness of the program was evaluated using pre-test and post-test assessments analyzed through the normalized gain (N-gain) method. The results demonstrated an improvement in participants’ knowledge and skills following the training, with an average N-gain value of 0.68, which falls within the moderate-to-high category. These findings indicate that the metallic plastic packaging waste processing training was effective in enhancing community capacity. Furthermore, the activity not only contributed to reducing plastic waste generation but also promoted the implementation of circular economy principles.

Wayan Ariawan Warestana; Luh Made Dwi Wedayanthi

Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aimed to investigate the implementation of the BERDES (Bersih Desa) Program as an innovative strategy to foster environmental awareness among elementary school students at SD Negeri 2 Demulih. The program was designed using a participatory approach based on the Participatory Action Learning Sistem (PALS) method, which engaged students as active participants in identifying problems, planning, executing, and evaluating real actions in their school and local community environments. The research found that active student involvement in cleaning activities, waste management socialisation, and collective reflection significantly enhanced positive attitudes and social responsibility towards environmental conservation from an early age. Despite challenges such as limited frequency of program activities and common misconceptions about waste classification (organic, inorganic, residual), the BERDES program successfully served as an effective educational tool that embedded environmental care values among rural youth. The findings emphasised the critical role of schools as centres for environmental character education that combine theoretical knowledge with practical engagement to address real environmental issues.

Fadillah Fadillah; Romansyah Sahabuddin; Anwar Ramli; Ikhwan Maulana

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

This study aims to understand how green accounting practices are constructed as a social reality within organizations and how environmental awareness develops through social interaction, organizational values, and culture. The research adopts an interpretive qualitative approach within the social construction paradigm (Berger & Luckmann, 1966). Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis in organizations that have implemented sustainability reporting. The analysis employed an interpretive thematic approach to uncover the meanings underlying environmental accounting practices. The findings indicate that green accounting functions not only as a technical reporting instrument but also as a mechanism for shaping organizational moral and ecological awareness. Environmental awareness is constructed through three main stages: the externalization of sustainability values by leadership, objectivation through policies and reporting systems, and internalization within work behavior and organizational culture. Participatory, reflective, and innovation-oriented organizational cultures strengthen the substantive implementation of green accounting, whereas bureaucratic structures tend to produce symbolic practices or greenwashing. Theoretically, this study reinforces the view that accounting is a social practice that both shapes and is shaped by collective consciousness (Hopwood, 1992; Gray, 2010). Practically, the findings highlight the importance of visionary leadership and social learning spaces in fostering a sustainability-oriented organizational culture. Thus, green accounting is understood as a social process that plays a strategic role in realizing ethical, sustainable, and environmentally responsible organizations.

M Rizky Ananda Hasibuan; Nurul Aini Harahap; Syarifah Khairatun Hisan

Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Examining how well college students grasp the concept of gender equality is the primary goal of this research. In order to achieve social justice and provide equal opportunity for all people, regardless of their gender, gender equality must be upheld. But there are still attitudes and actions that show gender disparity in the classroom. Students from different academic programs filled out questionnaires that were part of a descriptive quantitative research. The majority of pupils had a solid grasp of gender equality or its significance in the classroom, according to the data. Nevertheless, several respondents did not provide very detailed assessments of campus initiatives promoting gender equality.

Betty Nila Purnamasari; Fajar Akbar Islamic; Setyasnomo; Bayu Riyadi Widhiyanto

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

The rapid development of urban areas has created significant challenges in mobility, particularly the increasing use of private motor vehicles, which contributes to traffic congestion, air pollution, greenhouse gas emissions, and a decline in the quality of urban life. Sustainable transportation emerges as a solution by emphasizing the balance between environmental, social, and economic aspects through the use of eco-friendly modes such as public transport, walking, and cycling. However, the adoption rate of these modes remains relatively low due to perceptions of convenience, car-oriented culture, and limited environmental awareness. This study aims to analyze the implementation of sustainable transportation education as a strategy to raise urban communities’ awareness of eco-friendly mobility. The research employs a qualitative approach with descriptive analysis based on literature studies. Findings indicate that the use of digital media, social campaigns, and community participation plays a crucial role in shaping positive attitudes, new social norms, and pro-environmental behavior. Effective education not only delivers information but also builds values, norms, and new habits that support sustainable mobility. Furthermore, multi-stakeholder collaboration among government, communities, and the private sector strengthens the effectiveness of educational programs. Evaluation results show that continuous education enhances transportation literacy, ecological awareness, and urban quality of life. Thus, the implementation of sustainable transportation education serves as a strategic foundation for transforming urban mobility toward a healthier, inclusive, and equitable transportation system.

Janti Soegiastuti; Nurhayati, Ema; Maliki Aji Prakoso

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir Kampung Tambak Lorok, Semarang, dalam pengendalian sampah plastik melalui inovasi teknologi berbasis gim edukasi digital bernama 'Marine Protector'. Permasalahan sampah plastik di kawasan pesisir telah menimbulkan dampak ekologis dan sosial ekonomi yang signifikan. Melalui pendekatan gamifikasi, kegiatan ini mengintegrasikan edukasi lingkungan, hukum, dan ekonomi sirkular ke dalam media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik, keterlibatan aktif ibu-ibu PKK RW 14 Tambak Lorok, serta munculnya praktik pengurangan plastik sekali pakai di rumah tangga. Luaran kegiatan meliputi aplikasi gim edukasi, modul pelatihan, video dokumentasi, dan poster edukatif. Inovasi ini terbukti efektif sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dan memiliki potensi replikasi untuk wilayah pesisir lainnya di Indonesia.