Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-15 of 15

Analytics

Udin, Dwi Alfin; Ikerismawati, Senja

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mutu dalam pengolahan pangan menjadi hal penting untuk menjamin produk yang aman, higienis, dan berkualitas. Suatu produk dikatakan bermutu apabila mampu memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pihak terkait dalam hal ini adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas kimia dari produk kupang krispi yang dihasilkan oleh UD. Bunda Foods, dengan menitikberatkan pada tiga parameter utama yaitu kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Kupang krispi dipilih sebagai bahan uji karena merupakan inovasi olahan hasil laut yang memiliki nilai gizi tinggi serta daya simpan yang baik, sehingga potensial dijadikan produk camilan unggulan. Metodologi penelitian mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8272:2016 tentang kerupuk ikan, mengingat belum tersedia standar khusus untuk kupang krispi. Pengujian kadar air menggunakan metode gravimetri, analisis kadar abu dilakukan melalui proses pembakaran pada suhu 550°C, dan pengukuran kadar protein menggunakan metode Kjeldahl. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air berada pada rata-rata 6,75%, kadar protein mencapai 19,20%, dan kadar abu sebesar 2,5%. Jika dibandingkan dengan ketentuan dalam SNI, kadar air dan protein telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan, namun kadar abu jauh melebihi batas maksimal yang diperbolehkan sebesar 0,2%. Kupang krispi memiliki mutu kimia yang baik dari sisi nutrisi dan ketahanan produk, namun masih diperlukan perbaikan terutama dalam mengendalikan kadar abu yang tinggi. Oleh karena itu, peningkatan sanitasi dalam proses produksi dan pemilihan bahan baku yang lebih bersih menjadi penting agar produk dapat memenuhi standar nasional secara menyeluruh dan mampu bersaing secara optimal di pasar.

Sukarmi; Wati, Anif Mukaromah; Achadiah Rachmawati; Siti Azizah

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2025 CV. Aksara Global Akademia

Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, masuk kedalam pengelolaan Taman Nasional Baluran. Profesi mayoritas masyarakat adalah nelayan sedangkan hasil tangkapan ikannya masih di jual dalam bentuk segar di pasar maupun langsung dikirim ke Bali. Penjualan ikan dalam bentuk segar memiliki beberapa kekurangan diantaranya harga jual yang rendah, ikan cepat rusak dan membutuhkan penyimpanan dingin. Solusi yang ditawarkan adalah pembuatan kerupuk ikan dari hasil tangkapan nelayan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, praktek pembuatan kerupuk ikan, serta pendampingan usaha. Kegiatan ini dilakukan mulai bulan Mei sampai dengan Desember 2022 di, Desa Sumberwaru dengan melibatkan anggota PKK berjumlah 30 orang. Hasil produksi krupuk ikan laut yang dihasilkan menjadi salah satu produk pangan unggulan desa, sehingga mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Kegiatan berbasis pemberdayaan perempuan mengharapkan PKK berpartisipasi dalam pembangunan desa dan memenuhi kebutuhan ekonomi secara mandiri. 

Indah Juwairiyah; Suryaningsih, Suryaningsih; Teguh Setiandika Igiasi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mayoritas masyarakat suku laut adalah nelayan yang memiliki penghasilan tidak menetap. Oleh karena itu, perempuan suku laut di Kampung Panglong ikut berpartisipasi dalam perekonomian keluarga mereka. Salah satunya yaitu dengan produksi usaha industri rumah tangga berupa kerupuk ikan dan ikan asin. Dimana kegiatan ini dulunya hanya untuk dikonsumsi pribadi kini bertransformasi menjadi nilai jual. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan bagaimana transformasi produksi industri rumah tangga perempuan suku laut di Kampung Panglong, Desa Berakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan informan sebanyak 4 orang, serta menggunakan teknik dan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori perubahan sosial oleh Atkinson dan Brooten. Hasil penelitian ini bahwa perempuan suku laut di Kampung Panglong yang memiliki usaha produksi industri rumah tangga mengalami sebuah perubahan keadaan yang berbeda dari keadaan sebelumnya. Dimana kegiatan yang awalnya untuk konsumsi pribadi bertransformasi menjadi bentuk yang berbeda dari bentuk sebelumnya yang memiliki nilai jual yaitu usaha produksi industri rumah tangga. Perempuan suku laut di Kampung Panglong dalam proses pembuatan sudah menggunakan alat canggih yaitu blender dalam proses penghalusan ikan.

Fachrina Bella Syahputri; Sri Wahyuni; Suryaningsih, Suryaningsih

Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Orang suku laut merupakan komunitas adat terpencil yang hidupnya berpindah-pindah satu pulau kepulau lainnya. Orang suku laut Kampung Panglong di Desa Berakit telah beralih tempat tinggal ke daratan. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selain menjadi nelayan mereka juga mempunyai usaha untuk menambah ekonomi yaitu membuka Home Industry dengan mengolah hasil tangkapan lautnya menjadi makanan seperti kerupuk ikan, ikan asin dan isi kerang yang mempunyai nilai jual yang tinggi ke masyarakat umum, selanjutnya mereka menitipkan hasil olahan produknya ke warung masyarakat Desa Berakit bertujuan untuk memperluas serta memperkuat akses pasar dalam mengembangkan potensi pendapatan yang lebih besar. Ketika menitipkan hasil olahan produknya, mereka sendiri tidak mudah mendapatkan kepercayaan dari beberapa masyarakat Berakit yang memiliki warung untuk menitipkan hasil olahan produknya, dikarenakan faktor lingkungan yang kurang bersih. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan modal sosial para pelaku home industry orang suku laut Kampung Panglong Desa Berakit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan narasumber informan sebanyak 5 orang. Penelitian ini menggunakan teknik dan pengumpulan data dengan cara wawancara. Penelitian ini menggunakan teori modal sosial oleh Robert David Putnam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial berperan penting dalam kesuksesan pelaku home industry orang suku laut Kampung Panglong yang bekerjasama dengan masyarakat Berakit yang memiliki warung. Dimana ada faktor yang membuat modal sosial ini berhasil dalam sebuah kerjasama, yaitu faktornya berbentuk jaringan sosial, kepercayaan dan juga nilai norma, hal ini la yang membuat kerjasama pelaku home industry orang suku laut Kampung Panglong dengan masyarakat Berakit yang memiliki warung semakin berjalan lancar dan berdampak dengan ekonomi orang suku laut Kampung Panglong.

Robi Santoso; Beny Hartawan; Ridho Aritonang; Tri Endang Yulianti

Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Pujodadi Village, Trimurjo District, Central Lampung Regency, Lampung Province, what was carried out in this activity included preparation, training and implementation of product manufacturing. The results achieved in implementing the community service program were increasing public knowledge about the benefits of fish bone waste, increasing knowledge in making fish bone crackers and providing a new product, namely fish bone crackers. The training in making catfish bone crackers really helped the Pujodadi community, especially the women of Hamlet 2. In this extension, the women of Hamlet 2 were very enthusiastic about this training. This training is carried out so that waste that is usually thrown away can be used into useful products that are ready to be sold.

Erliyanti, Nove; Putra, Andre Yusuf Trisna

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Standard Sanitation Operating Procedures (SSOP) and the production process layout play an essential role in food production so that product quality complies with standards and food safety. The problem faced by the partner (UD Sumber Rejeki) is that there is no SSOP and a good production space layout. This community service (PkM) aims to assist partners in making SSOP and production space layouts so that the products produced comply with quality and food safety standards. The methods used are the active participation approach (partners play an active role during PkM), the activity orientation approach (assisting partners in making SSOP and production space layout), and the SSOP implementation approach and production space layout. The result of this PkM is the enthusiasm and activeness of partners during assistance in making SSOP and layout of production space. Another result is the availability of SSOP and the layout of the production room, which is placed in the production room.

Anisha Dian Iswahyuni

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The fish processing industry in Cilacap district is a business that is quite popular, because processed fish is a superior product in Cilacap district, one of which is mackerel fish crackers. This is influenced by the fact that the Cilacap district is a coastal area and is a place for tourist visits so that people's interest in various food flavors is quite high. Ergonomic analysis is needed to create safe, comfortable and healthy working conditions so that work activities can be effective which has an effect on increasing productivity. The method used in this research is descriptive experimental through observation and interview methods. Located in the Agung Rasa mackerel fish cracker home industry. The results of the research obtained an ergonomic analysis using an approach to 8 ergonomic aspects in the form of use of muscle power, work attitude, nutrition, work environment, work time, information systems, socio-cultural conditions and human-machine interaction which is known to still not show ergonomic working conditions. From the results of this analysis, recommendations can be made in the form of implementing short breaks or implementing exercise between work activities to avoid feelings of boredom, fatigue and musculoskeletal complaints, then improvements to work stations, regular working time arrangements and layout arrangements can be implemented to create ergonomic working conditions.

Faridah Nur Azizah; Maharani Ikaningtyas

Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This research discusses the development of sustainable business models for MSMEs, Shrimp Crackers & Payus Mak Sah in the digital era. Qualitative methods are used with in-depth interviews and content analysis. The findings show that digital marketing strategies through Instagram (IG) and product catalogs have a positive impact on the development of this MSME business. Internal factors, such as knowledge and skills in digital marketing, as well as environmental support, play an important role in the development of this business. In addition, this research reveals the positive social influence of developing this sustainable business model in increasing the income and welfare of business owners, as well as expanding public awareness of local products. This research provides valuable insights for similar MSMEs in developing sustainable business models in the digital era.)

Tubel Agusven; Risnawati Risnawati; Selvi Fauzar; Rapida Nuriana; Satriadi Satriadi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Each village has potential, both physical potentials such as climate, soil, water, geographical environment, human resources and others as well as non-physical potentials such as community culture. In Penaga Village, Teluk Bintan District, the majority of people's livelihoods as fishermen and marine catches are still not optimally utilized. Therefore, service activities to process fish into fish crackers to support the economy of the people of Penaga Village as one of the efforts to empower the community towards independence in entrepreneurship and optimize the utilization of potential. The service method is carried out with a training program where this program is one part of the community service program activities in the form of training on how to process fish crackers by utilizing marine catches into fish crackers so that they can have more selling value, business licensing and legality, and marketing through digital marketing. It is hoped that after attending this training, the community will be motivated to develop the potential in Penaga Village

Febrianika Ayu Kusumaningtyas; Rizkan Halalan Djafar

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat telah dilaksanakan di  Kelurahan Batukota, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, di mana masyarakat yang tinggal di daerah ini Sebagian besar bermata pencarian sebagai nelayan. Ikan merupakan hasil laut terbanyak yang diperoleh nelayan dan dijadikan komoditas jual beli, yang juga untuk dikonsumsi keluarga. Pengolahan daging ikan di daerah ini perlu diperbarui dengan melakukan pelatihan pengolahan daging ikan menjadi bakso dan nugget. Tulang ikan yang umumnya hanya menjadi limbah rumah tangga yang dibuang diolah menjadi kerupuk dengan kandungan utama kalsium dan fosfor yang sangat baik bagi tubuh. Metode yang diadopsi dalam kegiatan ini yakni direct learning dan simulasi yang langsung dipraktekkan oleh warga. Hasil akhir dari kegiatan pelatihan adalah terampil dan mampunya warga mengolah daging dan tulang ikan dengan lebih efisien dan optimal.  

Nurul Amalia Silviyanti S; Ani Listyana

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

SMPN 4 Panarukan Situbondo adalah salah satu sekolah menengah tingkat pertama yang berada dekat di pesisir Pantai Muara Kasih Desa Gelung. Mayoritas siswa yang bersekolah disini merupakan anak dari nelayan dan pengrajin rengginang kerupuk yang notabene kurang paham dengan perkembangan teknologi. Proses pengeringan dilakukan dengan dijemur langsung di bawah matahari. Tempat penjemuran di lahan tanah lapang atau dipinggir jalan raya, sehingga debu dan kotoran masuk ke makanan yang menyebabkan olahan ikan tersebut menjadi kurang higienis. Untuk mengatasi masalah ini, kami melakukan pelatihan di sekolah bagaimana cara membuat kompor surya sederhana sebagai alat pengeringan olahan ikan. Selain lebih higienis alat ini tidak membutuhkan bahan bakar tambahan dan dapat digunakan saat cuaca hujan. Pengabdian ini menggunakan metode pelatihan langsung dengan target siswa siswi SMPN 4 Panarukan Situbondo. Dengan melatih siswa siswi ini diharapkan dapat melanjutkan pengetahuan yang mereka dapatkan dan mengaplikasikannya di rumah masing-masing yang notabene sebagai industri rumahan pengolahan ikan. Kegiatan pelatihan pembuatan kompor surya berjalan dengan lancar.  Para siswa antusias mengikuti pelatihan hingga mampu membuat sendiri kompor surya dan diuji langsung kinerjanya. Harapan kami, para siswa dapat mengaplikasikan penggunaan alat ini hingga dapat meningkatkan kualitas hasil olahan ikan di indutri rumahan sekitar SMPN 4 Panarukan Situbondo.  

Fauzi, Danar Agi; Karyantina, Merkuria; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kerupuk ikan adalah produk makanan kering yang terbuat dari tepung dengan menambahkan daging ikan, bumbu, dan pengembang. Kerupuk ikan dalam penelitian ini menggunakan daging ikan gabus dan tepung mocaf untuk disubstitusikan dengan ikan tenggiri dan tepung tapioka. Ikan gabus mengandung protein khususnya albumin yang lebih tinggi dibandingkan ikan tenggiri serta kandungan gizi keseluruhan mocaf yang lebih baik dari tapioka. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi serta karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik kerupuk ikan sehingga diperoleh kerupuk ikan dengan kadar protein paling tinggi dan disukai konsumen berdasarkan kesukaan keseluruhan. Penelitian ini menggunakan RAL dua faktor formulasi daging ikan dan tepung. Faktor 1 adalah formulasi daging ikan yaitu 400g gabus + 100g tenggiri, 300g gabus + 200g tenggiri, 200g gabus + 300 tenggiri. Faktor 2 adalah formulasi tepung yaitu 40% tapioka + 60% mocaf, 60% tapioka + 40% mocaf, 80% tapioka + 20% mocaf. Pengujian kerupuk ikan gabus - tenggiri substitusi mocaf meliputi uji kimia (kadar air, protein, abu, lemak, dan gula total), uji fisik (volume pengembangan), dan uji organoleptik (warna, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan). Hasil terbaik yang memiliki kadar protein paling tinggi berdasarkan nilai kesukaan keseluruhan oleh panelis sebesar 4,23 (disukai) terdapat pada perlakuan formulasi daging ikan (300g ikan gabus + 200g ikan tenggiri) dan formulasi tepung 40% tapioka + 60% mocaf dengan kandungan kadar air 5,08%, protein 8,68%, abu 0,980%, lemak 0,27%, gula total 3,54%, volume pengembangan 176,55% memiliki warna krem kecoklatan, rasa ikan yang gurih, berbentuk utuh, rapi, serta ketebalan rata.

MUHAMMAD AL QOMAR

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut:1) Bagaimana kehidupan sosial ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak? 2) Bagaimana Strategi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi? 3) Bagaimana faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak dalam menjalankan Strateginya? Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka 1). Kehidupan sosial ekonomi merupakan dua hal yang berbeda. Kehidupan sosial pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendidikan pedagang kerupuk kulit ikan, dimana pendidikan tertinggi pedagang kerupuk kulit ikan hanya sampai pada jenjang Sekolah Dasar (SD) saja. Kerjasama dalam berdagang kerupuk kulit ikan. Kegiatan rutin seperti pengajian dan arisan. Sedangkan kehidupan ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendapatan sehari-hari pedagang kerupuk kulit ikan berbeda-beda, tergantung dengan kisaran jumlah dagangannya. Kepemilikan harta benda pedagang kerupuk kulit ikan masih dibantu oleh anak-anaknya yang sudah bekerja, karena hasil pendapatan dari berdagang kerupuk kulit ikan hanya mencukupi untuk makan saja. 2) Strategi pedagang kerupuk kulit ikan dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi adalah dengan peningkatanpendidikan bagi anak, bergantian berjualan dalam satu los, memberikan harga khusus kepada pelanggan, memberikan hadiah atau bonus kepada pelanggan, modal dari tabungan sendiri, menabungkan hasil pendapatannya, dan sistem penetapan harga. Ternyata antara pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki tingkat ekonomi paling tinggi, pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki masa kerja paling lama, dan pedagang kerupuk kulit ikan yang paling muda memiliki Strategi yang berbeda dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi. Peran ketua pengelola Pedagang kecil tidak mempengaruhi pada Strategi para pedagang kerupuk kulit ikan, karena para pedagang kerupuk kulit ikan memiliki Strategi dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi secara individual. 3) Faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan dalam menjalankan Strateginya yaitu dari faktor pendorong meliputi: bantuan dari pemerintah yang berupa peralatan berdagang untuk kelangsungan usaha, membuka mata pencaharian bagi masyarakat, serta adanya faktor turun-temurun yang mempermudah berdagang kerupuk kulit ikan. Sedangkan dari faktor penghambat meliputi: ketergantungan terhadap cuaca yang menimbulkan omzet atau pendapatan menurun karena berkurangnya jumlah pengunjung dan berkurangnya frekuensi konsumen di Pasar, serta sistem pembayaran yang lambat yang dilakukan oleh konsumen akan menimbulkan berkurangnya pendapatan pedagang.

Mukorobin Mukorobin

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Profil Budaya Organisasi Indomart Genuk Demak saat ini (current) dan yang diharapkan (preferred) masih didominasi oleh tipe budaya hierarchy dan market dengan gap sebesar 3%, maka tidak dibutuhkan perubahan budaya organisasi yang signifikan. Namun jika dilihat lebih detail terhadap keenam dimensi, ada lima dimensi yang menunjukan gap lebih dari 5% sehingga memerlukan perubahan budaya organisasi sebagai strategi peningkatan SDM pada perusahaan tersebut. Kelima dimensi tersebut adalah Kepemimpinan Organisasi, Pengelolaan Karyawan, Perekat Organisasi, Penekanan Strategis dan Kriteria Sukses.Strategi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pada Indomart Genuk Demak berdasarkan pada enam dimensi utama, yaitu : a). Kepemimpinan Organisasi : Menerapkan kepemimpinan organisasi yang lebih fleksible namun tidak juga melanggar aturan b). Pengelolaan Karyawan : melakukan pengelolaan karyawan yang lebih mengutamakan kerja sama tim, kesepakatan, partisipasi semua karyawan, lebih fokus pada pengelolaan intern perusahaan. c). Perekat Organisasi : mengurangi formalitas aturan aturan yang mendasari perekat organisasi. d. Penekanan Strategis : fokus pada internal perusahaan dan mengurangi fokus pada persaingan pasar e). Kriteria Sukses : menekankan kriteria sukses pada pengembangan SDM, kondisi internal perusahaan, kerja tim dan komitmen serta kepedulian akan sesama karyawan.Kata kunci: dampak, ritel modern, Indomart.

Taufik Hidayat, Nia Ariani Putri, Zulfatun Najah, Zulmaneri &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Dalam rangka menggerakkan roda perekonomian nasional, pemberdayaan Industri Kecil Menengah(IKM) dinilai menjadi salah satu solusi yang tepat. Dengan adanya IKM mengakibatkan terjadinyapeningkatan penyerapan tenaga kerja sehingga mampu menekan angka pengangguran. Pendekatankelompok juga dinilai sebagai salah satu pilihan yang lebih baik dalam pengembangan IKM yaitu dalambentuk sentra IKM. Sentra Industri Kecil Hasil Pertanian Dan Kelautan (SIKHPK) Teritip merupakansalah satu sentra IKM yang terletak di Kalimantan, tepatnya di Kota Balikpapan yang memanfaatkan hasilpertanian dan hasil perikanan khususnya untuk diolah menjadi suatu produk, salah satu contohnya yaituamplang. Amplang merupakan makanan menyerupai kerupuk yang terbuat dari ikan. Proses produksiamplang meliputi proses persiapan bahan baku, pencampuran bahan, pencetakan, penggorengan, penirisan,dan pengemasan. Untuk menghasilkan produk amplang yang seragam dan dapat bersaing dengan produksejenis di pasar, maka dibutuhkan SOP proses prduksi amplang untuk menjamin mutu produk amplang yangdihasilkan. SOP dirancang menggunakan swimlane flowchart. Dalam proses produksinya, dibagi menjadibeberapa bagian yaitu bagian penerimaan bahan, produksi, pengemasan dan pemasaran yang masing-masingbagian mempunyai tugas masing-masing.Kata kunci: Sentra IKM, hasil perikanan, amplang, SOP.