Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 162

Analytics

Krismiyarsi; Hadi Karyono; Kunarto; Mahmuda Pancawisma Febriharini

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin kompleks dan menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan panti sosial pelayanan anak. Berbagai bentuk kenakalan remaja seperti pelanggaran tata tertib, pergaulan bebas, penyalahgunaan media digital, hingga tindakan yang berpotensi melanggar hukum menunjukkan pentingnya pembinaan karakter dan kesadaran hukum sejak dini. Kurangnya pemahaman tentang norma hukum, lemahnya kontrol diri, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor yang mendorong terjadinya perilaku menyimpang pada remaja. Kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu, Karanganyar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta memberikan pemahaman kepada remaja mengenai konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman remaja terhadap norma hukum dan sosial, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perilaku disiplin dan tanggung jawab, serta mendorong terbentuknya sikap preventif terhadap tindakan kenakalan. Dengan demikian, penyuluhan hukum menjadi salah satu strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja melalui pembinaan kesadaran hukum dan penguatan karakter sejak usia dini.

Azizah Azizah; Syamzaimar Syamzaimar

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to analyze the use of digital learning media in improving learning outcomes and to examine the impact of social media on adolescents’ behavior in daily life in the digital era. The method used is a qualitative approach with a literature study (library research) design, conducted through the collection, review, and analysis of various relevant scholarly sources. The findings indicate that digital learning media play an important role in enhancing students’ motivation, engagement, and learning outcomes, as they are able to present material in an interactive, engaging, and easily understandable manner. On the other hand, social media has a dual impact on adolescents’ behavior. Its positive effects include ease of communication, access to information, and the development of creativity, while its negative effects include addiction, decreased learning focus, social comparison that lowers self-esteem, exposure to negative content, and the emergence of the Fear of Missing Out (FOMO) phenomenon, which can affect mental health.  Therefore, the wise use of digital media and proper supervision are necessary to support the improvement of educational quality while also fostering positive character development in adolescents.

Lumbantobing, Minar Trisnawati; Barus, Maria; Marasi Siagian, Yosua; Lamriana Hutagalung, Salome

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan suatu program pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan prinsip-prinsip pragmatis dan prosedural yang berusaha untuk mengembangkan sifat kemanusiaan, budaya, serta memberikan kekuatan kepada individu, hususnya siswa, agar mereka dapat menjadi warga negara yang baik sesuai dengan tuntutan yang diakui secara moral dan konstitusional oleh  negara. Pada pembelajaran kewarganegaraan ada tiga yang menjadi dasar dalam pembelajaran yang salah satunya adalah mengembangkan kecerdasan warga negara, membina tanggung jawab warga negara, serta mendorong partisipasi warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan Prioritas yang dihadapi adalah di SD Negeri 095207 Sorba Tonduhan, yaitu keterbatasan pembelajaran berbasisi proyek, tidak tersedianya fasilitas pendukung seperti computer yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran kurang Kreatif: Kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran yang interaktif dan berbasis konteks lokal masih terbatas. Penggunaan metode pembelajaran tradisional cenderung mendominasi, sehingga kurang menarik bagi siswa. Solusi yang diberikan adalah berupa pembelajaran proyek penerapan model pembelajaran berbasis proyek, Dimana pembelajaran berbasis proyek melibatkan antara guru dengan siswa. Guru berperan aktif dalam memotivasi siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru mempunyai masukan dan kreativitas yang besar serta dapat meningkatkan motivasi belajar untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang baik, (Magdalena et al., 2024). Menurut (Norhikmah et al., 2022), Model pembelajaran berbasis proyek menuntut siswa untuk membuat proyek yang berkaitan dengan mata pelajaran terkait. Proyek pada pembelajaran ini dibangun berdasar ide-ide para siswa yang berasal dari keresahan permasalahan riil, sehingga peserta didik terjun secara langsung dalam memecahkan masalah.

Sihombing, Lisbet N.; Thesalonika, Emelda

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini masih didominasi metode konvensional berpusat pada guru yang kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kreatif siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Selain itu, mitra guru menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap konsep Contextual Teaching and Learning (CTL), kurangnya variasi strategi, serta ketiadaan perangkat pembelajaran sistematis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mensosialisasikan model CTL guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep, pendampingan penyusunan Modul Ajar, praktik simulasi kelas, serta evaluasi bersama pihak sekolah. Target luaran meliputi peningkatan pemahaman guru, tersedianya Modul Ajar berbasis CTL yang aplikatif, dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat. Sosialisasi model CTL menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas profesional guru untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna. Implementasi CTL diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menstimulasi potensi berpikir kreatif siswa secara optimal guna menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan kompetensi pendidik dan peserta didik di sekolah dasar mitra secara luas serta berkelanjutan melalui integrasi kolaborasi akademik yang kuat.

Raffa Shalsabila; Evy Nurmiati

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

The dominance of digital technology in contemporary society has led to a shift in human values. Technology no longer serves merely as a tool but has evolved into a crucial system shaping interaction, communication, and behavior. This study uses qualitative methods to examine how digital technology influences human values in modern society. For this purpose, a literature review was carried out, incorporating thematic analysis of relevant sources. According to this study, the prevalence of digital technology has significantly transformed many aspects of social life. This includes the transition from a user-centered paradigm to a more automated system-centered paradigm; the conversion of human identity into data representation in digital systems; as well as the move from in-person to online communication within social exchanges. These effects undermine the quality of social relationships, reduce empathy and interpersonal interaction, increase dependence on technology, and lead to dehumanization. Furthermore, changes in information perception have the potential to improve digital literacy but simultaneously reduce the quality of critical public reflection. Nevertheless, digital technology continues to offer advantages such as easier access to information and productivity gains. Therefore, strategic efforts are needed to improve user-centered technology, digital skills, and adaptable regulations.

Indri Basiru; Rambu Ina yowa; Gloria Maria Tilman De Araujo; Andiani Herlina Novianti; Tan Evan Tandiyono

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Instagram terhadap perilaku, identitas sosial, dan gaya hidup Generasi Z. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan Generasi Z yang aktif menggunakan Instagram, yakni Jay, Kalista, Manda, dan Maria. Selaras dengan empat rumusan masalah yang diajukan—mengenai pola penggunaan, pembentukan identitas, pengaruh terhadap gaya hidup, serta strategi pengelolaan—hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memberikan pengaruh yang beragam: sebagai sumber informasi dan hiburan utama, sebagai platform pembentukan identitas dan personal branding, serta sebagai media yang memengaruhi gaya hidup meliputi fashion, pilihan makanan, dan destinasi wisata. Temuan juga mengungkapkan bahwa sebagian besar informan mampu mengontrol penggunaan Instagram secara mandiri melalui strategi seperti menonaktifkan akun, menghapus aplikasi sementara, dan memilah konten. Meskipun Instagram memberikan dampak positif seperti perluasan jaringan sosial dan akses informasi, terdapat potensi dampak negatif berupa gangguan aktivitas belajar dan tekanan sosial akibat standar kehidupan yang ditampilkan di platform tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan kemampuan manajemen diri dalam penggunaan media sosial, khususnya bagi Generasi Z yang tumbuh bersama teknologi digital.

Shelahiya Nadhira; Laura Putrie Alika; Sri Mulyeni

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to analyze the dynamics of academic and social life of students at Universitas Nasional PASIM and identify the factors affecting the balance between these two aspects. Using a qualitative method with interviews as the data collection technique, this study reveals the role of the social environment, particularly peer interactions, in supporting motivation, academic achievement, and student well-being. The findings show that a conducive campus social environment, through interaction with peers, serves as a source of emotional support and information that can enhance motivation and academic performance. Conversely, a less supportive social environment can hinder focus and decrease students' enthusiasm for learning. Students also face challenges in balancing academic demands and social life due to the heavy schedule of classes, academic tasks, organizational activities, and social engagements. The research findings indicate that time management skills and prioritization are key factors in maintaining the balance between academics and social life. The inability to manage time effectively may lead to stress and academic burnout. Overall, the study emphasizes the importance of a supportive social environment and good self-management skills in fostering academic success and student well-being.

Hadi Karyono; Krismiyarsi; Mahmuda Pancawisma Febriharini; Kunarto

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penyuluhan hukum ini bertujuan membangun kesadaran hukum melalui penguatan “konstitusi batin”, yaitu kesadaran nilai moral, etika, dan tanggung jawab dalam diri individu sebagai dasar berperilaku dalam kehidupan pribadi dan sosial. Bagi anak-anak dan remaja di panti sosial, kesadaran hukum tidak cukup hanya melalui pemahaman aturan, tetapi perlu ditumbuhkan melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penghargaan terhadap nilai-nilai Pancasila dan norma kehidupan bersama. Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, kegiatan penyuluhan hukum oleh Fakultas Hukum UNTAG Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu Karanganyar ini diharapkan mampu menanamkan pemahaman bahwa hukum hadir untuk melindungi, membimbing, dan menciptakan ketertiban serta keadilan. Dengan terbentuknya konstitusi batin yang kuat, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi berintegritas, sadar hukum, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Renata Dian Firmadani

Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. 2026 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

This study aims to determine the relationship between low self-acceptance and the level of self-efficacy in prisoners, as well as its implications on social life after prisoners are released from punishment. The systematic review method  is used with the SPIDER approach to formulate research questions and select relevant articles. The search was conducted through the Publish or Perish, Google Scholar, and Scopus databases with keywords related to self-acceptance, self-efficacy, and inmates. Of the 100 articles identified, 13 studies met the inclusion criteria. The results of the review showed that low self-acceptance was consistently negatively associated with self-efficacy in prisoners, which had an impact on low self-confidence to face social challenges, reintegration, and overcome societal stigma. Psychological factors such as guilt, anxiety, depression, and insecurity can exacerbate low self-acceptance, especially in female inmates. In addition, social support from family, the environment, and psychological interventions have been shown to play an important role in improving self-acceptance and self-efficacy. Interventions such as expressive art therapy, psychoeducation, counseling, skills training, and religious activities have shown effectiveness in improving psychological well-being. These findings underscore the importance of systematic efforts to improve self-acceptance and self-efficacy to support the successful social reintegration of prisoners.

Kuni Kyla Afifah; Khaila Dila Salwa; Daffa Al Dzaki; Andryani Andryani; Ayunda Larasati Sekarputri

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

In the contemporary era,many people have yet to fully comprehend or internalize the spiritual and social dimensions of prayer (shalat). As a result, shalat is often carried out merely as a routine obligation without deep reflection on its true purpose. In fact, shalat plays a significant role in shaping personal character and social behavior. This study employs a literature review approach by examining various sources, including books, academic journals, and educational articles that discuss the concept and significance of shalat as an act of worship. The findings indicate that a profound understanding of the inner meanings of shalat can foster self-awareness, self-control, and discipline. These values strongly contribute to the development of moral and ethical character. Furthermore, shalat reflects collective religiosity through its practices and procedures, symbolizing spiritual purification, reverence for God, and awareness of human limitations. Congregational prayer further emphasizes principles of unity, brotherhood, and equality, regardless of social status or background. In addition, shalat functions as a moral safeguard that prevents individuals from engaging in immoral and harmful actions. Therefore, shalat plays a crucial role not only in strengthening spiritual devotion but also in maintaining personal integrity and social harmony.

Rahma Dinda; Rahmatul Riza; Ridwal Trisoni; Muhamad Yahya

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This article discusses the concept of fitnah in Islam, focusing on its definition, forms, risks, and social impacts. Fitnah, referring to false accusations, deceit, and the spreading of misleading information, can pose a serious threat to individual integrity and social balance. The study employs a qualitative descriptive approach with a literature review from classical Islamic texts, Quranic verses, the teachings of the Prophet, and the latest scholarly articles from trusted sources. The findings indicate that fitnah is a significant moral and social violation that can lead to various issues, such as conflicts, defamation, social division, and the loss of trust within society. The study also emphasizes the importance of Islamic ethical principles in preventing and addressing fitnah, especially in the digital age, where information can spread rapidly and widely. The study concludes that preventing fitnah requires an increase in public literacy, more ethical communication, and adherence to Islamic values that emphasize honesty and caution in disseminating information. These efforts are expected to reduce the negative impact of fitnah in social life and foster a more harmonious society.

Hasanah, Yulia Rachmawati; Widhiyanto, Alwin

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa menuju dewasa dan selama perubahan tersebut akan ada terjadi perubahan baik secara hormonal, fisik, perilaku serta hubungan sosial. Kekerasan verbal dapat terjadi dimana saja, baik di lingkungan kerja, lingkungan rumah, sesama teman, maupun kedua orangtua terhadap anaknya. Kekerasan verbal tentu bukanlah hal yang dapat dinormalisasi dalam kehidupan. Kekerasan verbal merupakan kekerasan yang dilakukan dengan kata-kata kasar, hinaan, umpatan, olok kan, dan perkataan lain yang membuat lawan bicara marah, tersinggung, atau emosi. Studi pendahuluan pada remaja usia 12-15 tahun dari 5 anak (100%) tersebut semuanya sering menggunakan kata tidak baik, seperti anjay, resek, brengsek, kimey. Tujuan: peningkatan pengetahuan dan penerapan komunikasi verbal dan non verbal yang digunakan kelompok remaja usia 12-15 tahun Metode: Pengabdian masayarakt ini menggunakan motode ceramah dengan bentuk penyuluhan kesehatan Hasil: Penyuluhan yang dilakukan pada remaja yang awalnya sekitar 87% mereka kurang faham jenis komunikasi verbal dan non verbal yang baik dan benar untuk komunikasi sehari-hari, selama ini komunikasi yang digunakan dengan teman merupakan kata-kata umum dikalangan remaja sehingga menganggap kata-kata tersebut hal biasa menjadi 95% mengerti, bisa menerapkan komunikasi verbal dan non verbal yang baik, remaja mengerti bahwa kata-kata selama ini yang mereka ucapkan termasuk tindakan bullying. Kesimpulan: Komunikasi merupakan hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak remaja dalam menjalani kehidupan menuju dewasa nanti. Komunikasi yang baik akan memberikan dampak yang baik pula demikian sebaliknya jika komunikasi tidak baik maka akan terbawa hingga dewasa

Nikmatul Khoiriyah; Muhammad Sholih Hafidhuddin; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keseimbangan antara akal dan hati yang mencakup aspek emosional dan spiritual dalam Pendidikan nislam pada siswa MBS Jatinom Klaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung terhadap kehidupan siswa di asrama, masjid, dan sekolah. Subjek penelitian terdiri dari sekitar -+ 200 siswa yang setara jenjang SMP dan SMA. Hasil penelitian menunjukan semangat dan fokus belajar siswa cenderung mengalami naik turun. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi emosi, metode pembelajaran guru, dan interaksi sosial antar siswa. Kegiatan spiritual seperti sholat jama’ah, dzikir, halaqoh Qur’an, dan ta’lim berperan dalam pembentukan ketenangan batin dan membantu menstabilkan emosi siswa, sehingga akan berdampak positif terhadap sikap dan konsentrasi belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan islam yang ideal perlu mengintegrasikan antara akal, emosi, dan spiritual secara seimbang untuk membentuk siswa yang cerdas, berakhlak dan memiliki kesadaran diri yang baik

Fadilla Anggraini Botutihe; Nurlia Djafar; Mimy Astuti Pulukadang; Rahmawati Ohi; Riana Diah Sitharesmi

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study was motivated by the existence of Longgo Mayuru Dance as a traditional art form of Gorontalo that still maintains its socio-cultural functions and relatively authentic movement structure amid cultural dynamics. This dance not only serves as an aesthetic expression but also as a cultural text that represents the history, customary system, and social identity of the Molingkapoto community. The purpose of this study is to analyse the movement structure of the Longgo Mayuru dance in relation to the historical context and social life of the Molingkapoto community. The study uses a qualitative approach with a descriptive-interpretative design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with dance performers and traditional leaders, as well as visual and written documentation. Data analysis was carried out by describing the dance movement structure at the level of motifs, phrases, and movement sentences, then interpreted through structural and sociocultural approaches. The results of the study show that the Longgo Mayuru Dance has its roots in traditional martial arts, which underwent historical transformation into a symbolic escort dance. It has a sacred socio-customary function and is composed of a systematic and symbolically meaningful movement structure. The implications of this research emphasise the importance of preserving the Longgo Mayuru dance, not only in terms of its movements, but also in terms of the socio-cultural context and historical values that underpin it as part of the cultural heritage of the Molingkapoto community.

Tasya; Aina Maulidia; Ali Iskandar Zulkarnain; Saudah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter merupakan pondasi utama dalam membentuk kepribadian anak sejak usia dini. Masa kanak-kanak adalah periode krusial dalam pengembangan moral, sosial, dan emosional, sehingga peran orang tua dan guru menjadi sangat penting dalam proses ini. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dan guru dalam pendidikan karakter anak usia dini serta mengkaji pentingnya kolaborasi antara kedua pihak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa orang tua sebagai pendidik pertama memberikan pengaruh melalui keteladanan, komunikasi, dan pola asuh yang positif. Sementara itu, guru memiliki peran strategis dalam merancang pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter dan membangun budaya sekolah yang mendukung. Kolaborasi erat antara orang tua dan guru menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter anak, memungkinkan penerapan nilai-nilai moral secara konsisten di lingkungan rumah dan sekolah. Diharapkan, melalui sinergi yang baik, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter mulia dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

JAMRONI; Khotimah, Anis; dian, Pramukti

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Latar belakang : Di seluruh dunia, kemajuan teknologi digital telah mengubah perilaku, gaya hidup, dan cara orang bersosialisasi satu sama lain, terutama melalui penggunaan internet dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kehidupan remaja. Remaja adalah usia transisi dari anak- anak ke dewasa, berkisar antara 10 dan 20 tahun. Pada masa transisi ini, orang biasanya mengalami kegelisahan, konflik dengan orang tua, keinginan untuk mencoba hal baru, dan fantasi tentang masa depan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan melalui penyuluhan bertema menjaga kesehatan mental di era digital yang diikuti oleh 52 siswa-siswi SMK Muhammadiyah 1 Patuk Gunungkidul Yogyakarta. Dalam penyuluhan ini diberikan paparan tentang pengaruh media sosial dan teknologi digital terhadap kesehatan mental khususnya para remaja adalah sangat beragam, dilanjutkan dengan upaya pencegahan dan dukungan kesehatan mental online, kontrol diri, peranan orang terdekat, masyarakat dan pemerintah. Kegiatan penyuluhan ini diikuti peserta dengan antusias, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi antara peserta dengan nara sumber selama kegiatan berlangsung. Pemaparan materi disampaikan secara interaktif dengan pemutaran video, permainan, diskusi dan berbagi tentang isu- isu terkini seputar masalah remaja yang sedang hangat diberitakan di media sosial. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk penyuluhan. Tujuan: agar siswa siswi dapat menjaga kesehatan mentalnya di era digital ini yang dampaknya ada yang positif juga dampak negatif. Sasaran: Siswa-siswi Kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Patuk Gunungkidul,  Yogyakarta. Hasil: Pada Siswa-siswi kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Patuk Gunungkidul, Yogyakarta menunjukkan pengetahuan yang meningkat setelah dilakukan penyuluhan tentang Edukasi Menjaga Kesehatan

Rora Rizky Wandini; Teguh Perdana; Amri Yahya; Eliza Mahzura Nasution; Nurazizah Harahap

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Strengthening religious moderation is a strategic effort to build a harmonious social life, especially in Berastagi, which is characterized by cultural, religious, and ethnic diversity. Through the Community Service Program (KKN) of UINSU students in 2025, various programs were designed to encourage community participation while raising collective awareness of the importance of religious moderation values. The main programs include a dish soap-making workshop as an economic empowerment initiative, an anti-bullying campaign to instill tolerance, an education awareness campaign to build a quality generation, the creation of educational boards on waste management to preserve the environment, and the “Sapa Desa” (Semangat Aksi Peduli Desa) movement to strengthen social relations. In addition, supplementary programs such as KKN Cerdas, RUMTAr, Gen Q, Spada, along with student involvement in the fruit and flower festival, selling local products, supporting farmers, and fundraising for the Independence Day celebration, further reinforced collaborative roles with the community. These activities are expected to create synergy between students and the people of Berastagi in fostering inclusive attitudes, mutual cooperation, and environmental care, making religious moderation not only a concept but also a real practice in social life.

Andika Prihantara; Yudha Eka Ardiansyah; Habibah Habibah; Siska Febrina Rahmawati; Dewi Fitri Septiani +1 more

Jurnal Kemitraan Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study examines the social, economic, and tourism impacts on the lives of the community in Penglipuran Tourism Village. The research highlights that the growth of tourism significantly increases local income by approximately 150–300%, fosters the creation of new business opportunities, and contributes to the preservation of Balinese culture and traditions. Tourism development not only strengthens the village’s cultural identity but also enhances social cohesion through community-based tourism initiatives. In addition, the adoption of digital technologies, such as cashless payment systems and electronic ticketing, has improved transaction efficiency, transparency, and market expansion, while also providing better services for visitors. Despite these benefits, several challenges have emerged, including growing environmental pressures, waste management issues, and the potential widening of economic inequality between residents directly involved in tourism and those who are not. These challenges indicate that tourism development can also create socio-economic gaps and place strains on the village’s natural resources if not managed carefully. Therefore, sustainable tourism management becomes crucial in balancing cultural preservation, economic equity, and environmental protection. This study suggests that policies integrating community participation, equitable economic distribution, and environmental sustainability are essential to ensure long-term positive impacts. Ultimately, Penglipuran Tourism Village can serve as a model for sustainable rural tourism development in Indonesia and beyond.

Rahmad Al Mutaqqim; Yasrul Sami

Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual 2025 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Wayang kulit is a traditional art form that embodies moral, social, and spiritual values, while representing human life. In today’s social context, marked by challenges such as power manipulation, economic inequality, and the decline of moral values, wayang kulit remains relevant as a medium of reflection and social critique. This artistic creation applies Bandem’s consortium art method with five stages: preparation, elaboration, synthesis, concept realization, and completion. Through contemporary painting, wayang kulit characters are reinterpreted in expressive and symbolic visual styles. The artwork serves not only as an artistic expression but also as a cultural preservation effort that bridges traditional values with contemporary realities. It is expected that this work will strengthen cultural awareness, function as a medium of social critique, and open broader opportunities for artistic exploration

Saadah, Anis Fathu; Lulu Ratika Yuniar; Zahra Jelita; Adita Widara Putra

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur intrinsik naskah drama “Kecoa Tengah Malam” karya Bode Riswandi dengan menggunakan pendekatan strukturalisme. Pendekatan strukturalisme merupakan teori yang memfokuskan karya sastra sebagai sebuah struktur yang utuh berdasarkan unsur intrinsik yang terdapat dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan teknik analisis teks terhadap unsur intrinsik seperti tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Hasil analisis cerpen ini mengangkat tema pengkhianatan dalam rumah tangga serta kehancuran harga diri seorang suami yang lumpuh, dikemas melalui simbolisme satire dan sindiran tajam terhadap norma sosial. Alur yang digunakan adalah alur maju (linier). Tokoh-tokohnya, yaitu Dr. Marus, Cicilia, Kristian, dan Atun, memiliki karakter yang memperkuat konflik moral dan emosional. Latar tempat utama berpusat pada sebuah rumah mewah milik Dr. Marus. Latar waktu berlangsung antara malam hingga pagi, mempertegas intensitas perubahan psikologis tokoh-tokohnya, sementara latar suasana ditampilkan dalam nuansa ketegangan dan ketidaknyamanan. Gaya bahasa bersifat simbolik dan tragis, memperdalam pesan yang disampaikan. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga. Amanat dalam naskah ini menekankan pentingnya menjaga moralitas, kesetiaan, dan empati dalam kehidupan pernikahan.