Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 307

Analytics

Dian Rimayanti; Prisca Trifena Puspita; Sinta Tri Hapsari; Felisya Natalia Purwanto; Tries Ellia Sandari

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kecurangan (fraud) di sektor perbankan daerah merupakan ancaman serius yang dapat merugikan keuangan negara dan menurunkan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kasus korupsi pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) menggunakan pendekatan Fraud Triangle Theory yang mencakup tiga elemen utama: tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, didukung oleh studi literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kasus Bank BJB mencerminkan interaksi ketiga elemen Fraud Triangle secara simultan. Tekanan bersumber dari kebutuhan dana non-budgeter yang besar dalam pengelolaan anggaran promosi senilai Rp409 miliar. Kesempatan muncul akibat lemahnya sistem pengendalian internal, tidak adanya verifikasi dokumen yang memadai, serta penyimpangan dalam proses pengadaan. Rasionalisasi terbentuk melalui persepsi pelaku bahwa praktik tersebut merupakan hal yang lazim dalam lingkungan birokrasi dan korporasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemahaman teoritis dan praktis terkait pencegahan fraud di lembaga keuangan daerah Indonesia, khususnya melalui penguatan tata kelola perusahaan dan sistem pengawasan internal.

Muhammad Nurahmad; Nurasia Natsir

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

This study examines the phenomena of code-switching and code-mixing in the digital interactions of Indonesian Generation Z on Instagram. Using a sociolinguistic approach with virtual ethnography, data were collected from 1,200 posts and comments published between January and June 2024, complemented by in-depth interviews to explore the factors influencing language choice. The findings reveal that code-switching occurred in 68.4% of the data, with intrasentential switching as the dominant pattern (47.3%), followed by intersentential switching (38.6%) and external switching (14.1%), indicating Generation Z’s high multilingual competence. Code-mixing appeared in 82.1% of the data, primarily through the insertion of English vocabulary into Indonesian (63.2%), followed by regional languages such as Javanese, Sundanese, and Betawi (27.1%), particularly in nostalgic, culinary, and emotionally expressive content. The main factors influencing these practices include social identity, community affiliation, communicative efficiency, emotional expression, and audience context. The study concludes that code-switching and code-mixing function as deliberate communicative strategies that reflect Generation Z’s hybrid identity in digital spaces, offering important implications for digital sociolinguistics, language education, language policy, and digital content development.

Riska Aulia; Caesya Nur Amarha; Syifa Aurelia

Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Human rights are fundamental rights inherent to every individual from birth and are guaranteed under statutory laws and regulations. These rights are universal in nature, inherent to every person, and must be respected, protected, and fulfilled by the state as well as all elements of society. However, in practice, various conditions continue to trigger human rights violations committed by both individuals and state officials. This phenomenon indicates that the protection of human rights still faces numerous challenges in its implementation. This study aims to examine the relationship between law enforcement officers and civilians, determine the extent to which the actions of law enforcement officers can be categorized as human rights violations, and analyze the mechanisms of oversight and accountability in handling cases of human rights violations. This study employed a qualitative approach using a case study method to obtain an in-depth understanding of the phenomenon under investigation. The data were analyzed descriptively to illustrate the relationship between law enforcement officers and civilians within the context of human rights protection. The findings reveal that power asymmetry is one of the main factors contributing to the abuse of authority by law enforcement officers. This condition subsequently increases the potential for human rights violations and underscores the importance of effective oversight and accountability in ensuring that law enforcement officers perform their duties and exercise their authority in accordance with applicable legal provisions.

Eliyunus Gulo; Esra Siahaan; Dian Lumbantobing; Josep Harianja; Josua Simatupang +1 more

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This study aims to overhaul the conventional understanding of tourism through a missiological lens, by positioning social interactions at the Parbubu Tarutung Soda Water Tourism Object as the locus of Missio Dei (God's Mission) manifestation. Amidst the tendency of modern humans to be trapped in egocentrism, alienation, and minimal openness due to secular routines, God is present with a mission to transform human relations. Using a qualitative descriptive-theological method, this study analyzes three axes of social interaction (inter-tourists, tourists-managers, and tourists-local communities). The results of field research indicate that although the pattern of interaction between visitors is still minimalist and egocentric-group due to a purely physical recreation orientation, there is a strong spiritual modality in the service aspect (hospitality) of the managers that reflects the restoration of the image of God (Imago Dei). The absence of social conflict and the presence of sincere hospitality are identified not merely as business strategies, but as real implications of the work of the Holy Spirit who precedes the church (prevenient grace) in destroying human egoism. This study concludes that tourism can be an eschatological means by which social interactions are transformed into encounters that bring about God's Shalom, meaning that tourism can be a way to bring about God's peace through authentic encounters between tourists, rather than simply ordinary tourist transactions. The author recommends the reconstruction of public spaces in this destination as inclusive communal spaces that facilitate reconciliation and social transformation.

Simanjuntak, Ayub; Kurniawan, Martha Mulyani

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam lingkungan pendidikan multikultural di SDS Unity Primary School. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kompleksitas keberagaman di lingkungan sekolah yang menuntut adanya pengelolaan peserta didik yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga mampu membangun sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan karakter yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis dokumentasi sekolah, kemudian dianalisis menggunakan kerangka SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan di SDS Unity Primary School diimplementasikan melalui integrasi nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, integritas, tanggung jawab, kerendahan hati, dan pelayanan ke dalam berbagai kebijakan dan program kesiswaan. Keberagaman peserta didik yang terdiri atas berbagai agama dan etnis dikelola melalui pendekatan inklusif yang mendorong interaksi lintas budaya dan lintas agama. Analisis SWOT menunjukkan bahwa identitas spiritual sekolah, program pembinaan rohani, kegiatan ekstrakurikuler, serta dukungan orang tua menjadi kekuatan utama dalam pembentukan karakter peserta didik. Di sisi lain, keterbatasan pembina rohani dan tantangan sekularisasi menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa harmonisasi program kerohanian, ekstrakurikuler, dan program anti-perundungan berbasis pendekatan restoratif berkontribusi terhadap terciptanya iklim sekolah yang aman, toleran, dan harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani efektif mendukung pembentukan karakter peserta didik serta dapat menjadi model pengelolaan pendidikan multikultural yang inklusif dan berorientasi pada pengembangan karakter secara holistik.

Maritza Khansa Fauzan; Haris Nursyah Arifin; Syarof Nursyah Ismail

Perundungan di sekolah menengah pertama sering kali tidak muncul sebagai agresi verbal yang terang-terangan, melainkan tersembunyi dalam candaan yang telah menjadi norma di kalangan remaja. Bentuk dominan yang ditemukan adalah ejekan yang melibatkan nama orang tua siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti alasan di balik penggunaan ejekan nama orang tua sebagai candaan dalam interaksi remaja, serta memaknainya sebagai bentuk kekerasan simbolik dalam bullying verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru Bimbingan dan Konseling serta peserta didik, observasi langsung terhadap interaksi siswa di sekolah, dan dokumentasi pendukung. Hasil penelitian mengungkap bahwa pelaku memandang ejekan nama orang tua sebagai humor dan sarana membangun kedekatan sosial, namun korban mengalami dampak psikologis yang serius, seperti rasa malu, sedih, takut, dan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah. Fenomena ini diperkuat oleh dinamika kelompok sebaya, agresi relasional, serta normalisasi bahasa yang dilegitimasi melalui respons lingkungan. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa ejekan nama orang tua adalah manifestasi kekerasan simbolik yang dinormalisasi dalam budaya pergaulan remaja, namun kerap luput dari perhatian institusional, sehingga memerlukan perhatian mendalam dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Indah Muliati; Putri Mulia Berlian; Salma Nahendra; M. Faiz Asral Ramadhan; Farrel Fahreza

Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The Padang State University Community Service Program (KKN) in Jorong Koto Tingga, Nagari Sirukam, Payung Sekaki District, Solok Regency, West Sumatra, implemented a public space revitalization program through the construction of a creative garden based on rice field views. This program was created in response to the lack of representative public spaces and the decline in social interaction between residents due to modernization. Using a participatory approach, the community and youth of the jorong were involved in every stage, from planning, land clearing, to the construction of seating facilities overlooking the expanse of rice fields. As a result, the empty land was successfully transformed into a functional, aesthetic, and locally valuable public space. The high level of community participation demonstrated the success of the approach implemented and fostered a sense of ownership of the park being built. This program is expected to become a model for revitalizing public spaces based on local potential for other rural areas. Although the construction was not fully completed when the KKN program ended, the community and youth of Jorong Koto Tingga are committed to continuing it independently. This program is expected to become a model for revitalizing public spaces based on local potential for other rural areas with similar characteristics.

Andri Irawan; Wati Susilawati; Adam Malik

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan minat belajar yang melekat di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan minat belajar pada mahasiswa STAI Sebelas April mengacu pada tiga tipe gaya belajar, yaitu auditory, visual dan kinestetik berdasar gender. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode komparasional menggunakan analisis data statistik melalui uji Two Way Anova dengan General Linear Model. Hasil penelitian ini mengungkap temuan yaitu: Terdapat pengaruh gaya belajar auditory, visual dan kinestetik terhadap minat belajar mahasiswa (p = < 0.001); Namun tidak terdapat pengaruh gender terhadap minat belajar (p = 0.610); Dan tidak terdapat interaksi gaya belajar dengan gender dalam membangun minat belajar mahasiswa (p = 0.704 > 0.05). Penelitian ini berimplikasi bahwa keragaman gaya belajar mahasiswa terkait erat dalam memupuk minat belajarnya. Penelitian merekomendasikan agar dosen mengakomodir semua keragaman gaya belajar di dalam proses perkuliahan.

Ridha Handayani; Asep Kurnia Saputra; Edison Bonartua Hutapea

This study analyzes the formation of a digital brand community through Persib Bandung fan interactions on social media. The research aims to examine how content distribution, message functions, and engagement patterns contribute to the construction of collective identity and digital rituals among supporters. Using a qualitative-interpretative content analysis supported by quantitative descriptive data, this study analyzes 418 posts published on Persib Bandung's official Instagram, TikTok, Facebook, X/Twitter, and YouTube accounts from November 27 to December 10, 2025. The findings reveal that Persib Bandung generated 29,543,663 total interactions, with Instagram and TikTok emerging as the most affective platforms for engagement. Non-match content (41.4%) and emotional or motivational messages (40.2%) dominate communication. Despite high public engagement, no evidence of two-way talkback from the official account was found, indicating a predominantly one-way communication model. The study concludes that Bobotoh function as a digital brand community characterized by collective identity, digital rituals, loyalty, symbolic ownership, and co-creation of brand meaning through measurable public interactions. This research contributes to the understanding of sports communication and digital brand communities in emerging football markets.

Dumar, Bergita; Wahyuni, Ida; Astarina Prajayanti, Ni Made Dwi; Yahya Fujianti, Mery Eka; Mulyani, Sri

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Bullying di lingkungan sekolah merupakan permasalahan yang berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan psikososial anak. Tingginya kejadian bullying, baik secara fisik, verbal, maupun digital, menyebabkan siswa merasa tidak aman, mengalami kecemasan, serta penurunan interaksi sosial dan prestasi belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying serta upaya pencegahannya. Metode  pengabdian  yang  dilakukan  berupa  pemberian  penyuluhan  kesehatan menggunakan participatory  action  research (PAR)  dengan  tema “Edukasi Kesehatan Tentang Bullying Pada Anak: “Berani Baik, Bukan Berani Membuli“. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang bentuk, dampak, dan cara mencegah bullying, serta meningkatnya sikap empati dan keberanian untuk melaporkan kejadian bullying. Selain itu, siswa menjadi lebih mampu mengenali perilaku bullying dan berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Kesimpulannya, kegiatan edukasi melalui pengabdian masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa terkait bullying, sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental anak.

Kartolo, Seraphine; Adriel, Nicholas; Paskah, Timotius Rievaldo; Armando, Luis; Sagiyono, Andhika Permana +2 more

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

 Penelitian ini mengkaji peran media sosial dalam membentuk pemahaman keagamaan dan toleransi antarumat beragama di kalangan generasi muda Indonesia, yang semakin intens berinteraksi dengan wacana keagamaan melalui platform digital dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengakses pengetahuan agama, tetapi juga sebagai ruang interaksi lintas iman yang memungkinkan pertemuan berbagai perspektif. Namun, peluang tersebut berjalan beriringan dengan tantangan berupa misinformasi, konten provokatif, serta echo chamber berbasis algoritma yang berpotensi mendistorsi penafsiran ajaran agama dan memperkuat polarisasi. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu bagaimana generasi muda menafsirkan pesan-pesan keagamaan yang ditemui di media sosial, serta faktor digital dan sosial apa saja yang memengaruhi apakah keterlibatan tersebut mendorong sikap toleran atau justru memicu kesalahpahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam yang didukung oleh observasi awal untuk menggali pengalaman hidup pemuka agama dan generasi muda yang aktif dalam kegiatan keagamaan serta penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan keagamaan yang positif, kemampuan berpikir kritis, serta keteladanan figur agama dan publik berperan penting dalam memperkuat perspektif keagamaan yang moderat dan meningkatkan keterbukaan antariman. Sebaliknya, rendahnya literasi digital dan paparan informasi yang homogen berkontribusi terhadap kesalahpahaman serta terbatasnya dialog lintas agama. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terpadu antara praktik digital generasi muda dan perspektif otoritas keagamaan, sehingga memberikan pemahaman kontekstual mengenai dinamika komunikasi keagamaan di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial dapat mendorong harmoni antarumat beragama dan pendalaman pemahaman agama apabila didukung oleh produksi konten yang etis dan literasi digital yang kuat.

Moh Choirus Samroni; Arikatul Jannah; Najnatul Mismah; Mochammad Isa Anshori

Jurnal Pemimpin Bisnis Inovatif 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

Digital transformation has driven organizations to adopt the metaverse as a 3D virtual workspace that enables employee interaction through avatars, thereby introducing new challenges in managing organizational identity, work culture, and employee loyalty. This study aims to analyze the role of human resource leadership in establishing organizational identity, transforming work culture, and sustaining employee loyalty within a metaverse-based work environment. The study employs an integrative literature review approach by systematically collecting and synthesizing relevant scholarly sources from reputable publications within the last five years. The findings indicate that organizational identity in the metaverse is constructed through avatar representation and virtual environment design, while work culture undergoes a transformation toward flexible digital interaction patterns that still require reinforcement of organizational values. Furthermore, employee loyalty is influenced by the quality of virtual experiences and the effectiveness of leadership communication. In this context, digital-based HR leadership emerges as a critical factor in fostering employee engagement and trust in a non-physical interaction setting. This study contributes conceptually by integrating leadership, identity, culture, and loyalty within the metaverse framework, and provides practical implications for organizations in designing adaptive human resource management strategies in response to the advancement of immersive technologies.

Widia Alawiyah; Septi Gumiandari

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

The muhadoroh activity in schools should serve to enhance students' self-confidence and social interaction skills. However, many students still experience anxiety and difficulty in communicating effectively in public. This indicates that muhadoroh activities have not yet fully optimized their role in supporting students' personal and social development. This study aims to explore students' experiences in participating in muhadoroh, describe its contribution to increasing self-confidence, analyze its role in developing social interaction, and identify the correlation between both. The study uses a qualitative approach with a descriptive design, collecting data through interviews and observations of eight informants, including students, OSIS administrators, OSIS advisors, and the principal at SMPIT Al Bina Purwakarta. The findings show that: (1) nervousness decreases through habituation and repeated practice, (2) muhadoroh activities contribute significantly to enhancing students' self-confidence, (3) it strengthens social interactions through collaboration and discussion, and (4) there is a positive relationship between self-confidence and the quality of social interactions. This research enriches the study of experiential learning in Islamic education and is expected to serve as a reference for optimizing muhadoroh activities in schools.

Iftah Rizki Fatimah Yasmin; Nabila Nabila; Shefiyah Mediana; Lilik Chumaidah; Suwatah Suwatah

Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. 2026 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Social interaction is an important part of students' lives, especially in the school environment and socializing with peers. In the process of this interaction, verbal bullying behavior often appears which is often considered a form of joke or a natural thing. In fact, verbal bullying can have a quite serious psychological impact on students who experience it. This study aims to examine various forms of verbal bullying that occur in social interactions in students and analyze the psychological impact it causes. This study uses a literature review method by analyzing various scientific sources in the form of research journals, scientific articles, and relevant books published in the range of 2016–2026. The results of the study show that verbal bullying in students can appear in various forms, such as mockery of physical or ability, insults, the use of harsh words, yelling, and humiliation in front of others or the general public. Various studies have also shown that these behaviors are influenced by the factors of the friendship environment, lack of emotional control, and excessive joke culture among students. The psychological impact caused includes decreased self-confidence, the emergence of feelings of sadness, anxiety, stress, and a tendency to withdraw from the social environment. Therefore, attention from various parties, especially the school and family environment, is needed to prevent and reduce the occurrence of verbal bullying so that students' psychological development can take place in a healthy manner.

Syifa Ilmi Beandira Putri; Ari Khusumadewi

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Di PPK Alif Laam Miim, observasi menunjukkan bahwa santri kelas 7 dan 9 terus mengalami masalah mengelola waktu, seperti menunda tugas dan bingung karena jadwal bertabrakan. Dengan menggunakan triangulasi dan analisis tematik, studi kasus ini menggunakan wawancara dan observasi terhadap lima santri dan satu guru BK. Hasil menunjukkan bahwa budaya pesantren, disiplin, dan interaksi dengan layanan BK dipengaruhi oleh manajemen waktu. Guru BK berperan penting dalam menetapkan prioritas, membuat rutinitas, dan mendorong disiplin. Perubahan, seperti jadwal yang lebih terorganisir, sangat membantu santri. Meskipun penelitian terbatas pada sampel kecil dan satu lokasi, keberhasilan lebih dipengaruhi oleh kualitas interaksi konselor daripada disiplin semata.

Wardani, Mia; Sulistiyani, Sulistiyani; Sudirja, Frans; Musprihadi, Ribut

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Abstraksi Penelitian ini mengevaluasi bagaimana pengalaman pelanggan serta faktor kepercayaan memengaruhi loyalitas mahasiswa di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang saat menggunakan aplikasi Gojek. Dengan desain survei kuantitatif dan instrumen skala Likert, data diolah menggunakan metode regresi linier berganda. Temuan riset mengonfirmasi bahwa interaksi layanan yang berkualitas dan kepercayaan terhadap sistem keamanan serta reliabilitas aplikasi menjadi pendorong utama komitmen penggunaan jangka panjang di kalangan mahasiswa. Penelitian ini melalui paradigma kuantitatif, mengumpulkan data dari responden terpilih melalui kuesioner. Analisis regresi berganda kemudian diterapkan untuk membedah pola hubungan sebab-akibat antara variabel yang diteliti. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas pengalaman pelanggan berkontribusi secara positif terhadap pembentukan loyalitas. Selain itu, tingkat kepercayaan pengguna terhadap keamanan, konsistensi, dan keandalan layanan juga memperkuat komitmen penggunaan secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi layanan yang konsisten dan persepsi keandalan sistem menjadi determinan utama dalam mempertahankan loyalitas mahasiswa di tengah persaingan industri transportasi berbasis aplikasi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya strategi peningkatan kualitas pengalaman layanan dan penguatan kepercayaan pengguna sebagai upaya membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Raihaan Muwafaq

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

Instagram has evolved into a digital public sphere that enables collective interaction and the expression of social identity, particularly within the context of sports fandom. This study aims to analyze the representation of social identity among supporters of the Indonesian National Football Team in digital interactions found in the comment section of the "Round 4" post on the official Instagram account @timnasindonesia. This research employs a qualitative approach using netnography to examine communication practices, symbols, language, and emotional expressions manifested in online interactions among supporters. The analytical framework is grounded in Social Identity Theory proposed by Tajfel and Turner, which emphasizes three core processes: social categorization, social identification, and social comparison. The findings reveal that Instagram comment sections function as arenas for constructing collective identity among Indonesian national team supporters. Social categorization is reflected in the symbolic boundaries formed between "us" as supporters and "others" as outsiders or opponents. Social identification is expressed through displays of national pride, emotional loyalty, the use of national symbols, and narratives of digital solidarity. Meanwhile, social comparison emerges through evaluations of rival teams, criticism of dissenting voices, and efforts to maintain a positive in-group image. These results indicate that digital fanaticism toward the Indonesian National Team extends beyond sports support, representing a form of digital nationalism and social identity construction in the new media environment. This study contributes to digital communication scholarship by deepening the understanding of how social identity and nationalism are negotiated through symbolic interaction on social media platforms.

Tri Seprianto; Viata Viriezky; Puan Jati Megawati; Ahmad Baqir Adrian

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Perkembangan kota-kota berkembang di Indonesia ditandai oleh dinamika pertumbuhan fisik, peningkatan mobilitas, serta intensifikasi aktivitas sosial dan ekonomi yang sering kali berdampak pada perubahan citra dan keterbacaan ruang kota. Kota Bandar Lampung, sebagai ibu kota Provinsi Lampung dan gerbang utama Pulau Sumatera, mengalami kondisi tersebut seiring pesatnya perkembangan kawasan pusat kota dan perluasan wilayah permukiman ke arah pinggiran. Ketimpangan penguatan elemen visual dan ruang publik antar kawasan berpotensi menimbulkan fragmentasi citra kota, sehingga persepsi masyarakat terhadap struktur dan identitas ruang cenderung terpusat pada area tertentu saja. Dalam konteks ini, pemahaman mengenai bagaimana pengguna kota memaknai, mengingat, dan merepresentasikan ruang perkotaan menjadi penting untuk mengungkap pembentukan citra Kota Bandar Lampung secara menyeluruh. Pendekatan cognitive mapping dipandang relevan karena mampu menangkap persepsi spasial, pengalaman visual, serta makna simbolik yang terbentuk melalui interaksisehari-hari masyarakat dengan lingkungannya. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini mengkaji citra Kota Bandar Lampung berdasarkan persepsi pengamat untuk mengidentifikasi elemen-elemen ruang yang dominan, sekaligus memahami hubungan antara struktur fisik kota, pengalaman sosial, dan pembentukan identitas perkotaan.

Devi Maya Sofa

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh independensi, kompetensi, dan pengalaman auditor terhadap kualitas audit di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel jurnal terindeks Scopus dan SINTA periode 2019–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi, kompetensi, dan pengalaman auditor secara konsisten berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Independensi menjadi faktor paling dominan karena menentukan objektivitas auditor dalam menghasilkan opini yang dapat dipercaya. Kompetensi teknis dan pengalaman lapangan terbukti saling melengkapi dalam meningkatkan ketajaman penilaian auditor terhadap risiko dan materialitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas audit bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh interaksi dinamis antara independensi, kompetensi, dan pengalaman yang dimiliki auditor. Penguatan regulasi, pendidikan profesi berkelanjutan, dan budaya organisasi yang mendukung integritas menjadi rekomendasi utama penelitian ini.

An Nisaa Fitri Nur Aini

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study is motivated by the importance of actualizing Pancasila values in students’ lives, not only at the cognitive level but also in daily social interactions within the campus environment. Phenomena such as digital individualism, exclusivity in social relationships, and bullying practices indicate a gap between understanding and implementation of Pancasila values. This study aims to analyze the forms of Pancasila value actualization through students’ social interaction patterns and their implications for character building. The research employs a qualitative approach using a library research method, with secondary data derived from scientific journals, books, and relevant academic documents. Data collection was conducted through documentation study, while data analysis used descriptive-critical content analysis. The findings show that the actualization of Pancasila values is reflected in religious tolerance, rejection of bullying, cross-cultural inclusivity, deliberative decision-making, and fairness in academic collaboration. These results indicate that students’ social interaction serves as an important indicator of successful internalization of Pancasila values. Practically, this study highlights the importance of strengthening character education based on social practices to develop ethical, inclusive, and Pancasila-oriented young generations.