SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

29,653 articles from 386 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-16 of 16

Analytics

Purba, Sabrina; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kemajuan teknologi mempercepat terjadinya globalisasi. Globalisasi terjadi di seluruh dunia dan tidak terkecuali di Indonesia. Globalisasi tidak hanya membawa dampak positif bagi setiap bangsa, tetapi juga membawa dampak negatif jika tidak diiringi dengan kewaspadaan. Globalisasi membawa budaya-budaya luar untuk masuk ke Indonesia sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan budaya Indonesia sebagai jati diri bangsa Indonesia. Budaya Indonesia menjadi identitas nasional Bangsa Indonesia sehingga perlu menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia melalui penanaman pengetahuan mengenai identitas nasional dan wawasan nusantara untuk mempertahankannya. Upaya ini dapat dilakukan kepada anak-anak yang sedang dalam masa menyerap pengetahuan sebanyak-banyaknya. Sehingga adanya program Taman Cerdas menjadi upaya penanaman wawasan nusantara dan identitas nasional pada anak.

Marya Ulfa; Muslimah; Sony Junaedi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Bakung merupakan desa yang terletak di kecamatan Mijen kabupaten  Demak. Keseharian masyarakat Desa Bakung adalah bercocok tanam, bertani, buruh tani, peternak sapi dan peternak Kambing, kuli bangunan, buruh dan lain-lain. Keadaan wilayah Desa Bakung 80 % persawahan dari luas keseluruhan Desa Bakung. Letak geografis Desa Bakung berada di wilayah utara Kabupaten Demak. Zaman sekarang semua administrasi desa menggunakan internet. Penggunaan media yang bebasis IT menimbulkan kekhawatiran bagi para kader sebagai akibat dari kondisi yang sedang terjadi. Hal tersebut dapat berupa kurang familiarnya fungsi-fungsi IT bagi kader dan penggunaan  tidak dapat diaplikasikan secara maksimal. Tantangan di masa yang akan datang, salah satunya adalah  kecenderungan penggunaan IT di kehidupan era globalisasi. Sehingga,  masalah tersebut harus secara kontinyu  diupayakan untuk diselesaikan. Oleh karena itu, Tim pengabdian pada masyarakat Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang melakukan komunikasi secara intensif dengan pengelola Tim Penggerak PKK khususnya dengan para Kader posyandu untuk mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut. Pendampingan dalam pengisian aplikasi Sigizidu bagi Kader Posyadu desa Bakung, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak. Metode yang diterapkan dalam program pengabdian ini, yaitu metode pembelajaran partisipatif melalui metode presentasi, demonstrasi dan simulasi serta pendampingan dengan memberikan 2 jenis materi utama yaitu dasar-dasar komputer dan handphone, serta teknik pengisian aplikasi Sigizidu. Setelah pengabdian ini diharapkan kader Posyandu dapat menggunakan handpone dan laptop dalam pengisian aplikasi Sigizidu secara teliti, benar, dan mahir. Kedepannya mampu menjadi Desa yang melek Teknologi.

Rahma Aulia; Rula Azmi Fath; Muhammad Difa Darusallam; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perubahan zaman membawa dampak bagi seluruh Negara. Dengan adanya perubahan zaman, pola pikir manusiapun ikut berubah. Perubahan zaman membawa dampak positif maupun negatif. Perubahan ini terjadi karena adanya Globalisasi. Peranan keluarga dalam pembimbingan generasi muda cukup dominan. Pembentukan perilaku yang positif yang harus dimiliki oleh setiap orang warga negara yang baik, bermula dari keluarga menurut Jamaludin Ancok dikutip Hendriyati Agustiani dalam buku “Psikologi Perkembangan” menyatakan bahwa pada saat ini pembinaan terhadap kaum remaja belum menemukan format yang maksimal. Perilaku remaja yang akhir-akhir ini marak, berupa tawuran, perjudian, dan berbagai kenakalan remaja lainnya,dianggap sebagai akibat dari proses keterasingan dari kehidupan yang wajar. Perilaku-perilaku menyimpang seperti itulah masih terjadi di kampung dan di desa, bukan kota besar saja, semisal di kampung Sinar Rejo masih adanya krisis moral yang terjadi antar kaum remaja.

Mohammad Rudiyanto; Ria Kasanova

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Karakter dan akhlak mahasiswa harus dikembangkan secara maksimal agar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkembang di bidang non-akademik untuk mempertahankan rasa identitas diri mereka dalam menghadapi globalisasi. Oleh karena itu, penanaman budi pekerti luhur pada mahasiswa Indonesia merupakan hal yang paling mendesak yang perlu segera mendapat perhatian. Melalui investigasi ini, diyakini akan ditemukan taktik atau konsep untuk meningkatkan akhlak mulia di kalangan pelajar Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tinjauan literatur, yang memerlukan pengumpulan dan penilaian sumber dan fakta dari karya-karya yang diterbitkan seperti buku, jurnal, makalah, dan tesis. Teknik membaca semantik dan simbolik digunakan untuk memperoleh data. Berdasarkan temuan penelitian, pendidikan karakter harus terus dilaksanakan di lingkungan pendidikan tinggi guna meningkatkan dan menanamkan akhlak mulia pada mahasiswa. Guru besar bertanggung jawab untuk membina moralitas dan karakter mahasiswa. Melalui keteladanan yang diberikan oleh dosen dalam lingkungan akademik, mahasiswa akan melakukan peniruan dan cenderung memandang akademisi sebagai role model.

Meri Syafitri; Alfi Rahmi

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Sekolah pada hakikatnya mempunyai perasaan yang cukup penting dalam membentuk kepribadian dan tingkah laku dan berakhlak karimah. Sekolah juga mempunyai peranan penting untuk memberikan pemahaman dan benteng pertahanan agar terhindar dari jeratan negative perkembangan arus globalisasi. Setiap orang juga memilki persepsi dan perilaku ketika interaksi dengan suatu objek tertentu dan mental kita juga ikut menentuka kecendrungan seseorang. Sekolah ini cukup menarik untuk diteliti karena masalah yang peneliti angkat tentang sikap dan perilaku siswa terdapat terdapat disekolah ini. Seperti berkelahi merokok pacaran, tetapi masih banyak pula siswa yang berkelakuan baik. melalui penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apa factor yang mempengaruhi sikap dan perilaku siswa serta apa saja upaya mengatasinya. Sikap terbentuk melalui hasil belajar dari interaksi dan pengalaman seseorang dan bukan factor bawaan ( factor intren) seseorang. Sikap terbentuk oleh adanya interaksi social tang dialami oleh individu. Pada intinya seks bebas tersebut bisa terjadi nya karena lemahnya kontrol dari perilaku seks bebas tersebut dan juga lemahnya control yang berada di masyarakat setempat karena ada pergeseran nilai dan noorma yang ada dimasyarakat sekitar. Seks bebas itu sifatnya negative karena melanggar norma yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat. Hasil yang dilakukan peneliti melihat perkembangan siswa terhadap lingkungan disekolah dan peneliti melakukan kegiatan sudah sebanyak beberapa kali dalam kondisi lingkungan serta proses pembelajaran hasil yang didapat siswa semangkin hari   semangkin baik dan mulai terjaga yang namanya jauh dari penyimpangan seks bebas dan peningkatan terhadap siswa semangkin terjaga namun yang belum bisa di perbaiki tentang sikap dan etika siswa di SMA SWASTA TUNAS BANGSA. Tujuan dari kegiatan tersebut agar peneliti mengetahui bagaimana perkembangan siswa apakah mereka tahu penyimpangan itu sangat bahaya untuk mereka maka dari itu peneliti mengambil lokasi tersebut untuk dijadikan penelitian.

Alya Naima Siti Najwa; Kayla Maritza Hanafi

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bahasa adalah alat yang digunakan orang setiap hari untuk mengekspresikan diri dan berkomunikasi dengan orang lain. Teknologi dan pengetahuan berkembang pesat sebagai akibat dari globalisasi. Salah satunya adalah internet, teknologi kompleks yang mencakup berbagai platform media sosial. Media sosial memiliki dampak karena berfungsi sebagai platform untuk komunikasi pendidikan dan memungkinkan pengguna untuk berbagi pengetahuan dan pemikiran satu sama lain. Di sisi lain, penggunaan dan penulisan bahasa Indonesia juga dapat dipengaruhi oleh media sosial. Pengguna media sosial memiliki kemampuan untuk menampilkan aktivitasnya, berbagi pemikiran, dan mengomunikasikan perasaannya.

Puspita Ratri, Elisa; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Globalisasi terjadi secara menyeluruh di seluruh negara tak terkecuali di Indonesia. Globalisasi tentunya membawa tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia, namun dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam segala hal, hendaknya dapat menjadi benteng dalam mempertahankan jati diri bangsa dan eksistensinya. Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk membahas tentang pentingnya Pancasila dalam menanamkan jiwa nasionalisme generasi muda di era globalisasi. Apabila semangat nasionalisme sudah tertanam dalam benak dan jiwa generasi muda sejak dini, maka hal tersebut akan membuat mereka lebih tangguh terhadap berbagai dampak negatif serta pergantian moral yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang mengulas dan membahas artikel-artikel penelitian sebelumnya mengenai bagaimana pentingnya Pancasila sebagai upaya untuk membangun rasa dan sikap nasionalisme setiap warga negara, khususnya generasi muda. Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman dan pengimplementasian Pancasila mempunyai peran yang strategis dalam membangkitkan jiwa nasionalisme terhadap generasi muda di tengah-tengah era globalisasi. Kata Kunci: Globalisasi, Pancasila, Nasionalisme, Generasi Muda

Lisdayani, Fitria; Selvia Putri, Shella; Desmawan, Deris

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Ketimpangan sosial adalah perkara tahunan yang ada pada negara berkembang misalnya Indonesia. Adanya kesenjangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ketidaksiapan masyarakat terhadap pandemi, kebijakan pemerintah, dan dampak globalisasi. Kesenjangan ini dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang berdampak pada kehidupan masyarakat, putus sekolah dll. Ketimpangan sosial erat kaitannya dengan kemiskinan. Kemiskinan sendiri merupakan masalah yang seolah-olah sudah ada di masa lalu, namun berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasinya. Pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan tambahan pada perekonomian negara, terutama populasinya yang kecil, karena semua kegiatan telah sangat dibatasi selama dua tahun terakhir. Para kurcaci semakin menyesali kurangnya kesempatan kerja, dan menjadi sulit untuk menemukan sesuap nasi untuk mereka. Pasal 34 ayat (2) UUD 1945 menetapkan bahwa negara menyelenggarakan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memperkuat masyarakat yang rentan dan diberkati sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Anehnya, banyak pejabat telah melihat peningkatan aset selama pandemi. Hal ini ironis, mengingat masyarakat kesulitan mencari peti mati rupiah, namun rejeki pejabat justru meningkat.

Ikhsanudin, Ikhsanudin; Wahyu Setiadi; Mukh Nursikin

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Adanya inovasi atau perubahan dalam bidang kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan institusi. Khususnya untuk kurikulum PAI, inovasi juga harus dilakukan dengan tujuan: mewujudkan lulusan yang cerdas dan berakhlak mulia. Implementasi perubahan yang dilakukan pada era globalisasi lebih bertumpu perubahan material yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran agama Islam karena masyarakat revolusi 4.0 lebih diwakili oleh kapitalisme dan sosialisme dengan ketergantungan internet. Keagamaan adalah salah satu lembaga yang mewadahi tentang bagaimana pembentukan siswa dengan kepribadian islami yang memiliki ilmu teknologi dan kualitas yang mampu bersaing dalam globalisasi tanpa meninggalkan budaya daerah. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan peluang inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di era globalisasi. Metode penelitian adalah studi literature dengan mengumpulkan data-data tertulis dari sumber referensi yang terkait. Hasil tulisan artikel ini memetakan inovasi dan literasi kurikulum PAI, dan tahapan penyusunan kurikulum PAI di era globalisasi.

Ratih, Lilis Dewi; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tantangan dan ancaman yang dihadapi oleh bangsa Indonesia di zaman sekarang ini setidaknya harus dapat dihadapi dengan pemahaman mengenai wawasan nusantara yang memadai sehingga rasa nasionalisme dapat terwujud dengan baik. Pemahaman mengenai wawasan nusantara menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membangun rasa dan sikap nasionalisme warga negara Indonesia sebagai dasar untuk menjaga persatuan Indonesia dan keutuhan NKRI. Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana wawasan nusantara sebagai upaya membangun rasa dan sikap nasionalisme warga negara. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang mengulas dan membahas artikel-artikel penelitian sebelumnya mengenai bagaimana wawasan nusantara diperlukan sebagai upaya untuk membangun rasa dan sikap nasionalisme setiap warga negara. Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman wawasan nusantara mempunyai peran yang strategis dalam membangkitkan jiwa nasionalisme terhadap warga negara di tengah-tengah era globalisasi.

Nurhasanah, Lanny; Siburian, Bintang Panduraja; Fitriana, Jihan Alfira

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Globalisasi merupakan suatu peristiwa yang menimbulkan banyak perubahan dalam segala aspek kehidupan masyarakat terutama generasi muda. Kemudahan dalam mendapatkan informasi mengubah pola pikir generasi muda menjadi lebih modern. Hal ini, dapat mempengaruhi minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia. Oleh karena itu, penulisan paper ini bertujuan untuk memaparkan tentang pengaruh modernisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional indonesia di era globalisasi. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yaitu dengan studi pustaka dengan mengumpulkan berbagai referensi baik sumber primer dan sekunder yang relevan dengan generasi muda dan kesenian tradisional di era globalisasi. Hasil dari kajian penelitian menunjukkan bahwa arus globalisasi sangat mempengaruhi kehidupan dan pola pikir generasi muda menjadi lebih modern, pemikiran ini membuat sebagian dari mereka berpikir bahwa sesuatu yang tradisional seperti kesenian tradisional itu sesuatu yang kuno sehingga ketertarikan dan minat mereka terhadap kesenian tradisional mulai berkurang dan mulai melupakan kesenian tradisional. Faktor lainnya adalah banyaknya generasi muda yang menganggap kesenian dari negara asing itu lebih baik dan lebih menarik daripada kesenian tradisional Indonesia, dan juga kurangnya kesadaran mereka akan pentingnya mempertahankan kesenian tradisional yang merupakan identitas nasional Indonesia.

suargana, lisnawati; Anggraeni Dewi, Dinie

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Bangsa Indonesia selaku negara yang tidak dapat menjauhi tantangan globalisasi, namun dengan berpegang pada Pancasila selaku panduannya, prinsip Indonesia hendaknya bisa mempertahankan jati diri serta eksistensinya. Riset ini berisi tentang apabila memelihara semangat nasionalisme dalam benak generasi muda semenjak masa anak- anak akan membuat mereka lebih tangguh terhadap pengaruh negatif serta pergantian moral yang menjadi- jadi di masa globalisasi. Jadi, dengan memantapkan moralitas serta etika lewat pembelajaran Pancasila, generasi muda Indonesia bakal lebih siap buat hadapi globalisasi serta mempertahankan fakta diri Indonesia dikala yang bersamaan. Nilai kebudayaan yang jadi ciri bangsa Indonesia, semacam gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam warga jadi keistimewaan dasar yang bisa menjadikan masing- masing orang warga Indonesia untuk mencintai serta melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. Tetapi ciri masyarakat Indonesia yang diketahui selaku masyarakat yang ramah serta sopan santun disaat ini mulai pudar semenjak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak bisa dipilih dengan baik oleh warga Indonesia. Hingga, dalam Mengenai ini pemerintah mempunyai peranan berarti buat mempertahankan nilai- nilai kebudayaan Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya. ABSTRACT Indonesia as a country that cannot resist the challenges of globalization, but by adhering to the pancasila as its guidelines, its principles should be able to defend itself and existence. The research is about keeping a nationalistic spirit in the minds of youth since childhood will make them more resilient to the negative influences and the demoralizations of globalization. So, by reinforcing morality and ethics through pancasila study, the Indonesian younger generation will be better equipped to face globalization and maintain Indonesian fact at the same time. The cultural value of the Indonesian people, such as cooperation, silahturahmi, isa basic privilege that can make indonesians love and preserve their own culture. But the Indonesian people known as a friendly and civilised society have begun to wane since the influx of foreign cultures into Indonesia that Indonesia has not been able to choose well. Until then, governments have a meaningful role to maintain Indonesian cultural values in their societies

Nursalim Nursalim

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Pandemi Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, akibat pengaruh globalisasi  yang  didukung  oleh  kemajuan  teknologi  informasi  dan  komunikasi. Mengglobalnya Covid-19 telah membawa dampak pada kehidupan masyarakat, dunia usaha swasta, dan pemerintahan. Dampak pandemi Covid-19, khususnya bagi Birokrasi Pemda berupa munculnya permasalahan adanya kelemahan pada aspek kelembagaan dan perilaku aparatur birokrasi. Namun di samping itu juga terdapat tantangan dan peluang yang dapat dimanfaatkan dengan baik dalam pembuatan kebijakan untuk mengatasi masalah yang muncul pasca pandemi. Dalam konteks tersebut, penanganan pandemi akan dapat diatasi dengan baik jika didukung oleh adanya good governance dan bikrokasi digital. Pendekatan reformasi kelembagaan dan perilaku birokrasi Pemda akan menjadi baik. Pendekatan reformasi kelembagaan Pemda baik perbaikan bentuk dan misi organisasi, regulasi (kebijakan), prosedur, metode, maupun mekanisme kerja pelayanan publik akan menjadikan birokrasi Pemda mampu menjalankan tugasnya dengan baik dalam mengatasi pandemi. Adapun   reformasi   melalui   perbaikan   perilaku   aparatur   birokrasi   (ASN)   baik   melalui pendidikan dan latihan, kebijakan renumerasi, pengembangan karier ataupun lainnya akan menjadikan birokrasi Pemda dapat menyelenggarakan pelayanan publik pasca pandemic Covid-19 dengan baik.

Nursalim Nursalim

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Pandemi Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, akibat pengaruh globalisasi  yang  didukung  oleh  kemajuan  teknologi  informasi  dan  komunikasi. Mengglobalnya Covid-19 telah membawa dampak pada kehidupan masyarakat, dunia usaha swasta, dan pemerintahan. Dampak pandemi Covid-19, khususnya bagi Birokrasi Pemda berupa munculnya permasalahan adanya kelemahan pada aspek kelembagaan dan perilaku aparatur birokrasi. Namun di samping itu juga terdapat tantangan dan peluang yang dapat dimanfaatkan dengan baik dalam pembuatan kebijakan untuk mengatasi masalah yang muncul pasca pandemi. Dalam konteks tersebut, penanganan pandemi akan dapat diatasi dengan baik jika didukung oleh adanya good governance dan bikrokasi digital. Pendekatan reformasi kelembagaan dan perilaku birokrasi Pemda akan menjadi baik. Pendekatan reformasi kelembagaan Pemda baik perbaikan bentuk dan misi organisasi, regulasi (kebijakan), prosedur, metode, maupun mekanisme kerja pelayanan publik akan menjadikan birokrasi Pemda mampu menjalankan tugasnya dengan baik dalam mengatasi pandemi. Adapun   reformasi   melalui   perbaikan   perilaku   aparatur   birokrasi   (ASN)   baik   melalui pendidikan dan latihan, kebijakan renumerasi, pengembangan karier ataupun lainnya akan menjadikan birokrasi Pemda dapat menyelenggarakan pelayanan publik pasca pandemic Covid-19 dengan baik.

Anita Trisiana, Damianus Agus Sido, Dalintang Ketut Dwi Saputri &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Indonesia merupakan negara hukum, karena di Indonesia segala sesuatuperbuatan harus didasarkan pada hukum. Tujuan dibentuknya hukum yaitu untukmendapatkan kepastian hukum. Dengan ini mempunyai tujuan untuk meningkatkankesadaran akan hukum bagi remaja yang bertujuan untuk menangulanggi pengaruhglobalisasi.sebabglobalisasi menyentuh segala aspek dalam kehidupan,dapatmenciptakan permasalahan pada remaja. Jadi upaya yang dapat dilakukan dengancarapenyuluhan hukum pada remaja, melakukan pembaharuan hukum, proses hukum jugatidak boleh didasarkan pada hal politik, menjujung tinggi hak asasi manusia, penegakanhukum. Hukum di Indonesia belum sepenuhnya dilakukan, salah satu faktor adalahkurangnya kesadaran hukum.Kata Kunci: kesadaran Hukum, globalisasi

Anita Trisiana, Dela Ayu Kaswadi, Eko Wulandari &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kedudukan manusia sebagai makhluk sosial, mempunyai arti bahwa manusiatidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Sedangkan kedudukan manusiasebagai makhluk berbudaya memiliki arti bahwa manusia diberi budi pekerti dan akalpikiran untuk menciptakan suatu budaya. Dalam hal ini, agar terciptanya keserasian darikedua aspek tersebut perlu adanya komunikasi ataupun interaksi antar sosial budaya.Karena manusia diciptakan dengan budayanya masing-masing dan lingkungan sosialyang berbeda-beda. Komunikasi antar sosial budaya ini sangat penting, karenatujuannya adalah untuk mengatasi perbedaan budaya dan lingkungan sosial. Karenapada saat kita berinteraksi dengan orang lain pasti melibatkan orang yang berbeda latarbelakang sosial dan budaya tidak hanya itu saja komunikasi sosial budaya ini jugabertujuan untuk mempelajari nilai-nilai sosial budaya seseorang yang sedangberinteraksi dengan kita. Namun, dalam komunikasi perlu adanya norma atau nilaisosial budaya. Hal ini bermaksud agar pada saat berkomunikasi seseorang memilikipedoman atau aturan agar tidak menyimpang atau bahkan menyinggung seseorang yangterlibat dalam interaksi tersebut karena adanya perbedaan latar belakang antara sosialbudaya. Seiring berjalannya waktu, saat ini komunikasi mulai melibatkan interaksiorang-orang yang berbeda tingkat modernitasnya. Perkembangan teknologi komunikasiberkembang sangat pesat di era globalisasi saat ini. Tidak menutup kemungkinan akanterjadi permasalahan baru yang timbul akibat dari globalisasi tersebut, misalnya akanadanya perubahan unsur kebudayaan yang sangat cepat, tidak sesuainya unsur yangsaling berbeda sehingga menimbulkan ketidakserasian kehidupan sosial untukmemecahkan permasalahan tersebut perlu adanya penyesuaian terhadap perubahanunsur budaya agar tercipta keserasian dalam kehidupan sosial.Kata kunci: Komunikasi, Sosial budaya, Globalisasi.