Publication Search

73,128 articles from 695 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 106

Analytics

Bagas ardiyantoro; Triana Triana; Septian Maulid Wicahyo

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Limbah kulit Jeruk peras , yang sering dibuang dan menimbulkan masalah lingkungan, sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Kulit Jeruk peras  mengandung minyak atsiri yang dapat diolah menjadi reed diffuser, pengharum ruangan alami yang ramah lingkungan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan kulit Jeruk peras  masih terbatas. Siswa SMA, sebagai generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk dunia kerja atau wirausaha, dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan inovasi ini. Melalui pendidikan dan pelatihan, siswa SMA dapat mempelajari proses pembuatan reed diffuser dari kulit Jeruk peras , mulai dari ekstraksi minyak atsiri hingga pengemasan produk. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan teknis dan kreativitas, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan. Pemanfaatan kulit Jeruk peras  untuk reed diffuser sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan, yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Dengan menguasai keterampilan ini, siswa SMA dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi. Ini juga mendukung visi pendidikan SMA untuk menciptakan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja. Pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan di SMA Islam 1 Surakarta, Kota Surakarta.

Mahmuda Pancawisma Febriharini; Hadi Karyono; Krismiyarsi; Siti Mariyam

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Anak merupakan amanah dan generasi penerus bangsa yang harus memperoleh perlindungan secara optimal dari segala bentuk eksploitasi, termasuk eksploitasi ekonomi melalui pekerjaan yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Meskipun hukum Indonesia telah mengatur perlindungan anak melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, masih ditemukan rendahnya pemahaman anak dan masyarakat mengenai hak-hak anak dalam dunia kerja. Kegiatan penyuluhan hukum ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum anak-anak di Panti Sosial Anak Tawangmangu mengenai hak anak, batasan pekerjaan yang diperbolehkan bagi anak, serta perlindungan hukum terhadap praktik eksploitasi anak. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi interaktif, studi kasus, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hak-hak anak, ketentuan pekerja anak, dan mekanisme perlindungan hukum apabila terjadi pelanggaran hak anak. Penyuluhan hukum ini diharapkan mampu membangun kesadaran hukum sejak dini sehingga anak-anak dapat memahami hak dan kewajibannya serta terhindar dari berbagai bentuk eksploitasi ekonomi dan pelanggaran hak anak.

Hesti; Agus Syam; Mahmuddin; Sumiati Tahir; Muhammad Alfa Sikar

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pembelajaran kewirausahaan, Locus of control, dan karakter wirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Universitas Negeri Makassar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peningkatan minat berwirausaha mahasiswa sebagai upaya mencetak lulusan yang mandiri dan berdaya saing di tengah tingginya tantangan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori dan melibatkan 207 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa, namun dengan tingkat pengaruh yang relatif kecil. Locus of control terbukti berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa keyakinan mahasiswa terhadap kendali atas keberhasilan dirinya berperan penting dalam membentuk minat berwirausaha. Karakter wirausaha juga berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa. Secara simultan, pembelajaran kewirausahaan,  locus of control, dan karakter wirausaha berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa, yang mengindikasikan bahwa peningkatan minat berwirausaha tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran formal, tetapi juga oleh penguatan kepribadian dan karakter kewirausahaan mahasiswa.

Adfan Majdi, Muhammad; Puspıta Bhakti, Nabila Hani; Azzahra Zakiya, Lyontin Azka; Muliono Redjosar, Slamet

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Penelitian ini membahas program UKPI Pengajaran yang dilaksanakan oleh UKPI UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan, dampak, dan luaran dari program UKPI Pengajaran terhadap mahasiswa maupun siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program UKPI Pengajaran memberikan dampak positif terhadap siswa dalam meningkatkan motivasi, semangat belajar, kedisiplinan, serta keaktifan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa dalam bidang komunikasi, pengajaran, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar. Kehadiran siswa dalam kegiatan pengajaran mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa. Program UKPI Pengajaran merupakan bentuk implementasi pengabdian masyarakat yang tidak hanya membantu proses pendidikan di sekolah, tetapi juga mengembangkan kemampuan intelektual, sosial, dan karakter siswa maupun siswa secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat lingkungan.

Hidayati, Arina; Azzakhusna, Famita; Triyono, Triyono

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut menghasilkan lulusan yang siap kerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri. Namun, proses pembelajaran akuntansi di beberapa SMK di Kabupaten Karawang masih didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru dan belum sepenuhnya menerapkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah sesuai kebutuhan dunia kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru akuntansi melalui pembelajaran berbasis Design Thinking. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Pelatihan memperkenalkan tahapan Design Thinking yang terdiri atas empathize, define, ideate, prototype, dan test. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, pre-test dan post-test, serta penilaian terhadap perangkat pembelajaran yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran akuntansi yang inovatif. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep Design Thinking, kemampuan menyusun perangkat pembelajaran kontekstual, serta motivasi untuk mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Hasil post-test menunjukkan rata-rata pemahaman guru mencapai 75,88 dan lebih dari 80% peserta mampu menjawab dengan benar tahapan Design Thinking. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa Design Thinking dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru serta mendukung pengembangan pembelajaran akuntansi yang kontekstual, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Fanny Ariza Afifa; Avanin Hanina Sukotjo; Ahmad Yusril Ghufron; Mochammad Isa Anshori

Master Manajemen 2026 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

The digital transformation driven by the acceleration of Artificial Intelligence (AI) has fundamentally transformed leadership paradigms and the structure of the modern workplace. This study aims to provide an in-depth analysis of the various strategic opportunities and systemic risks arising from the integration of AI into contemporary organizational leadership practices, where technology is no longer merely a tool but a collaborative partner in managerial processes. Using a Systematic Literature Review (SLR) method on 30 reputable scientific journals with publications spanning up to 2026, this article analyzes the transition of the leader’s role from a conventional hierarchical model toward the concept of Augmented Leadership. Data analysis results indicate that AI implementation offers significant opportunities through data-driven decision-making systems with high precision, intelligent resource allocation optimization, and enhanced leadership intervention effectiveness, which has been documented to reach up to 35%. However, this transformation also brings a series of complex multidimensional risks, including algorithmic biases that could trigger inequality cascades, ethical dilemmas related to operational transparency (black box), and the potential erosion of the meaning of work for employees. The discussion in this article emphasizes that the success of this transformation depends not only on technical expertise, but also on redefining leadership competencies to prioritize emotional intelligence and ethical governance frameworks such as the CARE Framework (Control, Awareness, Responsibility, and Evaluation).

Thalita Hunafa Adianty; Rifaldini; Silvi Anugrah Wulandari; Madita Putri Utami

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan karena meningkatnya tantangan moral peserta didik di era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah menengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Plus Al-Ghifari. Subjek penelitian meliputi guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen sekolah, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah, dengan dukungan utama berupa kepedulian guru, kerja sama dengan orang tua, serta inisiatif peserta didik. Namun, implementasi masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan sosial, keterlibatan keluarga yang belum optimal, ketidakkonsistenan ketegasan pendidik, dan kesulitan adaptasi peserta didik baru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas pendidikan karakter.

M. Hifzon Fadhlika; Hasan Maksum; Irma Yulia Basri; Rifdarmon Rifdarmon

Jurnal Kendali Teknik dan Sains 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This research focuses on the vocational interest and readiness to enter the workforce of students in the Light Automotive Engineering (TKRO) program at SMK Negeri 2 Sungai Penuh. The purpose of this study is to determine the relationship between students' vocational interest and their readiness to enter the workforce. This type of research is a descriptive study with a correlational approach. The study involved 64 students enrolled in Light Automotive Engineering (TKRO). The sample size taken for this research was 39 students, selected through stratified random sampling using the Taro Yamane formula. Questionnaires that have been declared valid and reliable were utilized to collect data regarding the students' vocational interest and their readiness to enter the workforce. The data analysis was conducted using the Product Moment correlation formula. The results of the data analysis indicate a positive and significant relationship between vocational interest and the readiness to enter the workforce among Light Automotive Engineering (TKRO) students at SMK Negeri 2 Sungai Penuh, with a correlation coefficient of 0.442 (greater than 0.316) and a significance coefficient of 2.9982 (greater than 2.02269) at a 5% significance level.

Mahendra Galih Prasaja; Vivid Dekanawati; Yudhanita Pertiwi; Himawan Aditya Prata

Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The readiness of graduates to face the world of work is a crucial challenge amidst the increasingly competitive job market. This community service activity aims to improve student job readiness through job readiness training and strengthening soft skills. The methods used include needs analysis, CV preparation training, job interview simulations, strengthening soft skills, and pre- and post-training evaluations. The results of the activity show a significant increase in students' understanding of the world of work, self-confidence, and readiness to face the recruitment process. This activity is expected to become a model of sustainable service in increasing the competitiveness of graduates, by providing relevant and applicable provisions to face the challenges of the ever-evolving world of work. Strengthening soft skills is also expected to be a determining factor in students' success when entering the world of work. The sustainability of this program is expected to have a long-term positive impact on the development of graduates' competencies in various fields of work. In the future, the sustainability of this program is expected to have a long-term positive impact on graduates' competencies, strengthen their position in the job market, and support the development of skills needed in various fields of work that continue to evolve.

Micael Jeriko Damanik; Maltus Hutagalung; Marihot Simanjuntak; Fransiska Tiurma Damanik4; Parlindungan Purba +2 more

Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The increasingly competitive world of work demands that workers possess not only technical competence but also a sound understanding of professional ethics. Students at the Mitra Sauri Job Training Institute (LPK), as prospective workers, need to be equipped with professional ethical values to enable them to behave professionally, responsibly, and with integrity in the workplace. This Community Service activity aims to improve students' understanding of professional ethics as a preparation for entering the workforce. The activity implementation method includes counseling, interactive lectures, discussions, and case studies related to the application of professional ethics in the workplace. The material presented includes the definition of professional ethics, professional attitudes and behavior, work discipline, responsibility, and communication ethics in the workplace. Evaluation of the activity was carried out through questions and answers and measuring participants' understanding before and after the activity. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the importance of professional ethics and their awareness to apply it in the workplace. It is hoped that this activity can contribute to developing human resources who are work-ready, professional, and ethical.

Dwi Nur Khasanah; Yossinomita Yossinomita; Ayu Feranika

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Employee performance is a strategic aspect that plays an important role in achieving company goals, especially in facing increasingly fierce business competition. Employee performance is not formed directly, but is influenced by various internal organizational factors, such as work discipline, compensation systems, and work environment conditions. This study aims to analyze the influence of work discipline, compensation, and work environment on employee performance at PT Dunia Aneka Usaha. This study uses a descriptive quantitative approach. The sampling technique used is a saturated sample, so that the entire population of 70 employees was used as research respondents. Data were collected through questionnaires compiled based on indicators of each variable and measured using a Likert scale. Furthermore, the data were analyzed using validity and reliability tests to ensure the quality of the research instrument, as well as statistical analysis in the form of t-tests, F-tests, and multiple linear regression analysis to test the proposed hypotheses. The results of the study indicate that work discipline, compensation, and work environment have a positive and significant effect on employee performance, both partially and simultaneously. These findings indicate that improving work discipline, providing appropriate compensation, and creating a conducive work environment can encourage improved employee performance. Therefore, companies are advised to manage these three factors sustainably so that employee performance improves and organizational goals can be achieved optimally.

Maulana Azhar Imani; Abdul Khobir; Muhandis Azzuhri

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The era of globalization demands that education systems produce human resources who are skilled, adaptable, and capable of competing in the international job market. However, several issues arise in efforts to prepare graduates who are well aligned with industry requirements. These challenges include the mismatch between competencies taught in educational institutions and those required by the workforce, limited digital literacy and technological mastery, the lack of soft skills development, and insufficient collaboration between schools and industries. Rapid technological advancements often result in curricula that lag behind the current skill demands of the labor market. Moreover, many students still lack the mindset, creativity, and adaptability needed to face global competition. This literature-based study aims to identify the main educational problems in preparing human resources for the world of work and propose strategic directions for improvement. Findings highlight the necessity of competency-based curriculum transformation, enhanced vocational training, integration of technology-based learning, and stronger partnerships between education providers and industry sectors. Enhancing teacher quality is also crucial to ensure learning processes remain relevant to global demands. By optimizing the roles of all stakeholders, education can produce graduates who possess not only technical expertise but also essential 21st-century skills such as communication, collaboration, problem-solving, and leadership. Therefore, education becomes the primary foundation for preparing a generation capable of competing globally and contributing to national development.

Diana Zumrotus Sa’adah; Farhan Zaldi; Syahrul Ramadhan; Redial Naku Lanye; Dio Rizki Akbar +1 more

Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

The utilization of Artificial Intelligence (AI) in the workplace has expanded rapidly, focusing not only on improving efficiency but also on strengthening human resource capacity. This review article aims to analyze the contribution of AI in supporting the development of soft skills and the formation of adaptive professional personalities. The method employed is a literature review of academic publications related to the use of AI in developing nontechnical competencies. The findings indicate that AI has been proven to enhance efficiency and productivity through the automation of routine tasks, faster data analysis, and more precise decision-making support. However, the success of AI implementation does not lie in replacing human roles but rather in harmonizing the functions of machine intelligence with the unique abilities of humans, such as empathy, intuition, creativity, and ethical reasoning. Human–AI collaboration emerges as a key approach to ensuring that technology remains human-centered, enabling digital transformation to proceed ethically, inclusively, and sustainably. Additional findings show that AI is capable of providing personalized learning, real-time feedback, and contextual simulations that effectively train communication, collaboration, problem-solving, creativity, and critical thinking skills. Human-centered AI integration also supports the development of professional personalities that are adaptive and responsive to change.

Nayogy, Chasty Eva; Amalia, Restu; Andriani, Luthfi Nabila; Mimi, Denata Sere

Jurnal Bisnis Inovatif dan Digital 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

This research examines the importance of work ethic and ethics in the professional world, as a strong work ethic and high ethical standards serve as a foundational guarantee for individual success in today's competitive job market. The study aims to determine how integrity, responsibility, diligence, and professionalism not only shape a person's reputation but also directly influence the quality of work and overall productivity. In the dynamic modern professional world, integrity, responsibility, and diligence are not merely theoretical knowledge; rather, sound judgment is also essential for maintaining personal reputation and credibility. Furthermore, a positive work ethos and ethics are proven to be key factors for professional advancement and long-term career development. This case study utilizes a qualitative method, where information is derived from observations and verbal descriptions. By analyzing the relationship between ethos and ethics, the study concludes that strategic investment in these areas can yield greater opportunities, job stability, and enhanced professional satisfaction, establishing them as invaluable assets in the global labor market.

Diana Zumrotus Sa’adah; Desty Arnita; Heli Pera Mistika; Heru Kurnia Sesba; Mallfi Lutfia

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Critical thinking is an essential skill in the modern era, characterized by rapid changes in the workplace and the dynamics of daily life. In a time when information is readily accessible and challenges are increasingly complex, individuals are required not only to master technical skills (hard skills), but also to possess the ability to analyze, evaluate, and critically respond to information. These skills are the foundation for making informed, wise, and adaptive decisions. Case studies from various recent news outlets in Indonesia show that many young people, especially Gen Z, still face difficulties entering the workforce due to a lack of soft skills and mental preparedness. This phenomenon is evident in increasing reports of unpreparedness for work pressure, poor communication skills, and a lack of problem-solving skills. Through an analysis of the literature and news reports, this article explores the relationship between critical thinking skills and the real-world challenges faced by Gen Z. Furthermore, it offers practical recommendations for developing critical thinking capacity so that young people can better adapt, improve professional performance, and respond to various issues in daily life more maturely and responsibly.  

Azizah Kurnia Anggraini; Nada Hafiyah Klariesha; Indah Rizki Bethania Silitonga; Olivia Diva Nabila; Dian Alya Julianti

Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain 2025 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

This study examines the Coldplay Gate phenomenon as a reflection of gender inequality and weak ethical relations in the workplace. The event, which began as a personal issue in the entertainment sphere, evolved into a public discourse because it revealed the vulnerability of women within organizational power structures. The workplace, which should uphold professionalism, instead demonstrates gender bias, subordination, and dysfunctional practices that undermine institutional integrity. This research employs a descriptive qualitative approach with a literature study as the main method. Data were collected from news articles, research reports, and official publications from both national and international institutions such as the World Bank Gender Data Portal (2024), Statistics Indonesia (BPS, 2024), the International Labour Organization (ILO), and Populix (2024). Data analysis was conducted using content analysis to identify key themes, including women’s subordination, abuse of power relations, and weak organizational ethics. The findings indicate that Coldplay Gate should not be understood merely as a personal scandal but as a reflection of unequal workplace structures. Empirical data reinforce this conclusion, such as women’s labor participation of only 55.41 percent, limited representation in strategic positions (15 percent of CEOs are women), and high levels of workplace discrimination (45 percent). These findings highlight the need for ethical awareness and gender sensitivity to be internalized within organizational culture. The study concludes that formal regulations must be accompanied by the development of a fair, safe, and inclusive professional culture, enabling workplaces to function as equal spaces for all individuals without barriers based on gender or power relations.

Surayda, Helen Intania; Dwi Nuryanto, Ahmad; Suwandi, Dedi; Hartono Ilham, Ismoro

DINAMIKA HUKUM 2025 Universitas Stikubank

Perang siber adalah suatu kondisi konflik dengan menggunakan perkembangan teknologi informasi dan komunikas dimana menjadi sebuah fenomena sosial dalam relasi internasional yang menjadi masalah serius bagi bangsa-bangsa di dunia dalam membangun stabilitas internasional. Mmenghadapi variasi bentuk perang siber, dibutuhkan adanya proses pembangunan nasional berbasis keamanan siber/cyber security sebagaimana telah dilakukan oleh beberapa bangsa-bangsa di dunia. Perang siber sesungguhnya merupakan bentuk dari perang dunia ketiga yang sudah terjadi. Kekosongan dalam literatur hukum internasional membuat model serangan siber semakin menunjukkan kesiapannya untuk terlibat dalam konflik bersenjata. Konflik siber, yang melibatkan serangan terhadap sistem komputer dan jaringan digital, menimbulkan pertanyaan kompleks mengenai bagaimana prinsip-prinsip hukum humaniter yang ada dapat diterapkan dalam konteks konflik ini. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif (legal  study  research) yang bersifat kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus dari bahan primer dan sekunder. Tantangan HHi dalam mengatur konflik siber mulai dari definisi, pelacakan pelaku, perlindungan masyarakat, sampai penyesuaian hukum dengan teknologi baru. Diperlukan pembaruan hukum, peningkatan kerja sama antar negara, dan penguatan cara penegakan hukum agar perlindungan kemanusiaan tetap terjaga di zaman digital. HHI dapat diterapkan pada konflik siber tetapi perlu adaptasi melalui instrumen baru atau interpretasi progresif sebagaimana Kasus Rusia-Ukraina yang menjadi bukti urgensi penyesuaian hukum.

Sudaryono, Eko Arief; Sutopo, Bambang; Sulardi, Sulardi; Kurniasih, Lulus; Widarjo, Wahyu +3 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan santri. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, kemampuan menulis ilmiah menjadi keterampilan penting untuk melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja profesional. Namun, mahasantri di Ma’had ‘Aly Kharisma Haromain masih menghadapi keterbatasan karena belum tersedianya modul terpadu yang mencakup metodologi penelitian, teknik penulisan, dan etika publikasi Islami. Kondisi ini membatasi potensi mereka dalam menghasilkan opini, artikel, maupun karya ilmiah yang berkualitas, padahal kontribusi pesantren sangat dibutuhkan untuk memperkaya khazanah keilmuan dan mendukung pembangunan masyarakat. Program pendampingan literasi dan penulisan ilmiah yang dilaksanakan melalui workshop, pelatihan komprehensif, serta monitoring dan evaluasi terbukti mampu meningkatkan keterampilan menulis, membangun budaya riset, dan mendorong kolaborasi akademik. Dengan dukungan keberlanjutan program, perbaikan sarana, dan pengembangan modul adaptif, inisiatif ini diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lembaga pesantren maupun masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

Hikmaharyanti, Putu Desi Anggerina; Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung; Verayanti Utami, Ni Made; Deni Ariyaningsih, Ni Nyoman; Oktarina Wisudayanti, Kadek Heni +1 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Artikel ini menyajikan rancangan, pelaksanaan, dan hasil dari program intensif empat sesi yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penerjemahan dan penjurubahasaan di kalangan mahasiswa. Program ini merupakan proyek kolaboratif pengabdian masyarakat antara dua universitas yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pembelajaran teoretis dan penerapan di dunia nyata. Setiap sesi mengintegrasikan pembelajaran berbasis praktik langsung, dan kolaborasi antarmahasiswa, dengan fokus pada kompetensi utama seperti ketepatan linguistik dan kepekaan terhadap konteks. Mahasiswa berinteraksi dengan materi autentik dari berbagai bidang, termasuk penerjemahan dan penjurubahasaan hukum, akademik, dan komunitas. Latihan reflektif dan umpan balik formatif dimasukkan untuk mendukung keterampilan individu. Evaluasi awal melalui pre-test peserta dan penilaian post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kepercayaan diri mahasiswa. Hasil dari umpan balik memberikan komentar positif mengenai pelatihan ini sebab tema serta materi yang disajikan sangat relevan dengan substansi yang mereka sudah pelajari dan bisa diterapkan nantinya di dunia kerja.

Aqsal Faiz Al Hayy; Anita Oktaviana Trisna Devi; Erna Indriastiningsih

Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Work fatigue is a significant issue faced by employees in Indonesia, with approximately 65% experiencing symptoms that reduce their concentration and performance. Excessive workload, particularly mental workload, can result in cognitive strain and decreased productivity. This study aims to measure the level of mental workload experienced by quality control employees at PT Delta Dunia Tekstil I using the NASA Task Load Index (NASA-TLX) method. The research also investigates the relationship between employees’ age, length of service, and perceived mental workload through T-tests and F-tests to provide a more comprehensive analysis. Data were collected from 20 quality control employees who are responsible for monitoring textile production under strict standards. Results from NASA-TLX calculations indicate that the average mental workload falls within the high category, with effort and own performance emerging as the dominant dimensions contributing to mental strain. Correlation analysis shows a negative but not statistically significant relationship between age, length of service, and mental workload, suggesting that other factors play a stronger role in shaping employees’ perceptions. The study further highlights fluctuations in employee attendance and quality performance indicators, emphasizing the importance of workload evaluation. To address these issues, recommendations include adding more operators per machine, which is projected to reduce mental workload scores by approximately 33%. Such measures can optimize task distribution, improve efficiency, and promote employee well-being. Overall, the findings suggest that systematic workload assessments using tools such as NASA-TLX are essential for enhancing productivity and supporting sustainable human resource management in the textile industry.