Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 76

Analytics

Muhammad Arif Taufik; Prema Hapsari Hidayati; Dian Fahmi Utami; Mochammad Erwin Rachman; Muh. Jabal Nur

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease with an increasing prevalence and a risk of causing macrovascular complications such as stroke. This study aimed to describe the characteristics of Diabetes Mellitus patients with stroke complications based on CT-scan results at RSKD Dadi Makassar in 2024–2025. This was a descriptive observational study with a retrospective design using medical record data. Samples were taken using a total sampling technique, comprising 60 patients, and analyzed univariately using the Statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 26. The results showed that the majority of respondents were in the late elderly group (>56 years) at 66.7%, female (51.7%), and from the Makassar ethnic group (63.3%). Most respondents experienced hyperglycemia in random blood glucose (66.7%) and had uncontrolled fasting blood glucose (68.3%) and HbA1c (76.7%) levels. CT-scan results were dominated by non-specific cerebral infarction (68.3%), with ischemic stroke as the most common type (93.3%), a length of stay of 5–10 days (53.3%), and right-sided hemiparesis as the most common clinical manifestation (45.0%). It was concluded that DM patients with stroke complications were generally elderly, female, had poor glycemic control, and were dominated by ischemic stroke with non-specific cerebral infarction. Abstrak. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi makrovaskular berupa stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien Diabetes Melitus yang mengalami komplikasi stroke berdasarkan hasil CT-scan di RSKD Dadi Makassar tahun 2024–2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 60 pasien dan dianalisis secara univariat menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia lansia akhir (>56 tahun) sebanyak 66,7%, berjenis kelamin perempuan (51,7%), dan berasal dari Suku Makassar (63,3%). Sebagian besar responden mengalami hiperglikemia pada GDS (66,7%) serta memiliki kadar GDP (68,3%) dan HbA1c (76,7%) yang tidak terkontrol. Hasil CT-scan didominasi oleh infark serebri tidak spesifik (68,3%) dengan jenis stroke terbanyak berupa stroke iskemik (93,3%), lama rawat inap terbanyak 5–10 hari (53,3%), dan manifestasi klinis tersering berupa hemiparese dextra (45,0%). Disimpulkan bahwa pasien DM dengan komplikasi stroke umumnya berusia lanjut, berjenis kelamin perempuan, memiliki kontrol glikemik yang buruk, dan didominasi oleh stroke iskemik dengan gambaran infark serebri tidak spesifik.

Mien Zyahratil Umami; Romadhona Chusna Tsani

Garina 2026 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Embroidery is one of Indonesia’s traditional craft arts that has developed over time and continues to attract people from various social backgrounds. Embroidery techniques are commonly applied to fashion products as well as household items. The diversity of embroidery motifs and techniques provides aesthetic value and uniqueness to each product, making embroidery an important element in the development of the fashion industry. This opportunity can encourage students of the Fashion Design Program at AKS Ibu Kartini to develop their entrepreneurial potential through creativity in manual embroidery. This study employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis as the data processing technique to determine the influence of internal factors on the entrepreneurial motivation of Fashion Design students at AKS Ibu Kartini. The research sample consisted of 65 respondents. The findings revealed that, simultaneously, the four independent variables had a significant effect on entrepreneurial motivation, with a coefficient of determination (R²) value of 0.910. This indicates that 91% of the variation in entrepreneurial motivation can be explained by technical knowledge (X1), technical skills (X2), creativity and innovation (X3), and entrepreneurial mindset (X4), while the remaining 9% is influenced by other factors outside this study. Partially, variables X1, X2, and X4 showed a positive and significant effect on entrepreneurial motivation, whereas X3 demonstrated a negative and significant effect. This finding indicates that creativity without market orientation may reduce students’ motivation to engage in entrepreneurship. The implications of this study emphasize the importance of improving students’ knowledge, skills, and entrepreneurial mindset. Furthermore, proper guidance is needed to ensure that students’ creativity and innovation are aligned with market demands in order to optimally enhance entrepreneurial motivation.

Asri Muhammad; Muhammad Ilham Wardhana Haeruddin; Zainal Ruma; Uhud Darmawan Natsir; Widhi Nugraha Sumiharja Darmawinata

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan budaya kerja terhadap kepuasan kerja pegawai di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gowa. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas pegawai, khususnya dalam instansi pemerintah yang berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gowa dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert, serta didukung dengan observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Budaya kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Secara simultan, disiplin kerja dan budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gowa. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat disiplin kerja dan semakin baik budaya kerja yang diterapkan, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Nurmelisa; Nurman; Tenri S.P Dipoatmodjo; Chalid Imran Musa; Burhanuddin +1 more

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap motivasi kerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 198 pegawai, dengan sampel sebanyak 70 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan program SPSS dengan teknik analisis regresi linear berganda, serta melalui uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil/Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai, demikian pula kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Secara simultan, beban kerja dan kompensasi terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan beban kerja yang seimbang serta pemberian kompensasi yang adil dan layak menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai.

Aurelius Gelu; Ines Genoveva Hane; Maria Regina Moi Pea; Natalia Imelda Seran; Marylin S. Junias +1 more

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Keamanan dan kesehatan di tempat kerja adalah salah satu hal penting dalam membentuk suasana kerja yang aman, terutama bagi pekerja bongkar muat (TKBM) yang menghadapi risiko kecelakaan kerja yang cukup besar. Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) yang memenuhi standar merupakan salah satu langkah untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di area pelabuhan. Namun, hasil pengamatan di Pelabuhan Tenau menunjukkan masih ada pekerja yang mengenakan APD tidak sesuai standar SNI dan tidak menggunakan APD secara lengkap saat bertugas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pendidikan penggunaan APD terhadap pengetahuan keselamatan kerja pada pekerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Tenau. Penelitian ini mengaplikasikan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental yang menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 28 responden dengan alat penelitian berupa kuesioner yang berisi 10 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mendapatkan edukasi, rata-rata responden berhasil menjawab dengan benar 6 pertanyaan (60%) dan memberikan jawaban salah pada 4 pertanyaan (40%). Setelah mendapatkan edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan di mana sebagian besar responden dapat menjawab dengan benar sebanyak 9 pertanyaan (90%) dan jawaban salah berkurang menjadi 1 pertanyaan (10%). Berdasarkan hasil studi, dapat disimpulkan bahwa pelatihan penggunaan APD berdampak pada peningkatan pengetahuan keselamatan kerja bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM). Sehingga, diperlukan pengawasan dan pendidikan secara berkala mengenai pemakaian APD yang memenuhi standar SNI untuk meningkatkan keselamatan kerja di area pelabuhan.  

Anita; Wahyudi Hidayah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK N 1 Abung Selatan, Lampung Utara, serta pengaruhnya terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran PAI yang cenderung berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa berpikir kritis, aktif, dan mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi keaktifan siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa. Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik serta keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran dibandingkan dengan kelas kontrol. Dengan demikian, model Problem Based Learning dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK.

Salma Nur Hanifah; Sri Retno Widyorini

Notary Law Research 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perkembangan teknologi digital telah merevolusi mekanisme transaksi ekonomi dengan mendorong penggunaan kontrak elektronik sebagai instrumen utama dalam aktivitas e-commerce. Kajian ini menyoroti dominasi klausula baku yang disusun sepihak oleh pelaku usaha, yang mengakibatkan ketimpangan posisi tawar serta berpotensi menimbulkan kerugian sistemik bagi konsumen. Secara empiris, rendahnya literasi hukum masyarakat, kompleksitas bahasa kontrak, serta mekanisme persetujuan instan memperkuat kondisi kerentanan konsumen dalam memahami hak dan kewajibannya. Meskipun kerangka regulasi nasional seperti UUPK dan UU ITE telah memberikan dasar perlindungan, implementasinya masih menghadapi hambatan serius, termasuk lemahnya pengawasan, kesenjangan antara norma dan praktik, serta tantangan yurisdiksi lintas negara dalam transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-empiris untuk menganalisis efektivitas perlindungan hukum serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidakseimbangan dalam kontrak elektronik. Hasil kajian menunjukkan perlunya rekonstruksi model perlindungan konsumen berbasis keadilan kontraktual yang menekankan transparansi, keseimbangan, dan akuntabilitas dalam penyusunan klausula. Selain itu, integrasi aspek teknologi, desain sistem digital, dan peningkatan literasi konsumen menjadi elemen krusial dalam menciptakan ekosistem transaksi yang adil. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teori hukum digital sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pembentukan regulasi adaptif guna memperkuat kepercayaan publik terhadap ekonomi digital.

Indri Trisalowika Purba; Jehan Dangio; Nikita Manengkey; Robintang Situmorang; Keirin Bawues +3 more

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Environmental-based diseases remain a major public health issue associated with unsafe drinking water, inadequate sanitation, poor hygiene behavior, improper household waste management, and unsafe domestic wastewater disposal. Community-Based Total Sanitation, known in Indonesia as Sanitasi Total Berbasis Masyarakat or STBM, is a community empowerment approach designed to change hygiene and sanitation behavior through five pillars. This article aims to develop an STBM program planning design and an impact evaluation model for reducing environmental-based diseases, particularly diarrhoeal disease. This study used a narrative review method by analyzing national regulations, official guidelines, global WASH reports, and recent scientific literature. The proposed program design includes situation analysis, multisectoral advocacy, community triggering, household mentoring, strengthening sanitation facilities, monitoring, verification, and impact evaluation. The evaluation model uses process, output, outcome, and impact indicators, with diarrhoea incidence as the main measurable health indicator. The findings indicate that an integrated STBM program supported by community participation, valid baseline data, and periodic evaluation can strengthen the prevention of environmental-based diseases. This article recommends implementing STBM as a sustainable community-based public health intervention rather than a short-term sanitation activity. 

Rasdiansyah; Rizka Arbaningrum

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiringan saluran terhadap koefisien debit (Cd) pada model ambang lebar. Pengukuran dilakukan dengan variasi ketinggian hulu dan hilir sehingga diperoleh kemiringan saluran yang berbeda-beda, kemudian dilakukan pengamatan terhadap debit aktual dan debit perhitungan pada setiap kondisi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa peningkatan kemiringan saluran cenderung meningkatkan kecepatan aliran dan koefisien debit, meskipun perubahan Cd tidak selalu linier karena dipengaruhi oleh faktor tinggi air di hulu, tinggi ambang, dan kondisi kritis maupun sub-kritis aliran. Selain itu, analisis Fr (Froude) menunjukkan bahwa aliran tetap berada dalam kondisi sub-kritis pada sebagian besar pengamatan, dengan transisi menuju aliran kritis terjadi pada debit lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemiringan saluran memiliki pengaruh signifikan terhadap koefisien debit pada ambang lebar, sehingga desain saluran dan perhitungan debit harus mempertimbangkan kemiringan sebagai faktor penting. Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai acuan dalam rekayasa saluran terbuka untuk memperkirakan debit dan karakteristik aliran secara lebih akurat.

Andini Fitri Zaraswati; Pamungkas Handy Mulyawan; Alicia Putri Dhea; Fauzia Variansiana; Syifa Shafira

Jurnal Ilmu Kesehatan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

In the planning of removable partial dentures (RPD), design is a crucial factor that must be tailored to each patient’s clinical condition, while one of the main challenges in RPD design is anatomical variation in the oral cavity such as torus palatinus, which may affect retention, stability, and patient comfort. This report aims to discuss the design considerations of acrylic resin RPD in patients with torus palatinus, particularly in determining optimal design modifications. A 42-year-old female patient presented with complaints of difficulty chewing due to the loss of several teeth in both the maxilla and mandible. Intraoral examination revealed missing teeth 15, 11, and 25, with healthy mucosal and periodontal conditions, and a nodular torus palatinus measuring approximately 2.5 × 2 cm was identified along the midline of the palate. RPD design planning in this case requires an individualized approach, particularly in the selection of the major connector and base adaptation to avoid pressure on the torus area, and design modifications were implemented to improve load distribution and patient comfort. The use of a U-shaped major connector with relief over the torus area effectively avoids direct contact, thereby enhancing comfort, preventing mucosal irritation, and supporting masticatory function.

Susanto, Heri; Supriadi, Dedi; Wulandari, Hikmayanti

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Guru di sekolah dasar Tahfidz sering kali menghadapi tantangan besar dalam mengintegrasikan pengajaran Al-Qur’an dengan kemampuan pedagogik modern yang mendukung pembelajaran aktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional para guru di SD Tahfidz Ibnu Umar Karawang melalui pelatihan metode pengajaran yang bermakna dan inovatif. Permasalahan utama yang ditemukan di mitra sasaran adalah keterbatasan guru dalam menerapkan pendekatan PAIKEM serta kesulitan dalam menyusun perangkat ajar yang adaptif terhadap prinsip Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi ceramah interaktif, workshop penyusunan modul/RPP, dan praktik langsung melalui sesi microteaching. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi utama: (1) pemahaman karakteristik peserta didik usia 7–12 tahun berdasarkan aspek kognitif, sosial-emosional, dan psikomotorik; (2) desain pembelajaran bermakna (meaningful learning); serta (3) strategi pembelajaran aktif seperti Problem-Based Learning (PBL), Discovery Learning, dan pembelajaran kooperatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman 15 guru peserta dalam menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa (student-centered) serta kemampuan mengintegrasikan teknologi pembelajaran modern (IPTEKS) seperti Canva dan media interaktif dalam proses KBM. Luaran dari program ini mencakup modul pelatihan pedagogik, publikasi artikel ilmiah, dan video diseminasi hasil implementasi metode pembelajaran.

Ernawati, Sri; Yaningsyah, Yaningsyah; Anisah, Nur; Hairunisa, Hairunisa; Wiwin, Wiwin

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Logo merupakan identitas visual yang memiliki peran penting dalam membangun citra dan meningkatkan daya saing suatu usaha, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki logo yang menarik dan representatif, seperti yang terjadi pada UMKM Maira Produksi di Kota Bima. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam merancang logo usaha sebagai bagian dari strategi branding dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan desain logo. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari di rumah pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar desain logo serta berhasil membuat logo yang sesuai dengan karakteristik produk masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas dan inovasi pelaku usaha dalam mengembangkan identitas produk. Dengan demikian, pelatihan pembuatan logo ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas branding, daya tarik produk, dan daya saing UMKM di pasar.

Agustin, Nanda Riski; Ajizah, Tary Hadisti; Yunita Maharani; Sununianti, Vieronica Varbi; Istiqomah Istiqomah +1 more

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2026 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

The rapid development of social media, particularly Twitter, has given rise to a new form of social violence known as cyberbullying. This study aims to explore the phenomenon of cyberbullying on Twitter using Ulrich Beck's Risk Society Theory as an analytical framework. The research approach used is a literature review. This study perceives cyberbullying on Twitter as a modern, systemic risk, shaped by anonymity, cancel culture, and the individualization of risk. It acknowledges that Twitter's structural features, such as pseudonymous accounts and the rapid dissemination of information, exacerbate the potential for cyberbullying, while simultaneously positioning individual users as both victims and potential perpetrators of digital violence. These findings reinforce Beck's thesis that risks in advanced modernity are self-produced, institutionally distributed, and difficult to regulate, clearly reflected in the uncontrolled spread of cyberbullying in digital public spaces.

Desy H Sihombing; Yuki Tambunan; Selfius Dur; Rahel Dwi Ivana; Ronny Simatupang

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to examine the methods, models, strategies, as well as the design and development of the Christian Religious Education curriculum within the family. The research employs a qualitative approach with a descriptive type through library research, using data sources such as books, scientific journals, and relevant articles. The results of this study indicate that faith education in the family should be carried out holistically through various methods such as modeling, habituation, teaching, and mentoring. In addition, educational models such as the theocentric, relational, and participatory models provide clear direction in nurturing children’s faith. Effective strategies include modeling, dialogical communication, spiritual habituation, mentoring, and discipline based on love. Meanwhile, a simple family-based curriculum that includes objectives, materials, methods, media, and evaluation is essential to support a well-directed educational process. The success of Christian Religious Education in the family largely depends on the active role and consistency of parents in implementing methods, models, strategies, and curriculum in an integrated manner. With the right approach, the family can become an effective center of faith education in shaping children who are faithful, have strong character, and are prepared to face life’s challenges.

Armela Nababan; Putra Rajagukguk; Marthalena Lumban Gaol; Lenny Lubis; Justice Z Panggabean

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to examine the components of the Christian Religious Education (CRE) curriculum in the family, its design and development, and its concrete implementation. The research employs a qualitative approach with a descriptive design through library research, using data sources such as books, academic journals, and relevant articles. The data were analyzed using descriptive qualitative techniques to produce a systematic and in-depth description. The findings show that the CRE curriculum in the family consists of interconnected components, namely objectives, content, strategies, methods, and evaluation, which must be implemented in an integrated manner. Faith education in the family is carried out through methods such as role modeling, habituation, teaching, discussion, mentoring, and practical application. Effective strategies include parental role modeling, dialogical communication, and love-based discipline. The implementation of the curriculum is realized through concrete activities such as family prayer, family worship, Bible reading, and the application of Christian values in daily life. In conclusion, the success of Christian Religious Education in the family largely depends on the active role and consistency of parents in implementing the curriculum in a holistic and continuous manner. With the right approach, the family can become an effective center of faith education in shaping children who are faithful, character-driven, and prepared to face life’s challenges.

Ispandiyah, Woro; Sularsih Endartiwi, Sri; Wijayanti, Nor

jurnal ABDIMAS Indonesia 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian secara global dan menunjukkan peningkatan pada kelompok remaja. Rendahnya pengetahuan terkait faktor risiko PTM menjadi salah satu penyebab munculnya perilaku tidak sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan faktor risiko PTM melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest pada santri di pondok pesantren Harun Assyafi’i Bantul. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif dan media visual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 51,36 menjadi 79,73. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan PTM. Program edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang. Studi ini juga mendukung penerapan teori perilaku seperti Model Keyakinan Kesehatan dan PRECEDE-PROCEED dalam merancang intervensi yang efektif.

Fiqi Nurbaya; Dewi Puspito Sari; Nine Elissa Maharani; Nur Aini

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak aman berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian berjumlah 72 balita yang terdiri dari 36 kasus (stunting) dan 36 kontrol (tidak stunting) dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur serta wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel paparan dan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga belum menerapkan pengelolaan sampah yang aman, dan terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis lingkungan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Fiqi Nurbaya; Dewi Puspito Sari; Nine Elissa Maharani; Nur Aini

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak aman berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian berjumlah 72 balita yang terdiri dari 36 kasus (stunting) dan 36 kontrol (tidak stunting) dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur serta wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel paparan dan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga belum menerapkan pengelolaan sampah yang aman, dan terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis lingkungan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Gafar, Arvan; Waskito Waskito

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The use of moldboard plows in agricultural land preparation often faces wear problems on the share component, leading to increased maintenance time and reduced operational efficiency. This study aims to design and analyze a modular concept for the plow share to improve maintenance and repair efficiency without compromising structural performance. The research methods include field observation, component dimension measurement, design modeling using CAD software, and structural analysis using the Finite Element Analysis  (FEA) method. In addition, maintenance ease was evaluated through a questionnaire based on a rating scale. The results show that the modular design significantly improves maintenance and repair efficiency, with an average score of 4.59 categorized as very good. Structural analysis indicates that the modular design reduces maximum stress on the moldboard and slightly decreases deformation, reflecting improved structural stiffness compared to the conventional design. However, the Safety Factor on the share component remains below the acceptable limit, indicating the need for further development. Overall, the modular design provides an effective solution to enhance maintenance efficiency while maintaining the structural performance of the moldboard plow.

Ruth Maya Londong Palayu; Lusia Narsia Amsad; Nazih Sadatul Kahfi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Literasi membaca merupakan kompetensi dasar yang penting dalam mendukung perkembangan akademik murid sekolah dasar, namun kemampuan membaca pemahaman, khususnya pada tingkat kalimat sederhana, masih menjadi permasalahan di berbagai satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan gerakan literasi membaca pemahaman melalui buku cerita dalam meningkatkan keterampilan membaca kalimat sederhana pada murid kelas III SD Inpres Anduam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 9 murid kelas III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan membaca kalimat sederhana sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan membaca murid, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 58,22 pada pretest menjadi 78,56 pada posttest (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa gerakan literasi membaca pemahaman berbasis buku cerita efektif dalam membantu murid memahami struktur dan makna kalimat sederhana. Penelitian ini merekomendasikan penerapan gerakan literasi membaca pemahaman secara berkelanjutan sebagai strategi pembelajaran membaca di sekolah dasar.