Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-17 of 17

Analytics

Andi Patimang

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

LAMPUKITA merupakan salah satu UMKM VCO di Kabupaten Fakfak. Hasil dari pembuatan VCO usaha tersebut,  menghasilkan blondo yang selanjutnya diolah menjadi minyak goreng.  Berdasarkan aspek pemasaran,VCO LAMPUKITA memiliki prospek yang baik. Namun, ketersediaan bahan baku kelapa yang memenuhi syarat pembuatan produk utama, jumlahnya terkadang tidak tersedia.  Penelitian sebelumnya fokus pada teknik ekstraksi VCO, masih sedikit membahas strategi bisnis spesifik untuk minyak goreng hasil blondo ditingkat UMKM dengan kendala bahan baku.  Tanpa strategi pengembangan yang tepat, LAMPUKITA akan sulit bertahan secara finansial meskipun produknya memiliki nilai gizi lebih unggul. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman,  menentukan faktor internal, eksternal strategi terbaik dan model pengembangan bisnis baru yang dapat diterapkan LAMPUKITA. Penentuan lokasi secara purposive. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder.  Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.  Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif (analisis SWOT dan BMC) dan kuantitatif (metode IFAS, EFAS dan QSPM).  Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan utama usaha LAMPUKITA terletak pada keunggulan produk alami, pemanfaatan blondo VCO, serta cita rasa khas kelapa Fakfak. Kelemahan utamanya adalah keterbatasan ketersediaan kelapa yang memenuhi standar VCO, kapasitas produksi masih kecil, dan keterbatasan modal. Analisis IFAS dan EFAS menunjukkan LAMPUKITA berada pada kondisi cukup mendukung untuk dikembangkan secara internal dan eksternal. Keberlanjutan usaha ditentukan oleh manajemen rantai pasok  kelapa. Strategi paling tepat dikembangkan adalah strategi kemitraan dengan petani kelapa berbasis standar VCO.  LAMPUKITA dapat menerapkan berbagai model bisnis baru untuk menanggulangi keterbatasan bahan baku.

Muhammad Zul Fahmi Akbar; Ela Nurlaela

Riset Ilmu Manajemen Bisnis dan Akuntansi 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

The highly competitive healthcare industry in Cirebon poses a significant challenge for Klinik Utama X, especially as a non-BPJS facility. This condition requires a paradigm shift from a provider-centric marketing mix to a patient-centric approach to retain patient loyalty. This study aims to evaluate and formulate the marketing strategy of Klinik Utama X using a comparative 4P (Product, Price, Place, Promotion) and 4C (Customer Solution, Customer Cost, Convenience, Communication) approach based on SWOT analysis. This research used a qualitative descriptive design with purposive sampling, gathering primary and secondary data through in-depth interviews, observations, and document studies. The data were systematically evaluated using Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE) matrices. The findings reveal that the clinic is strategically positioned in Quadrant I, with an IFAS score of 2.53 and an EFAS score of 2.60, indicating strong internal capabilities to seize external opportunities. The recommended aggressive growth strategy involves integrating psychiatric and aesthetic services, penetrating the Business-to-Business (B2B) market through corporate medical check-ups, accelerating digitalization via telemedicine and online queuing, and preparing for BPJS accreditation. The managerial implications suggest that the clinic must prioritize resolving internal human resources and strengthening financial record-keeping systems before investing heavily in medical assets, while actively expanding digital convenience and corporate partnerships to secure short-term financial stability.

Oktaviana, Lusi; Herwiyanto; Rohmad Suryadi; Dewi Purnasari; Inna Nur Rokhmah +2 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan kontributor penting dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi berbasis lokal. Namun demikian, banyak IKM masih menghadapi tantangan berkelanjutan yang berkaitan dengan keterbatasan kapasitas inovasi, rendahnya adopsi pemasaran digital, serta lemahnya akses terhadap kemitraan strategis. Sentra IKM Srikayu di Surakarta merupakan klaster industri furnitur yang mengkhususkan diri pada produk berbahan kayu jati dan mahoni dengan karakteristik kualitas yang kuat, namun perluasan pasar dan pengembangan kemitraannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi internal dan eksternal Sentra IKM Srikayu menggunakan analisis strategis berbasis SWOT sebagai dasar perumusan strategi pengembangan akses pasar dan kemitraan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-method dengan mengintegrasikan diskusi kelompok terfokus, wawancara mendalam, dan analisis data sekunder. Hasil analisis matriks IFAS dan EFAS menunjukkan skor masing-masing sebesar 2,82 dan 2,62, yang menempatkan sentra pada Kuadran I, yang mengindikasikan strategi pertumbuhan agresif. Rekomendasi strategi meliputi penguatan branding dan pemasaran digital, diversifikasi desain produk sesuai tren pasar, perluasan kemitraan strategis, serta peningkatan kapasitas produksi dan kapabilitas sumber daya manusia guna menjamin daya saing dan keberlanjutan jangka Panjang.

noorlailashinto, noorlailashinto; Noor Laila Shinto Wati; Edy Siswanto; Haris Ihsanil Huda

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2025 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran PT. Makanan Rakyat Indonesia Kendal dengan pendekatan bauran pemasaran (produk, harga, promosi, dan tempat) serta analisis SWOT. Data diperoleh melalui wawancara dengan pemilik dan karyawan, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan produk unggulan yaitu kerupuk ABS udang original dengan harga Rp5.000–Rp25.000, distribusi melalui toko offline dan platform online, serta promosi yang memanfaatkan media sosial dan e-commerce. Analisis SWOT menghasilkan lima kekuatan, lima kelemahan, lima peluang, dan lima ancaman. Skor IFAS sebesar 3,23 dan EFAS 3,02 menempatkan perusahaan pada kuadran I (strategi agresif). Data penjualan Januari–April 2025 meningkat 28,8% dibandingkan tahun sebelumnya atau setara Rp147.000.000. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan strategi pemasaran berbasis SWOT berpengaruh signifikan terhadap peningkatan penjualan. Rekomendasi penelitian adalah memperluas saluran distribusi, meningkatkan promosi, serta menjaga kualitas pelayanan guna menghadapi persaingan produk sejenis.  

Ayu Ardiyanti; Neneng Miskiyah; Hendra Sastrawinata

Jurnal Manajemen Bisnis Era Digital 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

This study aims to analyze the business development strategy of Depot Kusen Rahmat by reviewing four main aspects, namely production, human resources (HR), finance, and marketing. The analytical approach used in this study is SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Primary data was obtained through a survey of 16 respondents who are active consumers of Depot Kusen Rahmat. The results of the SWOT analysis identified that the company has four strengths, four weaknesses, four opportunities, and four threats. The most dominant internal strength is efficient and neat products, with the highest weighted score of 0.509, which indicates that the quality of production results is the main competitive advantage. On the other hand, the main weakness found is the absence of a product catalog, with a score of 0.158, which indicates a lack of visual information media as a means of product promotion and communication to consumers. From external factors, the biggest opportunity is the increasing consumer interest in custom products, with a score of 0.479, which indicates a positive trend towards product personalization. The most significant threat is the rapidly changing design trends, with a score of 0.186, which requires the company to be more adaptive to changing market tastes. Based on the results of the SWOT matrix analysis, the company's position is in Quadrant I with an IFAS value of 1.368 and EFAS of 1.206, which indicates that the company is in a position to support an aggressive growth strategy. The QSPM results recommend prioritizing strategies in the form of emphasizing quality and balanced prices, followed by improving customer service and developing high-quality custom products as strategic steps to win market competition and increase business competitiveness sustainably.

FINA FELIA PRAMUDITA; Fina Felia Pramudita; MISWAN ANSORI

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2024 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Kecemasan akademis terkait Produk Non Agunan (PRONA) dalam pembiayaan musyarakah di KSPPS BMT Al Hikmah Semesta Jepara menjadi fokus penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman produk. Analisis lingkungan internal perusahaan dilakukan untuk menganalisis fungsi perusahaan. Matriks IFAS dan EFAS digunakan untuk merumuskan faktor strategis internal dan eksternal perusahaan. Hasil penelitian mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan produk non agunan (PRONA), serta peluang dan ancaman yang dihadapinya. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi perusahaan berdasarkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja perusahaan. Kesimpulannya, Produk Non Agunan (PRONA) berpotensi untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat dan membantu anggota yang menggunakan produk tanpa agunan. Penelitian ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang produk dan memungkinkan penelitian strategis yang efektif.

Erni Oktafia; Rahmi Rahmi

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2024 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Every company must have a certain strategy to attract the attention of consumers (visitors). Seeing the decline in the number of visitors to the Kinantan Wildlife and Cultural Park in 2023. TMSBK has carried out renovations aimed at beautifying it and attracting the attention of visitors. Regarding this renovation, it is included in one of the marketing mix (7P), namely Physical Evidence. According to Kotler and Armstrong, Physical Evidence is one of the real things that influences consumers' decisions to buy and use the products or services offered. However, what happened was that the number of visitors decreased. The research method used is to use a field research method or qualitative field research, namely direct observation of the object being studied in order to obtain relevant data. The primary data source in this research is the management of TMSBK Bukittinggi, while the secondary data source is the visitors of TMSBK Bukittinggi. According to the research findings, the IFAS matrix score of 2.57 suggests that the company holds a strong internal position. Conversely, the EFAS matrix score of 2.40 indicates a weak external position for the company. This means that the company does not take advantage of existing opportunities or avoid external threats. Then, seen from a sharia business perspective, TMSBK has not been optimal in implementing the sharia business concept, because in Islam itself good business will provide mutual benefits between the company and visitors, especially in providing services to visitors. However, TMSBK focuses more on renovating tourist attractions and does not prioritize services to provide comfort to visitors.

Fadil Iqbal; Wirda Novarika; Mahrani Arfa

Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi, dan Pajak 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The aim of this research is to find out the strategies used to increase sales of broom sticks from palm fronds based on the SWOT method. To find out what indicators were studied in the research on marketing strategies for broom sticks from palm fronds using the SWOT method. This research uses a quantitative method where in When data collection is carried out using the Quantitative method, a questionnaire will be distributed containing indicators related to the SWOT method. Meanwhile, in data processing, data analysis will be carried out using quantitative methods, namely in the form of calculating the weight of the values ​​obtained in the questionnaire distributed to the marketing department in the MSME Business Partners. From the results of data processing, it was found that the Internal Factor Analysis Summary (IFAS) of strength and weakness factors had a score of 2.99 and the External Factor Analysis Summary (EFAS) above obtained a score of 2.79. From the matrix above, it is known that IFAS is in cell II and EFAS is in cell IV, which means that the strategy will refer to growth or development.

Fariham Masula; Agus Hermawan

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Apotek merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang bertanggungjawab atas pemenuhan kebutuhan obat-obatan di masyarakat. Pasca pandemi covid-19 penurunan layanan dirasakan oleh seluruh apotek, sehingga banyak unit usaha apotek yang saat ini tidak hanya memberikan pelayanan di bidang obat-obatan. Beberapa apotek kini menyediakan perlengkapan kesehatan, produk kecantikan, dan praktik dokter spesialis. Salah satunya adalah apotek Sugih Waras yang berlokasi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Namun masalah utama yang dihadapi oleh apotek Sugih Waras saat ini menitik beratkan pada penggunaan teknologi yang masih kurang untuk pengelolaan di berbagai lini aktivitasnya. Penelitian ini akan membahas tentang ruang kosong yang dapat dimanfaatkan oleh apotek Sugih Waras dan mengisinya dengan teknologi e-commerce untuk memperkuat posisi di pasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Alat yang digunakan yakni analisis SWOT dengan penilaian Internal Factor Analysis Strategic (IFAS) dan Eksternal Factor Analysis Strategic (EFAS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ruang yang paling tepat dalam penggunaan e-commerce adalah dalam kegiatan promosi dan pengelolaan manajemen apotek

Muhamad Khusnul Khuluq; Nur Rahmawati

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2024 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

In measuring company performance, several aspects are needed to identify and evaluate company performance. With increasingly tight competition in the business world, many companies are utilizing various business strategies as support to improve their performance. Implementing a business strategy will be beneficial if its implementation is in accordance with the company's goals, vision and mission. Implementation of business strategy aims to support the company's growth and long-term targets. PT. XYZ is one of the companies in the maritime sector that is currently experiencing quite good business growth, in an effort to achieve its goals. One method of analyzing company strategy is to use the SWOT matrix (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) and the SPACE Matrix, namely analyzing from an internal company perspective by reviewing the strengths and weaknesses that exist within the company and from an external company perspective by reviewing the company's internal aspects. opportunities and threats that exist outside the company which are then created a matrix to determine PT's position. XYZ. Based on the IFAS matrix, PT XYZ' position is in a relatively good position in facing its internal environment with a value of 2.80. Meanwhile, PT XYZ' EFAS position matrix is in a relatively good position in facing its external environment with a total value of 3.10. From the results of research on strategies to improve company performance at PT. XYZ was found to be in an Aggressive position..    

Hafiya Sherli Putri; Ida Nirwana; Arfimasri Arfimasri; Afniyeni Afniyeni

Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to analyze the performance of the Solok Regency Tourism and Culture Office in the Development of the Alahan Panjang Resort Tourism Object which is located in Nagari Alahan Panjang, Lembah Gumanti District, Solok Regency. The method in this research is a descriptive qualitative method using SWOT analysis through the IFAS and EFAS matrix approach. With the SWOT analysis, the situation of the Alahan Panjang Resort tourist attraction can be identified by identifying the internal factors and external factors that influence the tourist attraction. The research results based on the SWOT Analysis Diagram show that the coordinate position of the Performance Analysis of the Solok Regency Tourism and Culture Office in developing the Alahan Panjang Resort tourist attraction is in quadrant 1 with a cut point of 0.73; 0.33. This shows that the Alahan Panjang Resort tourist attraction is in a growth oriented strategy position or implementing a strategy referring to aggressive growth so as to enable the Solok Regency Tourism and Culture Office to carry out further development.

Rahmawati Djunuda; Samaluddin Samaluddin

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2023 Politeknik Negeri FakFak

Wilayah hinterland Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo mempunyai keunggulan yang kompetitif diberbagai sektor, sehingga berperan penting untuk memajukan dan mengembangkan perekonomian terkhusus daerah bagian utara Provinsi Sulawesi Selatan. Pelayanan Pelabuhan Tanjung Ringgit terhadap kegiatan bongkar muat barang dikategorikan masih kurang baik, penyebabnya adalah minimnya infrastruktur yang dimiliki oleh Pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan terhadap Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo. Data dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis diperoleh bahwa diagram SWOT IFAS/EFAS terletak di kuadran I sehingga strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo adalah strategi agresif dengan strategi pemaksimalan pemakaian dermaga, lapangan penumpukan, dan pelayanan dokumen untuk menangantisipasi kenaikan arus kunjungan kapal dan barang, melakukan penambahan infra dan suprastruktur Pelabuhan, pengadaan fasilitas dan peralatan yang modern sehingga proses bongkar muat dan sandar kapal dapat berjalan dengan mudah, cepat dan aman.

Lutfi Lutfi; Madziatul Churiyah

Manajemen Kreatif Jurnal (MAKREJU) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menetahui lebih mendalam tentang strategi pelatihan “SMA Double Track” untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada siswa yang berbasis SWOT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan) yaitu observasi, interview dan penyebaran questioner dengan menggunakan analisis SWOT IFAS dan EFAS. Berdasarkan hasil analisis perhitungan bobot dan rating setiap unsur matrik SWOT dapat diketahui bahwa posisi program pelatihan “SMA Double Track” berada pada kuadran I hal ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Program “SMA Double Track” memiliki Koordinat Internal: Sumbu X = (skor kekuatan-skor kelemahan)/2 = (3.28 – 1.8) :2 = 0.74. Koordinat Eksternal Sumbu Y = (skor peluang – skor ancamam)/2 = (3.66 – 2.27):2 = 0.70. Jadi titik koordinatnya terletak pada (0,74:0,70) sehingga dengan kekuatan yang dimiliki dan dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif dimana strategi umum yang dapat dilakukan oleh sekolah SMA adalah menggunakan kekuatan dan peluang sekolah SMA untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.  

Chelsea Vanderkley; Farid, Erwan Sastrawan; Juliana Kadang

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2023 CV. Aksara Global Akademia

Strategi pemasaran sangat berpengaruh dan penting dalam suatu progres usaha UMKM. Sweet Banana yang merupakan usaha UMKM memiliki beberapa permasalahan terkait lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi lingkungan internal produk Sweet Banana. Tujuan penelitian ini yaitu Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dihadapi oleh Sweet Banana ,Untuk mengetahui posisi usaha saat ini berdasarkan Analisis SWOT, Merumuskan strategi pemasaran yang baru bagi usaha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner. Penelitian ini  menggunakan data sekunder berupa artikel ilmiah dan kumpulan data. Teknik analisis data menggunakan analisis SWOT. Tahapan analisis  SWOT dimulai dari identifikasi faktor internal dan eksternal, penyusunan Matriks IFAS (Internal strategic factor analysis) dan Matriks EFAS (Eksternal strategic factor analysis), perumusan Matriks IE (internal eksternal), perumusan Matriks SWOT dan perumusan strategi pemasaran yang disarankan. Hasil analisis menunjukan usaha berada pada posisi Strategi Agresif. Strategi pemasaran yang disarankan meliputi : Mendaftarkan produk Sweet Banana diberbagai aplikasi online, melengkapi property penjualan produk, meningkatkan promosi, meningkatkan ciri Khas produk.

Dwibin Kannapadang; Charis Poligus Ra’ba; Dian Intan Tangkeallo

Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi 2022 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha alat musik di Toko Nafiri Musik di Kecamatan Makale Utara. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder , teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan studi perpustakaan. Data yang di peroleh dari hasil pengumpulan data kemudian di analisis menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi toko Nafiri Musik di Makale Utara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa matriks IFAS memperoleh total skor untuk kekuatan (strenght) dan kelemahan (weakness) sebesar 2,93, karena total skor diatas 2,93 berarti ini mengindikasikan posisi internal pada perusahaan begitu kuat. Matriks EFAS memperoleh total skor untuk peluang (opportunities) dan ancaman (threats) sebesar 3,03 karena total skor mendekati 4,0 berarti ini mengindikasikan bahwa toko Nafiri Musik merespon peluang yang ada dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman-ancaman di pasar. Adapun hasil matrik SWOT menunjukkan ada sepuluh strategi pengembangan usaha alat musik yang digunakan adalah dengan mempertahankan kualitas produk, mempertahankan kualitas pelayanan kepada konsumen, menjaga kepercayaan pelanggan, menambah karyawan di toko nafiri musik, memperluas ruangan atau bangunan  di toko nafiri musik, memperbanyak stok alat musik, membuat promo harga atau diskon untuk menarik konsumen untuk membeli barang tersebut, meningkatkan strategi pemasaran melalui sosial media dengan mengikuti kemajuan teknologi., meningkatkan sistem pelayanan yang lebih baik, sehingga konsumen merasa nyaman untuk berbelanja, menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.

Muhammad Ainun Nasihin; Salma Egita Fitri Subagyo; Shintiya Anggi Erfariani; Siti Ning Farida; Subagyo, Salma Egita Fitri Subagyo

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2020 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis strategi bisnis di Era Normal Normal yang diterapkan oleh Beby's Coffee. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis SWOT (Strengths, Weaknees, Opportunity, dan Threat). Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan teknik purposive sampling pada pemilik usaha, karyawan, pengunjung Beby's Coffee. Hasilnya kemudian dianalisis dengan menggunakan metode SWOT. Hasil analisis yang telah dilakukan oleh Beby's Coffee menunjukkan bahwa strategi bisnis di Era New Normal ini dapat berjalan dengan lancar dan seimbang di tengah banyaknya pesaing. Dengan adanya kompetitor tersebut, menjadi tantangan tersendiri bagi para pemilik usaha untuk menciptakan inovasi guna mengembangkan usahanya. Di tengah Era Normal Normal ini, Beby's Coffee terus melakukan inovasi terbaru dengan membuat produk “Kopi Seliter” untuk meningkatkan daya tarik konsumen.

Samtono Samtono

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

. Menu makanan khas jawa ayam goreng sampai saat ini masih menjadi menu favorit untuk semua usia dan semua lapisan masyarakat jawa, ribuan orang setiap minggu merasakan ayam goreng di Bu Toha yang terletak di Desa Lopahit Tuntang Semarang. Saat ini pengembangan wisata kuliner merupakan jalur strategis penyangga ekonomi nasional lewat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data, depth interview, swot analisis dan observasi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap beberapa informan atau nara sumber yang terseleksi atau terpilih khususnya para karyawan, pelanggan, dan pemilik warung makan. Hasil penelitian yang diperoleh melalui Analisis SWOT dilakukan berdasarkan teknik EFAS dan IFAS, kemudian dihitung dengan perhitungan AFE dan IFE yaitu analisis faktor eksternal dan fakor internal menunjukkan para konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan oleh warung makan ayam goreng “Bu Toha”. Posisi warung makan ayam goreng “Bu Toha”. berdasarkan diagram  kortesius SWOT berada di kwadran I, artinya kuat dan berpeluang. Rekomendasinya adalah strategi yang diberikan progresif. Dalam rangka meningkatkan omzet pendapatan usahanya maka dapat menambah varians atau jenis menu yang disajikan konsumen serta mengembangkan usahanya dengan membuka anak perusahaan.