Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Hatmoko, Haru; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Profesi guru dalam perspektif pendidikan modern dipahami bukan sekadar sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai agen transformasi moral, etika, dan spiritual. Dalam konteks pendidikan Kristen, peran guru semakin signifikan karena dipanggil untuk menghadirkan teladan Kristus dalam seluruh aspek kehidupannya. Penelitian ini mengkaji relevansi keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:13–16 dengan praktik pendidikan guru agama Kristen di sekolah. Teks ini menampilkan Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai simbol kerendahan hati, kasih, dan pelayanan, yang menjadi dasar teologis bagi peran guru Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologis dan pendidikan, melalui studi pustaka dan wawancara dengan guru-guru di SMA PGRI 22 Serpong. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama. Pertama, teladan guru Kristen berfungsi sebagai model nyata yang membentuk iman dan karakter siswa. Kedua, praktik mentoring dalam perspektif Alkitab menegaskan pentingnya relasi personal dalam pendidikan iman. Ketiga, keteladanan Yesus menampilkan dimensi servant leadership yang relevan bagi kepemimpinan guru Kristen. Keempat, integritas guru Kristen menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan karena konsistensi hidup lebih berpengaruh daripada sekadar instruksi verbal. Kelima, keteladanan Yesus tetap relevan di era modern karena mampu menuntun peserta didik menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi dengan iman yang tangguh. Dengan demikian, guru agama Kristen dipanggil untuk melayani dengan kasih, rendah hati, dan penuh integritas, sehingga mampu membentuk generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.

Laia, Idaman; Madjan, Herman P

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini membahas relevansi integritas Kristus sebagaimana dicontohkan dalam Matius 4:1–11 sebagai dasar etika profesional dan spiritual bagi guru-guru Kristen. Dalam kisah pencobaan di padang gurun, Yesus menunjukkan keteguhan hati dan kesetiaan terhadap firman Tuhan, tanpa kompromi terhadap godaan kuasa, kekayaan, dan pengakuan. Sikap ini menjadi model sempurna integritas, yang tidak hanya bersifat moral tetapi juga spiritual. Guru Kristen sebagai pendidik dan pembentuk karakter generasi masa depan, diharapkan hidup selaras antara ucapan, prinsip, dan tindakan, sebagaimana Kristus meneladankan.Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip integritas Kristus dan implikasinya dalam dunia pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas guru Kristen berdampak langsung terhadap efektivitas pendidikan karakter, kepercayaan peserta didik, dan kredibilitas lembaga pendidikan. Namun, tantangan besar juga diidentifikasi, seperti tekanan profesional, relativisme moral, dan godaan kompromi nilai.Strategi pembinaan integritas meliputi penguatan disiplin rohani, pelatihan etika Kristen, mentoring oleh figur teladan, serta dukungan institusional dari gereja dan sekolah. Guru Kristen dipanggil tidak hanya mengajar pengetahuan, tetapi juga menjadi pemimpin rohani yang mencerminkan kehidupan Kristus. Dengan menjadikan integritas sebagai inti dari pelayanan pendidikan, guru mampu menjadi terang dan garam bagi dunia pendidikan yang tengah menghadapi krisis moral. Oleh karena itu, implementasi integritas Kristus menjadi kebutuhan mendesak dalam membentuk guru Kristen yang profesional, beriman, dan berpengaruh secara transformatif.

Kore Mega, Cindy; Adi Saingo, Yakobus

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2025 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Artikel ini bertujuan membahas tentang pentingnya model pengajaran dalam mencapai tujuan pendidikan melalui analisis terhadap model pengajaran yang digunakan oleh Yesus Kristus dengan pola perumpamaan. Model pengajaran merupakan konsep yang digunakan dalam merancang proses pembelajaran, dan memainkan peran kunci dalam membangun dan meningkatkan kemanusiaan. Penting bagi seorang guru untuk memilih metode pengajaran yang tepat guna mencapai tujuan pembelajaran yang rancangkan, termasuk menggunakan pola perumpamaan dalam mengajar seperti yang dicontohkan Tuhan Yesus Kristus dalam pengajaran-Nya untuk menyampaikan kebenaran Firman bagi banyak orang. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka yang ketika dianalisis secara reduktif mengungkapkan hasil bahwa perumpamaan sebagai cerita pendek yang mengandung makna dalam dan digunakan oleh Yesus untuk menjelaskan prinsip-prinsip spiritual secara tidak langsung bagi pengikut-Nya. Pola perumpamaan juga dapat digunakan oleh guru Kristen ketika menjelaskan materi di dalam kelas. Pembahasan juga menganalisis tentang jenis-jenis perumpamaan yang digunakan oleh Yesus, dan relevansinya dalam pengajaran modern, selain itu model pengajaran dengan pola perumpamaan telah menjadi inspirasi bagi guru-guru Kristen dalam mengembangkan strategi pengajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan.

Jesica Carolina; Septania Adut; Helena Regalia Ujabi; Sarmauli Sarmauli

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The Protestant Reformation had a significant impact on the development of Christian theology, especially in the field of Christology. This study aims to examine the thoughts of Martin Luther and John Calvin regarding the role of Christ in the process of human salvation. The method used is a qualitative approach with a literature study technique, which examines the theological works of the two Reformers. The results of the study show that Luther emphasized the personal relationship between humans and Christ as savings, as well as the real presence of Christ in the sacrament as a form of God's grace that can be experienced personally. Meanwhile, Calvin developed the concept of three placements of Christ as prophet, priest, and king which emphasized the overall role of Christ in salvation, and viewed the sacrament as a spiritual means to strengthen the faith of believers. Through this study, it can be concluded that Christology in the Reformation tradition provides a strong, systematic, and relevant theological basis for the development of contemporary Protestant teachings, both in doctrinal aspects and the practice of life of faith.