Publication Search

72,692 articles from 673 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-14 of 14

Analytics

Lengis Nurlatu; Abad Jaya Zega

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The Book of Hebrews 12:1-3 provides profound guidance on the significance of perseverance in the journey of faith towards Jesus Christ. In this abstract, we will explore key concepts found in the text. Hebrews 12:1 urges us to cast off every hindrance and sin that impedes us, enabling us to run with perseverance in the race of faith. This reflects the importance of focusing on our relationship with Jesus Christ and letting go of anything that obstructs spiritual growth. The concept of perseverance is emphasized in Hebrews 12:1, depicting the journey of faith as a race requiring endurance, resilience, and strong focus. Perseverance is necessary because this journey is not a short sprint but a long-term marathon that demands enduring commitment. Hebrews 12:2 directs our focus to Jesus as the pioneer and perfecter of our faith. Our perseverance is not a result of our efforts alone but is strengthened by fixing our gaze on Jesus Christ. This reflects that true perseverance involves a deep understanding of Christ's presence and glory. Hebrews 12:3 reminds us to endure suffering without losing heart, following the example of Him who endured suffering. Perseverance is required in facing challenges and hardships, and a steadfast focus on Jesus Christ motivates us to endure in the midst of trials. In conclusion, Hebrews 12:1-3 provides a strong foundation for understanding the role of perseverance in our journey of faith towards Jesus Christ. By shedding burdens, focusing on Christ, and facing suffering with perseverance, we can navigate the race of faith with determination and attain the eternal reward prepared for those who remain faithful.

Erika Yusthina Balol; Abad Jaya Zega

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This article discusses the role of Jesus Christ as the "Cornerstone" in the context of the Christian life and how its meaning becomes increasingly relevant when we face trials and challenges in life. Jesus Christ as the "Cornerstone" is a metaphor that comes from the Book of 1 Peter in the New Testament of the Christian Bible. This concept reflects the strength, stability, and protection given by Christ to His people. In this paper, we explore the significance of this concept and how it provides inspiration and hope to individuals facing trials and adversity. We also detail how faith in Jesus Christ as the “Cornerstone” can guide us through life's trials. In conclusion, this article explores how important it is to understand the presence of Christ in facing the trials that often come in our journey as believers.

Yoram H. A Tuan; Abad Jaya Zega

God created the first humans, namely Adam and Eve, both were created in the image and likeness of God and there was no sin in them, but Adam and Eve ultimately fell into sin because of human greed and violating what God commanded. They ate the fruit from the tree of the knowledge of good and evil which God had forbidden them to eat. Because when they eat it they die and death is what makes humans sin and lose the glory of God from themselves. In the book of Romans 3:23, it says "Sin separates humans from God and humans cannot come to God because of the conflict that occurs between humans and God. So sin leads humans to eternal death and destruction. But because God's love is so great for His special creation, namely humans, who are in the image and likeness of Him, that He took the initiative to free humans from the destruction caused by human sin itself.

Yoram H. A Tuan; Abad Jaya Zega

God created the first humans, namely Adam and Eve, both were created in the image and likeness of God and there was no sin in them, but Adam and Eve ultimately fell into sin because of human greed and violating what God commanded. They ate the fruit from the tree of the knowledge of good and evil which God had forbidden them to eat. Because when they eat it they die and death is what makes humans sin and lose the glory of God from themselves. In the book of Romans 3:23, it says "Sin separates humans from God and humans cannot come to God because of the conflict that occurs between humans and God. So sin leads humans to eternal death and destruction. But because God's love is so great for His special creation, namely humans, who are in the image and likeness of Him, that He took the initiative to free humans from the destruction caused by human sin itself.

Elfin Warnius Waruwu

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This study aims to analyze the perceptions of Christian Religious Education teachers towards the Great Commission of Jesus Christ as the basis for the ethics of the teaching profession. The Great Commission of Jesus Christ contains important moral values in the educational context, such as love, justice, humility, forgiveness, and social responsibility. This study uses the library method. In the library method, the writer will search and select information sources that are relevant to the research topic. The results of this research can contribute to the development of an educational approach that focuses on spiritual and ethical values, as well as provide a better understanding of the challenges faced by teachers in integrating religious values into a diverse school environment.

Igo Satria; Malik Malik

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Iman yang sejati dalam kehidupan orang Kristen adalah iman yang menyelamatkan.  Itulah sebabnya Sproul menuliskan bahwa, iman dibangun di atas dasar alasan yang sudah dipikirkan dengan matang, koheren, konsisten, dan bukti empiris yang absah. Namun ada juga kelompok yang menyatakan bahwa iman adalah sekedar alat untuk sampai kepada tujuan keselamatan itu sendiri. Tujuan penelitian yang ingin dicapai melalui penulisan artikel ini adalah untuk memaparkan tentang pengertian iman secara umum, enjelaskan tentang kontribusi pengajaran dari perspektif Reformed mengenai keselamatan bagi pertumbuhan iman Kristen, menjelaskan apa apilkasinya bagi orang percaya masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pandangan Agama Kristen mengenai iman adalah beriman kepada Yesus Kristus atau yang disebut orang yang beriman hanya kepada Yesus Kristus untuk memperoleh keselamatan. Iman yang sejati dalam kehidupan orang Kristen adalah iman yang menyelamatkan. Iman yang menuju kepada Tuhan untuk mendapatkan keselamatan yang kekal melalui Yesus Kristus

Misi Astuti Waruruwu; Moses Wibowo

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Menjadi hamba Tuhan adalah kesempatan sempurna yang tidak dimiliki semua orang. Hamba Tuhan adalah orang yang setia dan mengaku di hadapan Tuhan bahwa dia untuk Tuhan. Hamba Tuhan harus memiliki dasar iman dalam pelayanan, terlatih untuk mengajar dan menguasai diri dalam memberitakan Firman Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa hamba-hamba Tuhan mampu melatih dan memimpin domba-domba-Nya seperti yang dilakukan Yesus Kristus sebagai Gembala yang Baik dari domba-domba-Nya. Dalam surat ini, Paulus mengingatkan Timotius agar para hamba Tuhan tidak lagi mengajar di zaman sekarang, karena banyak sekali nabi palsu yang mengaku sebagai utusan Tuhan. Hasil penelitian ini menggambarkan kompetensi hamba Tuhan dalam menjalankan pelayanannya

Arieli Harefa

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Filsafat mengambil bagian penting dalam rasio manusia ribuan tahun yang lalu  dalam sejarah manusia. Dalam perjalanan pelayanan rasul  Paulus filsafat merupakan tantangan yang diperhadapkan dalam pelayanannya di tengah-tengah jemaat kolose. Mencampur baurkan filsafat yang kosong dan palsu terhadap ajaran rasul tentang yesus kristus adalah sebuah problematika iman yang harus segera dicegah supaya iman orang Kristen di kolose tidak tergoncangkan terhadap injil yesus kristus.  Untuk menyelidiki permasalahan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegese dan library research. Tujuan penelitian ini untuk memastikan ajaran filsafat yang beredar pada masa Paulus ketika pelayanan di kolose, serta maknanya bagi orang percaya masa kini. Hasil yang di dapatkan dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan para ahli mengenai filsafat yang kosong dan palsu dalam jemaat kolose. Penelitian ini diharapkan mampu menyadarkan iman orang percaya terhadap ajaran filsafat yang beredar dizaman sekarang ini.

Doni A

Jurnal DIKMAS 2023 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Kelurahan Barong Tongko merupakan salah satu tempat yang berada di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kelurahan ini walaupun dikatakan sudah maju, namun masih banyak masyarakat yang tidak mau datang beribadah di gereja dan tidak mau ikut kegiatan-kegiatan rohani lainnya. Oleh sebab itu penulis bersyukur dengan adanya pelayanan  pengabdian kepada masyarakat, penulis bisa melayani mereka secara jasmani dan rohani, yang bedasarkan kasih Kristus. Penulis bersyukur juga karena masyarakat di kelurahan Barong Tongko mau dibimbing dan mau dilayani untuk mendekatkan diri mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Memang segala sesuatu maslah tidak ada yang tidak bisa diselesaikan bersama Tuhan Yesus, asalkan kita mau melakukan, berusaha dan berdoa.

Hendra Agung Saputra Samaloisa

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Tulisan ini mendeskripsikan mengenai signifikansi etika guru Pendidikan agama Kristen terhadap pertumbuhan karakter bagi peserta didik dengan menggunakan pendekatan literature. Pentingnya etika bagi guru pendidikan Agama Kristen bukan hanya sekedar mengajarkan tentang pengetahuan, keterampilan, terhadap peserta didik, melainkan mengajarkan tentang bagaimana peserta didik mempunyai karakter yang meonjol dengan iman  kepada sang Juruslamat yaitu Yesus Kristus. Maka dari pada itu untuk menghidupi dan mewujudkan karakter peserta didik guru Pendidikan Agama Kristen terlebih dahulu memahami tentang pengajaran yang hidup di dalam kekristenan yang sesungguhnya di dalam Tuhan.

Linus Syah Putra Gulo; Yeremia Hia

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Di dalam Perjanjian Baru, kitab Ibrani adalah salah-satu kitab yang banyak mengutip teks Perjanjian Lama dan menyinggung tentang iman. Bahkan kitab ini sendiri yang mendefenisikan iman. Para penulis Perjanjian Baru lebih cenderung menggunakan versi Ibrani teks masoretik teks, dengan berbaga metode penafsiran tradisi Yahudi kuno. Metode penafsiran, misalnya: historis, preteris, furutis, idealis. Penulisan artikel ini dilakukan dengan metode kualitaif yang, bentukanya eksegeis. Eksegesis adalah metode untuk menemukan dan memahami pesan dari sang penulis. untuk memahami penggunaan Perjanjian Lama di alam Perjanjian Baru, khususnya tentang teks-teks yang berbicara tentang Eskatologi atau kedatangan Tuhan yang kedua kali. Dari berbagi persepektif masih banyak yag harus digali, mulai daris sisi soteriologinya dan eskatologinya. Tujuan penulisan artikel ini, untuk menjelaskan makna penggunaan kutipan Perjanjian Lama di dalam Perjanjian Baru oleh si penulis dan kaitan-nya dengan iman yang tekun dalam menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali. Penulis menggambarkan penggunaaan Perjanjian Lama oleh penulis di dalam ayat 10:37-38, kemudian, Penulis akan menguraikan korelasinya dengan iman yang tekun terhadap orang Kristen masa kini dalam hal menantikan kedatangan Kristus yag kedua kalinya.

Junaidi Junaidi

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Surat Paulus kepada jemaat di Roma merupakan surat yang paling unik diantara surat-surat lainnya. Dari keunikan itu bermunculan polemik tentang pokok-pokok pengajaran yang ditulisnya kepada jemaat di Roma menjadi tema yang muktahir diantaranya ialah ‘kebenaran Allah, kebaikan Allah, kedaulatan Allah, kasih karunia (anugerah) Allah, dan hukum Allah.’ Kristus Yesus menjadi sentral pemberitaan merupakan kekuatan Injil tidak terbantahkan oleh siapapun. Kematian Kristus adalah alasan kuat dalam pemberitaannya sekalipun mereka sudah percaya baik dari golongan Yahudi maupun Yunani atau orang bersunat dan tidak bersunat bahkan hukum Taurat tidak dapat diperbandingkan dengan kematian Kristus yang memberi jaminan keselamatan hidup yang kekal. Tujuan penelitian ini ialah dibenarkan, diperdamaikan dan dimerdekakan oleh kematian Kristus Roma 5-8 karena inti berita yang khas sebagai dogma teologi bagi orang yang percaya kepada-Nya. Metodologi penelitian yang digunakan ialah metodologi kualitatif dan analisis deskriptif serta pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ialah menarasikan tentang praktik apologetika karena diperhadapkan pada permasalahan pokok pengajaran iman kepada Yesus Kristus, melainkan umat manusia harus menyadari bahwa Kristus yang diutus oleh Bapa ke dalam  dunia untuk menyelamatkan orang berdosa sebab hanya Allah saja yang dapat menyelamatkan umat-Nya bukan manusia mencari keselamatan dengan berbagai cara yang ditempuhnya.    

Netty Netty

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Konsep mengerjakan keselamatan itu sangatlah penting karena mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar itu berarti orang percaya lagi menghidupi iman, berjalan sebagai seorang pengikut Kristus, hidup sebagai seorang murid Kristus. Dan berbicara mengenai keselamatan, maka keselamatan merupakan inti berita injil. Karena keselamatan itu adalah anugerah Allah tanpa anugerah Allah maka manusia tidak akan mendapat keselamatan. Keselamatan mencakup seluruh aspek kehidupan kristiani, baik hubungan dengan Allah, maupun dalam hubungan dengan sesama manusia. Tujuan penelitian ini ialah setiap orang percaya harus mengerjakan keselamatan selama di dunia ini supaya mendapatkan kehidupan yang kekal. Peneliti menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ini ialah mengerjakan keselamatan bukan kehendak orang percaya tetapi berdasarkan anugerah dan kehendak-Nya. Kesimpulan: keselamatan kekal mutlak dianugerahkan oleh Yesus Kristus kepada orang percaya yang terus-menerus setia melakukan perintah-Nya sampai mati. Mengerjakan keselamatan sebagai bukti cinta kasih orang percaya kepada Kristus Yesus. 

Septinus Hia

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Agama-agama yang ada di Indonesia memiliki kepercayaan masing-masing. Salah satunya agama Kristen yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan yang telah menebus dan menyelamatkan manusia yang percaya kepada-Nya. Tetapi ada juga kelompok Kristen yang tidak sependapat dengan pandangan tersebut seperti Saksi Yehuwa. Pengikut Saksi Yehuwa tidak percaya dengan ajaran-ajaran yang diajarkan oleh Kristen pada umumnya. Saksi Yehuwa memiliki cara pandang tersendiri tentang Tuhan bagi mereka hanya ada satu Tuhan yaitu Yehuwa dan Yesus bukanlah Tuhan atau penebus dosa umat manusia melainkan Yesus hanya ciptaan dan hanya menebus dosa Adam saja. Saksi Yehuwa yang dipelopori oleh Charles Taze Russell (pendiri Saksi Yehuwa) mulanya bernama Siswa-Siswa Alkitab yang telah ada sejak tahun 1931. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan Tuhan mana yang disembah oleh Saksi Yehuwa. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil yang ditemukan ialah umat Kristen menyembah kepada Tuhan Yesus sebagai Allah yang hidup sedangkan Saksi Yehuwa menyembah pada Allah yang menebus Adam pada masa PL. Kesimpulan: Tuhan yang benar dan hidup yang telah berinkarnasi di dalam Yesus Kristus; yang harus disembah oleh Saksi Yehuwa dan orang Kristen pada umumnya bahkan orang-orang non-Kristen.