Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-16 of 16

Analytics

Defnaldi; Siti Marfu’ah

Ulumul Quran merupakan salah satu cabang ilmu dalam studi Islam yang membahas segala sesuatu tentang Al-Qur’an, mulai dari proses turunnya wahyu, penulisan, pembacaan, penafsiran, hingga kandungan hukum yang terdapat di dalamnya. Kajian Ulumul Quran sangat penting karena membantu umat Islam memahami Al-Qur’an secara benar dan mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengertian Ulumul Quran, ruang lingkup kajiannya, serta peranannya dalam memahami kandungan Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulumul Quran memiliki kontribusi besar dalam membantu umat Islam memahami makna dan tujuan ayat-ayat Al-Qur’an secara tepat sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nurlisana Shidqi Saili; Syahira Ramadhani; Ali Akbar; Edi Hermanto

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kajian Makkiyyah dan Madaniyyah merupakan salah satu cabang penting dalam Ulumul Qur’an yang membahas klasifikasi ayat dan surah berdasarkan periode turunnya wahyu. Pembahasan ini memiliki peran penting dalam memahami konteks historis, sosial, dan budaya yang melatarbelakangi turunnya ayat-ayat Al-Qur’an. Melalui pemahaman terhadap karakteristik ayat Makkiyyah dan Madaniyyah, seorang penafsir dapat memahami tujuan, kandungan, dan hikmah yang terkandung dalam suatu ayat secara lebih komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur klasik dan kontemporer tentang Ulumul Qur’an. Hasil kajian menunjukkan bahwa ayat Makkiyyah dan Madaniyyah memiliki perbedaan yang signifikan dalam aspek waktu turunnya, tema pembahasan, gaya bahasa, sasaran dakwah, dan kandungan hukumnya. Ayat Makkiyyah lebih menitikberatkan pada penguatan akidah, tauhid, dan pembentukan akhlak, sedangkan ayat Madaniyyah lebih berfokus pada pengaturan kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan hukum dalam masyarakat Islam.

Muhammad Ridho; Abdurrahman Sulaimana Syaputra; Ali Akbar

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini berfokus pada kajian mengenai standar keabsahan pengetahuan yang digunakan sebagai dasar legitimasi penafsiran Al-Qur’an dalam tradisi Ulumul Qur’an. Dengan memanfaatkan pendekatan epistemologi kritis, penelitian ini menganalisis tiga bentuk utama interpretasi, yaitu tafsir, ta’wil, dan kashf, untuk menelaah implikasinya terhadap persoalan kebenaran, objektivitas, serta kriteria yang menentukan validitas suatu penafsiran. Kajian ini berargumen bahwa ketiga modalitas tersebut tidak memiliki kedudukan epistemologis yang setara. Tafsir dinilai memiliki tingkat validitas yang lebih kuat karena bertumpu pada analisis linguistik dan historis yang dapat diverifikasi secara intersubjektif, sedangkan ta’wil beroperasi dalam kerangka hermeneutis yang menuntut penggunaan rasionalitas serta berpedoman pada kaidah dan tradisi keilmuan yang telah berkembang. Sementara itu, kashf menghadapi tantangan epistemologis yang lebih kompleks karena didasarkan pada pengalaman spiritual yang bersifat personal dan sulit diuji secara objektif. Penelitian ini menggunakan metode analisis dokumen kualitatif dengan pendekatan hermeneutika kritis serta mengkaji berbagai literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan epistemologi Islam, filsafat tafsir, dan studi Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ulumul Qur’an telah mengembangkan konstruksi hierarki validitas penafsiran yang cukup kompleks, namun konstruksi tersebut masih memerlukan perumusan ulang secara lebih sistematis dalam kerangka epistemologi kontemporer agar tetap relevan dalam menjawab tantangan hermeneutika modern, termasuk fenomena demokratisasi penafsiran Al-Qur’an di era digital.

Ririn Wilka; Ali Akbar

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mengkaji karakteristik ayat Makkiyah dan Madaniyah serta implikasinya dalam penafsiran Al-Qur'an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman tentang Makkiyah dan Madaniyah sebagai salah satu ilmu fundamental dalam Ulumul Qur'an yang sangat berpengaruh terhadap proses penafsiran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan atau library research. Sumber data primer yang digunakan meliputi kitab-kitab Ulumul Qur'an klasik karya Manna' al-Qaththan, As-Suyuthi, Az-Zarqani, dan Az-Zarkasyi, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah dan buku-buku tafsir yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makkiyah dan Madaniyah didefinisikan berdasarkan waktu turunnya wahyu, yaitu sebelum dan sesudah hijrah Nabi SAW ke Madinah. Ayat-ayat Makkiyah memiliki karakteristik yang berfokus pada tema akidah dan tauhid dengan gaya bahasa yang singkat dan tegas, sedangkan ayat-ayat Madaniyah lebih banyak membahas hukum syariat dan kehidupan sosial dengan gaya bahasa yang lebih panjang dan terperinci. Pemahaman tentang kedua kategori ini terbukti memiliki implikasi yang signifikan dalam penafsiran Al-Qur'an, meliputi pemahaman konteks historis, kajian nasikh dan mansukh, tahapan penetapan hukum Islam, serta penerapan metode tafsir maudhu'i. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ilmu Makkiyah dan Madaniyah merupakan instrumen penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses penafsiran Al-Qur'an secara komprehensif dan kontekstual.

Raisya Riana; Natasya Syawalia Qalbi; Ali Akbar

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Asbabun nuzul merupakan salah satu kajian penting dalam Ulumul Quran yang membahas tentang sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an. Pemahaman terhadap asbabun nuzul sangat berpengaruh dalam proses penafsiran ayat Al-Qur’an karena dapat membantu memahami latar belakang, konteks, dan tujuan turunnya suatu ayat. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asbabun nuzul terhadap penafsiran ayat Al-Qur’an serta pentingnya kajian tersebut dalam memahami makna ayat secara tepat. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang berkaitan dengan ulumul Quran dan tafsir. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman asbabun nuzul dapat membantu mufassir dalam menghindari kesalahan penafsiran, memahami konteks historis ayat, serta menjelaskan hikmah di balik turunnya ayat Al-Qur’an. Dengan demikian, asbabun nuzul memiliki peranan yang sangat penting dalam penafsiran Al-Qur’an agar makna ayat dapat dipahami secara benar dan menyeluruh.

Farhan Abdillah

Amsal Al-Qur’an: Jurnal Al-Qur’an dan Hadis 2026 Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

This study aims to analyse Manna Khalil al-Qattan's reference map in the chapter on Qira'at in the book Mabahith fi 'Ulum al-Qur'an, with a focus on mapping the sources of hadith and ulumul Qur'an used. Al-Qattan, a leading scholar in the field of Ulumul Qur'an, integrates hadith sources and classical works of ulumul Qur'an to explore aspects such as qira'at and ahruf sab'ah. This book relies on authentic hadiths from Imam al-Bukhari and Imam Muslim, as well as influential works of ulumul Qur'an, such as Al-Itqan by Jalaluddin as-Suyuti and Al-Burhan by al-Zarkasyi, to strengthen his arguments. The results of the study show that Al-Qattan preferred authentic and sahih sources in constructing his analysis, with a tendency to avoid more modern secondary sources. This approach reflects a conservative methodology based on authenticity and accuracy, making Mabahith fi 'Ulum al-Qur'an an important reference in scientific studies of the Qur'an. This research also shows Al-Qattan's important contribution in revitalising the understanding of qira'at and standardising the recitation of the Qur'an through an approach based on valid sources.  

Endang Fitriani; Risa Purnamasari; Jevri Buari; Sukrom Makmun; Agus Arib Wibowo +2 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan menganalisis Asbābun Nuzūl sebagai pendekatan kontekstual dalam studi Ulumul Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami ayat Al-Qur’an tidak hanya secara tekstual, tetapi juga berdasarkan konteks historis dan sosial yang melatarbelakangi turunnya ayat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dan sumber tertulis yang relevan dengan tema Asbābun Nuzūl, Ulumul Qur’an, dan tafsir kontekstual. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asbābun Nuzūl memiliki fungsi penting dalam menjelaskan makna ayat, menghindarkan kesalahan penafsiran, dan menghubungkan teks Al-Qur’an dengan realitas yang melatarinya. Analisis pada QS. Al-Baqarah: 115, QS. An-Nur: 11, dan QS. Al-Mujadilah: 1 memperlihatkan bahwa konteks turunnya ayat membantu mengungkap dimensi hukum, moral, dan sosial secara lebih utuh. Penelitian ini menegaskan bahwa Asbābun Nuzūl bukan hanya penjelas historis, tetapi juga instrumen metodologis yang memperkuat relevansi penafsiran Al-Qur’an dalam berbagai konteks kehidupan.

Patim, Sitipatimatuzzahra; Syapwatun Nisa

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Studi Al-Qur’an selama ini lebih banyak berfokus pada aspek tekstual dan normatif melalui pendekatan tafsir dan ulumul Qur’an yang menitikberatkan pada penafsiran makna ayat serta kajian kebahasaan dan hukum. Namun, perkembangan kajian Islam kontemporer melahirkan pendekatan Living Qur’an yang melihat Al-Qur’an sebagai teks yang hidup dalam realitas sosial dan budaya masyarakat Muslim. Pendekatan ini menekankan bagaimana Al-Qur’an dipahami, dimaknai, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi Yasinan dan Tahlilan merupakan salah satu bentuk nyata interaksi kolektif masyarakat Muslim dengan Al-Qur’an yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial-keagamaan, khususnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Yasinan dan Tahlilan sebagai bentuk aktualisasi Living Qur’an serta menjelaskan fungsi religius dan sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-analitis. Data diperoleh dari berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan pendekatan interpretatif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yasinan dan Tahlilan merupakan bentuk resepsi sosial terhadap Al-Qur’an yang tidak hanya berfungsi sebagai media doa dan ibadah, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, membangun kebersamaan, meneguhkan identitas keagamaan, serta menjaga harmoni dalam komunitas. Tradisi tersebut memperlihatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, melainkan hadir sebagai simbol sakral yang hidup dan membentuk dinamika sosial-keagamaan masyarakat Muslim.  

Yulia Maulida; Rika Sartika

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti mengenai tafsir, yang merupakan proses pengungkapan lafazh Al-Qur’an, atau sebuah produk dari keilmuan seorang mufassir. Metode penelitian ini melalui studi pustaka. Hasil dan pembahasan penelitian ini meliputi pengertian tafsir secara bahasa dan istilah, periode penafsiran Al-Qur’an, metode penafsiran Al-Qur’an, pengertian pendidikan Islam, dan relevansi tafsir Al-Qur’an dan pendidikan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir sebagai intisari ialah menjelaskan makna lafazh-lafazh yang ada dalam al-quran, yang mampu menerangkan maksud dan tujuan al-quran sehingga bisa difahami dan diamalkan isinya. Dan intisari tafsir adalah merupakan sebuah proses dari masa ke masa dalam menerapkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, dan tafsir yang sebenarnya akan senantiasa terbarukan dengan hadirnya disiplin ilmu pengetahuan agar melahirkan karya tafsir yang baik. Penelitian ini diharapkan memiliki manfaat besar bagi penggemar kajian Al-Qur’an. Penelitian ini hanya menerangkan topik terkait konsep Tafsir Al-Qur’an dan relevansinya terhadap pendidikan Islam. Lalu, penelitian ini merekomendasikan agar dapat melahirkan pemahaman yang lebih baik tentang konsep Tafsir Al-Qur’an melalui kajian komprehensif perspektif ilmuwan yang berkiblat pada literatur tafsir Al-Qur’an.

Nadia Sahnura; Wanty Khaira

Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam 2026 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

This study aims to analyze the effectiveness of the Empty Chair Technique in improving the emotional stability of students who are victims of bullying at MTsS Ulumul Qur’an Banda Aceh. The research used a quantitative experimental approach with a one-group pretest–posttest design and involved four students selected through purposive sampling based on indications of having experienced bullying. Data were collected through questionnaires and observations, then analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and paired sample t-test. The treatment was carried out in three individual counseling sessions lasting 35 minutes each. The results showed a 25% decrease in emotional instability scores after applying the Empty Chair Technique, indicating an improvement in emotional control and self-awareness. Statistical analysis revealed a significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.05). Thus, the Empty Chair Technique effectively helps students externalize negative emotions, reduce anxiety, and achieve emotional balance

Wahid Hasyim; Muhammad Farih

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam metode pembelajaran Study Al-Qur’an serta penerapannya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) moderat berbasis turāṯ. Dalam konteks pendidikan Islam kontemporer, penguatan moderasi beragama menjadi kebutuhan yang mendesak seiring dengan munculnya tantangan radikalisme, eksklusivisme, dan kecenderungan dekontekstualisasi ajaran agama dalam proses pembelajaran. Metode Study Al-Qur’an berbasis turāṯ menekankan pada pemahaman Al-Qur’an secara komprehensif dengan merujuk pada khazanah keilmuan klasik, seperti kitab-kitab tafsir, ulūmul Qur’an, dan karya ulama muktabar, yang kemudian dipadukan dengan pendekatan kontekstual sesuai realitas sosial dan perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan dengan kajian Al-Qur’an, moderasi beragama, dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Study Al-Qur’an berbasis turāṯ dalam pembelajaran PAI mampu membangun pemahaman keagamaan yang moderat, menumbuhkan sikap toleran, seimbang (tawassuṭ), adil (i‘tidāl), serta inklusif pada peserta didik. Selain itu, metode ini berkontribusi dalam mengembangkan pola berpikir kritis dan kontekstual dalam memahami ajaran Islam. Dengan demikian, metode Study Al-Qur’an berbasis turāṯ dinilai relevan dan strategis untuk memperkuat moderasi beragama serta membentuk karakter keagamaan peserta didik dalam sistem pendidikan Islam.

Epik Teyebu; Kasim Yahiji; Rahmin Thalib Husain; Ilyas Daud

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The Qur'an as a beacon of life for Muslims has holiness, authenticity and breadth of discussion that never dries up, in fact it cannot be refuted in line with advances in science and technology. The existence of the Al-Qur'an revealed by Allah as a revelation to the Prophet Muhammad SAW in the form of a mushaf has very interesting and complex dynamics to be studied and practiced as a guide to mankind. The word tarbiyah is used for a broader meaning, namely the process of coaching and direction for the formation of personality and mental attitudes, while the word taklim is used for a more specific meaning, namely the process of providing provisions in the form of knowledge and skills and ta'dib is the material taught including language lessons, speech lessons. , good writing lessons, history lessons about heroes and great commanders in order to absorb the experience of their success, swimming, archery and horse riding (skills lessons). Based on the terms above, education according to the Qur'an is formulated as an effort carried out in a planned and gradual manner to provide knowledge, skills and mental attitudes to students as provisions for carrying out their duties as servants and caliphs of Allah on earth. Based on the terms above, education according to the Qur'an is formulated as an effort carried out in a planned and gradual manner to provide knowledge, skills and mental attitudes to students as provisions for carrying out their duties as servants and caliphs of Allah on earth. The aim of education according to the Qur'an is to develop humans so that they are able to carry out their functions as servants of Allah and His caliphs in order to build this world in accordance with the concepts set by Allah or in other words to make humans devoted to Allah SWT.

Nunuk Rima Aini; Ahmad Fathoni

Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2024 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This research aims to uncover the characteristics of the Al-Qur'an manuscripts in the collection of the Sultanate of Kutaringin at the Mangkubumi Palace, with a specific focus on the textual aspect. The characteristics of the mushaf will be identified through the analysis of the verse texts and other related aspects based on the theories within ‘Ulūmul Qur`ān (the sciences of the Qur`an). This research combining a literature-based and a field-based methods. The combination of these methods is necessary when the data is not sufficiently representative to draw conclusive findings. The research design is qualitative, aiming to obtain a comprehensive understanding of this particular aspect. The primary data source of this research is the seventh volume of the mushaf in Mangkubumi Palace and other related secondary data sources. The results of this research indicate that the Qur’an manuscript of Kutaringin Sultanate in Mangkubumi Palace, especially the seventh mushaf have identical characteristics to the style of Ottoman Turkish manuscripts. This showed on the writing of some diacritical mark aspects (ḍabṭ), the markings for dividing of the Qur’an (ḥizb), the calligraphy and the mushaf illumination that clearly using Turkish writing style. This mushaf, written in the early 19th century, was transcribed using a mixed rasm (written form or script of an Arabic calligraphy text) style, namely the rasm ‘uṡmānī and the rasm imlā`ī, and consistently written with the qirā`āt ‘Āṣim riwayat Ḥafṣ.

Nurul Jumadissaniyah Sitorus; Dedi Masri; M. Alfiansyah; Nor Azwa

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This journal reviews the problems that occurred in Pulau Rakyat District regarding the marital law contained in surah An-Nisa' verses 7.8 and 11.12. 'Ulumul Qur'an as one of the sciences in the study of the Qur'an has been well established since the 7th-9th century Hijriyah. Munasabah science (knowledge of the relationship between one sura/verse and another sura/verse) is part of the 'ulumul qur-an. This knowledge is quite urgent in order to make all the verses of the Qur'an as a unified whole. Starting from Az-Zarqashi's opinion that the Koran is not a word that was revealed by accident, by accident, and without a specific goal and purpose. Thus, every use and arrangement of words, construction of verses and surahs (munasabah) and the transition of themes contained therein have the power of the concept as a complete sentence. By using a qualitative research method that focuses on search libraries, the problem that is being discussed in this research becomes a complex matter. Where also presenting resource persons who know in this field. The population in this study are residents who lack knowledge of inheritance law. The results of the research data are presented in a descriptive form. The result is that 10 out of 12 samples have many problems related to inheritance law.  

Emha Fidiyah Akhadi; Fahrunnisa Fahrunnisa; Rizky Ramadhan

Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat 2023 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

The use of image media in Civic Education (PKn) learning, particularly on the topic of understanding the meaning of the Pancasila symbols in fourth-grade elementary school, often faces challenges, especially in enhancing students' comprehension of the abstract concepts involved. This community service program aims to socialize the use of image media as an effective teaching aid in PKn education. The methods employed include training and mentoring teachers in integrating image media into their lessons. The results indicate a significant improvement in students' understanding of the Pancasila symbols and increased motivation to learn. Additionally, the program sparked social change within the school environment, such as new initiatives from teachers to be more creative in using teaching media. This program successfully achieved its goals by fostering positive transformation in the school's learning processes

Sukriadi Sukriadi; Dwi Noviani; Nyimas Anisah Muhammad; Andre Bahrudin

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Al-Qur’an sebagai Firman Allah menjadi petunjuk bagi seluruh manusia. Dalam memahami petunjuk-petunjuk Al-Qur’an tersebut dengan benar maka diperlukan ‘Ulumul Qur’an, yaitu ilmu yang membahas atau mengkaji Al-Qur’an itu, yang di dalamnya memuat seluruh bahasan tentang Al-Quran mulai dari tafsir Al-Qur’an yang merupakan induk dari segala macam kajian mengenai Al-Qur’an sampai pada ilmu bacaan Al-Qur’an. Namun sangat disanyangkan karena sangat sedikit yang tertarik mengkaji ‘Ulumul Qur’an terutama dalam aspek An-nahari wal laili yang merupakan cabang dari ‘Ulumul Qur’an. Padahal memahami An-nahari wal laili ini akan menambah hazanah keilmuan dalam memahami Al-Qur’an secara sempurna. Sehingga dilakukan penelitian untuk memberikan pemahaman tentang pengertian An-nahawi wal-laili, pendapat ulama tentang An-nahawi wal-laili, metode untuk menentukan An-nahawi wal-laili serta menjelaskan contoh surat dan ayat-ayat An-nahawi wal-laili. Pada penelitian ini digunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen studi pustaka dari beberapa buku, jurnal dan artikel ilmiah lainnya.